Sang Pemandu

Sang Pemandu
Natalia Ingin Belajar bersama Gisel


__ADS_3

Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 5 sore,Ricard seserta Natalia Gisel dan Natasha pun pulang bersama menuju mansion Ricard.


Tadi Ricard juga telah menukar mobilnya dengan Audy yang biasa digunakan oleh Natalia.Karena mobil Lamborgininya tak cukup untuk memuat 4 orang.


Dan untuk Lamborghininya ia tinggal diparkiran Perusahaan BodyStill.


Didalam mobil.


Natalia sedikit memikirkan tentang kegaduhan hatinya.Ia sebenarnya sangat penasaran dengan jati diri Ricard yang tampak sangat aneh menurutnya.


Ia memikirkan bagaimana Ricard memiliki kemampuan beladiri yang sangat hebat.


Apa lagi kemampuan itu diatas orang normal biasanya.Salah satunya Ricard pernah mengeluarkan api dari tangannya saat bertarung dengan Mafia Bayisek dulu.


Ia menyelamatkan kedua putri Bolt dan membakar mayat pemimpin Mafia Bayisek dihadapan banyak orang.


Sebenarnya tidak hanya itu saja,ia juga sangat penasaran bagaimana Ricard memiliki sebuah Pil yang sangat ajaib.


Yang mana Pil itu bisa menyembuhkan luka yang sangat parah sekalipun,salah satunya luka diwajah Natalia yang sudah disembuhkan oleh Ricard sebelumnya.


Ia bertanya tanya dan selalu memikirkan itu semua.


Walaupun Natalia adalah seorang gadis yang polos dan manja,sebenarnya ia juga seorang gadis yang sangat pintar dan berjiwa penasaran.


Karena apa yang baru pertama kali ia lihat,pasti ia akan berusaha untuk mencari taunya.


Dan melihat Ricard yang memiliki kemampuan yang jarang dimiliki orang lain.Ia pun penasaran dari mana Ricard belajar semua itu.


Natalia pun merasa kalau sekarang adalah waktu yang tepat untuk bertanya.


"Sayang...."Panggil Natalia kearah Ricard.


Karena Ricard sedang duduk disamping pengemudi,dan mobil dikemudikan oleh Natasha,adik Natalia.


Ricard pun menoleh kearah belakang tempat duduk Natalia.


"Ada apa sayang..."Jawab Ricard.


"Emm...itu,bisakah aku mengetahui tentang dirimu yang sebenarnya"Tanya Natalia dengan hati hati,ia takut membuat Ricard salah paham.


Tapi Ricard malah merasa aneh dengan pertanyaan Natalia.


"Maksudnya?"Tanya Ricard balik.


"Emm....maksudku,aku sangat penasaran dari mana kau belajar kemampuan beladiri,dan juga dari mana kau dapatkan Pil ajaib yang bisa menyembuhkan wajah ku waktu itu"Tanya Natalia dengan sedikit gugup.


Sementara Natasha,ia memasang telinganya dengan baik baik agar mendengar jawaban dari Ricard.


Sejujurnya,Natasha juga sangat penasaran tentang Ricard.

__ADS_1


Tapi Ricard malah tersenyum mendapat pertanyaan dari Natalia.


"Untuk sekarang kau belum bisa mengetahui itu semua,tapi suatu saat aku akan memberitahunya"Jawab Ricard.


Natalia awalnya sedikit kecewa,tapi ia juga paham kalau rahasia seseorang tak bisa diumbar begitu saja.


"Aku mengerti.....Lalu kapan kau akan mengajariku beladiri seperti dirimu.Kau ingatkan waktu itu kau pernah berjanji akan meningkatkan kemampuan beladiriku"Ucap Natalia.


"Untuk sekarang aku belum bisa mengajarimu.Tapi kalau kau memang bertekad untuk belajar,kau bisa meminta Gisel untuk mengajarinya......"


"Kemampuan dirinya sangat jauh diatas dirimu dan adikmu ini,bahkan untuk mengalahkannya butuh 30 orang yang seperti kalian"Ucap Ricard dengan santai.


Tentu saja kemampuan Gisel sangat hebat,ia kan seorang kultivator.Walaupun hanya ditingkat Qi awal bintang 3.


Tapi jika didunia ini,itu sudah masuk jajaran orang terkuat.


Natalia pun menjadi terkejut mendengar itu,ia tak menyangka kalau saudari barunya itu bisa beladiri.Bahkan kemampuannya jauh diatas dirinya dan adiknya.


Namun Natasha malah tak percaya,ia mengira kalau Ricard melebih lebihkan kemampuan seseorang.


"Humm....Aku tak percaya itu"ucap Natasha sambil menyetir.


"Cihh.....Memang siapa yang butuh kau untuk percaya"Jawab Ricard dengan sedikit angkuh.


"Tidak ada,tapi aku yakin kalau Kakak ipar hanyalah seorang pembual"ucap Natasha.


Jika diluar pekerjaan,Natasha akan memanggil Ricard dengan sebutan kakak ipar.


"Tak percaya.....Tak percaya weee"ucap Natasha dengan mengejek Ricard.


Ricard pun sedikit jengkel dengan Natasha.


"Walaupun kalian berdua kembar,tapi kalian berdua memiliki 2 perbedaan yang sangat nyata"ucap Ricard sambil memijit keningnya.


Natalia dan Natasha pun sedikit penasaran apa yang membuat mereka memiliki perbedaan.


"Emangnya apa yang berbeda aku dengan kakakku"Tanya Natasha.


"Kalian memiliki perbedaan,pertama sifat kalian berdua sangat berbeda...."


"Natalia memiliki sifat yang sangat ramah baik polos dan manja,sementara kau sangat keras kepala dan kekanak kanakan ssperti anak kecil"ucap Ricard.


Natasha pun cemberut.


"Itu tidak benar,aku dan kakakku sama persis.Karena kami berdua kembar dari lahir,tak mungkin punya perbedaan"ucap Natasha dengan jengkel.


Tapi Natalia sedikit membenarkan itu,adiknya itu memang sangat keras kepala dan susah untuk menurut.


"Lalu untuk yang kedua apa"Tanya Natalia yang penasaran.

__ADS_1


"Tentu saja dari ukuran buah kenyal kalian berdua...."


"Lihat lah baik baik,ukuran Natasha adikmu ini sangat kecil sekali.Sementara kau sangat besar dan terlihat indah jika dipandang"Jawab Ricard dengan senyum cabulnya.


Natalia dan Natasha pun menjadi malu malu kucing dengan wajah yang sedikit memerah.


Tapi Natasha juga sedikit tak terima ukuran buah kenyalnya dibilang sangat kecil.


"Itu tak mungkin,punyaku dan kakak sangat besar dan sama persis.Kalau kau tak percaya,kakak ipar bisa tanya saja dengan kakakku"ucap Natasha tapi dengan wajah yang memerah.


Untuk apa bertanya dengan Natalia,andai ia tau kalau Ricard memiliki Skil Mata Cahaya.


Ia pasti muntah darah karena Ricard bisa melihat ukuran buah kenyalnya itu walaupun tertutup Bra dan baju tebalnya.


"Tak perlu,aku punya keahlian yang bisa menebak ukuran buah kenyal para gadis gadis"Jawab Ricard dengan wajah angkuhnya.


"Cihh....Kakak ipar hanya pembual dan cabul"ucap Natasha sambil berpura pura cemberut,sebenarnya ia masih malu malu.


Sementara Natalia,ia tak peduli lagi akan perdebatan adiknya dan Ricard yang sangat cabul itu.


Ia pun menoleh kearah Gisel yang dari tadi hanya menjadi pendengar.


"Saudari Gisel,apa kemampuan memang sangat hebat"Tanya Natalia dengan mata yang sedikit menaruh harapan.


Ia juga sangat terobsesi akan beladiri,jadi ia berniat untuk mengasah kemampuan beladirinya jika ada waktu luang bersama Gisel.


"Itu terlalu dilebihkan,kemampuan ku tak terlalu hebat......"


"Tapi kalau saudari Natalia ingin belajar bersama ku dimasa depan,aku akan menerimanya dengan senang hati"Jawab Gisel sambil tersenyum.


Natalia pun bahagia mendengarnya.


"Baik,dimasa depan kita akan belajar bersama jika ada waktu luang....Apa saudari juga bisa mengajariku berlatih sebuah pedang"Tanya Natalia.


"Tentu saja aku bisa,dimasa depan aku akan mengajari semua kemampuan yang kumiliki bersamamu saudari"Jawab Gisel dengan tersenyum.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~

__ADS_1


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰


Dukungan kalian semangatku😘


__ADS_2