Sejauh Angin Yang Berhembus

Sejauh Angin Yang Berhembus
Mari bertaruh dan melepaskan pakaian kalian


__ADS_3

demi apapun yang awalnya mood booster Maya turun drastis kini tiba-tiba kembali naik saat dia mendapatkan hadiah dari Dave, dimana laki-laki tersebut memberikan dirinya sebuah cincin limit edition yang mampu membuat perempuan manapun melihatnya akan histeris dan jadi gila atas rasa irian luar biasa


Maya buru-buru menggunakan cincin tersebut di jari manisnya dengan perasaan bahagia, tidak ada kebahagiaan lain yang dia rasakan saat ini kecuali ketika dia merasa dihargai oleh Dave dan laki-laki tersebut memberikan nya hadiah yang tidak pernah didapatkan sebelumnya dari seorang mawangsa.


Bagi Maya mawangsa benar-benar tidak berguna dan dia berusaha benar-benar untuk melupakannya saat ini.


ketika Maya menyematkan cincin tersebut di jari manisnya tanpa dia sadari mawangsa menatapnya dengan tatapan sinis dan tidak rela, tidak tahu kenapa tapi rasanya begitu berat.


laki-laki tersebut seolah-olah tidak rela jika ada laki-laki lain yang memberikan cincin kepada Maya, rasanya kepalanya tiba-tiba terasa panas dan mendidih dan dia mengeratkan rahangnya untuk beberapa waktu.


ketika orang-orang melihat Maya menggunakan cincin berlian limit edition tersebut, maka sahabat Shinta mulai membuat desa-desus kembali diantara semua orang.


"bukankah sudah kubilang mereka bercerai karena istri nya berselingkuh di belakang suaminya"


perempuan itu bicara cepat sembari menatap sinis kearah Maya, ekspresi wajahnya benar-benar sangat memuakkan.


"bahkan persoalan selingkuh sudah didengar oleh semua orang hingga masuk ke dalam berita eksklusif di televisi dan juga majalah, itu bener-bener sudah tidak bisa dipungkiri lagi bahkan ditutupi coba lihat sekarang mereka baru saja bercerai tiba-tiba sudah mendapatkan cincin tanda cinta dari selingkuhan nya"


mulut perempuan itu benar-benar tidak bisa dikontrol sama sekali, membuat Tiara merasa benar-benar jijik melihatnya, tapi karena dia pikir tidak ada gunanya untung berkoar-koar saat ini karena dia ikut bahagia Maya mendapatkan cincin yang begitu luar biasa dari kekasihnya atau apapun itu baik selingkuhannya dan lain sebagainya dia tidak peduli, maka Tiara pikir lebih baik dia tidak meladeni perempuan bermulut ember tersebut.


ketika perempuan itu bicara soal selingkuhan seketika Maya melirik ke Mawangsa dengan tatapan yang begitu dingin, dia pikir laki-laki itu jelas tahu alasan mereka bercerai, dan itu terjadi jelas karena mawangsa lah yang lebih dulu berselingkuh dan memiliki perempuan idaman lain.


dia berharap laki-laki tersebut meluruskan soal gosip yang sebenarnya, tapi alih-alih mendapatkan apa yang dia inginkan, laki-laki tersebut sama dingin yang menatap dirinya kemudian malah membuang pandangannya.


Benar-benar laki-laki tidak berguna.


Batin Maya.


dia pada akhirnya kembali menikmati memandangi cincin di jari manisnya, membiarkan mulut perempuan sahabat dari Shinta mengumpat dirinya sembari dia membiarkan sang Tuhan tato menyelesaikan pekerjaannya.


dan benar saja pada hapusan laser terakhir tatonya benar-benar menghilang dari pinggang nya.


Menyesalkah Maya?!.


Tidak.


baginya masa lalu adalah masa lalu bahkan dia tidak mesti mengenalnya kembali meskipun rasanya berat.


tidak berapa lama tiba-tiba Julian di ruang masuk di antara mereka, ekspresi laki-laki tersebut terlihat cukup mengerikan seolah baru saja ada yang mengadukan soal jika ada yang menindas Maya saat ini di dalam ruangan tersebut.


ditambah lagi Julian cukup terkejut saat melihat mawangsa dan Sinta ada bersama Maya.


"Oh my god"

__ADS_1


Julian berusaha untuk tertawa sembari menatap kesal melihat mawangsa dan Shinta.


"apa kalian kemari hanya ingin menindas Maya dan mempermalukan nya?"


Julian bicara sedikit mengintimidasi ke arah mawangsa dan Shinta, dia menatap tidak suka pada kedua orang itu sembari mencoba untuk menahan emosinya.


"aku tidak pernah mengundang kalian berdua ke sini lalu kenapa ada kalian di sini ini adalah pesta ulang tahunku Dan aku ingin bersenang-senang bersama Maya dan teman-temanku"


Oceh Julian dengan perasaan kesal.


bayangkan bagaimana ekspresinya cinta mendengar ucapan Julian, meskipun sebenarnya tidak dipungkiri jika dia memang tidak di undang disana, dia datang karena dia berteman dengan Ayunda dan sama sekali tidak tahu jika yang berulang tahun adalah Julian.


"Yeah mereka cukup menindas Maya kau tahu bahkan dia mengajaknya bertarung dan memaksanya untuk menghapus tato di pinggangnya dan itu terlihat kekanak-kanakan sekali"


Tiara mulai mengeluarkan suaranya, dia menatap sinis kearah Shinta, seolah-olah merasa begitu puas karena bisa mengadu kepada Julian.


"belum lagi mulun sahabat cinta yang bau nya seperti air comberan terus berusaha untuk mengintimidasi Maya ini benar-benar membuatku kesal dan marah"


Lanjut nya lagi.


mendengar Tiara menyebutnya mulut bau seperti comberan jelas saja membuat sahabat Shinta langsung membulatkan bola matanya perempuan itu terlihat menyeram kesal.


"Kau..."


"Kau diam"


"bawa Maya untuk pergi dari sini, Tiara"


dia meminta Tiara agar segera membawa Maya keluar secepatnya dari situ, meskipun ini adalah ulang tahunnya tapi melihat Maya diperlakukan semena-mena dia jelas tidak rela dan bersedia untuk membubarkan acara ulang tahun yang akan diselenggarakan bersama teman-teman lainnya.


"aku tidak suka ada yang mengintimidasi Maya setelah hari ini, jika aku melihatnya aku bersumpah akan memberikan pelajaran kepada siapapun yang berani melakukannya"


Julian berusaha untuk mengingatkan semua orang kemudian dia menatap tajam ke arah mawangsa lantas berpindah ke arah Shinta.


baginya kedua orang tersebut benar-benar tidak mempunyai rasa malu sedikitpun.


"sayang jangan seperti itu, aku sama sekali tidak pernah meng'intimidasi sahabat mu"


tiba-tiba Ayunda mengeluarkan suara nya.


"dan Mari tidak membubarkan pesta ulang tahunnya, kau tahu aku sudah jauh-jauh datang kemari hanya demi untuk merayakan ulang tahunmu bahkan teman-teman yang lain juga di dalam perjalanan menuju kemari"


lanjut perempuan itu lagi.

__ADS_1


"Mari kita bermain kartu dan membuat taruhan, anggaplah ini penebusan dosa karena mereka telah mengintimidasi sahabatmu"


setelah berkata seperti itu Ayunda langsung melirik ke arah Shinta dan sahabatnya.


"jika kamu kalah dalam lima putaran maka kamu harus memberikan uang kepada mereka, tapi jika mereka kalah maka biarkanlah mereka membuka pakaian mereka satu persatu dan keluar dari ruangan ini dengan cara yang cukup memalukan"


Tawar Ayunda kemudian.


mendengar ucapan Ayunda seketika Julian mengembangkan senyumannya.


"Baik"


Shinta dan sahabatnya jelas terkejut, mereka mana rela melakukan taruhan yang cukup tidak masuk akal tersebut.


"Tapi..."


"kau jangan menolaknya kita di sini cukup salah jadi ayo bermain dan lakukan taruhannya"


ucap Ayunda sambil mengedipkan sebelah matanya.


"kenapa kamu harus takut Shinta? kamu adalah pemain kartu yang handal, mengalahkan Julian jelas bukan hal yang berat"


bujuk Ayunda cepat.


Mawangsa terlihat tidak menjawab laki-laki itu hanya diam seribu bahasa.


karena cinta tahu permainan kartunya cukup bagus pada akhirnya dia menyetujui saran dari Ayunda dan yakinkan diri jika dia akan memenangkan pertandingan dan taruhannya.


"Baiklah"


dan pada akhirnya mereka benar-benar melakukan taruhan tersebut dan bermain kartu hingga 5 putaran tanpa henti.


kepercayaan diri Shinta jelas sangat tinggi sekali dan dia meyakinkan diri dia akan memenangkan taruhan tersebut, namun siapa sangka dia hanya menang dua putaran, dan tiga putaran berikutnya dimenangkan oleh Julian.


sejak awal laki-laki itu sudah tahu dia akan memenangkan permainannya, dan sejak awal Julia telah menargetkan cinta agar melepaskan pakaiannya.


Plakkkk.


Laki-laki tersebut melempar kartu terakhirnya.


"Aku memenangkan permainan nya"


ucap laki-laki tersebut sembari mengembangkan senyumannya.

__ADS_1


seketika bisa dilihat ekspresi wajah Shinta, perempuan tersebut memucat dan terlihat gemetaran.


Bagaimana bisa?.


__ADS_2