
Dipagi hari yang cerah,Ricard mulai membuka matanya dari meditasinya saat ini.Ia cukup puas akan kemajuan kultivasi yang berkembang pesat.
Saat ini,kultivasi Ricard berada di Qi Alam tahap 5.Untuk pemuda sepertinya itu sudah bisa dianggap sangat jenius.
"Huft.....Aku akan mencoba teknik yang Guru berikan dulu"ucap Ricard sambil berdiri.
Ia pun menggenggam pedangnya dengan kuat,setelah itu ia mencoba menebas beberapa pohon dengan teknik berpedangnya.
"Tebasan Api Penghancur"
Swoshh........
Bommmm.........
Tebasan yang Ricard keluarkan pun memberi efek yang sangat mengerikan bagi hutan itu.Terlihat kalau Hutan dalam radius 1 Km langsung hancur dan rata dengan tanah.
Bahkan beberapa Beast Monstes ikut terlibat dari dahsyatnya tebasan Ricard.
"Ini sangat hebat,bahkan dengan kekuatan ini aku bisa menghancurkan satu kota besar"ucap Ricard dengan kagum.
Plak....
Saat sedang mengagumi teknik tebasan itu,Xiao Ting muncul dan memukul kepala Ricard dengan ranting kayu.Walaupun hanya menggunakan ranting,Ricard tetap merasakan sakit dikepalanya.
Ia pun menoleh kearah Xiao Ting dengan cemberut.
"Kenapa Guru memukulku kepalaku sihh...."Tanya Ricard dengan kesal.
Plak....
Tapi lagi lagi Xiao Ting memukul kepala Ricard dengan sedikit kuat.
"Jangan gunakan kekuatan secara sembarangan,ingat masih ada mahkluk hidup disana,dan juga jangan pernah menggunakan tebasan itu dalam jumlah Qi yang banyak.Itu akan membawa dampak buruk bagimu jika bertemu dengan lawan"ucap Xiao Ting dengan datar.
Ricard hanya mengangguk saja.
"Lebih baik kita berlatih,aku ingin melihat sejauh mana pemahamanmu dalam berpedang"Ucap Xiao Ting dan Ricard dengan cepat mengangguk.
Ia semangat karena bisa memamerkan kemampuannya kepada Xiao Ting.
"Ayo Guru aku sudah siap"ucap Ricard sambil menggenggam pedangnya.
Xiao Ting pun maju dan menebas kearah Ricard,tapi ia tidak menggunakan semua kemampuannya untuk melawan Ricard.
Lagi pula ini hanya sebuah Latihan.
Saat pedang Xiao Ting menuju kearah lehernya,Ricard dengan sigap melompat mundur kebelakang.
Tak berhenti sampai disitu,Ricard langsung mengeluarkan tekniknya yang ia gunakan tadi kearah Xiao Ting.
__ADS_1
Tapi ia hanya mengalirkan sedikit Qi nya terhadap tebasan itu,ia takut jika efek ledaknya bisa merusak semua daerah sekitar.
Xiao Ting yang melihat sebuah tebasan menuju kearahnya,ia hanya diam dan membuat dinding pelindung,tebasan itu pun akhirnya hanya melewati dirinya saja.
Namun Ricard belum juga menyerah,ia langsung melesat kebelakang Xiao Ting dan menendangnya.
Lagi lagi Xiao Ting menghindar dengan mudah,bersamaan dengan itu ia menebas kearah tongkat Ricard.
Dengan panik,Ricard langsung menghindar kesamping.Tapi Xiao Ting telah muncul disampingnya dan langsung menendang kearah perutnya.
Belum berhenti juga,Xiao Ting muncul lagi dibelakang dan menendang punggung Ricard.
Bukk.....
Bukk.....
Ricard pun terpental kebelakang dan mengerang kesakitan.
"Siall......Guru sangat curang"ucap Ricard dengan kesakitan.
Padahal jika dilihat,Xiao Ting hanya melakukan sebuah tendangan biasa.Tapi Ricard yang memiliki Tubuh tahap Mutiara bisa mengerang kesakitan.
Xiao Ting pun berdiri disamping Ricard dan menatapnya.
"Kau masih memiliki banyak celah dalam bertarung,bahkan kau saat menyerang hanya fokus kedalam satu titik.Ingatlah dalam bertarung,sebisa mungkin kau harus mencari celah lawan........."
"Lagi pula dalam sebuah pertarungan tidak ada yang namanya curang dan adil.Yang kuat akan bertahan hidup dan yang kalah akan mati,apa kau paham dengan ucapanku"ucap Xiao Ting dengan datar.
"Baiklah ayo kita lanjutkan lagi,aku tidak mau mempunyai seorang murid yang lemah dan cengeng sepertimu"ucap Xiao Ting dengan mengejek.
Ia ingin membangkitkan rasa semangat Ricard dalam latihan.
Ricard pun berdiri dengan kesal,ia merasa terhina karena dibilang cengeng oleh Xiao Ting.
"Aku pasti bisa mengalahkan Guru"ucap Ricard dengan semangat berapi api.
Ricard maju dan mengayunkan pedang tajamnya kearah Xiao Ting.
Xiao Ting hanya menahannya dengan santai,bahkan ia tak perlu mengeluarkan keringat saat melawan Ricard.
Trang.....
Trang.....
Mereka berdua pun melakukan latih tanding hingga menjelang sore hari.Saat ini Ricard benar benar telah babak belur dibuat Xiao Ting.
Ia berbaring ditanah dengan nafas yang terengah engah.
"Karena waktu mau menunjukkan malam hari,kita sudahi latihannya sampai disini saja.Besok pagi kita akan melanjutkannya lagi,ingatlah untuk bangun cepat"ucap Xiao Ting lalu menghilang dari pandangan Ricard.
__ADS_1
"hah....hahh...Latihan terus,bisa bisa aku mati kelelahan disini"ucap Ricard dengan suara yang sangat kelelahan.
Dalam sesi latihan,ia bahkan tak dapat mendaratkan sebuah serangan ke Xiao Ting,malahan dirinya yang dihajar terus menerus sampai babak belur.
Ia pun bangkit dari tanah dan berjalan kearah Goa,saat ini dirinya hanya mau beristirahat dan tidur.
Ditempat tidur,Ricard sedang berbaring sambil memikirkan tentang semua keluarga dan kekasihnya dibumi.
Ia bahkan juga memikirkan kenapa Can'yi tak bisa dihubungi sampai sekarang.
"Kuharap kalian semua baik baik saja disana tanpa ada yang menganggu kalian semua....."
"Huft.....sudah sebulan lebih aku tak merasakan lembah sempit dari gadis cantik,aku merindukan para gadis montok dan Milf yang hot"pikir Ricard dengan lesu.
"Tapi kenapa Cang'yi tak bisa terhubung denganku,bahkan kenapa bisa aku berada didunia Kultivator.Apa ini semua ulah dari Cang'yi,tapi apa alasannya ia mengirimku kesini"Pikir Ricard dengan bingung.
Sedikit lama ia memikirkan itu,ia pun berniat untuk tidur saja,tubuhnya sudah sangat lelah dalam menjalani sesi latihan yang berat itu.
"Kuharap jika aku telah kuat nanti,aku bisa pulang kerumah,dan sepertinya aku juga harus mengasah kemampuanku yang pernah diberikan Cang'yi"pikir Ricard.
Meskipun Ricard waktu itu kehilangan semua Kultivasi dan harus memulainya dari awal lagi.Tapi teknik yang pernah diberikan oleh Cang'yi tidak ikut hilang.
Seperti Langkah Banyangan,Api pelahap dan Mata Cahaya.
Pernah disaat Ricard latihan bersama Xiao Ting.Ia pernah mengaktifkan Mata Cahaya untuk mengintip tubuh Xiao Ting,tapi anehnya Teknik Mata Cahayanya tidak bisa berfungsi waktu itu.
Malahan seperti ada sebuah dinding Qi tebal yang menghalangi penglihatannya.
Sedangkan disisi Xiao Ting,ia saat sedang mengawasi keadaan Ricard dari balik pintu.Entah kenapa ia selalu dibuat penasaran olehnya.
Ia ingin tau apa saja yang akan dilakukan Ricard saat sedang dikamar.
"Huft...Padahal kalau ia bermeditasi lagi mungkin ia bisa menembus tahap selanjutnya........"
"Tapi jika dilihat terus menerus,ia sangat Tampan jika sedang tertidur"pikir Xiao Ting dengan tersenyum kecil.
~
~
~
Bersambung
~
~
Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
__ADS_1
Dukungan kalian semangatkuš