Sejauh Angin Yang Berhembus

Sejauh Angin Yang Berhembus
Tidak sejahat yang dia pikirkan


__ADS_3

"Adik laki-laki anda membutuhkan anda, nona, dia berada di kantor polisi xxxxxxx "


Maya mengerut kan keningnya dia pikir Maya yang disebut jelas adalah namanya tapi dia jelas tidak memiliki seorang adik laki-laki.


orang tua yang tidak pernah melahirkan adik untuk dirimu jadi sangat aneh sekali tiba-tiba saja orang di seberang sana berkata jika dia memiliki adik laki-laki.


Apakah ini penipuan operator yang berkata Nona anda memiliki adik laki-laki, bisakah anda mengirimkan sejumlah uang bla...bla...bla...?!.


Oh Maya apa ya kamu pikirkan?!.


"Maaf, aku pikir anda pasti salah orang, atau mungkin.. maksud ku maaf aku tidak memiliki seorang adik laki-laki, nona"


Maya membalas ucapan perempuan di seberang sana sedikit bingung, namun dia mencoba menekan kan kalimat akhir nya.


"Maaf nona maksud saya ini adalah adik dari laki-laki yang mengenal anda,dia adik dari tuan Mawangsa"


saat suara perempuan di seberang sana memperbaiki kata-kata nya, seketika nama mawangsa membuat dia tercekat.


"Ya?"


emangnya baru ingin bertanya namun tiba-tiba suara perempuan tersebut berganti dengan suara orang lain.


Itu adalah suara Elsa.


"Kakak bantu aku keluar dari sini"


Elsa bicara sembari mengeluarkan tangisan nya diseberang sana.


mendengar suara adik mamang sayang seketika membuat Maya menelan salivanya, dia pikir apa dia harus membantu gadis tersebut mengingat bagaimana perlakuan di masa lalu kepada dirinya.


pada akhirnya Maya berusaha untuk menolak permintaan dari gadis di seberang sana.


"Aku cukup sibuk hari ini, bisakah kamu langsung menghubungi Mawangsa? atau menghubungi ibu mu saja?"


Dia bicara dengan suara yang sangat lembut dan sopan, berusaha untuk menolak dan Maya pikir akan menutup panggilan nya.


Namun diseberang sana Elsa semakin mengencangkan suara tangisannya.


"Kakak maafkan aku, aku mohon keluarkan dan selamatkan aku dari sini, jika ibu tahu aku pasti akan di pukul wanita tua itu, jika kak Mawangsa tahu, kakak tahu sendiri apa yang akan terjadi pada ku?"


Demi apapun Maya Benar-benar berpikir untuk segera menutup panggilan nya, bagi Maya hubungan di antara dirinya dan keluarga Heri jaya telah usai, dia tidak perlu lagi berurusan dengan mereka.


Bahkan dia telah membunuh hati nya untuk Mawangsa, melupakan semua kenangan dimasa lalu sajak 8 tahun yang lalu, dia pun sudah tidak ingin mengingat soal apapun, tidak ingin terlibat skandal apapun dengan keluarga yang hanya bisa memberikan luka untuk dirinya itu.


Tapi selalu saja sifat kemanusiaan dan rasa iba mengalahkan logika dan ego tinggi nya, Maya menutup panggilan nya kemudian menoleh kearah Julian.


"Bisa kita menunda makan bersama kita di lain waktu?"

__ADS_1


Tanya nya pelan sembari menundukkan kepalanya.


Julian terlihat diam, laki-laki tersebut menghela nafas nya panjang.


pada akhirnya Maya tidak mesti menunggu waktu lama untuk beranjak dari sana, dia memutuskan untuk beranjak dan berlalu dari hadapan Julian, mencari mobil nya dan bergerak melaju menuju kearah kantor polisi.


dja ingin melihat keadaan yang sebenarnya dari Elsa, rasa khawatir jelas terlihat dari balik wajah nya.


*****


Kantor polisi xxxxxxx


Pusat kota


Maya masuk kedalam kantor polisi dengan langkah tergesa-gesa setelah dia memarkirkan mobilnya di bagian pusat parkir kantor polisi tersebut.


Rona cemas dan panik terlihat dari balik wajah cantiknya saat ini.


begitu masuk dalam salah satu ruangan kantor polisi, bisa dia lihat barisan anak perempuan yang tengah menyadar di sebuah dinding di sisi kirinya yang masih menggunakan seragam SMA terlihat menatapnya saat dia masuk ke dalam sana.


di sisi lain dia melihat adik Mawangsa terlihat duduk di atas sebuah kursi dengan kondisi yang sedikit memperhatikan, wajah lusuh, dengan beberapa luka di bagian wajahnya serta beberapa tubuh yang terlihat sangat kotor, Maya menebang mereka pasti habis bertengkar.


Maya pikir bagaimana bisa anak-anak sekolah sekarang tidak benar-benar fokus pada sekolah tapi sibuk dengan hal-hal yang tidak menguntungkan?! bahkan lihatlah, bagaimana bisa anak perempuan bertengkar seperti anak laki-laki? persis seperti seorang preman.


Ini benar-benar gila.


"Lihat gadis menyebalkan sudah datang"


Saat Maya melangkah mendekati semua orang, Elsa berkata dengan cepat.


Anak itu masih saja tidak bisa menjaga adab dan sopan santun nya.


Alih-alih marah, Maya menampilkan wajah datar dan garang nya.


"Coba lihat mulut dan sifatnya benar-benar mirip seperti ibu nya, Dina"


Salah satu dari murid tersebut bicara sedikit mengejek Kearah Elsa.


"Kau..."


Elsa terlihat marah.


"Hoiiii"


Seorang polisi membentak dengan kesal.


Anak-anak diam, mereka langsung menoleh ke arah Maya, bisa mereka lihat gadis itu memberikan tatapan tajam untuk Elsa tajam kemudian menatap mereka semua dengan tatapan mengerikan, membuat barisan anak-anak tersebut menelan salivanya.

__ADS_1


Anak-anak itu tahu jika Maya telah bercerai dengan kakak Elsa, bukankah beritanya sangat viral di televisi dan majalah? tidak ada yang tidak tahu kisah mereka.


Tapi coba lihat bukankah mereka pikir itu aneh? meskipun sudah bercerai dan kakak Elsa akan menikah lagi, kenapa yang datang ke kantor polisi dan yang akan mengurus soal mereka termasuk Elsa adalah mantan istri dari kakak gadis tersebut bukannya calon istri kakaknya yang baru bahkan memanggil mantan kakak ipar nya dengan panggilan menjijikkan.


"Dia benar-benar arogan dan tidak tahu malu"


Satu gadis bicara Sembari mendengus ke arah Elsa.


Mendapati dirinya diejek, Elsa langsung merasa kesal, dia mencoba maju dan ingin memukul gadis tersebut dengan mata memerah.


Kehebohan jelas kembali terjadi.


"ALLAHUAKBAR"


salah satu polisi mengucapkan istighfar.


Maya jelas langsung melerai mereka, jangan ditanya bagaimana keadaan saat ini, karena sangat kacau dengan sejuta kemarahan nya gadis tersebut berteriak.


"Berhenti saling serang, kalian akan aku masukkan ke kantor polisi dan aku akan melaporkan pada orang tua kalian satu persatu, sisa nya aku pastikan kalian akan dikeluarkan dari sekolah cepat atau lambat"


Mendengar teriakan Maya dengan 3 ancaman sekaligus jelas saja membuat semua orang terdiam, mereka tidak berani bergerak, menghentikan kemarahan masing-masing dan menurunkan tangan mereka masing.


"Dan kau Elsa, diam dan turuti kakak atau kakak pulang sekarang dan akan membiarkan Mawangsa yang menyelesaikan semua nya"


Demi apapun tatapan Maya sangat membunuh, Elsa baru kali ini melihat Maya semarah itu selama dia mengenal mantan kakak iparnya tersebut, gadis tersebut langsung menelan salivanya.


Gadis itu terdiam, dia menurut.


selain karena dia takut Maya akan memarahinya dia juga takut gadis tersebut akan memanggil Mawangsa agar datang kesana.


Maya menatap ke arah polisi yang ada di hadapannya tersebut untuk beberapa waktu, bisa dilihat polisi tersebut cukup kewalahan meladeni anak-anak tersebut termasuk mantan adik iparnya itu.


pada akhirnya gadis itu berbicara kepada polisi tersebut dan mencoba untuk melakukan kesepakatan, entah bagaimana caranya berhasil mengeluarkan semua orang itu.


begitu mereka berada di luar kantor polisi Maya meminta enam murid tersebut meminta maaf kepada Elsa.


"Minta maaf dan selesaikan semua disini, jika tidak aku akan kembali menjebloskan kalian ke penjara"


Maya bicara cepat pada semua orang sembari menatap satu persatu bola mata para gadis yang ada di hadapannya itu.


mereka jelas tidak ingin masuk ke dalam kantor polisi itu lagi dan daripada memperpanjang persoalan, mereka langsung meminta maaf kepada Elsa setelah itu langsung berlarian kabur dari sana secepatnya.


Maya menghela pelan nafasnya.


Elsa tanpa menata punggung Maya yang masih melihat teman-teman di sekolahnya tersebut untuk beberapa waktu, dia terlihat mematung dan membisu, Elsa pikir Maya tidaklah seburuk apa yang mereka bayangkan selama ini.


dia selalu berpikir jika Maya itu adalah gadis jahat yang menikahi Kakak nya atas sebuah keuntungan, tapi kenapa saat ini dia melihatnya jika Maya tidak lah seperti itu.

__ADS_1


Seketika Elsa merasa dia mungkin telah membuat Kesalahan besar dimasa kemarin.


__ADS_2