Sejauh Angin Yang Berhembus

Sejauh Angin Yang Berhembus
Menjebloskan nya ke penjara


__ADS_3

Beberapa security datang dengan keadaan terkejut, menatap Maya dengan perasaan bingung, tidak menyangka mantan ibu mertua akan membuat kekacauan di rumah majikannya. Tadi datang dalam keadaan sopan, bermulut manis berkata ingin mengunjungi mantan menantu nya. Mereka tidak mengerti persoalan perceraian sang nona dan tuan, karena bagi mereka tidak ada peringatan dari Maya sebelumnya.


Setahu mereka meskipun sudah bercerai, tuan Mawangsa pernah kesana dan tidak ada pertengkaran, jadi mereka pikir perceraian mereka berjalan baik-baik saja. Nyatanya wanita yang disebut mantan ibu mertua tidak memiliki isi kepala baik-baik saja. Pagi-pagi membuat kekacauan besar dan membuat Nona mereka marah.


Rasa tidak enak hati menyergap mereka saat Maya terlihat kesal pada mereka dimana di situ pikir bagaimana mereka memasukkan wanita pengecoh tersebut di pagi hari tanpa izin darinya.


"Pe_lacur sialan, kamu tidak mau mengakui perbuatanmu dan kamu memanggil security untuk mengusirku dari sini, kau pikir aku takut dengan caramu ini hah ja_lang?." Nyonya Dina Ali Ali takut didatangi dua security dia malah semakin menjadi-jadi dan semakin memaki Maya sembari jari telunjuknya menunjuk-menunjuk ke arah wajah Maya.


Mungkin Maya sama sekali tidak berniat untuk memperlakukan mantan mertuanya dengan buruk tapi karena dia melihat mantan mertuanya tersebut semakin menjadi-jadi, pada akhirnya dia mengeratkan rahangnya dan berkata pada dua security yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Wanita ini telah membuat kekacauan di pagi hari dan nyaris saja mencelakai ku, ambil rekaman CCTV di rumah ini dan jadikan barang bukti, pastikan kalian masukkan nya ke penjara dan seret dia ke kantor polisi saat ini juga." Kali ini batas kesabaran gadis itu jelas telah menghilang dan dia meminta dua security tersebut menyeret nyonya Dina untuk dijeblosan ke dalam penjara saat ini juga.


"Baik nona."


Pada akhirnya mau tidak mau mereka menyeret wanita itu buru-buru untuk keluar dari sana dan mencoba untuk menghubungi polisi agar wanita tersebut tidak membuang keributan yang besar di tempat itu lagi dan memberikan sedikit pelajaran agar wanita itu cukup tahu diri dengan posisinya.


"Oh ya ampun."


"Brengsek, hei kalian sialan, berapa kalian digaji oleh perempuan sialan ini hah?, lepaskan aku sekarang juga dan aku akan memberikan kalian uang biar aku menghajar dia lebih dulu kemudian aku ingin membuat dia babak belur karena dia telah memperlakukan salah menantuku dengan sangat buruk."

__ADS_1


Sungguh wanita tersebut sangat tidak tahu malu, membuat kekacauan di pagi hari, memaki dalam keadaan tidak jelas dan bahkan dia merasa dirinya benar sendiri dan kini dia mencoba untuk melepaskan diri dari para sekuriti tersebut di mana dia masih ingin menghajar Maya saat ini juga.


Maya hanya bisa mendengar dan menatap tidak percaya ke arah nyonya Dina, dia pikir wanita tersebut sangat luar biasa.


"Kakak kenapa kakak melakukan ini?, jangan jebloskan ibu ke penjara." Elsa jelas saja begitu panik dia bertanya kepada Maya kenapa dia ingin menjebloskan ibunya ke penjara karena itu rasanya sangat buruk sekali.


"Apa kamu tidak lihat bagaimana ibumu ingin membahayakan nyawaku saat ini?, dia bahkan barusan berkata ingin menghajarku apa kau tidak lihat itu?, aku pikir jika posisiku berganti menjadi dirimu, kau pasti akan melakukan hal yang sama juga bukan, Elsa?." Maya jelas aja langsung menjawab ucapan dari Elsa sembari menaikkan ujung alisnya, dia pikir jelas saja dia bukannya tega tapi nyonya Dina sendiri yang sangat keterlaluan dan tidak ber'prikemanusiaan.


Elsa jelas saja kehilangan kata-katanya dia tidak tahu harus berkata apa, membiarkan para security menyerang ibunya dan membawanya ke kantor polisi.

__ADS_1


*****


__ADS_2