Sejauh Angin Yang Berhembus

Sejauh Angin Yang Berhembus
Dalam pemikiran rumit Mawangsa


__ADS_3

Rumah kediaman Maya,


halaman seberang rumah.


Dalam balutan hujan deras yang membasahi bumi diiringi petir yang menggelar, Mawangsa terlihat menatap ke arah rumah tinggal di mana Maya berada, laki-laki tersebut terlihat membiarkan pandangannya menatap lurus ke arah depan sembari pemikirannya berkacamuk menjadi satu. tiba-tiba saja laki-laki tersebut berpikir kepalanya berdenyut-denyut tidak menentu, cukup pusing rasanya saat dia mengingat apa yang diucapkan oleh Arif tentang Maya.


Maya hamil.


kata-kata hamil membebani dirinya, laki-laki terpikir apa nggak mungkin kehamilan Maya adalah kehamilan dari calon putra dan putri setelah malam kejadian saat itu, dia pikir mungkin setelah malam itu hal tidak terduga terjadi, jika Maya hamil pada saat ini.


sejujurnya dia sangat bahagia jika maunya memang hamil anak darinya tapi tiba-tiba saja dia ingat ucapan dari Arif saat mawangsa memerintahkan laki-laki tersebut mencari tahu tentang kehamilan Maya lebih lanjut.


"ini sedikit tidak masuk akal tuan bagaimana jika itu adalah bukan calon bayi Anda? bukankah nona Maya tengah dekat dengan laki-laki lain?," Arif bertanya dengan cepat dan serius ke arah Mawangsa yang ada dihadapan nya.

__ADS_1


"bagaimana jika salah satu laki-laki yang tengah dekat dengan Maya adalah ayah biologisnya?" laki-laki itu bertanya dengan serius, tapi dia tidak bisa ekspresi menyembunyi kan wajah nya secara penuh.


"karena tuan sendiri cukup tidak yakin dengan keadaan bukan?,"


dan bayangkan bagaimana perasaan memangsa saat mendengar apa yang diucapkan oleh sekretaris yang tersebut tentang Maya.


Yaah bagaimana jika Maya memang hamil bayi dari orang lain dan bukan dirinya? dan hal tersebut cukup membuat takut dirinya. Bagaimana jika Dave, Julian atau laki-laki mana saja yang jatuh cinta pada Maya dan sibuk ingin mengumumkan status mereka.


pada akhirnya laki-laki tersebut secara perlahan kembali menyalakan tumbuhan dan membiarkan mobilnya bergerak menuju ke arah gerbang besar yang ada di bagian sisi kiri. seorang security membukakan pintu gerbang besar tersebut lantas dia masuk ke dalam sana tanpa banyak bicara.


Pada akhirnya Mawangsa secara perlahan mencoba untuk turun dari mobil nya begitu dia tiba di area parkiran mobil Kemudian laki-laki tersebut merasakan kakinya menuju ke arah pintu rumah Maya.


Dia yakin perempuan itu pasti ada di sana.

__ADS_1


*******


Disisi lain, kediaman Maya.


Perempuan itu terlihat cukup pusing dan dia merasa perutnya kembali mual dan dia ingin menumpahkan apa yang berisi di dalam perutnya saat ini, tidak peduli bagaimana keadaannya saat ini yang katanya tengah hamil dia pikir Apakah perlu dia makan obat berbeda untuk menghilangkan rasa mual dan pusing.


Namun nyatanya belum sempat dia mengambil obat yang dia inginkan untuk mengatasi pusing dan mual, tiba-tiba saja pintu depan diketuk oleh seseorang sehingga membuat perempuan tersebut juga terkejut, dia pikir siapa yang bertamu di jam begini.


Perempuan itu secara perlahan mencoba untuk membuka pintu rumahnya secara perlahan tanpa berbicara, dia sama saya tidak bisa menebak siapa yang datang pertama saat ini.


hingga pada akhirnya begitu dia menyadari siapa saja yang bertamu, tiba-tiba saja Maya langsung membulatkan bola-bola mata nya dengan tatapan tidak percaya


"Kau?,"

__ADS_1


__ADS_2