Sang Pemandu

Sang Pemandu
Memberitahu Kepulangan


__ADS_3

Joko Ning sebenarnya juga sedikit bingung,ia tau nya kalau Keluarga Stive tidak memiliki anak laki laki.


Tapi ia tau kalau Keluarga Stive pernah kehilangan Putra mereka sekitar 19 tahun yang lalu.


Sekarang ia tak mau memikirkan hal rumit dulu,ia hanya ingin menyelamatkan nyawanya dulu.Ia juga mengetahui kalau Keluarga Stive tidak akan segan segan membantai mereka yang berani kepada mereka.


Apalagi Keluarga Stive juga berteman baik dengan Keluarga Linu,dimana Keluarga Linu adalah pemegang kendali Mafia NumberOne.Salah satu Mafia terkuat DiChina ini.


Joko Ning pun langsung berlutut didepan Ricard dengan wajah yang suram.Ia pun lalu mengangkat kepalanya lagi dan berkata......


"Maaf kan saya Tuan,saya memiliki mata tapi hanya digunakan untuk nonton boukeh....Seka..........."


Plakkk........


Lagi lagi terdengar suara tamparan yang cukup keras.


Yang menampar tak lain adalah Ricard,ia menampar Joko Jing karena ia melupakan Sesuatu.


"Aku tak menyuruhmu berlutut sialan,aku menyuruhmu memanggilku Tuan Muda dan memecat ja.lang sialan ini"Ucap Ricard dengan dingin sambil menunjuk kearah wanita pelayan itu.


"Baik Tuan Muda.....Saya akan laksanakan"Ucap Joko Ning dengan ketakutan.


Ia pun berdiri dan berjalan menuju Pelayan yang merendahkan Ricard tadi.


Plakk......


"Kau kupecat.....Pergi,dan kau juga tak akan kuberi pesangon.....Gara gara kau aku terkena masalah"Ucap Joko Ning dengan kemarahan,ia juga menampar pelayan itu dengan cukup keras.


Sedangkan Pelayan itu pun langsung ketakutan,ia sangat ingin berlutut dan meminta maaf kearah Ricard.Ia masih butuh pekerjaaan ini untuk makan sehari harinya.


Tapi ia urungkan niatnya karena melihat wajah dingin Ricard.Ia pun pergi dengan pasrah sambil menangis,ia hanya bisa menyalahkan dirinya yang begitu bodoh karena menyinggung orang yang salah.


Melihat kepergian Pelayan itu,Joko Ning pun menghadap Ricard lagi.


"Sa......."ucapan Joko Ning pun langsung dipotong oleh Ricard.


"Dia siapa....."Tanya Ricard sambil menunjuk kearah Pria jelek itu.


Pria Jelek itu pun juga ketakutan,ia melihat Manager Mall ini ketakutan melihat Kartu Ricard pun memikirkan satu hal.Pasti Ricard bukan dari keluarga sembarangan pikirnya.


Pria jelek itupun langsung berlutut didepan Ricard,sedangkan pacarnya sudah pergi meninggalkan dirinya karena tak mau ikutan terkena masalah.


"Tolong maa........"


Bukkk.....


Belum sempat ucapannya selesai,Ricard langsung menendang Tubuh Pria jelek itu.


"Aku bertanya siapa kau sialan"Ucap Ricard dengan wajah yang dingin.


Pria jelek itu pun hanya bisa menahan sakit didadanya,ia langsung berlutut lagi didepan Ricard.

__ADS_1


"Saya bery Wong,anak kedua dari Keluarga Wong Tuan Muda"ucap Bery sambil menahan sakit didadanya.


"Hanya dari Keluarga Kecil tapi sudah berlagak berkuasa didepanku.....Joko Ning kau hubungi ayahnya untuk segera menghukumnya"Ucap Ricard sambil membawa Meysa pergi dari situ.


Sedangkan Joko Ning pun dengan cepat menuruti keinginan Ricard,ia tak mau terkena masalah oleh Kekuarga Stive.


"Kau membuat masalah dengan Tuan Muda Keluarga Stive bodoh"ucap Joko Ning sambil menendang tubuh Bery.


Brukk.....


Bery pun hanya bisa menahan sakit ditubuhnya,ia tentu tak berani melawan karena ia hanya dari Keluarga kecil.


Dihadapan Keluarga Besar,tentu keluarga nya tak bisa berbuat apa apa.Ia pun hanya bisa pasrah menghadapi hukuman dari Keluarganya nanti.


Setelah keributan tadi, Ricard saat ini berada didalam Mobil bersama Meysa.Mereka berdua sedang mengobrol sebelum pergi dari parkiran Mall.


"Sudah Pukul 01:00 siang,kita ke Hotel SuiteFull dulu menemui ibu"Ucap Ricard yang dibalas anggukan oleh Meysa.


"Aku juga berencana akan pulang ke Ngadiang nanti sore"ucap Ricard lagi.


Meysa yang mendengar ucapan Ricard pun langsung melebarkan matanya,ia tak menyangka kalau Ricard akan pulang ke Ngadiang nanti sore.


"Kenapa cepat sekali Tuan.....Apa aku boleh ikut Tuan"Tanya Meysa dengan menunjukkan wajah yang memelas.


"Tentu saja kau akan ikut,kau sudah menjadi salah satu kekasih ku"Ucap Ricard sambil mengelus kepala Meysa.


Meysa pun menjadi malu malu kucing,ia bahagia karena mendengar Ricard menyatakan dia kekasihnya.


Ricard Pun melajukan mobilnya ke Hotel SuiteFull.Ia berencana ingin pamit keibunya dan mengajak Qin Sheila pulang Ke Ngadiang.


Perjalanan mereka pun hanya memakan waktu 30 menit,mereka tiba DiHotel SuiteFull dan masuk ke Ruangan Bisnis A.01 tempat ibunya berada.


Sekarang sudah jam 01:30 siang,Ricard berfikir kalau ibunya berada diruangan Pribadi bersama Sheila.


Tok......


Tok......


Tok......


Benar saja,saat Ricard mengetuk pintu Ruangan.Suara ibunya langsung terdengar dari dalam.


"Masuk saja nak....Pintu tidak dikunci"ucap Mary Card,ia juga sudah diberitahu oleh Ricard akan kedatangan.


Ricard pun masuk bersama Meysa kedalam Ruangan pribadi orang tuanya itu.


Ia juga melihat kalau Ibunya sedang memakan cemilan bersama Sheila.Ricard pun duduk dihadapan Ibunya dan Sheila,sedangkan Meysa duduk disamping dirinya.


Tapi,saat mata Sheila beradu dengan mata Meysa.Mereka berdua mulai memasang wajah ganas.


Ricard dibuat tak berdaya oleh kedua gadis itu.

__ADS_1


"Mereka berdua sepertinya tidak akan bisa akur"Pikir Ricard saat melihat Sheila dan Meysa saling menatap.


Mary Card juga kebingungan dengan tingkah kedua gadis itu,apalagi Ricard juga membawa satu gadis lagi.Tapi ia tidak terlalu memikirkan itu,ia menatap Ricard dan bertanya.


"Kenapa kau sangat ingin menemui ibu"Tanya Mary Card.


"Ada masalah penting di Ngadiang bu,jadi aku harus kesana sekarang"ucap Ricard dengan lembut.


Tapi Mary Card langsung merubah raut wajahnya dengan sedih.


"Apa kau tak mau bersama ibu"ucap Mary Card dengan sedikit sedih.


"Bukan seperti bu,ada masalah internal di Perusahaanku bu,Jadi aku harus mengurus secepatnya"ucap Ricard dengan sedikit berbohong.


Ia sebenarnya ingin membahas Informasi yang diberikan oleh Mei'er kepadanya tadi.


Mary Card pun juga tak ingin terlalu mengekang ataupun menahan Ricard.


"Baiklah......Tapi ibu akan mengunjungimu kalau masalah di Hotel SuiteFull ini selesai"ucap Mary Card dengan sedih.


Ia sebenarnya ingin ikut bersama putranya,tapi ia juga harus mengurus Hotel SuiteFull ini.Jadi ia pun hanya bisa merelakan Putranya itu pergi.


"Iya bu,Kapan pun ibu mau berkunjung ibu hanya tinggal meneleponku"ucap Ricard dengan lembut.


"Kau harus membawa Gisel Linu dan Chika bersamamu,ia juga salah satu kekasihmu"ucap Mary Card.


"Iya bu.....Oh ini Meysa bu,salah satu kekasihku juga"ucap Ricard memperkenal kan Meysa dengan bangga.


Mendengar Ricard menyebut dirinya kekasih didepan ibu Ricard,Meysa pun sangat bahagia mendengarnya.


Ia pun dengan semangat dan senyum bahagia memperkenalkan dirinya.


"Salam kepada Ibu....Nama saya Meysa Zee Bu"ucap Meysa dengan ramah.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~


~


Ayo dukung karya ini Like dan Vote ya teman teman🄰

__ADS_1


Dukungan kalian semangatku😘


__ADS_2