Sang Pemandu

Sang Pemandu
Paman Fei VS 5 Orang


__ADS_3

Pria paruh baya yang sedang merokok dan duduk dibangku taman itu adalah Paman Fei.


Ia berada di Beijing karena tugas dari Ricard untuk menjaga Keluarganya.


Karena Ayah dan Ibu Ricard berada diprovinsi Ngadiang sekarang,jadi Paman Fei hanya menjaga Carissa yang tidak ikut ayah ibunya mengunjungi Mansion Ricard.


Ia selalu mengikuti kemana pun Carissa pergi,termasuk juga antar jemputnya dari Hotel SuiteFull,sebuah bisnis yang dijalankan ibu Ricard.


Tapi,saat paman Fei sedang menjemput Carissa di Hotel SuiteFull.Ia merasakan adanya seorang Kultivator disekitar taman yang sangat sepi itu.


Ia pun turun dari mobil,lalu duduk dibangku taman dan mendengarkan perbincangan kelima orang itu sambil merokok.


Ia sangat penasaran bagimana seorang Kultivator bisa muncul didunia ini.Paman Fei pun mengawasi mereka dengan tenang.


Tapi,karena dirinya sudah ketahuan oleh mereka semua.Ia pun hanya bersikap santai sambil menatap semua pria paruh baya itu.


Sedangkan kelima orang itu yang melihat Paman Fei hanya diam sambil menatap mereka dengan santai pun sedikit kesal.


"Siapa kau sialan,kenapa bisa ada disini"Tanya Saudara ke7,ia memang memiliki tempramen yang mudah marah.


Paman Fei pun lagi lagi tersenyum saat mendengar ucapan marah saudara ke7.


"Bukannya ini sebuah taman tempat umum,wajar jika aku berada disini.Kenapa kau tampak marah begitu dengan kehadiranku disini"Ucap Paman Fei dengan santai.


Ia pun mengambil sebatang lagi rokoknya dari saku celananya,kemudian ia nyalakan dan kembali menatap kelima orang itu.


Bibirnya bahkan membentuk huruf O agar asapnya bisa membentuk huruf O juga.


Kelima pria paruh baya itu pun langsung kesal karena merasa diremehkan oleh Paman Fei.


"Bajingan ini sepertinya tidak tau dengan siapa ia berbicara"ucap Saudara Ke 8 dengan marah juga.


"Benar,sepertinya kita harus memberi ia pelajaran agar kedepannya ia tak meremehkan orang yang tak bisa ia remehkan sama sekali"ucap Saudara ke 7.


Tapi saudara ke4,ke5 dan ke6.Mereka bertiga hanya diam saja sambil memandang paman Fei dengan tajam.


Mereka bertiga benar benar tak bisa merasakan aura Qi paman Fei sama sekali.


Apa lagi mereka bertiga juga tidak merasakan akan kehadiran Paman Fei,jadi mereka mengira kalau Paman Fei adalah sosok orang kuat.


Namun mereka bertiga juga bingung dari mana Paman Fei berasal,karena didunia ini juga tak ada yang namanya Qi.


Yang jelas,ketiga orang itu memiliki pemikiran kalau Paman Fei bukan dari dunia ini sama seperti mereka juga.


"Saudara ke7 dan ke8,kalian jangan bertindak gegabah dulu.Orang yang didepan kita ini sepertinya bukan orang yang lemah.Jadi kita harus hati hati"ucap Saudara ke5 yang masih terus menatap paman Fei.


"Yang dikatakan saudara ke5 benar,kita harus berhati hati dengan orang ini"ucap Saudara 4.


Tapi saudara ke8 dan sauadara ke9 tak percaya,kedua orang itu mengira kalau para saudaranya itu hanya melebih lebihkan saja.

__ADS_1


"Aku tak percaya....."ucap Saudara ke8 sambil melesat kearah Paman Fei dengan kecepatan yang cukup tinggi.


"Sibodoh ini"ucap Saudara 5 dengan kesal,tapi ia tetap membiarkan saudara ke8 maju.


Ia juga ingin melihat Paman Fei mengeluarkan kemampuannya,dan saat Paman Fei sedang lengah,ia akan mencoba untuk menyerangnya.


Sedangkan Suadara ke8,ia sudah berada disamping Paman Fei.


Ia mengarahkan kaki kanannya untuk menendang kepala Paman Fei.


Tapp.....


Kaki Saudara Ke8 pun hanya ditahan dengan sikut tangan kiri Paman Fei.


Bahkan ia juga masih sempat menghisap rokoknya,lalu ia hembuskan disekitar pandangannya.


Saudara ke8 pun sangat terkejut dengan penglihatannya saat ini.Ia tak menyangka kalau tendangan yang ia aliri 30% kekuatannya akan ditahan dengan mudah.


Ia pun menurunkan kakinya dan langsung melompat mundur kebelakang,ia lalu menatap Paman Fei dengan hati hati.


"Sepertinya ia memang memiliki kemampuan"pikir Saudara ke8.


Bersamaan dengan itu,keempat saudara itu pun langsung berdiri disamping saudara ke8.


"Sudah aku bilang jangan bertindak gegabah dulu bodoh"ucap Saudara ke5 dengan sedikit kesal.


Sambil menghisap rokoknya,lalu Paman Fei hembuskan asapnya itu dengan santai.


"Aku tidak mengawasi kalian,aku hanya mendengarkan semua pembicaraan kalian dari tadi"Jawan Paman Fei.


Mendapat jawaban seperti itu,kelima orang itu pun sedikit marah karena pembicaraan rahasia mereka telah didengar.


"Saudara ke4,lebih baik kita serang saja dia bersama sama.Aku sangat yakin kalau ia tak akan bisa mengalahkan kita semua disini"Ucap Saudara ke8 yang sudah diambang batas kemarahannya.


"Itu benar saudara,lebih baik kita habisi saja dia"ucap Saudara ke7 dengan marah juga.


"Aku juga menyetujui usul mereka berdua ini"ucap Saudara ke6.


Saudara ke4 yang sedikit marah akan jawaban dari paman Fei pun mengangguk menyetujuinya,ia menyetujui usul dari saudara ke8 dan ke7 untuk menyerang bersama sama.


Melihat saudara Ke4 telah mengangguk kepalanya.Saudara ke8,ke7 dan ke 6 pun bergegas melesat bersama sama kearah paman Fei.


Paman Fei masih tetap tenang berdiri sambil menghisap rokoknya.


Saudara ke7 pun tiba dihadapan Paman Fei,ia mulai mengayunkan tangannya dengan sekuat tenaga kearah dadanya.


Bersamaan dengan serangan itu,saudara ke7 dan ke8 juga tiba disamping kiri dan kanan tubuh Paman Fei.


Mereka berdua juga melepaskan sebuah tendangan yang sangat kuat.

__ADS_1


Ketiga orang itu berfikir kalau Paman Fei memiliki Fisik yang cukup kuat,pasti ia memiliki pergerakan yang lambat.


Makanya mereka bertiga langsung menyerang bersama sama dengan sekuat tenaga.


Tapi pemikiran mereka salah total,Paman Fei yang melihat serangan secara bersama sama itu pun menghindar dengan kecepatan yang tak masuk akal.


Tapi dimata kelima orang itu,Paman Fei menghilang seperti ditelan bumi.


"Dia menghilang"ucap Saudara ke4 dengan terkejut,ia terus memperhatikan Paman Fei guna melihat pergerakannya.


Tapi ia dan saudara ke 5 malah terkejut saat Paman Fei menghilang begitu saja.


Hasilnya,kaki Saudara ke8 dan ke7 pun langsung berbenturan dengan tanda menyilang.


Ditambah dengan tinju Saudara ke6,kedua kaki orang itu pun langsung terpukul dan terpental karena sangking kuatnya tinju Saudara Ke6,apa lagi kaki mereka juga berbenturan.


Bruukk.......


Brukk.....


Saudara ke8 dan ke7 langsung mendarat ditanah,mereka sedikit merasakan sakit dipergelangan kaki mereka saat terkena tinju dari saudara ke6.


Namun,secara tiba tiba Paman Fei muncul kembali dihadapan Saudara 6 yang lagi syok melihat saudara ke8 dan ke7 terkena tinjunya.


Tidak hanya disitu saja,Paman Fei langsung mengayunkan tinjunya dengan ringan tepat didada Saudara ke6.


Bukkk.....


Saudara ke6 pun terpental kearah saudara ke4 dan ke5 yang lagi syok dengan kemunculan paman Fei.


Tapi mereka langsung tersadar dan menangkap tubuh Saudara ke6 yang lagi terpental kearah mereka.


Ia lalu memeriksa keadaannya dengan cermat.Kondisi Saudara ke6 sangat buruk dipelukan saudara ke4 saat ini.


~


~


~


Bersambung


~


~


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰


Dukungan kalian semangatku😘

__ADS_1


__ADS_2