Sang Pemandu

Sang Pemandu
Lala


__ADS_3

Saat Ricard hendak ingin melanjutkan kegiatan panasnya lagi,tapi ia melihat kondisi Pelayan itu mulai kelelahan.


Ia pun sedikit tak tega dengannya,jadi ia pun memutuskan untuk menunda hasratnya dan melanjutkan membantai Keluarga Thod yang lainnya.


"Baiklah kau istirahatlah dulu,tapi nanti kau harus melayaniku dengan extra"ucap Ricard sambil tersenyum.


Pelayan itu pun dengan cepat mengangguk patuh.


"Oh ya,tugasmu saat ini hanya perlu mengambil semua berkas tanda kepemilikan Perusahaan,mobil ataupun yang lainnya......."


"Aku berencana mengakuisisi semuanya itu nanti"ucap Ricard dengan santai.


Walaupun ia sudah kaya,tentu saja Ricard juga tak akan melewati harta yang ada didepan matanya,apa lagi harta itu tidak sedikit.


Jika ditotalkan,mungkin semua aset Keluarga Thod bekisar 100 triliun.Itu sudah termasuk Perusahaan Gali Sumur salah satu perusahaan terbesar di China No 07,Mobil Sport dan beberapa Bar lainnya.


Tapi Ricard akan membayar beberapa pengacara hebat dan membuat tanda tangan palsu Ken Thod.


Ia melakukan itu agar terlihat kalau Ken Thod lah yang menjual asetnya kepada Ricard.Jika ia tak melakukan itu,maka ia nanti akan dianggap telah merampas harta orang lain.Walaupun kenyataannya begitu.


(Anggap aja aset orang kaya segitu)


Sang pelayan yang mendapat sebuah perintah dari Ricard,tentu saja ia dengan cepat mengangguk.


"Baik Tuan,saya akan melaksanakan tugas yang anda berikan....."ucap sang Pelayan.


Ia juga tau dimana Ken Thod menyimpan semua berkas berkas tanda kepemilikan beberapa aset beharga Keluarga Thod.


Ia bisa tau karena dirinya sering mengikuti Ken Thod kemana pun ia pergi selama sebulan ini,termasuk juga kebrankas penyimpanan harta.


Ken Thod mungkin waktu itu memiliki pemikiran kalau pelayannya ini tak akan berani melakukan tindakan mencuri terhadap hartanya.


Itulah sebabnya Pelayan itu bisa tau.


"Oh iya,siapa namamu"Tanya Ricard sambil membenarkan posisi celananya.


"Nama saya Lala Tuan"Jawab Lala dengan sopan.


"Namaku Ricard Stive,kau bebas mau memanggilku apa"Ucap Ricard.


Lala pun mengangguk paham,tentu saja ia tak akan berani memanggil Ricard dengan sebutan nama.


Setelah perbincangan singkat mereka berdua,Ricard langsung bergegas membantai semua pengawal Keluarga Thod.


Sedangkan Lala,ia mengambil sumua surat aset aset yang ada didalam Brankas besar.Tak lupa juga ia mengambil beberapa emas,uang dan perhiasan mewah yang berada ruang bawah tanah.


Tempat Ken Thod menyimpan semua aset dan beberapa harta mewah lainnya.


"Banyak sekali harta pak tua sialan ini rupanya"pikir Lala sambil memasuki semua harta itu kedalam tas besar.


Ia cukup tergiur akan beberapa barang mewah itu.


Setelah 1 jam lamanya,Ricard menunggu Lala didalam mobil Marcedes Benz Amg G60 milik KeluargaThod,ia menunggunya cukup jauh dari Mansion.

__ADS_1


Namun,ditangan Ricard juga ada remot kecil yang ditengahnya ada 1 tombol bewarna merah.


Remot itu digunakan oleh Ricard untuk meledakkan Mansion Keluarga Thod dan semua bukti pembantaian dirinya.


Ia memang sudah memasang setiap sudut Mansion dengan Bom yang cukup banyak.


Tak lama kemudian,pintu Marcedes Benz terbuka lebar,Ricard melihat Lala memasukkan 3 tas besar yang berisi harta keluarga Thod.


"Jika soal barang mewah,wanita akan cepat"pikir Ricard.


Saat semua tas sudah masuk,Lala duduk disamping Ricard dikursi samping.


"Kenapa kau membawa semua barang bodoh itu"Tanya Ricard.


Sedangkan Lala,ia tertunduk dengan malu.Tentu saja sebagai wanita muda ia akan tergiur dengan barang mewah itu.


"Lupakan sajalah,kau bebas mau diapakan benda itu"Ucap Ricard sambil melajukan mobilnya ketempat Bar Enak.


Ia berencana menjemput Siao May lalu pergi ketempat Hotel Sara dan Mei'er menginap saat ini.


Namun Lala langsung bahagia saat Ricard mengizinkan ia memiliki semua harta itu.


"Terima kasih Tuan,anda sangat baik"ucap Lala dengan tulus,dan Ricard langsung mengangguk.


Saat sudah cukup jauh,Ricard berhenti dan memencet tombol merah yang ada diremot itu.


Tak Lama kemudian,mereka berdua pun mendengar sebuah ledakan dari kawasan Mansion Keluarga Thod.


"Aa....paa..Tuan yang melakukan itu"tanya Lala dengan terkejut.


Tapi Ricard tak membalas ucapan Lala,ia tersenyum lalu melajukan mobilnya itu.


Lala paham atas apa yang Ricard lakukan tadi.


"Dengan ledakan itu,semua bukti telah hancur........Aku tak menyangka jika suatu saat nanti akan keluar dari neraka itu dan menemukan Tuan"ucap Lala dalam hatinya,ia cukup lega akhirnya bisa keluar dari keluarga Thod.


Sebenarnya ia cukup tersiksa didalam keluarga Thod,jika ia bukan pelayan Ken Thod.Pasti banyak diantara beberapa pengawal dan ketiga tetua yang ingin menikmati keindahan tubuh Lala.


Walaupun tubuhnya sudah dinikmati Ken Thod sekali,tapi ia tetap senang akhirnya bisa keluar dari tempat yang sudah ia anggap Neraka itu.


Diperjalanan menuju Bar Enak,mereka hanya menghabiskan waktu sekitar 15 menit untuk sampai.


Setibanya disana,Ricard langsung turun dan menjemput Siao May.


"Kau tunggulah disini sebentar,aku mau menjemput kenalan dulu"ucap Ricard.


"Baik Tuan...."Jawab Lala.


Ricard bergegas masuk tanpa dihalangi orang,banyak orang yang tau kalau Ricard adalah kekasih Siao May,wanita terkejam dan tersadis.


Sesampainya didepan ruangan Pribadi Siao May,ia membuka pintunya dan langsung kedalam masuk.


Namun baru saja berjalan selangkah,Siao May langsung memeluk Ricard dengan erat.

__ADS_1


"Aku memilihmu.....Aku akan keluar dari Keluarga Thod sekarang"ucap Siao May sambil menenggelamkan kepalanya didada Ricard.


Ricard pun tersenyum puas dengan pilihan Siao May itu.


"Bagus....Lagi pula Keluarga Thod sudah aku bantai tadi"ucap Ricard sambil mengelus kepala Siao May.


Tapi Siao May langsung menatap Ricard dengan tak percaya.Ia tau siapa itu Keluarga Thod,tidak mungkin Ricard membunuh semua Pengawal Ken Thod.


Apa lagi Keluarga Thod memiliki tiga tetua lainnya disana.Bagaimana ia bisa percaya Ricard membantai Keluarga itu dalam waktu 4 jam lamanya.


Sebenarnya Ricard membantai Keluarga Thod hanya 30 menit,sedangkan sisanya ia habiskan dengan Lala dan Live bersama Tiara Lee dikamar.


Tapi Ricard tak mengatakan itu kepada Siao May.


"Bagaimana bisa kau membantai keluarga itu dalam 4 jam saja.Kau pasti berbohong kan denganku"ucap Siao May dengan cemberut,ia sedikit kesal karena merasa dibohongi Ricard.


Tapi Ricard menghiraukan ucapan kesal Siao May dan langsung menarik tangan mungilnya ketempat Mobil Marcedes Benz terparkir.


Didalam mobil itu juga ada Lala yang sedang menunggu Ricard.


Saat Siao may hendak masuk,tentu saja mereka berdua saling menatap dipintu mobil samping kursi pengemudi.


Siao May menatap Lala dengan sangat tajam,sedangkan Lala melihat Siao May dengan ketakutan.


"Apa yang kau lakukan didalam mobil kekasihku"ucap Siao May dengan marah.


Lala langsung pucat basi saat mendengar kalau Ricard adalah kekasih dari wanita terkejam ini.


"i...tu.....saya......"belum selesai ucapannya terhadap Siao May,Ricard langsung memotongnya.


"Sudahlah Gadis kecil,dia juga salah satu wanitaku"ucap Ricard terhadap Siao May sambil duduk santai dikursi penumpang.



( Foto Marcedes Benz AMG G60 )


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰


Dukungan kalian semangatku😘

__ADS_1


__ADS_2