Sang Pemandu

Sang Pemandu
Bella dan Mita


__ADS_3

Ricard yang mendengar perkataan Mita tentang menikah pun merasakan deg degan.Ia sebenarnya belum siap bahkan belum memikirkan tentang kapan ia akan menikan dengan mereka.


Jadi ia juga bingung harus bagaimana menjawab pertanyaan dari Mita.


"Apa yang harus kulakukan....."pikir Ricad dengan bingung.


Mita dan Bella yang melihat Ricard terdiam setelah mendengar Pertanyaan Mita pun menjadi sedih.


"Apa ia hanya mau menikmati tubuh kami saja,setelah itu kami akan ditinggalkan begitu saja"Pikir Mita dan Bella sedih secara bersamaan.


"Apa kau tidak mau menikah dengan kami"Tanya Mita dengan mata yang sudah berkaca kaca.


Ricard yang mendengar pertanyaan Mita lagi dan melihat mata mereka berdua juga sudah berkaca kaca pun merasa bersalah.


"Bukan begitu sayang,jujur saja aku belum siap untuk menikah,bahkan aku belum memikirkannya......"


"Pertama aku masih kuliah,kedua Aku masih memikirkan bagaimana memajukan Bisnis kita....."


"Ketiga kalian tau kan semakin berkembang bisnis kita,semakin banyak pula musuh yang tidak menyukai perkembangan bisnis kita......"


"Jadi aku ingin mengembangkan bisnis Sekalian membentuk sebuah pasukan yang kuat supaya kalian semua tetap aman...."


"Tapi kalian harus ingat baik baik.Apapun yang terjadi,aku tidak akan meninggalkan kalian semua.Itu sumpahku terhadap kalian"ucap Ricard dengan tegas.


"Kuharap itu akan menjadi kenyataan Tuan dan kejadian waktu itu tidak akan terulang lagi"ucap Sistem,tapi hanya Ia yang bisa mendengarnya.


Bella dan Mita yang mendengar ucapan Ricard pun menangis terharu,mereka langsung memeluk tubuh Ricard dengan erat.


"Kau harus menepati janjimu"ucap Mita dengan lirih.


"Pasti sayang..."ucap Ricard sambil merangkul pundak mereka berdua.


Setelah itu,Bella melepaskan pelukannya dari Ricard dan bertanya.


"Lalu apa maksudnya tentang memperkuat pasukan?Apa kau sudah membuat sebuah pasukan Khusus?"Tanya Bella.


"Benar sayang,aku sudah menguasai Mafia Bayisek dan berencana membangun mereka menjadi sebuah Pasukan yang berkedok sebagai Bodyguard orang penting.Sekalian menjadi mata mata nantinya"ucap Ricard dengan santai.


Tapi Bella dan Mita yang mendengar ucapan Ricard pun terkejut.


"Apa......?"ucap Bella dan mita bersamaan.


"Kapan kau menguasainya sayang?Tanya Mita.


"Umm....sudah seminggu lebih,tapi baru kemarin aku memulai rencanaku"Jawab Ricard.


"Tapi bukankah kalau ingin membuat Bodyguard sewaan,kau harus memiliki lahan yang luas untuk mereka berlatih dan gedung untuk penyedia sarana dan prasarananya"Tanya Bella.

__ADS_1


"Soal itu aku sudah memilikinya,aku merenovasi gedung markas mereka sebelumnya menjadi sebuah perusahaan dan kebetulan markas mereka memiliki lahan yang amat luas juga....."


"Dan aku sudah mentransfer sejumlah uang kesalah satu orang kepercayaanku disana.Jadi aku hanya perlu menunggu renovasinya selesai...."


"Dan aku juga akan membuat perusahaan tersebut dibawah naungan Perusahaan Hotela Com nanti"ucap Ricard.


"Itu ide yang bagus juga,Perusahaan Hotela Com sudah masuk ke 8 besar Perusahaan Terbesar DiChina ini...."


"Jadi Perusahaan yang kau bangun nanti akan dapat mudah dipercaya orang nantinya,karena Perusahaan terbebut dibawah naungan Perusahaan Hotela Com"ucap Mita.


Ricard pun mengangguk sambil ternsenyum setelah mendengarkan penjelasan Mita.


"Ummm Baiklah....Kira kira kapan selesainya tahap renovasi gedung tersebut dan apa nama Perusahaan itu nantinya"Tanya Bella.


"Mungkin tahap renovasinya selesai sekitar 1 minggu dan nama Perusahaan tersebut,kuberi nama Bodystell"Jawab Ricard.


"Huft...Pasti pekerjaan ku bertambah nanti"gurutu Bella dengan cemberut.


"Hahaha.....Yang sabar adik"ucap Mita dengan tertawa.


"Aku lebih tua 2 tahun darimu,seharusnya aku yang memanggilmu adik"ucap Bella dengan cemberut.


"Pokoknya aku akan tetap memanggilmu Adik weeee"ucap Mita dengan menjulurkan lidahnya.


Ricard yang mendengar 2 wanita sedang adu mulut pun tersenyum sambil mengeleng gelengkan kepalanya.


"Suuaa....kittt...suaaaa.....yahanngg"ucap Mita dengan suara tak jelas.


"Lew....puaa...siiinnnn....suhaayangg"ucap Bella dengan tidak jelas sambil mencubit perut Ricard.


Ricard pun melepaskan cubitannya dari pipi Bella dan Mita.


"Oh iya...Besok kalian bilang ke Sara Mikela dan Dinda Long untuk tinggal bersama kita saja"ucap Ricard.


Mereka berdua pun mengangguk,mereka juga sudah mengetahuinya kalau sara dan dinda sudah menjadi kekasih Ricard.


"Baiklah....."ucap Mita dan Bella bersamaan.


"Lalu kalian juga bertambah 1 saudari lagi,namanya Natalia Wang.Ia kuberikan jabatan sebagai Wakil Direktur diperusahaan BodyStell"ucap Ricard sambil menyandarkan kepalanya kekursi sofa.


Sedangkan Bella dan Mita ia melongo dengan tidak percaya.Mereka tau kalau Ricard sangat tampan,tapi yang membuat bingung adalah belum lewat 4 hari,Ricard sudah mendapatkan 3 wanita.


"Apa kau berencana membuat Harem yang banyak.Hah"Ucap Bella dengan cemberut,ia bahkan mencubit perut Ricard dengan kuat.


Sedangkan Ricard,ia merasa geli karena cubitan Bella tidak terasa baginya.Tapi ia tetap berpura pura merasa kesakitan.


"sakit sayang.....Bukan begitu,akunya saja yang sangat tampan.Jadi mereka pun tergila gila dan mengajakku bercocok tanam.Aku yang polos pun menurut saja,karena enak"ucap Ricard narsis dengan kebohongan setingkat profesor.

__ADS_1


"Wahai Buaya,engkau Sepertinya harus dikutuk menjadi batu supaya tidak merusak para gadis lagi"ucap Sistem yang tiba tiba saja muncul dibenaknya dengan suara yang datar.


Tapi Ricard tak menghiraukan perkataan Sistem karena saat ini Tangan Mita sedang meremas tongkatnya dengan kuat.


Mita sangat kesal dengan perkataan narsis Ricard,jadi ia pun mendapat sebuah ide untuk mengerjai Ricard.


"Sayang,apa ini dipotong saja ya"ucap Mita dengan lembut dan tersenyum dengan lebar.


Tapi bagi Ricard,ia sudah gemetar ketakutan.Tongkatnya adalah Aset kebanggaanya.


Ia sudah bertempur bersamanya disemua Lembah dari yang dalam bahkan yang sempit.


Mereka juga bertempur dengan mempertaruhkan hidup dan matinya disiang dan malam tanpa memikirkan rasa lelah yang sudah menghampiri.


Jadi,jika itu dipotong ia tidak bisa lagi bertempur bersama.


"Jangan sayang......itu adalah Aset behargaku.Bagaimana aku nanti membuat mu merasa nikmat jika itu tidak ada lagi"ucap Ricard dengan lembut.


"Baiklah,kami tidak akan memotongnya asal kau membuat kami berdua merasa nikmat malam ini,bagaiman menurutmu adik Bella"ucap Mita dengan sedikit melirik Bella.


Bella yang mendengar kata nikmat pun menjadi semangat.


"iya iya aku mau ayo sekarang aja"ucap Bella dengan semangat.


Sedangkan Ricard ia tertunduk lesu,ia sebenarnya sangat ingin beristirahat.Tapi karena ini permintaan kekasihnya ia pun menyetujuinya dengan terpaksa.


"Oke tapi hanya sebentar saja,karena aku ingin beristirahat nantinya"ucap Ricard dengan lesu.


"Tenang saja,kami meminta hanya sebentar kok"ucap Mita tersenyum lebar bersama Bella.


Akhirnya,mereka bertiga pun masuk kesebuah kamar.


~


~


~


( Beraambung )


~


~


~


**Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰

__ADS_1


Dukungan kalian semangatku😘**


__ADS_2