Sang Pemandu

Sang Pemandu
Menolong Dosen Nita


__ADS_3

Ban chi yang amarahnya tak terbendung lagi pun berniat untuk menyerang dengan mengarahkan tinjunya kewajahnya.


Ia cukup percaya diri untuk menghajar Ricard karena ia sudah berlatih beladiri hingga ketingkat 3,untuk pemuda seusia 23 tahun sepertinya.


Itu sudah dianggap sangat jenius dibumi ini,bahkan untuk menyamai kekuatannya dilevel usianya saat ini,itu bisa dibilang tidak akan ada pemuda yang menyamai dirinya.


Makanya ia sangat percaya diri dan langsung mengarahkan tinjunya secara skala besar terhadap Ricard.


Ia juga sudah sangat marah karena Ricard tak memandang keluarganya yang bisa dikatakan cukup terpandang diprovinsi Ngadiang ini.


Namun dimata Ricard,tinju yang Ban Chi gunakan itu bisa dibilang untuk sekelas semut,bahkan kecepatannya masih bisa Ricard lihat dengan jelas.


Karena Ricard berada dilevel yang sangat berbeda dengan Ban Chi.


Saat tinju Ban Chi telah tepat didepan wajahnya,tangan Ricard secepat kilat langsung menangkap tangan Ban Chi.


Ia menggenggam tangannya dengan kuat sambil menatapnya dengan tajam.


Sedangkan Ban Chi,ia langsung terkejut dan syok saat ini.Bahkan ia merasa seperti sedang bermimpi saat Ricard menangkap tinjunya


"Bagaimana mungkin,aku sudah ditingkat 3 dan tinjuku kau tangkap dengan sangat mudah"ucap Ban Chi dengan terkejut.


"Tidak ada yang tak mungkin bodoh"ucap Ricard dengan menghina.


Bukkk...


Ricard pun langsung menendang perutnya hingga terlempar kesamping pintu mobil Dosen Nita.


"Sialannn....."Ucap Ban Chi dengan sedikit menahan sakit diperutnya.


"Itu pasti hanya sebuah kebetulan"pikir Ban Chi saat Ricard berhasil menangkap tangannya.


Ia masih enggan mengakui Ricard lebih kuat darinya.Ban Chi pun berdiri dan menatap tajam kearah Ricard.Tapi Ricard malah tersenyum kearahnya.


Hal itupun membuat emosi Ban Chi meledak,ia merasa sedang diremehkan oleh Ricard.


"Aku akan membunuhmu sialan"teriak Ban Chi sambil bergegas maju kearah Ricard.


Ia menyerang Ricard secara membabi buta,namun Ricard menghindar semua serangan yang mengarah ketubuhnya dengan mudah.


Hal itu langsung memancing kemarahan Ban Chi lagi.


"Apa kau akan hanya menghindar saja sialan"teriak Ban Chi dengan marah,ia sangat jengkel karena Ricard hanya menghindar saat ia melayangkan sebuah tinju dan tendangannya.


"Gerakanmu sangat lambat sampah"ucap Ricard lalu menendang perut Ban Chi lagi.


Bukk.....

__ADS_1


Ban Chi pun terlempar ke belakang dan mendarat diaspal jalanan,tapi itu tidak membuat efek serius ketubuhnya.


Ricard tak memberinya luka yang serius karena ia ingin mempermainkan Ban Chi seperti binatang saat ini.Entah kenapa ia sangat ingin melihat Ban Chi tersiksa.


"Sialann....Uhukk..uhukk.."Ucap Ban Chi dengan terbatuk,ia sedikit kesakitan dibagian perutnya karena ditendang 2 kali oleh Ricard.


"Apa hanya ini saja kemampuanmu sampah"Tanya Ricard sambil menatap sinis kearah Ban Chi.


"Kau sedikit hebat,tapi aku dari tadi tidak serius melawanmu.Tapi sekarang aku akan serius melawanmu"ucap Ban Chi dengan menggertakkan giginya.


Ia masih tetap keras kepala untuk tidak mengakui Ricard lebih kuat darinya.


Tapi,Ricard merasa akan tertawa dengan tingkah bodoh Ban Chi,padahal sudah didepan mata ia ditendang layaknya sebuah bola.Tapi dia masih enggan mengakui kekalahannya.


Ban Chi pun kemudian maju kembali,tapi ia menyerang Ricard dengan sebuah pisau ditangannya.


Dirinya ternyata membawa pisau tajam yang terselip dipinggangnya,dan saat ini ia benar benar berniat untuk membunuh Ricard.


Ricard pun memandang dingin kearah Ban Chi,ia tak menyangka kalau Ban Chi akan menggunakan trik kotor untuk malawan dirinya.


Ban Chi pun langsung mengarahkan pisau yang dipegangnya kearah perut Ricard disebelah kanan.


Tapi Ricard berhasil menggeser tubuhnya kesamping,lalu ia menggenggam dengan kuat pergelangan tangannya.Setelah itu ia memutarnya dengan kuat.


Krakkk.....


Ban Chi pun langsung merasakan sakit saat pergelangan tangannya dipatahkan oleh Ricard.Tidak hanya itu saja,Ricard langsung menamparnya dengan sedikit kuat lalu menendang tubuhnya.


Plakkk....


Brukkk.....


"Uhuk....sialann...arrgghh..."ucap Ban Chi sambil meringis kesakitan,tampilannya saat ini sangat menyedihkan.


Dimana mulutnya telah berlumuran darah akibat tamparan Ricard yang begitu kuat,bahkan pergelangan tangannya juga patah.


Disisi lain,saat Dosen Nita sangat bahagia karena diselamatkan oleh pria yang sangat disukainya.


Walaupun hubungannya dengan Ricard sedikit rumit,tapi ia sekarang berniat untuk memperbaikinya.


Dosen Nita sudah membuang jauh jauh ego yang tak menyukai Ricard karena banyak wanita,sekarang ia benar benar menerima Ricard apa adanya dan menerima itu semua.


Ia sudah sadar kalau dirinya telah jatuh hati dengan Ricard,itu terbukti kalau selama ini ia selalu memikirkannya bahkan sampai memimpikannya dalam tidur.


Apa lagi saat ini Ricard terlihat sangat keren dimatanya,dimana Ricard seperti pahlawan yang sedang menyelamatkan seseorang.Tidak hanya itu saja,Ricard bahkan sangat mendominisi pertarungan dirinya.


Hal itu pun menambah kesan istimewa dihati Dosen Nita.Dimatanya,Ricard tidak hanya tampan,ia juga terlihat sangat kuat dan macho.

__ADS_1


Disisi Ricard,saat ini ia sedang berjalan kearah Ban Chi dengan tersenyum.Ia lalu berjongkok dan menatapnya dengan menghina.


"Apa hanya ini kemampuanmu"Tanya Ricard,tapi Ban Chi tak menjawabnya.


Ia saat ini benar benar kesakitan,bahkan ia sampai meringis dan sulit untuk menggerakkan tubuhnya.


Ia pun hanya bisa mendengarkan ucapan Ricard sambil mengutuknya dalam hati.


Setelah itu Ricard berdiri dan menatap Dosen Nita.


"Bu Dosen sudah bisa pergi,aku akan pergi juga dengan mobilku"ucap Ricard dengan sopan layaknya seorang murid dan guru,lalu ia membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju Lamborghininya.


Namun,suara Dosen Nita pun terdengar menghentikan langkahnya.


"Ricard,tunggu dulu....."Panggil Dosen Nita sambil bergegas kearahnya,saat ini ia benar benar bahagia dan berniat untuk memeluk Ricard dengan erat.


Tapi suara Ricard terdengar tak enak dihatinya.


"Ada apa,aku tak ada waktu"Tanya Ricard dengan datar.


Itu pun membuat langkahnya terhenti dan sedikit sesak dalam hatinya.


"A..kuu....Aku hanya mau bilang terima kasih karena telah menolongku"ucap Dosen Nita dengan menahan sedih.


Ia merasa kalau Ricard masih marah dan membenci dirinya akibat pertemuan terakhir dirinnya dengan Ricard.


Dimana ia menampar pipi Ricard karena mengetahui ia memiliki banyak kekasih.


"Sama sama,kalau begitu aku pergi dulu"jawab Ricard lalu ia masuk kedalam mobil Lamborghininya.


Sementara Dosen Nita,ia hanya menatap kepergian Ricard dengan sedih lalu masuk kedalam mobilnya juga.


Sedangkan kondisi Ban Chi,ia hanya meringis dan mengerang kesakitan.Ia bahkan mengutuk Ricard dan Dosen Nita karena telah membiarkan dirinya terbaring dijalanan dengan kondisi seperti itu.


~


~


~


Bersambung


~


~


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰

__ADS_1


Dukungan kalian semangatku😘


__ADS_2