
Saat sedang memandangi Ricard,Ketua pun bangkit berdiri dengan tegap.
Ia langsung mengambil Pedang dari Cincin Penyimpanannya.Aura yang dikeluarkan dari pedang Ketua cukup kuat dan sedikit menakutkan.
Tapi Ricard masih tak gentar dengan Aura itu.
"Paman Begal Linu dan Paman Lholo kalian hadapi ketiga Bersaudara itu.Biar aku saja menghadapi Ketua idiot ini"ucap Ricard dengan percaya diri.
Begal Linu dam Lholo pun mengangguk serius,setelah itu mereka berdua langsung menyerang kearah ketiga bersudara.
Pertempuran mereka dilakukan diluar Ruangan supaya tidak mengganggu Ricard melawan Ketua.
Sedangkan Ricard,ia saat ini sedang menatap Ketua dengan serius sambil memegang Pedang Merah ditangannya.
"Kau memiliki keberanian juga Bocah,tapi kau salah memilih Lawan"ucap Ketua sambil tersenyum.
Ia sangat percaya diri untuk membunuh Ricard.
Setelah itu,Ketua langsung melesat maju kedepan Ricard dengan kecepatan yang sangat tinggi sambil mengayunkan pedangnya.
Tapi Ricard masih bisa melihat kecepatan Ketua dengan Skil Mata Cahayanya.
Trangg......
Ricard langsung menahan pedang Ketua dengan pedangnya,setelah itu ia membuat sebuah tendangan kearah Kepala Ketua.
Swoshh.....
Tendangan cepat Ricard masih bisa dihindari dengan Baik oleh Ketua.
Ia tidak seperti tadi yang gegabah dalam tindakan,jadi ia bisa membaca gerakan Ricard.
Setelah melakukan gerakan menghindar tadi,Ketua itu langsung melakukan sebuah tebasan kearah Ricard.
Swoshh.....
Ricard mundur kebelakang,tapi ia juga sedikit merasakan sakit saat dadanya mendapatkan tebasan dari Ketua.
Ia pun menatap Ketua dengan sangat tajam,tapi Ricard juga menatap Ketua dengan bingung.
Ia bingung karena Ketua dari tadi hanya melakukan serangan Fisik.
"Kenapa ia tidak menyerang dengan teknik kekuatannya,seperti yang dilakukan Paman Fei dan Paus Darah Guana"Pikir Ricard dengan bingung.
Sebenarnya,ketua tidak bisa melakukan itu karena ia tidak memiliki Qi yang banyak.Jika ia memaksa melakukan sebuah Teknik serangan,maka ia akan pingsan seperti Paman Fei.
Apa lagi tubuhnya juga sedang terluka akibat Putusnya Kontrak Beast dengan Dirinya.Itulah mengapa ia hanya melakukan serangan Fisik saja.
Tapi jika dalam keadaan terdesak,ia mau tak mau akan melakukannya.
Sedangkan disisi Ketua,ia sedikit mengkerutkan keningnya menatap kearah Ricard.
"Fisiknya sangat kuat,bahkan Pedang Darah ku hanya bisa memberi luka kecil.Apa lagi kecepatannya diluar akal sehat"Pikir Ketua.
Tapi ia tak mudah untuk menyerah,ia kembali melesat kearah Ricard dengan mengayunkan pedangnya.
Trangg......
Tranggg.....
Tranggg....
Mereka berdua pun saling menyerang dengan ganas,meskipun mereka tidak menggunakan energi Qi untuk saling menyerang.
__ADS_1
Tapi Kedua pedang mereka yang memiliki Aura besar pun membuat kedua Aura itu saling berbenturan dan menciptakan ledakan ledakan kecil disekitarnya.
Saat mereka berdua saling beradu pedang,Ketua sedikit termundur kebelakang.Ricard pun mengejarnya,tapi Ketua malah tersenyum licik.
"Tebasan Darah"
Swoshh.....
Ricard terlambat menyadari tebasan dari Ketua,ia tak menyangka kalau Ketua akan melakukan sebuah teknik disaat saat begini.
Akhirnya Ricard terpental kebelakang dan terbaring dengan kesakitan.
"Uhukk.....siall....ini sakit sekali"ucap Ricard dengan Lirih.
Akibat dari tebasan itu,dada Ricard kembali terluka dan mengeluarkan darah.
Disisi Ketua,ia sudah sangat kelelahan karena memaksa mengeluarkan Energi Qi untuk menebas Ricard.Tapi,tanpa disadari ketua,luka dalamnya juga bertambah parah.
Ia berlutut sambil tersengal dan menatap Ricard dengan senyuman.
Ketua itu berusaha untuk berdiri dengan sekuat tenaganya dan berjalan kearah Ricard.
Ia mencoba untuk menyelesaikan pertempuran dan segera mengobati dirinya yang terluka.
Ricard juga berusaha untuk berdiri,ia lalu menopang pedangnya dan menatap kearah Ketua.
"Uhukk.....Aku harus cepat membunuhnya saat ini"pikir Ricard dengan serius.
Ia pun memaksa tubuhnya untuk melesat kearah Ketua.Ia bergerak dengan Skil Langkah Bayangan dan tiba disamping Ketua.
Ia mencoba untuk begerak menebas lehernya saat ini.Tapi Ketua menyadari gerakan Ricard,ia menahan pedangnya itu.
Trangg.....
Brukkk......
Ricard pun lagi lagi terpental,lukanya juga sudah bertambah parah.Bahkan dari mulutnya ia sudah memuntahkan seteguk darah segar.
"Uhukkk......uhukk........"
Ricard terbatuk sambil menatap Ketua didepannnya,ia pun berusaha untuk bangkit kembali.
"Sial....dia cukup kuat juga"pikir Ricard sambil menahan sakit didadanya.
Ia pun menggenggam pedangnya dengan kuat dan melesat kembali kearah Ketua.
Sebenarnya,jika Ricard sudah mempelajari beberapa Teknik tempur,ia pasti bisa menghadapi ketua dengan mudah.
Tapi ia hanya bisa mengandalkan Skil Langkah Bayangan dan fisik saja untuk melawan Ketua.
Apa lagi ini adalah pertempuran pertama kalinya ia menghadapi Seorang Kultivator Kuat.
Sedangkan Ketua,ia cukup Kuat dan menguasai beberapa teknik tempur,tapi ia harus berhemat Qi untuk menggunakan teknik itu.
Ricard kembali mengayunkan pedangnya kearah Ketua,tapi Ketua lagi lagi menahan pedang Ricard.
Namun Ricard tak berhenti disitu,ia terus menyerangnya dengan sekuat tenaga.
Trangg......
Trangg.....
Saat beradu pedang,Ketua lagi lagi langsung mengeluarkan Tebasannya.
__ADS_1
Tapi ia menggunakan Tebasan dalam Skala Besar kearah Ricard.
"Tebasan Darah Api"
Swoshh.....
Ricard pun lagi lagi terlambat untuk menyadari serangan Ketua kedirinya.
Tebasan itu pun langsung mengenai tubuh Ricard dan terpental sangat jauh.
Ricard langsung tak sadarkan diri,terlihat juga kalau perut Ricard terluka dan mengalir darah yang cukup banyak.
Tak tau apa Ricard tewas atau tidak,tapi yang jelas luka yang dialami Ricard sangat parah.
Ketua pun tersenyum senang melihat Ricard terbaring,ia langsung berjalan dengan tertatih tatih kearah Ricard.
Karena ia hanya memiliki Sisa Qi yang sangat tipis,ia pun sangat lelah dan berjalan dengan pedang yang ditopang ditangannya.
Saat tiba didepan Ricard yang sedang terbaring,ia pun tersenyum dan mulai mengarahkan pedangnya keleher Ricard.
"Hah..hahh....Aku akan membawa kepala mu kehadapan Begal Linu hahha"Ucap Ketua dengan tawa yang kelelahan.
Namun,saat ia hendak menebas kepala Ricard.ia melihat sebuah sinar yang mulai keluar dari tubuh Ricard.
Sinar itu pun sedikit demi sedikit mulai membentuk sebuah Sosok wanita yang sangat Cantik.
Wanita itu menatap kearah Ketua dengan wajah yang sangat dingin.Bahkan Tubuh ketua bergetar tanpa sebab ditatap Wanita itu.
Ketua langsung berlutut dengan ketakutan dan mencoba perlahan untuk mundur.
"Sii...aappa...kauu...."Tanya Ketua dengan ketakutan.
Wanita itu hanya diam dan menatap Ketua dengan sangat datar.
Kemudian,tangannya mulai menunjuk kearah Ketua.sedetik kemudian,Ketua itu telah menjadi Abu.
Tidak hanya itu saja,bahkan 3 bewahan Ketua juga menjadi abu tanpa sebab.
Setelah itu ia berjongkok ketempat Ricard terbaring.
"Jiwa dan Kekuatan Tuan tidak akan lama lagi akan bangkit.Dunia ini tidak akan sanggup untuk menahannya,bahkan itu bisa membuat dunia ini hancur.........."
"Jadi aku harus memindahkan Tubuh Tuan ke Alam Menengah.Maaf jika Cang'yi harus memisahkan Tuan dengan keluarga dan kekasih tuan......"
"Ini semua juga demi kebaikan Tuan agar Ingatan dan Kekuatan Tuan perlahan pulih"ucap Cang'yi sambil membelai wajah Ricard.
Setelah mengucapkan kata kata itu,kedua orang itu pun langsung menghilang dari tempat itu.
~
~
~
Bersambung
~
~
Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
Dukungan kalian semangatkuš
__ADS_1