Sang Pemandu

Sang Pemandu
Pertunjukkan Clara


__ADS_3

Lama termenung,akhirnya Dosen Nita pun membulatkan hatinya untuk balikan bersama Ricard dan meminta maaf atas kejadian waktu itu.


"Aku akan mencarinya dan meminta maaf"Ucap Dosen Nita dalam hatinya.


Ia tak mau lagi egois dan mulai bergegas keluar dari ruangan untuk mencari keberadaan Ricard.


Sementara Ricard,saat ini ia sedang bermesraan bersama Clara didalam kelasnya.


Clara duduk dipangkuan Ricard sambil memegang kedua pipinya dan menatapnya dengan lekat lekat.


Terpancar juga kebahagiaan dimata indahnya,ia tersenyum bahagia karena akhirnya kesalapahaman dirinya dan Ricard telah usai.


"Sayang aku ingin sepenuhnya menjadi kekasihmu"ucap Clara dengan manja sambil sedikit menggoyangkan pantatnya diarea tongkat Ricard.


Ricard juga paham maksud dari ucapan Clara itu.


Karena waktu masih menunjuk kan jam 11:00 siang,ia pun menuruti keinginan Clara itu.


"Bagaimana kalau kita kehotel sekarang saja"Tanya Ricard sambil memegang pinggul Clara dengen lembut.


Clara pun tersipu malu,walaupun ia sudah bertekad untuk menyerahkan pertamanya dengan Ricard.Tetap saja sebagai wanita murni,ia masih sangat malu.


Clara pun mengangguk sambil menunduk malu malu.Sedangkan Ricard tersenyum lucu melihat tingkah imut Clara.


Ia pin berniat untuk menggoda Clara dulu.


"Apa lembah sempitku sudah ada bulunya sayang"Bisik Ricard ditelinga Clara.


Mendapat pertanyaan seperti itu,lagi lagi Clara tersipu malu.Bahkan kedua pipinya sudah tampak memerah.


"I...tuuu....Aku sudah mencukurnya,aku merasa itu akan terlihat lebih baik"Jawab Clara sambil menunduk malu.


Ricard pun sedikit terkekeh mendengar jawaban Clara,ia tak menyangka kalau Clara akan menjawab Pertanyaannya yang konyol itu.


Apa lagi ia mengatakan kalau bulu disekitar lembah sempitnya telah dicukur habis.


Ricard pun sedikit penasaran bagaimana bentuk lembah sempit Clara Sekarang.


"Benarkah kau sudah mencukurnya"Tanya Ricard dengan tersenyum cabul.


Clara pun menjawabnya dengan mengangguk malu malu.


"Apa aku boleh sedikit melihatnya sekarang sayang"Tanya Ricard dengan tak sabar lagi.


Clara pun menjadi salah tingkah,ia sudah sangat malu saat ini.Ia sedikit gugup apa harus memperlihatkannya dengan Ricard sekarang,apa lagi mereka berdua masih didalam kelas.


Bahkan semua siswa masih ada dihalaman Kampus.Ia takut ketahuan orang lain jika melakukan itu.


Tapi ia juga ingin menunjukkan keindahan lembah sempitnya dihadapan Ricard.


Setelah beberapa saat berfikir,ia pun berniat untuk menunjukkan bentuk lembah sempitnya sekarang.

__ADS_1


"Ta..pii....Hanya sebentar saja kau boleh melihatnya"Jawab Clara dengan gugup.


Ricard pun dengan cepat mengangguk.


Setelah itu,Clara mulai turun dari pangkuan Ricard dan berdiri dihadapannya.


Ia mulai mengendurkan tali yang mengikat gaunnya disekitar perutnya.


Setelah itu ia mengangkat gaunnya keatas lalu ditahannya didagu sambil melucuti Cd dan celana pendeknya hingga terlepas sepenuhnya.


Clara juga menaruh Cd diatas meja yang ada disampingnya.


Setelah tidak ada lagi kain yang menutupi area lembah sempitnya,ia pun sedikit membuka celah kakinya sambil memperlihatkannya ke Ricard.


Terlihat juga kalau wajahnya sudah merah padam dengan tersipu malu.Ia tak menyangka akan melakukan hal konyol seperti ini didepan Ricard.


Sementara Ricard,ia sudah menjilati bibirnya dengan cabul.Dirinya sangat terpesona akan bentuk dari Lembah sempit Clara.


Sangat Pink,tembem dan gemuk.Itulah yang bisa Ricard katakan dalam hatinya.


Apa lagi dipadukan sama wajah Clara yang tersenyum malu malu,ia sangat ingin memperkaosnya sekarang.


"Jangan menatapnya dengan begitu"ucap Clara dengan tersipu malu,ia menyadari tatapan Ricard yang penuh nafsu kearea lembah sempitnya itu.


Ricard pun tersadar mendengar ucapan Clara.


"Bentuknya sangat indah,kapan kau mencukurnya"Tanya Ricard sambil mengelus area sekitar lembah sempit itu.


Saat Ricard ingin mencolok dengan jari tengahnya,mereka berdua mendengar suara langlah kaki yang cukup keras.


Clara pun bergegas menurunkan jari Ricard diarea lembah sempitnya dan mengambil Cd dan celana pendeknya dari atas meja.


Ia bersembunyi dibawah meja sambil memakai Cdnya kembali.


Sementara Ricard melihat kearah pintu,ia penasaran siapa yang berani menganggu momen beharganya ini.


"Jika itu orang lain,maka aku akan...."


Ucapan Ricard pun segera terhenti saat mengetahui kalau Bu Dosen Nita lah yang telah berdiri didekat pintu kelas.


Tatapan mereka berdua pun bertemu dan saling menatap dengan cukup lama,tapi tak lama kemudian Ricard mulai bersuara.


"Emm.....Ada apa Bu Dosen datang kemari"Tanya Ricard dengan Formal.


Karena Ricard dan Bu Dosen Nita tak ada hubungan lagi,jadi ia pun harus bersikap layaknya seorang murid dan guru.


Sedangkan Bu Dosen segera tersadar saat mendengar suara Ricard.


Dirinya juga merasa asing saat Ricard berbicara dengan Formal,tapi ia harus mengesampingkan itu dulu.


Ia sedikit penasaran kenapa Ricard masih ada didalam kelas sendirian,padahal semua siswa telah pulang dan hanya bermain dilapangan kampus.

__ADS_1


Dosen Nita tidak langsung menjawab pertanyaan dari Ricard,ia sedikit menoleh kekiri dan kekanan sambil mencari tau apa yang Ricard lakukan.


Tapi,saat pandangan ia sedikit kebawah meja dekat Ricard.


Ia sedikit melihat tubuh wanita yang sedang memakai celana,ia pun paham apa yang Ricard lakukan saat ini.


Hatinya sedikit sakit setelah mengetahui kalau Ricard lagi berbuat sesuatu bersama seorang gadis.


Tapi ia juga sudah bertekad untuk menerima Ricard apa adanya,ia paham kalau Ricard pasti tak cukup hanya memiliki satu kekasih saja.


Apa lagi ia juga paham kalau seorang Pria memiliki lebih dari satu kekasih,itu sudah hal umum dilakukan oleh kalangan masyarakat.Asal Good Looking dan Good Rekening.


Sementara Ricard sudah mengetahui arah pandangan Dosen Nita tadi,tapi ia hanya bersikap biasa saja sambil menunggu respon darinya.


"Apa yang kau lakukan disini"Tanya balik Dosen Nita,ia berpura pura tak mengetahui apa yang Ricard lakukan.


Ricard pun sedikit tersenyum,ia tau kalau Dosen Nita sedang berpura pura tidak tau.


"Aku sedang bercinta dengan kekasihku saat ini,ia mau menerima aku apa adanya dan tak mempermasalahkan aku punya kekasih lain"Jawab Ricard dengan santai sambil menunjuk kearah bawah meja dimana Clara sedang merapikan Gaunnya.


Ia mengatakan seperti itu karena ingin melihat respon dari Dosen Nita.Jika ia marah atau sedih,maka Ricard sangat percaya diri untuk belikan dengannya.


Sementara Dosen Nita,lagi lagi ia harus merasakan perih dihatinya saat mendengar kejujuran dari Ricard.


Apa lagi ia juga mendengar kalau Ricard sedang menyingungnya tentang masalah ia dan dirinya.


"Apa aku sudah tak ada lagi dihatinya,apa jangan jangan ucapannya waktu itu hanya bualan saja"Pikir Dosen Nita dengan sedih.


Ia juga teringat akan kata kata manis Ricard yang mengatakan kalau ia menyukainya dulu.


Walau dihatinya sangat sakit dan ingin menangis,tapi ia tetap menunjukkan wajah yang datar saat ini.


"Baiklah....Setelah itu kalian harus pulang ini sudah pukul 11:30 siang"Ucap Dosen Nita lalu ia bergegas pergi dari kelas.


~


~


~


( Bersambung )


~


~


~


Ayo dukung karya ini dengan Like dan Vote ya teman teman🄰


Dukungan kalian semangatku😘

__ADS_1


__ADS_2