Sang Pemandu

Sang Pemandu
Gadis Muda


__ADS_3

Sambil menunggu Joni Fanjangkembali dari mengambil surat surat tanda kepemilikan Cave.


Ricard mulai menjelaskan maksud ia membeli Cave ini kepada tiga gadisnya.


"Aku membeli Cave ini untuk kalian bertiga.Kalian tau kan kalau aku ingin kalian menjadi wanita yang berkarakter dan berwawasan luas dalam berbisnis......"


"Lagi pula,cave ini terletak ditempat yang cukup strategis,disini banyak orang masuk dan keluar dari bandara.Aku ingin melihat sejauh mana kalian nanti berkembang dalam berbisnis....Apa kalian bertiga paham"ucap Ricard dengan rinci.


Meysa dan Yin Shi pun tersenyum sambil mengangguk bahagia.Mereka senang karena Ricard sangat perhatian kepada mereka berdua.


"Saya tidak akan mengecewakan anda Tuan"Ucap Meysa dengan tegas.


"Saya juga Tuan.....Saya berjanji akan menjadi wanita yang jauh lebih baik nanti"ucap Yin Shi dengan tekad yang kuat.


Tapi berbeda dengan Qin Sheila,ia terlihat cukup bersedih.


"Jika nanti aku juga mengurus cave ini,aku akan jarang bertemu Tuan,lagi pula siapa yang nanti menjaga Tuan"Tanya Sheila dengan sedih.


"Aku akan sering berkunjung kemari,lagi pula kita semua juga tinggal disatu Massion,kita akan sering bertemu dan berkumpul disana....Lalu siapa juga yang bisa menyentuh diriku"ucap Ricard dengan tersenyum.


Akhirnya Sheila pun mengangguk dengan pasrah,Ricard juga cukup senang karena Sheila menkhawatirkan dirinya.


Padahal siapa juga yang bisa menganggu atau menyakiti Ricard didunia ini.


Baru sebentar mengobrol,muncul sebuah mobil Bugatti ke Cave mereka.Siapa lagi kalau bukan Mei'er yang menjemput.


Ia turun dari mobil dan bergegas ketempat meja Ricard.Mei'er juga sangat merindukan Ricard.Apa lagi dengan tongkat super besar Ricard.


"Tuan maaf telah membuat anda lama menunggu"Ucap Mei'er saat tiba ditempat Ricard.


"Tak apa apa Mei'er,kau antar saja dulu mereka bertiga kemassion....Aku akan disini dulu"ucap Ricard.


Mendengar ucapan Ricard,Mei'er pun cukup sedih karena ia tidak bisa berlama lama dengan Ricard,tapi ia menjadi senang lagi setelah mendengar ucapan Ricard.


"Setelah itu kita akan bertemu di Perusahaan Hotela Com"ucap Ricard yang paham akan perubahan raut wajah Mei'er.


"Baik Tuan,secepatnya saya akan mengantar mereka"ucap Mei'er dengan semangat.


"kami pamit dulu Tuan....."ucap keempat gadis itu secara bergantian.Ricard pun juga dengan cepat mengangguk.


Mereka berempat pun akhrinya pergi ke massion Ricard.


Tak lama kemudian,munculah Joni Fanjang dengan membawa beberapa berkas berkas.


"Tuan Muda ini berkas tanda kepemilikan Cave ini,Tuan Muda bisa mengeceknya dulu"ucap Joni Fanjang sambil menyerahkan semua berkasnya.


"Tak perlu,aku akan langsung menandatanganinya"ucap Ricard dengan santai.


Joni Fanjang juga tak banyak bicara lagi,ia mengangguk sambil menunggu Ricard selesai menandatangani semua berkas tersebut.


"Apa ada lagi yang lain"Tanya Ricard setelah ia menyelesaikan semua berkasnya.

__ADS_1


"Tak ada lagi Tuan Muda....."Jawab Joni Fanjang.


"Baiklah kalau begitu aku akan langsung pulang saja,ada beberapa urusan penting"ucap Ricard.


"Baik Tuan Muda...."Jawab Joni Fanjang.


Ricard pun berjalan keluar Cave dan pergi kepinggir jalan.Ia berencana untuk naik taksi atau ojek.


"Sial....Kalau Tau cuman 5 menit urusan kek gitu,lebih bagus aku menyuruh Mei'er menunggu dicave tadi"ucap Riacard dengan sedikit kesal.


Setelah menunggu cukup lama,Ricard pun melihat ada seorang yang menaiki motor matic.


Ia hendak menyetopkannya sambil melambaikan tangannya layaknya memanggil ojek.


Tukang ojek itu pun berhenti karena Ricard menghadang jalannya.


"Antar aku ke Perusahaan Hotela Com,aku akan membayar lebih.....Kau tenang saja"ucap Ricard dengan santai.


Pengendara itu juga hanya menurut saja,ia juga sedang terburu buru.Lagi pula arahnya juga hampir sama pikir tukang ojek itu.


Karena sudah sering memegang pinggang wanita,Ricard pun bingung bagaimana duduk dengan benar saat dibonceng tukang ojek.


Hasilnya Ricard memegang pinggang tukang ojek itu.


"Kenapa Pinggang abang tukang ojek ini sangat ramping"pikir Ricard dengan bingung.


Tukang ojek itu juga hendak marah saat pinggangnya dipegang oleh Ricard.


Tukang ojek itu berhasil menghindar sambil mengerem,tapi ia dan Ricard harus terjatuh dipinggir jalan.


Ricard juga terjatuh,tapi posisinya sedang merangkul Tukang ojek itu.Telapak tangannya juga berada Diselang.kangan Tukang ojek itu.


Tapi ia juga sedikit mengkerukan keningnya saat tangannya berada diarea selang.kangan tukang ojek itu.


Karena penasaran,Ricard pun mengelus sebentar sambil sedikit menekannya kedalam.


"Loh....Kok datar ya...."ucap Ricard dengan bingung.


Tapi bukan sebuah jawaban yang ia dapat,malahan sebuah sikut yang mengarah kekepalanya.


"Sialan.....Dasar cabul binatang,sudah numpang kau malah bersikap cabul dasar kau. cabul....."teriak situkang ojek dengan marah,ia duduk diatas perut Ricard sambil memukul Ricard dengan sekuat tenaganya.


Ricard pun langsung terkejut,ia tak menyangka kalau Tukang ojek itu adalah seorang wanita muda.


Karena tukang ojek itu memakai jaket tebal dengan helm dan masker,apa lagi tadi rambutnya berada didalam helmnya.Tentu Ricard tak dapat mengetahuinya.Ia juga tak memakai Skil Mata Cahayanya tadi.


Ricard pun memegang kedua tangan gadis itu dan mencoba menenangkannya.


"Nona maafkan aku......Aku tak sengaja tadi"ucap Ricard sambil memegang tangan gadis itu.


Tapi gadis tersebut pun langsung menangis dengan tersedu sedu.

__ADS_1


"Hiks..Hiks...kau.....jahat...hiks...kau harus bertanggung jawab hiks..."ucap Gadis itu sambil menangis.


Ricard juga tak tega melihat gadis tersebut menangis.Ia pun mendudukaan Gadis tersebut dipinggir trotoar dan memeluknya dari samping.


"Aku akan bertanggung jawab,sekali lagi maafkan aku"ucap Ricard sambil menatap Gadis tersebut.


Gadis tersebut pun perlahan tenang,ia juga menatap Ricard.


"Apa kakak serius akan bertanggung Jawab hiks...hiks "Tanya Gadis tersebut.


"Benar aku akan bertanggung Jawab"Jawab Ricard dengan serius.


Mendengar ucapan Ricard,gadis tersebut pun menghapus air matanya dan langsung tersenyum lebar.


"Nama ku.....Cintya Zai kak,nama kakak siapa"Tanya Cintya dengan antusias.


Ricard pun sedikit bingung dibuat gadis muda ini.


"Apa ia tadi pura pura nangis,atau ia pura para sedih"pikir Ricard.


"Namaku Ricard Stive...."Jawab Ricard dengan lengkap,ia berharap kalau gadis muda ini mengenal dirinya.


Namun ucapan Cintya membuat Ricard sedikit jengkel.


"Nama kakak sangat mirip dengan Paman Jelek sang penjahat kelamin pemilik Perusahaan Hotela Com disana"Ucap Cintya tidak tau kalau orang yang dibicarakannya tepat dihadapannya.


"Apa kau mengenalnya"Tanya Ricard dengan perasaan kesal.


"Aku memang tak pernah bertemu dengannya,tapi banyak media yang membicarakannya....Kalau ia memiliki banyak kekasih......"


"Jadi aku berfikir kalau dia itu pasti laki laki jelek gendut bau dan penjahat kela.min"Ucap Cintya dengan cemberut.


"Kalau wajahmu tidak cantik....Sudah aku telan hidup hidup kau"Pikir Ricard dengan kesal.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰


Dukungan kalian semangatku😘

__ADS_1


__ADS_2