Sejauh Angin Yang Berhembus

Sejauh Angin Yang Berhembus
Kembali nya nenek


__ADS_3

Maya terlihat mengembangkan senyumannya saat dia berjalan mendekati dirinya, laki-laki itu mengulurkan tangannya dan meminta dirinya untuk menyambut uluran tangannya.


Seolah tahu apa yang diinginkan oleh laki-laki tersebut Maya mencoba menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak bisa berdansa"


Ucap Maya pelan dengan wajah malu-malu.


Tapi meskipun dia menolaknya Dave jelas tidak mau langsung menyerang, dia terus membujuk Maya agar mau mengikuti dirinya dan berdansa di lantai tengah bersama dirinya.


"Aku benar-benar tidak bisa berdansa, Dave"


Ucap Maya lagi.


"Aku akan mengajarimu hmmm, kemarilah"


Laki-laki itu masih terus mengeluarkan tangannya menunggu Maya menyambut uluran tangannya, bola matanya menatap Maya dengan penuh harap.


Pada akhirnya setelah perjuangan panjang membujuk perempuan tersebut Maya secara perlahan memberikan telapak tangannya kepada Dave.


Laki-laki itu langsung menggenggam erat telapak tangan Maya, membawa perempuan tersebut menuju ke tengah-tengah ruangan, di mana beberapa pasangan telah bersiap untuk berdesa di sisi kiri dan kanan mereka.


Penampilan menjawab mereka berdua jelas menjadi ratu dan raja di dalam acara pesta dansa tersebut.


Maya dengan gerakan ragu-ragu berusaha untuk mulai meletakkan kakinya menuruti keinginan Dave.


Begitu tiba di tengah-tengah ruangan tersebut secara perlahan Dave menggenggam telapak tangannya dengan tangan kanan laki-laki itu dan tangan kiri laki-laki tersebut menarik erat pinggangnya.


Mereka mulai bergerak berdansa bersama di tengah-tengah ruangan itu diiringi dengan alunan musik lembut yang mendayu-dayu dan suasana ruangan yang ditata saat mungkin hingga menciptakan satu keindahan yang mendalam dan membuat iri siapapun yang memandang gerakan dansa mereka.


Awalnya Maya yang terlihat ragu-ragu dan cukup takut jika melakukan kesalahan mulai terbiasa mengikuti gerakan Dave dalam berdansa, mereka benar-benar seperti sepasang raja dan ratu yang menikmati lantai dansa tanpa peduli dengan orang-orang di sekitar mereka.


Bayangkan bagaimana berpuluh-puluh pasang mata menatap iri ke arah mereka berdua, bagi orang-orang yang melihat, mereka benar-benar pasangan yang serasi Dan membuat pasangan manapun merasa betapa sempurnanya kedua orang tersebut.


Siapa yang tidak iri melihat kebersamaan mereka?!.


Tapi siapa sangka di tengah mereka berdansa tiba-tiba Maya sedikit terpeleset karena heels-nya menginjak gaun miliknya secara tiba-tiba.

__ADS_1


Dan untungnya Dave dengan cepat menangkap tubuh perempuan tersebut, seperti sebuah adegan manis bak di drama-drama di mana laki-laki memeluk erat pinggang pasangannya membuat bola mata siapapun yang memandang merasa iri dan sedikit terbawa suasana.


Dan siapa sangka di tengah keadaan adegan seperti tersebut mawangsa berjalan dari arah depan secara perlahan, bola mata laki-laki itu menatap Dave dan Maya dengan ekspresi yang begitu sulit untuk dijelaskan.


Dave yang menyadari kehadiran mawangsa setelah membenahi posisi maya seketika langsung membisikkan sesuatu kepada Maya, perempuan itu seolah-olah mengerti dengan kode yang diberikan oleh Dave, langsung pura-pura tidak melihat kehadiran mawangsa, berdansa bersama laki-laki tersebut dia menikmati musik yang terus mengalun lembut di dalam ruangan tersebut.


Tapi siapa sangka di tengah mereka asyik sedang berdansa tiba-tiba mewangsa menarik kasar tangan Maya, perempuan itu jelas terkejut setengah mati.


"Apa kau benar-benar ingin cari masalah? Kita baru saja menikah tapi kau berani-beraninya berkencan secara terang-terangan?"


Nada suara Mawangsa meninggi ketika mereka sudah berada didepan gedung tersebut.


Melihat ekspresi marah memangsa seketika membuat Maya sedikit mengejek.


Gadis itu seketika terkejut, mencoba menetralisir perasaan nya.


"Ada apa dengan kamu? Kita sudah bercerai jadi apapun yang ingin kulakukan itu bukan lagi menjadi urusan mu"


Ucap Maya kemudian.


entahlah dia hanya tidak bisa lagi bicara mengalah seperti ketika dia masih menjadi istri Mawangsa, dia pikir mereka sudah selesai saat ini.


Bukan urusan ku?.


Batin nya kesal.


"Aku tidak peduli soal kamu sama sekali, tapi setidaknya pedulikan sedikit bagaimana soal harganm diri keluarga Heri jaya"


Laki-laki tersebut mencoba menekan Maya dengan kata Keluarga Heri jaya.


"Aku tidak akan membuat malu kelurga kalian, sejak dulu bahkan aku tidak pernah melakukan nya"


Dia berusaha menahan segala perasaan di hatinya, gadis itu mencoba menahan kemarahannya saat Mawangsa menekan dirinya dengan kata Keluarga Heri jaya.


Mawangsa seketika terdiam, laki-laki tersebut mencoba meredam kemarahan nya.


"Oke kau memang benar, tapi setidaknya jangan membuat berita menjadi trending topik, kau tahu nenek mengetahui nya dan dia benar-benar kecewa"

__ADS_1


Dan Begitu Maya mendengar kata nenek, seketika amarah nya meredam.


"Apa?"


Seketika dia memundurkan langkahnya.


"Nenek kembali?"


Tanya Maya pelan sambil menatap wajah mawangsa.


"ya nenek akan pulang dan ingin bertemu dengan kamu"


Cukup lama tidak terjadi percakapan atau interaksi terhadap mereka berdua, Maya seolah-olah sibuk dengan pemikirannya sendiri.


Hingga akhirnya dia menatap Mawangsa.


"jangan fikirkan soal apapun, aku yang akan menjelaskan dan mengurus semua soal nenek"


Ucap Maya pelan, dia Pada akhirnya berbalik dan meninggalkan mawangsa secara perlahan.


Nenek?!.


Kata itu seketika membuat hati nya galau dan meragu.


Laki-laki itu yang menatap punggung Maya menjauh dari dirinya seketika terdiam,dia fikir kenapa dia dengan bodoh nya datang Kemari tadi, tidak tahu kenapa ekspresi wajahnya berubah menjadi sedikit sedih


Disisi lain ketika Mawangsa melangkah kan kakinya menjauh dari tempat tersebut tiba-tiba Dave muncul dari arah balik dinding, dia jelas mendengar semua percakapan yang terjadi antara Maya dan Mawangsa tadi.


Saat Dave keluar dari arah balik dinding, Heru tahu-tahu mendekati Dave.


"Aku fikir kau jatuh cinta pada Maya"


Ucap Heru menatap Dave dengan pandangan tidak begitu Dave pahami.


Pada akhirnya Dave membalas ucapan Heru dengan cepat.


"Cukup diam dan jangan terlalu ikut campur dengan urusan kami"

__ADS_1


Jawab Dave Lantas membalikkan tubuhnya dengan cepat.


     


__ADS_2