
Qin Sheila pun tersenyum dengan malu malu mendapat ciuman dari Ricard.Ia pun masuk kedalam dengan perasaan yang sedikit bahagia.
Sedangkan Ricard,ia telah mengendarai mobilnya dengan cepat menuju bandara.
Ia ingin segera menemukan kakaknya dan menyiksa pelakunya karena telah berani menculik kakaknya.Apa lagi mereka juga membuat ibunya sangat bersedih dan menangis.
Tentu Ricard tak akan memberi pelaku penculikan itu dengan hukuman yang ringan.
Ia akan membuat pelakunya mendapat kan sesuatu yang sangat menyakitkan.
Setelah menghabiskan cukup waktu diperjalanan,ia pun tiba dibandara provinsi Ngadiang.
Tak mau berlama lama,Ricard langsung memesan tiket tertinggi dan terbang hari itu juga.
Ricard juga telah menghubungi Lholo kontrak budaknya untuk menuju Provinsi Beijing.
Ia ingin mendapatkan informasih tentang markas mereka dari Lholo.
~
2 Jam Berlalu.....
~
Ricard saat ini telah tiba dibandara provinsi Beijing,ia turun dari pesawat dan bergegas kearah mobil tempat Paman Fei menunggunya.
Ia berjalan keluar bandara dan mulai mencari Paman Fei.Tak lama kemudian Paman Fei pun terlihat tak jauh darinya.
Ricard langsung masuk kedalam mobil Paman Fei dengan cepat.
"Sebenarnya apa yang terjadi,kenapa Carissa bisa diculik,lalu dimana Paman waktu itu"Tanya Ricard saat mobil telah berjalan.
Ricard juga sebenarnya sangat marah karena Paman Fei telah gagal menjalan kan tugas darinya.
Paman Fei pun merasa bersalah saat mendengar pertanyaan Ricard.
"Maafkan saya Tuan Muda,waktu itu saya lalai dan pergi jalan jalan sebentar.Karena saya sangat yakin kalau Nona Carissa akan aman di Hotel SuiteFull,apa lagi disana ada juga saudara Begal Linu,saya pergi keluar untuk sekedar jalan jalan....."
"Tapi saya tak menyangka,saat 1 jam Suadara Begal Linu pulang dari Hotel SuiteFull,ternyata sudah ada 2 orang yang berniat menculik Nona Carissa Tuan Muda,saya terlambat menyadari itu sehingga penculikan itu tak terhindarkan Tuan Muda......."
"Satu diantaranya adalah orang yang sebelunnya selamat sewaktu berhadapan dengan saya,dan satunya lagi itu pasti temannya atau saudaranya.Mereka juga pasti orang yang berniat mengincar Keluarga Linu ini....."
__ADS_1
"Saya bisa mengetahuinya dari kamera Cctv yang terpajang disetiap sudut Hotel SuiteFull,namun saya tak bisa melacak aura mereka sama sekali setelah mereka keluar dari China ini Tuan Muda"Ucap Paman Fei sambil menjelaskan bagaimana Kronologi penculikan Carissa.
Ricard pun mendengarkan tanpa melewatkan sedikit pun penjelasannya.
"Itu artinya mereka membawa kakakku keluar dari China ini,naik apa mereka perginya dan kemana tujuan mereka,apa paman telah mengetahuinya"Tanya Ricard.
"Benar Tuan Muda,mereka pastinya pergi dengan menaiki kapal.Karena aura terakhir mereka saya rasakan saat dipelabuhan Beijing Tuan Muda.Tapi untuk tujuan mereka pergi,saya belum mengetahuinya Tuan Muda"Jawab Paman Fei dengan merasa bersalah.
Ricard pun hanya mengangguk saja.
"Saya juga telah menyiapkan sebuah kepal untuk kita berlayar mengejar mereka Tuan Muda"Ucap Paman Fei lagi.
"Bagus,tapi aku akan menunggu seseorang dulu sebelum kita berangkat mencari mereka"ucap Ricard,ia juga menunggu Lholo tiba di Beijing.
Karena Ricard sangat yakin kalau Lholo mengetahui dimana letak pastinya markas mereka dulu,karena ia adalah mantan dari kelompok mereka.Sebelum Ricard buat kontrak Jiwa kedirinya.
Paman Fei juga tak banyak bertanya tentang siapa yang Ricard tunggu,ia hanya menjalankan mobilnya dengan tenang dan nyaman.
Setelah menghabiskan waktu 10 menit diperjalanan,akhirnya Ricard tiba dimansion lama Paman Fei.
Disana Ricard juga telah melihat Lholo berdiri didepan gerbang mansion paman Fei.
Karena Ricard telah memberitahu alamat pertemuan nantinya kepada Lholo,Ricard pun tak terkejut lagi jika Lholo telah tiba duluan dimansion Paman Fei.
Lholo yang melihat sebuah mobil hendak masuk kedalam mansion pun mengikuti dari belakang,ia juga tau kalau didalam mobil itu pasti Tuan Mudanya.
Ricard dan Paman Fei pun turun dari mobil dan bergegas masuk kedalam Mansion,yang diikuti oleh Lholo dari belakang.
Disana juga telah ada Begal Linu bersama 2 bawahan Paman Fei.
Didalam Mansion,Ricard tanpa basa basi memandang Lholo dan bertanya tentang letak markas mereka dulu.
"Lholo,dimana letak pastinya markas kau dan pemimpinmu dulu.Aku tak butuh waktu lama lagi,aku harus segera berangkat sekarang"Tanya Ricard tanpa basa basi.
Lholo pun membungkuk dengan sopan kearah Ricard lalu menjawabnya.
"Menjawab Tuan Muda,ketua dan para bawahannya berada dipulau Kermadec disamudera pasifik cukup jauh dari Laut Selandia baru Tuan Muda......"
"Tak akan ada manusia yang menyadari akan keberadaan pulau itu,karena ketua telah memasang segel Formasi untuk menghilangkan keberadaannya Tuan Muda......"
"Tapi saya tau bagaimana memecahkan Segel Formasi itu Tuan Muda"Jawab Lholo dengan sopan.
__ADS_1
Ricard pun menganguk,lalu ia melirik kearah Paman Begal Linu yang duduk sambil mendengarkan ucapan Lholo sambil memandanginya.
Ia sebenarnya berniat untuk membunuh Lholo,tapi karena Lholo telah menjadi bawahan Ricard.Ia pun mengurungkan niatnya itu.
Sedangkan Lholo,sangking bodohnya ia belum menyadari kalau Pria paruh baya yang duduk disamping Paman Fei adalah Begal Linu,orang yang dicarinya dulu dan ketuanya untuk mereka bunuh.
"Apa Paman akan ikut juga kesana"Tanya Ricard kearah Begal Linu.
Begal Linu pun sedikit berfikir sebentar dan kemudian mengangguk.
"Ini semua juga salahku,karena diriku lah mereka ada disini.Jadi sudah seharusnya aku ikut pergi dan sedikit membalas dendam keluargaku yang dulu kepada mereka"Jawab Begal Linu dengan tegas.
Ia juga ingin melihat apa reaksi dari Lholo,tapi ia malah dibuat melongo saat melihat Lholo hanya diam saja.
"Sesuai dengan namanya,Lholo"pikir Begal Linu.
"Baiklah,aku tak mau buang buang waktu lagi.Kalau begitu kita berempat akan berangkat sekarang juga"Ucap Ricard sambil berdiri dan berjalan keluar pintu.
Ricard tau kalau Begal Linu ingin membalas dendam dengan Lholo,itu terlihat dari lirikannya.Sebenarnya Ricard tak mempermasalahkan jika Begal Linu ingin membunuh Lholo sekarang,lagi pula ia hanya Budak Kontrak.
Mereka semua kemudian masuk kedalam Mobil dengan Lholo yang menyetir,ia menyetir dengan pelan dan santai.Tapi itu malah membuat Ricard sedikit kesal dan muram.
"Apa kau tak bisa lebih cepat lagi,kau membawa mobil seperti siput hamil"ucap Ricard dengan jengkel.
"Bisa Tuan Muda....."Jawab Lholo dengan gugup karena membuat Ricard kesal,ia pun mempercepat laju kemudinya.
Setelah menghabiskan waktu diperjalanan yang cukup lama,akhirnya mereka semua tiba dipelabuhan tempat Paman Fei telah membeli sebuah kapal.
~
~
~
Bersambung
~
~
Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
__ADS_1
Dukungan kalian semangatkuš