
Melihat serangannya yang tak bisa melukai Paus Darah Guana,Paman Fei langsung mengeluarkan sebuah pedang tajam dari Cincin Ruang.
Cincin Ruang adalah sebuah Artefak penyimpanan yang bisa menyimpan benda apa pun,kecuali Makhluk hidup.
Cincin Ruang juga memiliki luas yang beraneka ragam.
Paman Fei pun mulai memandang kearah Paus Darah Guana dengan dingin,setelah itu ia langsung menghilang dari tempat dirinya berdiri.
Sedetik kemudian,Paman Fei telah tiba diatas tubuh Paus tersebut.
Dari atas Langit,Paman Fei mulai siap melakukan tebasan.Pedang Paman Fei langsung mengeluarkan Cahaya biru dan aura yang sangat menakutkan.
"Tebasan Kebiruan"
Swoshh.........
Cahaya Biru yang ada ditebasan Paman Fei pun langsung bergerak dengan cepat kearah Paus Darah Guana.
Duaarrr......
Boomm.......
Efek dari tebasan Paman Fei pun langsung membuat laut memunculkan sebuah ombak besar.
Bahkan Paus Darah Guana yang terkena tebasan dari Paman Fei langsung Masuk kedalam Laut,tidak tau apa Paus itu masih hidup atau tidak.
Tapi yang jelas,Paus itu pasti mendapat sebuah luka.Karena Paman Fei langsung mengeluarkan Qi yang cukup besar dengan tebasan itu.
5 detik Paman Fei memandang kearah dalam laut,tiba tiba saja muncul Pria kekar dari dalam laut.
Ia bergerak keatas dan hendak terbang kearah Paman Fei dengan sebuah pedang ditangannya.
Paman Fei menyadari itu,saat Pria kekar itu telah tiba diatas air,kecepatannya menuju kearah Paman Fei pun semakin cepat.
Tiba didepan Paman Fei,pria kekar itu langsung mengarahkan tebasannya kearah lehernya.
Traangg.....
Paman Fei menahan pedang dari Pria kekar itu dengan pedang tajamnya.
"Ternyata ikan kecil ini bisa merubah bentuknya menjadi Manusia"ucap Paman Fei dengan tersenyum.
Ternyata Pria kekar itu adalah Paus Darah Guana,karena dirinya Beast ditingkat 5,ia bisa merubah bentuknya menjadi manusia.
Bentuknya seperti Pria kekar yang cukup besar dan sedikit membungkuk,mata yang bewarna kemerahan,tangannya juga ada beberapa Sisik Paus apa lagi kukunya juga sangat panjang dan tajam.
Bahkan dikepalanya ada tanduk runcing bewarna hitam dan dibelakang punggung nya ada duri duri runcing.
__ADS_1
Walaupun memiliki bentuk yang sangat aneh,kecepatan dan daya tempur serangan yang dikeluarkannya juga cukup kuat.
Tapi Paman Fei masih percaya diri untuk mengalahkannya,ia bahkan memandang Paus Darah Guana yang telah menjadi Manusia itu dengan dingin.
Sedangkan Paus Darah Guana,ia marah karena mendengarkan ucapan dingin dari Paman Fei,ia merasa kalau dirinya bisa dikalahkan dengan mudah olehnya.
Hal itu pun memancing kemarahan besar dari Paus Darah Guana.
"Sialan....Mati kau sialann...."Teriak Paus Darah Guana sambil melayangkan cakar dari tangan kirinya kearah kepala Paman Fei.
Namun Paman Fei masih bisa menyadari serangan itu,ia menghindar dengan melompat kebelakang,tapi ia juga melayangkan sebuah tebasan kecil kearah tangan kiri Paus Darah Guana.
Krangg......
Paman Fei tidak terkejut,ia tau kalau kulit dari Paus Darah Guana sangat keras dan tebal.
Namun ia tak menyangka akan setebal ini,dimana Paman Fei mengeluarkan 10% disetiap tebasannya,tapi itu masih belum cukup untuk melukai atau pun menggores kulitnya.
Paus Darah Guana tersenyum meremehkan kearah Paman Fei.
"Apa kau terkejut kalau Kulitku ini sangat keras,pedang mainanmu itu tidak akan bisa melukaiku"ucap Paus Darah Guana dengan mengejek.
Paman Fei hanya diam saja,ia menatap kearah Paus Darah Guana dengan tersenyum.
Tapi disisi Ricard,ia sedang kebingungan kemana Paus Darah Guana.
"Kemana Paus itu,kenapa jadi orang aneh itu yang keluar dari dalam laut"Tanya Ricard dengan bingung.
Ricard pun mengangguk paham sekarang.
"Apa Paman Fei bisa melawannya"ucap Ricard.
"Ini baru awal saja Tuan Muda,aku yakin dia pasti bisa menang melawannya,lagi pula situa Fei belum mengeluarkan semua kemampuannya"Ucap Lholo dengan sedikit tegas.
Ia bisa berkata begitu karena sudah pernah merasakan bagaimana kekuatan Paman Fei.
Begal Linu dan Ricard pun mengangguk sambil memandang kearah pertarungan Paman Fei dan Paus Darah Guana.
Dipertempuran Paman Fei,ia langsung menghilangkan pedangnya dan mengganti Pedang yang bewarna merah pekat.
Aura yang dikeluarkan dari Pedang itu lebih besar dari pedang sebelumnya.
Paman Fei pun kembali menatap kearah Paus Darah Guana.
"Aku mau lihat,apakah kulitmu masih bisa terluka atau tidak dengan pedangku yang ini"ucap Paman Fei dengan tersenyum.
Paus Darah Guana pun sangat marah akan perkataan dari Paman Fei,tapi tubuhnya juga sedikit gemetar saat merasakan aura dari Pedang yang dikeluarkan Paman Fei.
__ADS_1
"Pedang apa itu,kenapa auranya sangat menakutkan begitu"Pikir Paus Darah Guana sambil menatap kearah Pedang Paman Fei.
Tapi,saat ia memandangi pedang yang ada ditangan Paman Fei,secara tiba tiba saja Paman Fei sudah menghilang dan muncul disampingnya.
Ia sangat terkejut dan terlambat berekasi.
"Jangan alihkan perhatianmu saat berada dipertarungan bodoh"ucap Paman Fei dengan pelan.
Swoshh......
Boomm.....
Paus Darah Guana pun terlempar cukup jauh,tapi dirinya tidak tenggelam.Ia sedikit berlutut diatas air dengan bantuan Qi.
Namun,akibat dari tebasan Paman Fei.Kini dirinya telah kehilangan tangan kanannya saat hendak menahan serangan itu.
Darah mengalir cukup banyak dari tangan kanannya yang buntung itu.
"Argg....sialann....Ini sangat sakit sialann.Pedang apa itu,kenapa bisa melukai tubuhku,bahkan sampai memotong tanganku"ucap paus Darah Guana dalam hatinya dengan lirih.
Hanya beberapa saat saja,tangan kanan Paus Darah Guana yang terputus kini mulai tumbuh secara perlahan.
Walaupun tangannya telah tumbuh,tapi ia masih merasakan rasa sakitnya,bahkan aura kental pedang Paman Fei masih membuat seluruh tubuhnya merinding.
Sedangkan Paman Fei,ia tersenyum melihat kalau tangan Paus Darah Guana tumbuh kembali.
"Ini sangat bagus,itu artinya aku bisa mencincang tubuhmu,lalu setelah itu aku akan membuat Sate Paus hhahah"ucap Paman Fei dengan tawa mengejek.
Paus Darah Guana pun menggertakan giginya karena marah,ia belum pernah dihina seperti ini.
Tapi ia tak mau maju duluan,dirinya sudah cukup waspada jika sewaktu waktu paman Fei akan kembali menyerang dirinya.
Apa lagi ia sudah merasakan kekuatan yang dikeluarkan dari pedang itu,ia tak mau bertindak gegabah.
"Tidak ada cara lain lagi,aku harus memakai itu.....Jika tidak,nyawaku bisa hilang dibuat orang ini"Pikir Paus Darah Guana dengan serius.
~
~
~
Bersambung
~
~
__ADS_1
Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
Dukungan kalian semangatkuš