Sang Pemandu

Sang Pemandu
Murid dan Guru


__ADS_3

Setelah itu,Ricard pun langsung keluar dari Dunia Jiwa dan tiba dihalaman depan Goa.


Waktu sekarang telah menunjukkan Hampir malam Hari,mungkin sekitaran jam 7 malam.


Ricard pun berjalan menuju tempat dia sering bermeditasi,ia duduk diatas Batu besar dan bermeditasi sambil menunggu kedatangan Xiao Ting kembali.


Tak berselang lama,Xiao Ting pun pulang dari kepergiannya.Ia berdiri disamping Ricard dengan tersenyum.


Ia juga sangat merindukan Ricard selama satu bulan ini.


Apa lagi dirinya terus berfikir kalau Ricard pasti akan pergi dari Goa tempat ia berlatih,padahal area disekitar Tempat itu tepah terpasang Aray Formasi.


Tapi melihat Ricard sedang bermeditasi diatas Batu,ia pun menjadi lega dan senang.


Ricard juga sudah menyadari kedatangan Xiao Ting,ia membuka kedua matanya dan langsung memeluk tubuhnya.


"Guru aku merindukanmu,kupikir kau akan meninggalkanku sendiri disini"ucap Ricard dengan suara yang tampak sedih.


Ia seperti itu supaya mendapatkan belas kasihan dari Xiao Ting.


Umpan pun dimakan,Xiao Ting yang mendengar suara Ricard yang tampak sangat sedih pun membiarkannya dirinya memeluk tubuhnya.


Bahkan ia juga membalas memeluk tubuh Kekar Ricard dan sambil mengelus punggungnya.


"Guru tidak akan mungkin meninggalkan mu sendirian disini,Guru juga sedikit merindukanmu"ucap Xiao Ting dengan lembut.


Ricard pun senang,ia perlahan mulai melepaskan pelukannya dan menatap Xiao Ting.


"Itu artinya Guru tak akan melupakan Hadiahku kan"ucap Ricard dengan senang.


"Iya Guru tidak akan lupa,tapi apa kau telah menem.......Apa!kau sudah ditingkat Qi Langit tahap Puncak"Teriak Xiao Ting dengan terkejut.


Ia sangat tekejut dan benar benar tak menyangka kalau Ricard telah menembus Qi Langit,bahkan sampai tahap Puncak.


Dimana satu langkah lagi akan menembus belenggu dunia menengah ini.


Ricard mengabaikan rasa terkejut Xiao Ting,ia juga langsung menunjukkan ketiga Teknik yang dipelajarinya di Dunia Jiwa selama 2 bulan.


"Lihat ini Guru......"


Swoshh.........


Swoshh.......


Swoshh......

__ADS_1


Bommmm......


Melihat ketiga tehknik itu,Xiao Ting pun menjadi tercengang.


"Bahkan kau telah menguasai ketiga teknik tingkat tinggi selama satu bulan ini,dan kau juga telah menguasai Tingkat Dao Pedang.Astaga kau benar benar membuat Guru terkejut"ucap Xiao Ting yang sudah tidak tau lagi bagaimana menunjukkan ekspresinya kepada Ricard.


Ia sudah dibuat benar benar tercengang saat ini.Dimana Ricard menembus Tingkat Qi Langit,menguasai Ketiga Tehknik berpedang tingkat Tinggi dan menguasai Dao Pedang hanya dalam waktu satu bulan.


Bahkan untuk Dao Pedang ia tak tau bagaimana Ricard menguasai itu selama satu bulan.


Dirinya saja sampai ketahap Dao Pedang membutuhkan waktu 1000 Tahun lebih untuk menguasainya,tapi Ricard hanya butuh 1 bulan.


Disaat dia lagi tercengang,suara bangga Ricard terdengar ditelinganya.


"Bukannya sudah kubilang kepada Guru sebelumnya kalau aku ini seorang Jenius Sejati.........Sekarang aku menagih hadiah yang telah dijanjikan oleh Guru"ucap Ricard dengan tersenyum.


Xiao Ting pun hanya menghela nafas ringan mendengar ucapan bangga Ricard.


"Oke oke karena muridku yang jenius ini telah membuat guru sangat bangga,maka Guru akan membuat satu permintaan kepadamu"ucap Xiao Ting dengan wajah datar.


Tapi dalam hatinya ia sedikit merindukan bibit manis Ricard,bahkan ia berharap kalau Ricard meminta sebuah ciuman seperti waktu itu.


"Guru malam ini kita harus tidur bersama ya,itu hadiah yang kuinginkan"ucap Ricard dengan tongkat yang sudah sangat mengeras.


Bahkan Ricard sedikit melihat kalau wajah Xaio Ting mulai kemerahan.


"Apa yang kau katakan Bocah Bau,ganti yang lain saja"ucap Xiao Ting dengan pura pura kesal.


Namun didalam hatinya ia menginginkan Ricard sedikit berisikeras untuk tidur bersama dengannya,ia juga sedikit penasaran akan bentuk tongkat Ricard saat lagi berdiri.


Karena waktu itu ia hanya melihat tongkat Ricard sedang melemas.


"Lemas saja waktu itu sangat panjang,apa lagi jika itu berdiri"pikir Xiao Ting.


"Guru sudah satu bulan lamanya kita tak bertemu,aku merindukanmu lagi pula ini kan hanya tidur bersama"ucap Ricard sambil memegang tangan Xiao Ting.


Xiao Ting pun berpura pura menghela nafas berat.


"Huft....Karena kau memaksa,maka kali ini guru akan menuruti keinginanmu itu"ucap Xiap Ting dengan pasrah.


Ricard pun menjadi bahagia mendengar ucapan Xiao Ting,baginya itu sudah lampu hijau menuju lembah yang sempit dan wangi.


Ia secepat kilat mengendong tubuhnya dan menuju tempat tidur Xiao Ting,ia langsung membaringkan tubuhnya sambil memeluknya dari belakang.


"Bocah Bau kau sangat berani mengendong Gurumu ini,bahkan kau cukup punya nyali memeluk Gurumu sekarang"ucap Xiao Ting dengan suara yang terdengar tersipu malu.

__ADS_1


Ia sangat bahagia mendapat pelukan dari Ricard,itu membuat tubuhnya sangat nyaman.Bahkan ia juga mulai merasakan kalau Tongkat Besar Ricard sedang meronta ronta disekitar sela sela lembah sempitnya.


"Itu sangat besar..."pikir Xiao Ting dengan malu malu saat merasakan tongkat Ricard yang sangat besar itu.


"Guru kau sangat harum sekali,ini membuatku sangat ketagihan"ucap Ricard sambil tangannya mengelus perut Xiao Ting.


Bahkan kakinya ia taruh diatas pinggul langsingnya,dan itu membuat sedikit pergesekan Tongkatnya dengan lembah Sempit Xiao Ting.


Jantung Xiao Ting mulai berdetak dengan kencang saat merasakan tangan kekar Ricard sedang mengelus perutnya.


Apa lagi ia sudah sangat jelas merasakan tongkat Ricard disela sela lembah sempitnya,itu membuat wajahnya memerah saat ini.


"Bocah Bau apa kau hendak menodai dan meleceh.kan Gurumu sendiri Hah!"Tanya Xiao Ting dengan pura pura marah,tapi ia tetap membiarkan tangan Ricard mengelus perutnya.


Itu membuatnya sangat nyaman.


Tapi Ricard tersenyum mendengar ucapan Marah Xiao Ting,ia tau kalau dia hanya berpura pura saja.


Apa lagi Ricard sudah merasakan kalau jantung Xiao Ting sedang berdetak dengan kencang,itu menandakan kalau dirinya sedang gugup saat ini.


"Apa Guru menginginkannya,jujur saja aku juga sangat menginginkan bersama Guru"Bisik Ricard dengan lembut ditelinga Xiao Ting.


Tangamnya juga sedikit perlahan naik keatas Buah Kenyal Xiao Ting,tapi tidak sampai meremasnya.


Itu pun membuat Xiao Ting seperti mendapat aliran listrik ketubuhnya saat mendengar bisikan Ricard yang merdu itu.


Apa lagi deru nafas Ricard dilehernya membuatnya merasakan geli geli nikmat.


Ia sudah tak bisa lagi mempertahankan ketenangannya,bahkan sepertinya ia juga tak bisa lagi mempertahankan keperawanannya saat ini.


~


~


~


Bersambung


~


~


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰


Dukungan kalian semangatku😘

__ADS_1


__ADS_2