Sejauh Angin Yang Berhembus

Sejauh Angin Yang Berhembus
Apa mungkin itu dia


__ADS_3

pada akhirnya Maya mencoba mengirimkan pesan pada laki-laki one night stand.


Bebek 🦆.


itu adalah nama panggilan untuk laki-laki satu malam nya.


"Katakan pada ku apa kamu memiliki trik untuk membuat direktur Accord setuju meng akuisisi perusahaan? sangat sulit sekali membujuk laki-laki tersebut tanpa tahu apa titik kelemahan nya"


Maya pada akhirnya mengirimkan pesan pada laki-laki itu dengan cepat, dia pikir dia tidak mungkin lagi menunda waktu saat ini untuk bisa melakukan akuisisi bersama direktur Accord, waktu yang terbuang beberapa waktu ini sudah sangat banyak sekali.


Maya menunggu jawaban dari seberang sana cukup lama dengan perasaan cemas dan khawatir berpikir jangan-jangan jika laki-laki itu tidak bisa membantunya.


Mama sukanya tiba-tiba dia mendapat pesan balasan.


"Aku tahu salah satu titik kelemahan nya agar bisa membuat direktur Accord mau menyetujui proses akuisisi diantara kalian, tapi aku tidak bisa membantu secara langsung hanya bisa membimbingmu dari pesan seperti ini"


bebek di seberang sana menjawab seperti itu, seketika membuat Maya langsung melebarkan senyumannya.


tidak peduli bagaimana cara bebek membantunya meskipun tidak secara langsung dan hanya melalui pesan jika itu bisa berhasil membuat dia mengakuisisi perusahaan bersama direktur Accord jelas saja sudah membuat Maya begitu senang.


dia sama sekali tidak memiliki kunci untuk menekan laki-laki tersebut, jadi merasa cukup beruntung karena bebek mau membantunya saat ini.


hingga pada akhirnya sebuah pesan kembali diterimanya.


"Pergilah ke restoran xxxxxxxx, direktur Accord berada disana, dia menunggu mu saat ini"


bayangkan bagaimana ekspresi Maya Sang bebek berkata jika direktur menunggunya saat ini.


Gila, dia bergerak dengan sangat cepat.


Batin gadis tersebut didalam hatinya.

__ADS_1


pada akhirnya tanpa menunggu dua tiga kali maya langsung masak dari posisinya menuju ke restoran yang dimaksud oleh bebek, dia jelas tidak ingin menyia-nyiakan waktunya sedikitpun.


karena dia tidak memiliki kendaraan sendiri selama mendapatkan liburan, mendapatkan taksi secara online.


meskipun memakan sedikit waktu lama pada akhirnya gadis tersebut tiba di restoran xxxxxxxx.


bola matanya mencari sosok direktur Accord saat ini, tapi siapa sangka dari arah belakang tiba-tiba terdengar sebuah suara dan panggilan.


"Apa Anda sudah lama menunggu?"


itu adalah direktur Accord.


Maya juga terkejut rupanya laki-laki itu tidak menunggunya, melainkan baru saja tiba di sana, dia pikir bebek mengatur semuanya dengan sedemikian rupa, agar bukan terkesan dia yang ditunggu melainkan dia yang menunggu direktur Accord.


setidaknya itu menyelamatkan harga dirinya agar tidak terkesan burung di mata laki-laki yang ada di hadapannya itu.


bebek 🦆 cukup bisa di andalkan.


"Aku harap anda belum menikmati makan malam saat ini, tuan"


Maya bicara sambil mengembangkan senyuman nya, memilih duduk disalah satu barisan kursi di sisi kanan mereka.


"Ini pilihan tepat untuk mengisi perut yang lapar"


direktur Accord menjawab dengan cepat.


jawaban laki-laki tersebut menyatakan jika dia sama sekali belum menikmati makan malamnya, itu cukup membuat Maya lega.


gadis itu mengembangkan senyumannya kemudian menarik satu kursi agar laki-laki di hadapannya itu duduk lebih dulu daripada dirinya, dia berusaha berlaku sok-sokan mungkin sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh bebek melalui handphonenya.


tidak lupa Maya menunggu direktur Accord untuk memesan makanannya sesuai kesukaannya, dia pikir sepertinya bebek telah mengatur tempat ini dengan baik karena seolah-olah bebek tahu betul dari direktur Accord itu.

__ADS_1


hingga pada akhirnya mereka memutuskan untuk menikmati makan malam bersama melakukan negosiasi di dalam restoran tersebut.


meskipun tidak dipungkiri negosiasi berjalan sedikit lamban tapi Maya terus melakukan instruksi yang diberikan oleh bebek dari pesan yang dikirimkan oleh laki-laki one night stand nya itu.


"aku cukup memuji caramu dalam bernegosiasi"


tiba-tiba direktur Accord bicara sembari menatap wajah Maya untuk beberapa waktu.


"tiba-tiba saja gaya bernegosiasimu mengingatkanku pada seseorang"


lanjut laki-laki itu lagi.


mendengar ucapan dari laki-laki tersebut seketika membuat Maya mengerutkan keningnya.


"benarkah itu tuan? aku jadi penasaran siapa yang melakukan gaya negosiasi sama persis dengan ku?"


saat Maya menanyakan hal tersebut sebenarnya dia menebang jangan-jangan direktur Accord akan menebak dan menyebut nama si bebek di antara mereka.


namun siapa sangka hal tidak terduga terjadi ketika laki-laki di hadapannya berkata.


"gaya negosiasimu sangat mirip seperti gaya negosiasi memangsa"


Maya yang tadinya melebarkan senyumannya dengan begitu indah seketika langsung terkejut dan membulatkan bola matanya.


"Ya?"


tanya gadis itu dengan tatapan cukup terkejut.


"Siapa? mawangsa?"


gadis itu tercekat dan berpikir, apa mungkin bebek adalah mawangsa.

__ADS_1


__ADS_2