Sejauh Angin Yang Berhembus

Sejauh Angin Yang Berhembus
keluarga yang pernah menculik dan membunuh putri nya


__ADS_3

The Malaka company,


ruang kerja Maya.


"Ini menjadi masalah baru di pabrik yang baru kita bangun." sekretaris Maya bicara dengan cepat kepada nonanya tersebut, mengeluarkan ekspresi khawatirnya saat ini.


"Seorang ibu dan nenek tua sengaja mencari masalah, suami mereka tertimpa batu besar dari bagian pembangunan, menyebabkan tragedi besar yang membuat suami mereka terpaksa di rawat di rumah sakit, mereka menuntut pihak pabrik untuk bertanggung jawab dan memaksa agar pabrik diberhentikan operasi nya karena bisa mencelakai warga lainnya." lanjut sekretaris Maya lagi.


Maya yang mendengar ucapan asistennya sejenak diam, dia menatap gadis yang ada di hadapannya tersebut untuk beberapa waktu.


"Aku yakin tuan Hertanto umbrella sengaja ingin membuat kekacauan ini agar pabrik kita ditutup." Lanjut gadis tersebut lagi kemudian.


Mendengar ucapan asistennya Maya langsung bicara.


"Laki-laki itu sengaja melakukannya agar kita kesulitan di berbagai sisi dan membuat kita bangkrut, dia masih menginginkan kehancuran perusahaan nona dan memanfaatkan situasi, membayar seseorang untuk mengacaukan segalanya." sekretaris nya pikir ada apa dengan tuan Hertanto, sangat lucu sekali bermain-main dengan perempuan muda yang tidak memiliki salah.


Jelas-jelas kecelakaan 6 tahun silam tidak ada sangkut pautnya dengan Maya, tempo hari berita nya naik ke permukaan, seharusnya tidak lagi ingin membuat masalah dengan Maya, seharusnya lagi malu karena putrinya Shinta yang merebut suami teman nya sendiri, laki-laki itu ada baiknya mengajarkan putri nya menjadi perempuan yang memiliki harga diri tinggi tapi lihat apa yang laki-laki tua itu lakukan? menyulitkan anak muda untuk mencapai prestasi.


Itu sangat terlihat aneh menurut nya, memendam dendam tidak masuk akal.


Maya pada akhirnya diam, dia mencoba untuk berpikir sejenak apa yang harus dia lakukan saat ini, sebagai seorang CEO dia harus bisa mengatasi keadaan darurat tanpa harus merugikan orang-orang di sekitarnya dan juga para karyawannya namun harus bertindak elegan agar tidak juga merugikan dirinya sendiri tapi tidak lupa untuk menjatuhkan musuh dengan cara yang halus.

__ADS_1


"Buat bocoran jika pembangunan perusahaan yang kita bangun terbaru, itu adalah milik kita the Malaka company." gadis itu tiba-tiba bicara pada saat asistennya agar asistennya sengaja membocorkan informasi tentang pembangunan perusahaan yang mereka tandatangani bersama pemerintah tempo hari.


Hingga sejauh ini tuan Hertanto belum mengetahui jika pembangunan tersebut melibatkan nama the Malaka company.


Mendengar apa yang diperintahkan oleh Maya membuat gadis yang ada di hadapan Maya mengerutkan keningnya.


"Apa yang akan nona lakukan?," dia bertanya cukup penasaran.


Bukankah mengatakan soal pembangunan itu jelas saja terlalu beresiko tinggi karena dia tahu laki-laki tua itu pasti akan mau menghancurkan apapun yang menjadi milik nonanya dan menyebarkan gosip tentang pembangunan tersebut jelas bukan pilihan yang baik. Dia cukup ragu atas keputusan yang akan dilakukan oleh atasan nya tersebut.


"aku pikir ini akan menjadi resiko yang besar untuk pembangunan perusahaan terbaru kita," gadis itu berusaha untuk mengingatkan.


"Mari sedikit bermain dengan orang-orang licik dan picik, kita bisa menjadi lebih licik dan picik daripada mereka, kali ini aku tidak akan main-main lagi, mari membuat segala sesuatunya menjadi mudah dan meruntuh kesombongan orang-orang yang berani bermain-main dengan ku." nada suara Maya terdengar cukup seram di mana dia bicara dengan penuh keseriusan dan Maya menampilkan satu sisi mengerikannya yang tidak pernah dilihat sang asistennya sebelumnya.


Asisten Maya yang melihat ekspresi atasannya saat ini seketika cukup merinding karena dia melihat satu sisi yang lain dari nona nya tersebut, dia pada akhirnya mengganggukan kepalanya sembari kedudukan tubuhnya, memastikan jika dia akan menyampaikan berita dan menyebarkannya dengan cepat sehingga Tuhan Hartanto akan mengetahui rencana pembangunan mereka yang kini telah berjalan.


Meksipun sebenarnya dia tidak tahu apa yang direncanakan oleh Maya tapi dia yakin gadis tersebut pasti memiliki rencananya sendiri.


*******


Umbrella company,

__ADS_1


Ruang kerja tuan Hertanto.


Laki-laki tersebut menurunkan telepon di genggaman nya, dia mengeratkan rahangnya saat baru saja mendengar kabar yang mengejutkan.


"Jadi pembangunan perusahaan itu miliknya?," tanya laki-laki tersebut sembari menatap lurus kearah depan nya, seorang laki-laki lain duduk di sebuah kursi sofa, bersandar dengan sangat santai seperti tanpa dosa, menyesap minuman yang ada ditangan nya.


"Kau harus bergerak cepat untuk mengeksekusi nya, Hertanto." ucap laki-laki tersebut cepat.


Tuan Hertanto melirik kearah dekat pintu masuk, salah satu orang kepercayaan nya berdiri di sana.


"Hancurkan dan buat dia sengsara dengan keadaan." perintah tuan Hertanto pada laki-laki yang berdiri tersebut.


"baik tuan." laki-laki itu menjawab sambil membungkukkan tubuhnya, bergerak perlahan keluar dari sana.


"Jangan bergerak terlalu lamban, takutnya dia akan mengembangkan perusahaan menjadi lebih besar seperti ayahnya, itu akan membuat mu menyesal, ingat bagaimana ayahnya merampas kebahagiaan kalian, mengambil putri kandung mu dan membuat nya mati tanpa pernah ada mayat nya yang ditemukan hingga hari ini." laki-laki tersebut kembali bicara, mengingatkan tuan Hertanto atas apa yang dilakukan ayah Maya pada masa lalu di keluarga umbrella.


"Dia menculik putri kesayangan mu dan membunuh nya." kembali laki-laki tersebut mengulangi ucapannya.


******


Catatan \= Mak author tetap ngikutin jalur konsep yang diberikan NT sesuai naskah, tapi sumpah ini agak di buat jauh lebih menantang dan bikin penuh plot twist aja kek ciri khas Mak author, sebab kalau alurnya datar kek selama ini entahlah malah terlihat membosankan, bikin diriku yang nulis mumet sendiri Mak🤭🤭🤭.

__ADS_1


__ADS_2