
Ricard pun memasuki Ruang interview untuk melihat rupa dari anak kecil itu sambil mengunci pintu,saat tiba ditempat duduknya.
Ia sedikit terkejut dengan postur tubuh dari anak kecil itu,Ricard pun menelan ludahnya dengan kasar.
Bagaimana tidak,tubuh anak kecil ini sangat montok dan ideal walaupun tubuh nya terlihat sangat kecil.
Tapi buah kenyalnya sangat besar, mungkin sebesar genggaman tangan.
Apa lagi wajahnya sangat imut dan manis ditambah bibir merah yang sangat seksi,Ricard sidikit sulit untuk menahan gejolak hasratnya.
Namun ia sebisa mungkin untuk menahan hasratnya itu,bagaimana pun gadis yang didepannya ini masihlah anak kecil.
Ricard pun duduk dengan tenang sambil melihat anak kecil itu,mungkin perkiraan dirinya,anak kecil ini masihlah Smp.Itu terlihat dari postur tubuhnya hanya sebesar rata rata anak Smp.
Namun disisi Anak kecil itu,ia juga terlihat gugup didepan Ricard,ntah apa yang dipirkirkan dirinya.Yang jelas ia sangat takut tidak diterima bekerja diperusahaan ini.
"Adik,kenapa kau melamar pekerjaan disini,seharusnya kau bersekolah yang rajin agar bisa diterima dikampus ternama,usiamu terlalu dini untuk berkerja"Ucap Ricard dengan lembut.
Sementara anak kecil itu pun langsung memasang wajah jengkel,ia terlihat kesal dipanggil anak kecil.
Kegugupun yang awalnya sedikit ragu untuk melamar pekerjaan,berganti dengan rasa yang sangat kesal.
"Sialan,apa kau sedang menghinaku.Apa kau pikir aku emang anak anak"ucap anak kecil itu dengan kesal.
Ricard pun sangat terkejut,ia tak menyangka kalau anak kecil jaman sekarang sudah berani membentak orang dewasa.
Apa lagi ia juga menggunakan kata yang cukup kasar.
Tapi Ricard sebisa mungkin untuk bersabar menghadapi anak kecil itu.
"Adik,kau tak boleh mengucapkan kata kata seperti itu.Tak baik anak anak seusia mu mengucapkan kata kasar,apa lagi terhadap orang yang jauh lebih tua darimu"Ucap Ricard dengan lembut.
Namun lagi lagi Ricard harus mendengar kata kasar dari anak kecil itu.
"Dasar sialan,aku bukan anak kecil bodoh aku sudah berusia 22 tahun"ucapnya dengan marah.
"Padahal ia sangat tampan,tapi ia sangat bodoh"ucap Anak kecil itu dalam hati,ia juga mengagumi ketampanan Ricard.
Ricard sedikit mengkerutkan keningnya.
"Adik,apa kau pikir aku orang yang bisa kau bodohi,tidak ada orang dewasa sebesar dirimu itu"ucap Ricard yang juga lagi menahan kesal.
Ia tak menyangka kalau anak kecil ini sangat keras kepala,apa lagi ia juga ingin membodohinya.
"Sialan...Lihat ini dan baca dengan baik baik"ucap anak kecil itu dengan marah,ia juga memberikan ktpnya kehadapan Ricard.
Ricard pun mengambil Ktpnya itu dan mulai membaca identitas anak tersebut.
__ADS_1
Ia juga sedikit terkejut kalau anak kecil sudah mempunyai Ktp.
Namun,baru sebentar ia membaca Ktp itu,matanya pun langsung melotot lebar.
Disitu tertulis kalau nama anak kecil itu Cici Aprilia berusia 22 tahun.Ricard sangat terkejut melihat kebenaran itu.
"Ternyata ia tak berbohong,tapi kenapa tubuhnya sangat kecil untuk usianya.Apa ia seorang Loli"Pikir Ricard dengan bingung.
"Ehem....Tapi aku tak percaya,mungkin saja ini editan"Ucap Ricard.
Entah kenapa ia ingin menggoda Loli kecil itu.
Mendengar ucapan Ricard,ia pun tak tau harus menunjukkan apa lagi.
"Apa yang bisa membuatmu percaya dengan ucapanku"Tanya Cici dengan menahan kesal.
"Memang apa yang bisa ditunjukkan anak kecil seperti mu,bulu saja belum tumbuh"Jawab Ricard dengan santai.
Cici pun menjadi malu malu saat Ricard mengatakan tentang bulu,ia paham maksud dari perkataan Ricard itu.
"Aku sudah punya bulu,aku sudah dewasa bodoh"ucap Cici dengan tersipu malu.
Ricard pun tersenyum cabul,ia penasaran bagaimana bentuk dari lembah sempit seorang Loli.
Tapi ia berusaha untuk tenang dulu,ia tak mau menunjukkan sifat cabulnya itu.
Cici pun sedikit tergiur dengan tawaran dari Ricard,tapi ia juga malu karena harus menunjukkan lembah sempitnya.
Ia pun memikirkan ucapan Ricard itu sebentar.
"Apa aku harus menunjukkannya ya,tapi aku sangat malu....Huft aku juga butuh pekerjaan ini....."
"Semua perusahaan yang aku kunjungi tak percaya dengan ucapanku,padahal aku sudah menunjukkan identitas dan ijazahku kuliah....."
"Namun mereka semua tak percaya dengan kemampuan dan ucapanku"pikir Cici dengan Lesu.
Lama berfikir,akhirnya ia pun memutuskannya.
"Ta....pii apa aku akan diterima kalau aku menunjukkannya"Tanya Cici dengan gugup.
Ricard pun menjilat bibirnya,ia tak sabar untuk melihat lembah sempit Loli itu.
"Benar,aku akan menerimamu diperusahaan ini kalau kau sudah ada bulu,tapi kalau bisa aku juga ingin melihat Buah kenyal mu itu"ucap Ricard dengan tenang sambil menunjukkan kearah buah kenyalnya.
Cici pun menjadi salah tingkah,ia sudah sangat malu dan gugup karena harus menunjukkan tubuh telan.jangnya didepan Ricard.
Belum ada yang pernah melihat tubuhnya bu.gil,dan Ricard akan menjadi orang yang pertama melihat tubuhnya telan.jang.
__ADS_1
"Tapi anda tidak berbohong kan"Tanya Cici dengan tersipu malu.
"Aku tidak akan membohongimu,aku juga adalah pemilik Perusahaan ini"Ucap Ricard dengan santai.
Cici pun sangat terkejut mendengarnya,ia tak menyangka akan berbicara dengan pemilik Perusahaan.
Apa lagi ia juga tau kalau Perusahaan Pencitra Skin ini adalah anak Perusahaan dari Hotela Com.
"Itu artinya,pemuda yang didepanku ini adalah pemilik Perusahaan Hotela Com juga......."
"Aku tak boleh mensiasiakan kesempatan ini,lagi pula kan cuman melihat saja"Pikir Cici dengan terkejut.
Tentu saja Ricard tak akan melihat saja,ia pastinya berniat untuk mencoba Lembah sempit Loli ini.
"Tapi Tuan Muda hanya melihat saja kan,tidak ada niat lain"Tanya Cici dengan sopan,ia tak mau lagi berkata kasar terhadap Ricard setelah mengetahui siapa Ricard sebenarnya.
Ricard pun sedikit tersenyum,ia tau kalau Cici sedikit takut dengan identitas aslinya.
"Kau tenang saja,aku hanya melihat saja kok tidak ada maksud lain.Kau bisa membukanya disampingku,supaya aku bisa melihatnya dengan jelas"ucap Ricard dengan tersenyum lembut.
"Setelah itu aku akan memasukkan tongkat besarku ini,aku sangat penasaran bagaimana Lembah sempit Loli"ucap Ricard dalam hatinya dengan cabul.
Akhirnya Cici pun beranjak dari tempat duduk dan berjalan dengan pelan kesamping Ricard.
Wajahnya sangat malu sekali,bahkan ia berjalan dengan kepala menunduk kebawah dan gugup.
Untung pintu sudah dikunci Ricard saat masuk tadi tanpa disadari oleh gadis Loli itu.
Saat tiba disamping Ricard,ia pun mulai membuka seluruh bajunya dengan pelan.
~
~
~
( Bersambung )
~
~
~
Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman temanš„°
Dukungan kalian semangatkuš
__ADS_1