
Setelah memilih beberapa baju dan memberikan Resep pemutih kulit untuk Perusahaan Pencintra Skin.Kini Ricard dan Sheila bergegas pergi menuju bandara untuk segera berangkat ke Beijing.
Ricard pergi kebagian Loket tiket pesawat dan membeli 2 tiket untuk dirinnya dan Sheila sambil menunggu giliran mereka terbang.
Setelah waktu terbang tiba,Ricard segera masuk kedalam pedawat.Ricard duduk bersama Sheila disampinya sambil menyenderkan kepalanya kursi.
"Apa Tuan lelah,saya akan memijat Tuan jika Tuan lelah"ucap Sheila saat melihat Ricard menyenderkan kepala dikirsi.
"Tidal usah,istirahatlah dulu sebelum kita sampai di Beijing nanti"ucap Ricard dengan menolak tawaran Sheila.
Sheila pun hanya mengangguk dan ikut menyenderkan kepalanya dikursi pesawat.
Mereka berdua pun tertidur dipesawat selama 1 jam dan terbangun setelah mereka mendengar suara Pramugari yang menggema dilobi pesawat.
"Penumpang yang terhormat,kita telah sampai dibandara beijing,harap untuk bersiap siap setelah lepas landas"
"Hoam...Kita telah sampai ya"ucap Ricard sambil menguap,ia juga melihat kalau Sheila tidur sambil menyenderkan kepalanya dibahu Ricard.
"Gadis datar ini kenapa bisa tidur dibuku,bahkan liurnya sampai menetes"Pikir Ricard.
"Sheila....kita telah sampai"ucap Ricard sambil menepuk pipi tembem Sheila dengan lembut.
Sheila pun terbangun saat ada seorang yang menepuk pipinya dengan lembut.Ia melihat siapa yang menepuk pipinya,tapi saat ia melihat Ricard yang menepuk pipinya sambil menatapnya.
Ia pun menjadi gugup dan salah tingkah,apa lagi wajah Tampan Ricard sangat dekat dengan wajahnya.
"A....pa yang...Tuan...lakukan"Tanya Sheila dengan gugup.
Mendengar pertanyaan dari Sheila,Ricard pun tersenyum kecil sambil mengeleng gelengkan kepalanya.
"Kenapa Tuan Tersenyum melihatku,apa aku ini cantik"pikir Sheila dengan malu malu.
"kita udah sampai dibeijing,apa kau mau lagi tidur dibahuku.bersihkan juga liurmu itu"ucap Ricard sambil menunjuk liur Sheila dibibirnya.
Sheila yang mendengar ucapan Ricard pun menjadi malu,ia lupa kalau saat ini sedang dipesawat dan lebih parahnya ia tidur dibahu Ricard sambil meneteskan liur.
Sheila pun dengan cepat cepat mengelap bibirnya dengan telapak tangannya sambil menundukkan kepala.
"Anu....Maafkan saya Tu...."
"Tak apa,ayo kita bergegas keluar"ucap Ricard dengan memotong ucapan Sheila karena pesawat sudah lepas landas.
"Baik Tuan..."ucap Sheila yang masih malu atas tindakannya tadi.
"Waaaa......Kenapa aku bisa sebodoh ini"gerutu Shela dalam hatinya.
Mereka berdua pun keluar dari pesawat, dan Ricard langsung mengeluarkan teleponnya untuk menghubungi Paman Fei.
"Hallo paman aku telah tiba dibandara"ucap Ricard.
__ADS_1
"Baik Tuan Muda,saya ada didepan loket dengan mobil bewarna Hitam.Apa saya harus menjemput Tuan Muda"Tanya Paman Fei.
"Tak perlu Paman,aku akan kesana"ucap Ricard yang langsung mematikan teleponnya.
"Baik Tuan Muda"ucap Paman Fei setelah teleponnya mati.
Ricard pun mencari mobil hitam didekat area loket,setelah ia melihat ada mobil hitam dan Paman Fei ada disitu.
Ricard pun mengahampiri Paman Fei bersama Sheila disampingnya.
"Mari Tuan Muda"ucap Paman Fei sambil membuka pintu mobilnya.
Mereka bertiga pun masuk kemobil dan pergi menuju kesuatu tempat.
"Paman Informasi apa yang sudah paman dapatkan darinya"tanya Ricard.
Mendengar Pertanyaan Ricard,Paman Fei pun langsung mengatakan informasi yang ia dapat.
"Saya mengetahui kalau mereka bukan berasal dari dunia ini Tuan Muda"ucap Paman Fei.
"Apa maksudmu paman"Tanya Ricard dengan bingung.
"Tuan Muda mereka berasal dari dunia kultivator lebih tepatnya alam menengah.Tempat saya berasal Tuan Muda.Untuk tujuan mereka kesini,saya belum mengetahuinya Tuan Muda"ucap Paman Fei.
Ricard yang mendengarkan penjelasan dari Paman Fei pun bertambah bingung dibuatnya.
Pertama,Ricard memang merasakan sedikit aura Qi dari tubuh Begal linu saat pertemuan rapat mereka waktu lalu.Tapi ia tidak memancarkan aura jahat sama sekali dan ia juga tak terlihat seperti orang yang sedang menginginkan sesuatu.
Ketiga,apa tujuan dirinya kedunia ini.Apa yang mereka cari,sedangkan dunia ini tidak ada apa apa.Bahkan Qi yang untuk meningkatkan Kekuatan saja tidak ada.
"Apa Paman belum mengatahui tujuan mereka sekarang?Lalu sama siapa ia datang kedunia ini?"Tanya Ricard.
"Tujuan mereka tiba didunia ini,saya belum mengetahuinya Tuan Muda....."
"Tapi menurut analisis saya,ia datang kedunia ini untuk menyembunyikan diri..."
"Itu terlihat,kalau dirinya membuat nama palsu beserta keluarganya dan ia juga membuat setiap sudut Massion mereka sebuah penghalang...."
"Penghalang itu berfungsi untuk Menyamarkan keberadaan Qi dan manghalang orang yang memiliki Qi ditingkat Qi Dewa untuk tidak bisa masuk ke Massion itu....."
"Lalu,sepertinya ia tiba didunia ini bersama Istri dan anaknya.Untuk pengawal mereka,itu hanya rekrutan dari orang orang dunia ini untuk bekerja dengannya........"
"Itu hanya analisis saya Tuan Muda,tapi saya memiliki keyakinan kalau 70% Analisis saya tepat Tuan Muda"ucap Paman Fei dengan panjang lebar.
Mendengar penjelasan dari Paman Fei,Ricard mencoba mencerna ucapannya sebentar.
"Jika itu benar,dengan apa ia bisa sampai kedunia ini.Dunia ini tidak ada Qi,jadi muatahil untuk membuka gerbang teleportasi......"
"Jika mereka sedang bersembunyi,sama siapa mereka berhadapan"Ucap Ricard dengan kepala yang hampir pusing.
__ADS_1
"Tuan kenapa tidak bertanya saja kepada mereka"ucap Sheila dengan datar tapi terkesan polos.
Sedangkan Paman Fei dan Ricard yang mendengar ucapan Sheila pun mencoba memikirkannya.
"Jika mereka bermaksud buruk dengan dunia ini,kita langsung saja bunuh mereka.Tapi jika mereka tidak ada maksud apa apa dan hanya untuk bersembunyi kita.........."ucapan Sheila pun terhenti dan sedikit berfikir.
"Jika memang mereka hanya untuk bersembunyi apa kita bantu saja"tanya Ricard.
"Tidak usah Tuan Muda,tetap bunuh saja mereka"ucap Sheila dengan datar lagi.
Mendengar perkataan Sheila,Ricard pun serasa ingin memukul kepala gadis bodoh ini.
"Kenapa mereka harus dibunuh"ucap Ricard dengan menahan kesal
"Tuan Muda mereka hanya akan membawa dampak buruk kedunia ini..."
"Jika mereka hanya bersembunyi,orang yang sedang mencari keberadaan mereka pasti akan langsung mempora porandakan dunia ini jika ia mengetahui mereka disini"ucap Sheila.
Paman Fei yang mendengar penjelasan Sheila pun sedikit mengangguk.
"Benar juga kata Nona ini Tuan Muda"ucap Paman Fei.
"Benar dari mana Paman......lagi pula namanya Qin Sheila paman"ucap Ricard sambil memijit keningnya sebentar.
"Biar saya saja yang memijat jika Tuan lelah"ucap Sheila saat ia melihat Ricard memijit keningnya.
"Nanti giliranmu akan ada"ucap Ricard saat ia melihat kebodohan gadis datar ini.
"Baik Tuan Muda"ucap Sheila senang karena Ricard mau ia pijat.
"Akhirnya aku bisa berguna untuk Tuan Muda,aku akan terus melindungi dan membantu Tuan Muda"Pikir Sheila dengan senang.
Sepertinya Sheila ini tak tau apa maksud dari Ricard ini tentang giliranmu.
~
~
~
( Bersambung )
~
~
~
**Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
__ADS_1
Dukungan kalian semangatkuš**