
Maaf untuk 3 Chapter sebelumnya yang sama,itu murni kesalahan saya yang tidak sengaja tersimpan didraf lalu terupload lagi,untuk masalah chapter itu saya sudah memberi tau FAQ agar menghapus nya kembali.
Semoga kalian tetap menikmati jalan cerita yang membosankan ini ya🙏🙏🙏
Dan satu lagi,Semoga kalian juga menerima permohonan maafku.Sekian Terima kasih😇
......................
...****************...
......................
Setelah beberapa saat berciuman dengan panas,Ricard pun melepaskan bibirnya dari bibir Citra Kong.
Terlihat juga liur mereka berdua masih menyatu dengan membentuk jembatan lalu terputus kembali.
"Bibi kau sangat nakal rupanya"ucap Ricard dengan tersenyum.
Citra Kong pun menjadi malu mendengar ucapan Ricard.
"Apa Tuan Muda berniat menggodaku terus"Tanya Citra Kong dengan tersipu malu.
Ricard tak menjawab ucapan Citra Kong,ia mengecup bibirnya dengan singkat lalu menatapnya dengah cabul.
"Bibi aku merindukan lidah nakalmu ini bermain ditongkatku,bisakah Bibi melakukannya"Tanya Ricard sambil mengusap bibir bawah Citra Kong dengan pelan.
Citra Kong tersenyum malu malu sambil mengangguk.
Ia turun dari pangkuan Ricard dan berjongkok didepannya.
Karena Posisi Ricard sedang duduk dikursi,Citra Kong pun sedikit berjongkok dibawah meja.
Citra Kong mulai melepaskan ikatan tali pinggang celana Ricard dengan telaten dan cepat.Setelah itu ia menarik celana beserta boxer dan Cd Ricard.
Akhirnya Tongkat Ricard pun terpampang jelas dihadapan Citra kong dengan berdiri tegap dan menantang.
Glukk.....
Citra Kong pun mulai menelan ludahnya dengan kasar,ia sangat terpesona akan kebesaran dan keperkasaan Ricard.
Ia benar benar tak sabar untuk melahap Tongkat Ricard itu.
Setelah puas memandangnya,tangan halus dan lembutnya pun mulai menggenggam tongkat Ricard.
Ia lalu mengaduknya dengan pelan bersamaan dengan bibirnya mengecup ujung Tongkat Ricard.
Ricard juga sedikit merasakan nikmat saat tongkatnya diaduk dan dikecup dengan lembut.
"Bibi ayo mainkan lidah nakalmu"Ucap Ricard sambil mengelus kepala Citra Kong.
Ia pun melihat keatas dengan pandangan menggoda lalu mengangguk sambil tersenyum.
Setelah Itu,Citra Kong mulai melahapnya dengan pelan.Lidahnya bahkan langsung bermain dengan menari nari diujung tongkatnya.
"Ohh...yaahh Bibi terus lakukan seperti itu,aku sangat menyukainya Bibi"Ucap Ricard sambil mengelus kepala Citra Kong.
__ADS_1
Ricard sangat menikmati permainan lidah nakalnya.
Sementara Citra Kong,hatinya langsung berbunga bunga saat Ricard menyukai permainanya.
Ia pun semakin semangat untuk melahap Tongkat Ricard,bahkan ia melahapnya sampai ujung Tongkat Ricard menyentuh tenggorokannya.
"Gluughhh......Gluhhhggg...."
Suara tongkat Ricard berbenturan dengan mulut Citra Kong terdengar cukup kuat.
Citra Kong juga sudah sangat bergairah,ia seakan ingin terus melahap Tongkat itu hingga dirinya puas.
Namun,disaat mereka berdua sedang memuaskan diri.Terdengar suara ketukan pintu dari luar.
Tok.....
Tok....
"Tuan Muda,apa anda didalam"Tanya suara itu dari luar.
Citra Kong pun sangat panik sekarang,ia mengetahui suara siapa itu.
Tapi Ricard dengan sigap menahan tubuh Citra Kong,ia mendorong tubuhnya kedalam kolong meja sambil memajukan kursinya.
"Bibi disitu saja,tak akan orang yang bisa mengetahuinya.Tapi sambil jilatin tongkat ku Bibi"Ucap Ricard dengan lembut.
Citra Kong hanya bisa mengangguk pasrah,kalau ia keluar pastinya dirinya akan ketahuan oleh suaminya,karena orang yang sedang mengetuk pintu itu adalah suaminya,Anton Lholo.
Namun untung saja meja Ricard bagian kakinya tertutup rapat.Sehingga tak ada orang yang bisa melihat area kaki Ricard.
Pintu pun terbuka dan Anton Lholo masuk kedalam ruangan,ia berjalan dan langsung duduk dikursi yang telah tersedia didepan meja Ricard.
Ia tak menyadari kalau Ricard sedang tidak memakai celana.Bahkan lebih parahnya lagi,ia tak tau kalau istrinya sedang melahap tongkat Ricard.
Ricard memang beruntung memiliki meja yang sejalan dengan keinganan nafsunya.
Sementara Kondisi Citra Kong,hatinya sudah sangat panik,ia takut kalau suaminya bakal tau dirinya sedang berselingkuh.
Apa lagi tubuhnya sangat dekat suaminya itu,hanya berbeda papan meja saja yang membatasinya.
Ia juga tidak melahap tongkat Ricard karena lagi panik.
Tapi,saat dirinya sedang panik,ada sebuah tangan yang mendorong kepalanya kehadapan tongkat Ricard.
Siapa lagi kalau bukan Ricard,ia pun hanya bisa pasrah saja akan kemauan Ricard itu.Ia melahap Tongkat Ricard sambil kepalanya dipegang oleh tangan Kiri Ricard.
"Ada apa Paman kemari,apa ada masalah yang cukup penting"Tanya Ricard.
"Benar Tuan Muda,ini tentang penawaran dari Perusahaan Amerika yang ingin membeli resep kita.Apa Tuan Muda sudah menerima pemberitahuan itu"Tanya Anton Lholo.
Ricard pun berpura pura mengangguk paham bersamaan dengan tangan kirinya mengayun kepala Citra Kong agar lahapannya lebih dalam lagi.
"Tentang itu aku sudah mengetahuinya Paman,aku akan mengirim jawaban penolakan untuk mereka besok"Jawab Ricard.
"Glugghhhh.....Gluuugghhh....."
__ADS_1
Bersamaan dengan ucapan Ricard,Anton Lholo pun mendengar suara aneh yang cukup samar.
"Suara apa itu"Tanya Anton Lholo dengan bingung.
Ricard pun tak menunjukkan kepanikan saat ini,malahan ia menjawab ucapan Anton Lholo dengan santai.
"Entahlah Paman,mungkin suara air keran yang lagi menggelembung"Jawab Ricard dengan santai.
Berbeda dengan Ricard,Citra Kong sudah sangat panik tingkat tinggi.Bahkan jantungnya sudah berdetak dengan cepat sangking paniknya.
Ia berniat ingin menyudahi kegiatan lahapannya itu,tapi tangan Ricard masih terus mengayun kepalanya.
Ia pun hanya mengikuti ayunan Tangan Ricard dengan hati panik.
Sementara Anton Lholo,ia percaya dengan ucapan Ricard itu.
"Mungkin saja,oh iya Tuan Muda.Kalau boleh tau kenapa Tuan Muda menolak penawaran mereka"Tanya Anton Lholo dengan penasaran.
Mendengar pertanyaan suaminya lagi,Citra Kong pun merasa ingin nangis darah karena suaminya tak kunjung pergi juga.
"Sibodoh ini kenapa tidak pergi juga,apa ia memang mau aku mati jantungan"ucap Citra Kong dalam hatinya bersamaan tangan Ricard masih terus mengayun kepalanya.
"Kalau kita menjual resep kita kepada mereka Paman,maka kita akan kalah dalam segi penjualan.Paman kan tau kalau Brand orang Amerika sudah sangat terkenal didunia ini.Jadi orang pun pasti hanya ingin membeli produk mereka saja"Ucap Ricard dengan santai.
Tapi tangan kirinya masih terus mengayun kepala Citra Kong.
Ia juga merasa sensasi nikmat saat lahapan Citra Kong itu terus dilakukan bersamaan dengan suaminya yang lagi didepannya.
Anton Lholo pun paham kenapa Ricard tak menjual resepnya,ia pun langsung mengangguk.
"Benar juga apa yang dikatakan Tuan Muda.....Kalau begitu aku permisi balik keruanganku dulu Tuan Muda"ucap Anton Lholo dan mulai berdiri dari kursinya.
"Baik Paman......"Jawab Ricard.
Citra Kong pun mulai bernafas lega saat mendengar suaminya mau pergi.
Namun,saat hendak berdiri setengah lutut.Anton Lholo pun kembali melihat kearah Ricard.
Ricard pun langsung panik.
~
~
~
( Bersambung )
~
~
~
Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🥰
__ADS_1
Dukungan kalian semangatku😘