
Mei'er pun dengan cepat mengangguk,ia paham akan situasinya sekarang.Tapi ia juga penasaran dari mana orang misterius itu berasal.
Tapi yang jelas,orang misterius itu juga seorang kultivator yang cukup kuat.
"Apa kita harus menelepon saudari yang lain untuk segera kembali saja"Tanya Mei'er dengan Ling'er.
"Tidak perlu,lagi pula saudari yang lain ada yang bersama mereka.Seperti paman Fei dan Saudari Sheila,mereka pasti aman"Jawab Ling'er.
"Baiklah aku mengerti"ucap Mei'er.
Sementara mereka yang tidak paham akan situasi saat ini hanya diam sambil duduk.
Tapi Mery Card sangat khawatir dengan Ricard.Karena dari analisis perbincangan Mei'er dan Ling'er,ia menyimpulkan kalau Ricard pergi menemui orang misterius itu.
"Apa putraku pergi menemui orang yang sedang mengawasi kita itu"Tanya Mary Card.
"Apa itu benar kalau Ricard pergi menemui orang yang saudari Mei'er katakan tadi"Tanya Gisel Linu dengan khawatir.
Gisel Linu juga sudah mulai dekat terhadap kekasih Ricard yang lainnya.
"Ibu,saudari Gisel kalian tenang saja,Tuan memiliki kemampuan yang hebat,ia pasti akan kembali dengan baik baik kesini nanti"Jawab Mei'er sambil menenangkan Mary Card dan Gisel.
Semua orang yang berada disitu juga sangat khawatir akan keadaan Ricard,tapi mereka tetap berfikir positif.
Sementara itu,saat ini Ricard sedang berhadapan dengan pria paruh baya disebuah taman yang tak jauh dari Mansion Ricard.
Mereka saling menatap dengan tajam,tapi anehnya Pria paruh baya itu menatap Ricard dengan niat membunuh.
Tidak tau apa yang sebenarnya Pria paruh baya itu inginkan dari Ricard.Tapi jika dilihat dari tatapannya,ia seperti sangat membenci Ricard dan berniat untuk segera membunuhnya.
"Kenapa senior mengawasi kediaman Mansionku"Tanya Ricard dengan sopan.
Ia masih belum tau latar belakang pihak lain,jadi ia berniat untuk sopan dulu dengannya.Tapi jika pihak lain berniat untuk bermain main,maka Ricard tak akan segan membunuhnya.
Ricard cukup percaya diri akan kekuatan dan kemampuan yang ia miliki,tapi ia tak ingin bertindak dengan sembrono dulu.Ia Mencoba untuk keluar dari perseteruan ini dengan baik baik.
Ricard juga yakin kalau Pria paruh baya ini pasti memiliki beberapa teman.
Menurut perkiraan kasar Ricard,jika orang ini seorang kuktivator dunia lain,maka ia pasti tak sendiri datang kesini.
Tapi jika ia memang dari dunia ini,pasti ia memiliki beberapa pengikut yang tidak lemah.
Tapi menurut Ricard tidak mungkin Pria paruh baya ini berasal dari dunia ini,pasti ia berasal dari dunia kultivator.
Sedangkan Pria paruh baya yang mendengar pertanyaan Ricard cukup lama terdiam.
"Aku berniat membunuhmu"Jawab Pria paruh baya itu dengan datar.
__ADS_1
Ricard sedikit tak senang mendengarnya.
"Aku dan kau tak saling mengenal pak tua,apa hak mu untuk membunuhku.Apa kau sudah memiliki kemampuan yang cukup"Tanya Ricard dengan dingin.
Ia sudah tak mau lagi menaruh hormat jika pihak lain datang dengan maksud buruk.
Tapi Pria paruh baya itu malah tersenyum mendengar ucapan Ricard.
"Hahaha.......Sudah cukup lama tak ada yang memanggilku dengan seperti itu didunia ini"ucap Pria paruh baya itu dengan tertawa kencang.
Ricard pun mulai mengkerutkan keningnya.
"Sudah cukup lama?didunia ini?.....Itu artinya kalau situa bangka ini datang dari dunia lain dengan cukup lama......"
"Tapi kapan?Apa ia datang bersama paman Begal Linu sekitar 50 tahun yang lalu.Tapi sepertinya itu tidak mungkin......"
"Karena menurut Paman Begal Linu,ia datang kedunia ini hanya bersama Ayahnya beserta anak dan istrinya,dan ia juga mengatakan kalau tidak membawa orang lain sama sekali"Pikir Ricard dengan bingung.
"Aku tau kau pasti memikirkan bagaimana aku bisa ada didunia ini kan"Ucap Pria paruh baya itu.
Ricard pun berpura pura terkejut.
"Wow....anda hebat pak tua,ya kau benar bagaimana kau bisa datang kedunia ini"Tanya Ricard sambil menatapnya dengan tajam.
Pria paruh baya itu pun mulai tersenyum seperti orang gila.
Bukkkk..........
"Menjijikan sialan......"ucap Ricard dengan tak tahan akan ucapan Pria paruh baya itu
"Kurasa kau datang dari rumah sakit jiwa"ucap Ricard lagi.
Sementara Pria paruh baya itu langsung berdiri dengan marah.
"Bajingan...berani sekali kau menyerang diriku saat lengah.Aku akan membunuh dan mencincang tubuhmu sialan"Teriak Pria paruh baya itu.
Ia pun melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi.Saat tiba disamping Ricard,ia langsung mengarahkan kakinya dan mencoba menendang kepala Ricard.
Tapi Ricard masih lebih cepat,ia menunduk kebelakang sehingga tendangan Pria paruh baya itu hanya melewati tubuhnya saja.
Saat tendangan pria paruh baya itu sudah melewati tubuhnya,Ricard berdiri dengan tegap lalu melesat kearah Pria paruh baya itu.
Ia mencekik tepat dilehernya sambil mengalirkan Qinya,lalu ia membanting tubuh pria paruh baya itu ketanah.
Brakk....
Tanah tempat tubuh pria paruh baya itu mendarat pun langsung membentuk sebuah lubang yang cukup besar.
__ADS_1
Karena kuatnya cekikan Ricard dan tekanan Qinya,Pria paruh baya itu langsung sekarat dan memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya.
Ricard tak tanggung tanggung,ia mengangkatnya lagi dan menempelkan tubuhnya kesebuah pohon besar.
"Nyawamu tergantung jawabanmu"ucap Ricard dengan dingin.
Pria paruh baya itu seketika ketakutan saat melihat kekuatan Ricard.Ia tak menyangka kalau Ricard sangat kuat.
Awalnya ia berfikit kalau Ricard hanya memiliki sedikit kemampuam,makanya ia dengan sombong datang dan mengawasi Mansion Ricard secara terang terangan.
"Hukk..maaf..kann..saya Tua..annn saya akan menjawab pertanyaan Tuan dengan jujur"Jawab Pria paruh baya itu dengan terbatuk sambil ketakutan.
Melihat Pria paruh baya itu sudah tunduk kepadanya.
Ricard pun senang dan mulai sedikit mengendorkan cengkramannya dari leher pria paruh baya itu.
"Bagus.....dari mana kau berasal"Tanya Ricard.
"Hukk....saya berasal dari dunia kultivator alam menengah Tuan"Jawab Pria paruh baya itu sambil gemetar ketakutan.
Ricard pun langsung terdiam.
"Bukankah itu dunia tempat paman Begal Linu berasal juga"Pikir Ricard dengan bingung.
"Apa ia berbohong,tapi ia sepertinya tak berbohong......Huft lagi pula kenapa Cang'yi tidak bisa dihubungi"Pikir Ricard lagi.
Saat kemunculan Pria paruh baya itu,Ricard mendadak tak bisa berkomunikasi dengan Cang'yi.
Tapi Ricard tetap berfikir positif,mungkin Cang'yi lagi berak makanya ia tak bisa dihubungi.
"Lalu dengan siapa kau datang kemari dan menggunakan apa"Tanya Ricard lagi.
~
~
~
( Bersambung )
~
~
~
Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
__ADS_1
Dukungan kalian semangatkuš