Sejauh Angin Yang Berhembus

Sejauh Angin Yang Berhembus
Dulu pernah mencintai nya


__ADS_3

Barisan para wartawan mulai berkumpul dan menanyakan tentang berbagai macam hubungan segitiga dan juga penipuan publik 6 tahun yang lalu, yang menyatakan jika Maya adalah orang ketiga yang merusak hubungan percintaan antara Mawangsa dan Shinta.


Maya dengan cara yang anggun dan begitu cantik serta sangat penuh dengan kewibawaan mulai menjawab satu persatu pertanyaan dari para wartawan.


"Apakah benar anda jatuh cinta pada Mawangsa dan anda memaksa laki-laki tersebut untuk menikahi anda?," salah satu wartawan bertanya langsung pada pokok persoalan dan inti dari semua gosip yang beredar.


"Yah itu benar," Maya menjawab dengan cara yang begitu tenang.


Memangsa diseberang sana jelas saja terkejut dan mengerikan keningnya saat dia mendengar jawaban dari Maya.


Shinta terlihat menaikkan ujung bibir ya dan dia mengejek berkata di dalam hatinya jika Maya benar-benar ingin cari mati karena membuka aibnya sendiri.


"Kenapa anda melakukan hal seperti itu bukankah itu cukup memalukan?," wartawan terus bertanya dengan rasa penasaran yang tinggi.


"itu karena aku mencintainya, aku mencintai Mawangsa pada masa itu dengan segenap hatiku dan tidak pernah mencintai siapapun,"


Bayangkan bagaimana ekspresi Mawangsa mendengar jawaban dari Maya di depan layar televisinya, cukup tidak menyangka jika Maya akan berterus terang soal hatinya dan tanpa mau menutup menutupi tentang perasaan cintanya di depan umum bahkan dalam siaran langsung yang ditonton oleh jutaan umat manusia. Dan bohong jika jantung memangsa baik-baik saja saat mendengar pernyataan Maya


"tapi aku katakan itu adalah dulu, aku memang sangat mencintainya, namun kini sayangnya perasaan itu telah musnah, seperti serpihan bubuk bunga yang telah menghilang diterpa angin juga telah hancur seperti kaca yang telah retak berkeping-keping karena terjatuh dari lantai atas menuju ke lantai bawah, sedikitpun tidak tersisa perasaan cinta di masa lalu di dalam hatiku untuk Mawangsa." ucap Maya dengan tegas.


Dan Mawangsa yang mendengar ucapan Maya seketika merasa lemas dia merasa kakinya tidak sanggup berpijak pada bumi dan seketika detak jantungnya seolah-olah berhenti.


"bagiku air ludah yang telah kau buat tidak mungkin ku jilat kembali, aku tidak lagi mencintainya dan perasaanku ada untuk orang lain," lanjut Maya lagi.


"kesalahanku mencintai di masa lalu karena aku tidak pernah tahu jika Shinta juga mencintai mantan suamiku, karena saat itu aku pernah bertanya padanya apakah dia mencintai Mawangsa, dia berkata jika dia menganggap laki-laki itu seperti kakak laki-lakinya sendiri, karena itu aku berani maju melangkah untuk mendapatkan Mawangsa, tapi seandainya sejak awal Shinta bicara jujur padaku, aku jelas masih memiliki hati dan tidak akan pernah belaka maju untuk melakukan hal tersebut menyatakan pada Mawangsa dan meminta Mawangsa menikahi ku, aku rasa aku belum terlalu gila untuk melakukannya, Shinta berkata dia sama sekali tidak pernah mencintai Mawangsa, bahkan aku tidak pernah tahu mereka berpacaran."


Dan percayalah apa yang diucapkan Maya membuat Mawangsa terkejut setengah mati, laki-laki tersebut terkejut jika Shinta tidak pernah membuka hubungan nya dengan Maya, tidak pernah bercerita soal mereka berpacaran dan bahkan bagaimana bisa Shinta menganggap nya kakak laki-laki. Mawangsa jelas mengerinyitkan keningnya. dia pikir ada banyak sekali hal-hal di dalam diri cinta yang tidak dia ketahui selama ini.


Mawangsa terlihat menggenggam erat telapak tangannya.


"Pada masa itu saat Shinta mengalami kecelakaan aku menyelamatkan nyawanya dan mungkin kesalahanku adalah memanfaatkan keadaan meminta mawangsa menikahiku karena satu-satunya orang yang bisa menyelamatkan Shinta pada masa itu adalah aku, aku benar-benar menyesali nya." kembali Maya bicara.


Elsa di seberang sana ikut menonton, merasa terkejut dengan pernyataan Maya, baru tahu bagaimana sisi Maya dimasa lalu, dia pikir Maya mengkhianati teman nya sendiri dan menikam Shinta, siapa sangka Shinta yang memberikan jalan sendiri dan berbohong pada Maya soal hubungan nya dengan Mawangsa. dia membenci Maya karena kebohongan Shinta.


"6 tahun pernikahan kami semua tidak berjalan baik-baik saja dan bahkan aku tidak mampu menghangatkan perasaannya juga tidak mampu membuatnya jatuh cinta padaku, aku bahkan menyesalinya saat ini karena menghabiskan masa mudaku untuk mencintai laki-laki yang tidak pernah mencintaiku, aku yang terlalu naif dan bodoh juga terlalu percaya cinta akan berubah seiring berjalannya waktu. tapi ini semua bukan semata-mata karena kesalahanku seharusnya sejak awal Mawangsa berkata jika dia tidak mencintaiku, cukup katakan padaku jika dia tidak bersedia hidup bersamaku dan menikah denganku, aku merasa juga dimanfaatkan dan menjadi korban di sini di mana aku dimanfaatkan untuk menyelamatkan Shinta kemudian aku dinikahi tanpa cinta bahkan diperlakukan dengan buruk selama 6 tahun lamanya." Ucap Maya lagi kemudian.


percayalah begitu konferensi pers terjadi seketika komentar para publik berkata jika Mawangsa laki-laki penipu, dia jelas bukan laki-laki tegas juga bukan laki-laki yang patut diperjuangkan, Mawangsa jelas merupakan laki-laki paling buruk di dunia bagi para netizen.


Shinta yang melihat komentar para netizen jelas kesal dimana saat ini orang-orang lebih membela Maya ketimbang dirinya atau Mawangsa, realitanya dia tahu Mawangsa kini begitu mencintai Maya, bahkan jika Mawangsa tahu Maya adalah sahabat pena nya, bisa dipastikan rasa cinta laki-laki tersebut bisa berkali-kali lipat lebih menggebu-gebu daripada saat ini. dimasa lalu dialah yang menggunakan identitas Maya untuk menipu Mawangsa.


Heru di ujung sana bahkan menyetujui komentar para netizen, dia setuju Mawangsa memang tidak pernah pantas untuk Maya.


Mawangsa Telihan memejamkan bola matanya, sangat menyesal karena dia sadar dia merupakan laki-laki yang buruk dan memang dia kini tidak pantas lagi mendapatkan cinta dari Maya, dia terlalu terlambat menyadari tentang kebaikan gadis tersebut dan juga ketulusan cinta Maya di masa.


"Sebelum bercerai Mawangsa dan Shinta telah menjalin hubungan bersama, mereka berselingkuh hingga akhirnya kami bercerai, aku pikir ini sudah cukup sepadan untuk kami." terdengar kembali suara Maya di depan layar televisi.


"Bahkan saat Shinta belum sadarkan diri, Mawangsa setiap hari selalu pergi dan datang ke rumah sakit untuk merawat calon istrinya tersebut, bahkan aku diusir dari rumah sebelum perceraian kami dan aku pikir itu sudah cukup sangat sepadan sekali untuk membalas kebodohanku karena mencintaimu memang dan maafkan aku atas kesalahanku karena tidak pernah tahu tentang perasaan orang lain sebelum jatuh cinta pada laki-laki yang aku cintai di masa lalu."


Seketika para wartawan terdiam, mereka cukup kehilangan kata-kata saat mendengar apa yang diucapkan oleh gadis di hadapan mereka tersebut.


"Dan Windi, aku akan menuntutnya karena tuduhan palsu penyebaran berita palsu dan juga telah membuat malu namaku juga keluargaku, karena itu aku tidak akan pernah mencabut tuntutannya dan akan terus mengurangi informasi siapa saja yang terlibat dalam menyebarkan gosip murahan tentang diriku dan hubungan kami bertiga." Itu adalah kalimat penutup yang diberikan oleh Maya.


Shinta jelas terlihat gemetaran dia mencoba berpegang pada sisi kursi di mana dia berada saat ini, dia pikir rencana menyerang Maya benar-benar gagal total.


*******


Catatan \=


Mak yang mau baca kisah lain sudah end tapi full phanas šŸ”„ ingat yg belum cukup u'mur minggat 🤭🤭🤭 coba kesini Mak ya ingat sudah end di 3 musim.



******


"Daddy...."


Seketika bola mata indah itu terbuka saat sebuah teriakan panjang di pagi hari cukup membuat terkejut Aland, setelah hampir 4 tahun tidak kembali ke Indonesia, meninggalkan sang putri sendirian bersama pelayan wanita kepercayaan, akhirnya Aland kembali juga malam tadi.


Dia bahkan belum juga melihat wajah putri nya selama 4 tahun ini, bahkan enggan melihat foto apalagi melakukan Vidio panggilan bersama, mereka hanya melakukan panggilan melalui telpon biasa, memberikan semua kebutuhan sang putri tanpa kekurangan sedikit pun selama ini.


Sebab dendam dimasa lalu nya jelas masih membenam di hati nya, dia hanya enggan menambah dendam jika melihat wajah yang sama itu lagi nanti.


17 tahun bukan waktu sebentar untuk memendam dendam yang terus membara, bahkan harus merawat putri nya dengan rasa yang bercampur aduk menjadi satu. dia mengurus bocah itu sejak usia 5 tahun hingga 12 tahun dengan perasaan yang sulit dijelaskan, wajah sang ibu jelas mendominasi perasaan nya hingga acapkali dia berlaku kasar pada gadis itu dulu.


Karena itu ketakutan yang luar biasa dalam penyiksaan yang tidak masuk akal hingga membuat gadis itu acapkali menangis karena. mendapatkan pukulan dari nya, pindah dari Indonesia selama 4 tahun, menetap di Manhattan dan mengurus perusahaan disana adalah pilihan paling bijaksana menurut Aland.


Aland laki-laki dewasa berusia 37 tahun itu pada akhirnya lebih memilih tidak menikah dari pada kembali terluka seperti dimasa lalunya. Memilih hubungan percin..taan dengan perempuan bayaran ketimbang mengikat tali per..cintaan yang mengerikan.


Hati nya telah mati dan dipenuhi kebencian pada masa lalu nya, dan kegilaan yang terjadi kini, Aland berencana membalaskan dendam sangĀ  ibu kepada putri kesayangannya setelah dia dewasa.


"Kau gila"


kalimat itu yang selalu di ucapkan Farhan pada nya.


"Yeah anggap saja aku sudah gila"


"Daddy .."


Tanpa mengetuk pintu, tiba-tiba seorang gadis berpakaian seragam SMA menyeruak masuk ke dalam kamar dan secepat kilat menyambar tubuh Aland.


"Daddy"


Tawa bahagia jelas terpancar diwajah gadis itu, Aland Seketika membeku, 4 tahun meninggal kan gadis itu, kini gadis itu benar-benar Tumbuh kembang secara luar biasa.


Wajah dewasa, indah, cantik, dengan tubuh penuh berisi dari atas hingga ke bawah.


Oh damn it, Seketika dibawah sana bergejolakĀ  tidak karuan, meronta-ronta dalam keadaan tidak menentu, apalagi ketika gadis itu memeluknya dengan erat, mencium seluruh bagian wajahnya berkali-kali.


"Ailee"


teriak Aland kesal


"Daddy"


kali ini Ailee yang berteriak kesal.


"4 tahun begitu lama, membuat aku begitu merindukan Daddy"


seketika bola matanya berair dan sepersekian detik kemudian air mata itu tumpah tidak karuanan.


"Aku sangat merindukan mu Daddy, apa Daddy tidak merindukan ku sama sekali?"


tangis nya terus pecah, dia terisak di balik dada bidang Aland.


"Kenapa Daddy begitu jahat pada ku?"


oh tuhan.


Pada akhirnya gadis itu sama sekali tidak mau beranjak dari kamarnya, memilih tidak sekolah bahkan terus menempel di samping nya.


"Kau Kan kembali meninggalkan ku bukan?"


jelas saja Ailee menatap curiga ke arah Alan, dulu sejak kecil mulai usia 7 tahun hingga SMP kelas 1 Aland acapkali membohongi diri nya, berkata pergi sebentar rupa-rupa nya menghilang selama 6 bulan hingga 1 tahun, menitipkan dirinya pada bibi pelayan rumah dan mang Rahman,kembali ke rumah hanya beberapa Minggu saja.


Dan puncaknya jelas saja saat dia kelas 2 SMP Aland lagi-lagi membohongi dirinya, berkata pergi sebentar tahu-tahu menghilang selama 4 tahun, tidak ada kontak-kontak Vidio call, tidak pernah pulang, hanya telpon bik Sumi menanyakan keadaan nya,tiap dia ingin bicara Aland selalu langsung mematikan panggilan nya.


Kali ini dia tidak akan tertipu, dia harus memiliki sejuta trik untuk bisa membuat Daddy nya agar tetap tinggal di rumah.


Menyembunyikan Pasport nya dan...


"Mulai hari ini, aku akan tinggal di kamar Daddy"


seketika bola mata Aland membulat, dia jelas saja melotot kaget.


"Apa?"


Secepat kilat seluruh barang-barang milik Ailee benar-benar telah berpindah kekamar nya.


"Ailee.."


"Aku tidak akan tertipu lagi kali ini"


Ailee bicara sambil mengedipkan sebelah matanya.


Oh damn it


*******


Ailee terus bernyanyi bahagia sejak pagi, memutar tubuhnya berkali-kali saking senangnya. Sang Daddy benar-benar kembali. Rasa rindu yang membuncah jelas terlihat menggebu-gebu bahkan Ailee terus memeluk dan mencium Daddy nya dengan penuh kebahagiaan.


Ailee tampak berfikir apa yang harus dia masak untuk maka malam, sang bibi pelayan rumah sudah kembali ke rumah belakang yang terletak di mansion belakang, Ailee jelas-jelas sengaja ingin agar dirinya yang membuat semua menu makan malam sang Daddy.


"Ahhh"


seketika Ailee mendapatkan ide, sup daging merupakan makanan favorit sang Daddy.


Secepat kilat Ailee meng'eksekusi seluruh bahan dan perlengkapan untuk membuat sup daging kesukaan sang daddy


dan hasil akhir pasti tidak mengecewakan


Taraaaa....


Ailee Terus memperhatikan Daddy nya yang tengah makan di depannya, Sesekali jantung nya berdetak begitu kencang, takut-takut kalau masakannya tidak enak dan membuat kecewa sang Daddy.


"Bagaimana?"


ailee bertanya setelah Aland menghabiskan makan malam nya.


Sejenak Aland menarik pelan nafasnya, dengan perasaan enggan menjawab.


"Lumanyan"


seketika wajah aile tertekuk sempurna


lumanyan...!!!

__ADS_1


hmmm


dia menghela pelan nafasnya, membereskan semua sisa makanan dan mulai mencuci semua piring serta mangkok berkas mereka makan.


Tanpa bicara apa-apa sang Daddy langsung melesat naik ke atas, menuju ke kamarnya. Ailee melirik sejenak langkah kaki daddynya kemudian kembali menarik nafasnya.


Sejak kecil Daddy nya selalu bersikap dingin padanya, padahal Daddy sahabat-sahabatnya begitu hangat dan baik kepada mereka,acapkali Ailee iri kepada mereka, karena dikaruniai seorang Daddy yang luar biasa hangat, jauh berbeda dengan Daddy ailee.


Padahal jelas-jelas Ailee buruh perhatian dan cinta dari Daddy nya, karena sejak kecil dia sama sekali tidak tahu siapa mommy nya.


Bibi Sumi bilang jika mommy nya orang Indonesia asli, sedang kan Daddy nya laki-laki keturunan Eropa+timur tengah, tidak heran Ailee memiliki kulit dan wajah ke bule-bule'an.


Tapi... yang membuat Ailee acapkali bingung, kenapa perlakuan Daddy nya disaat dia kecil selalu saja kasar dan acapkali sering memukul nya tanpa alasan yang jelas.


Kadang dia bertanya-tanya didalam hati apakah Daddy nya membenci kelahiran nya? hingga membuat sang mommy meninggal setelah melahirkan diri nya!. karena itu Daddy begitu Jijik pada nya sejak dulu.


Mungkin saat dia masih kecil dia hanya akan diam dan memaklumi, menangis terisak sambil mengurungi diri dikamar, tapi kali ini Ailee bersumpah akan membuat Daddy bangga dan sayang pada nya dengan cara apapun itu hingga bisa membuang seluruh kebencian Daddy nya terhadap diri nya.


Setelah membereskan semua sisa makanan, mencuci piring dan Merapikan meja makan, secepat kilat Ailee langsung ikut naik ke atas menuju ke kamar Daddy nya.


Aland jelas masih sibuk dengan pekerjaan nya, mengecek beberapa laporan pekerjaan di laktopnya tanpa berniat menoleh ke arah Ailee.


Ailee tampak merengut,langsung mengganti pakaian tidurnya tepat disamping daddynya.


"Apa yang kamu lakukan?"


Aland jelas terkejut, melihat Ailee membuka pakaian nya dihadapan nya, hanya menyisakan tank top dan celana ketat sepaha nya.


"Tentu saja ganti pakaian"


sungut Ailee kesal, langsung memakai kamisol miliknya.


Aland langsung memijat kepalanya yang tiba-tiba berdenyut kencang.


Ailee masih dengan perasaan dongkol langsung menjauh kemudian langsung naik ke atas kasur membaringkan tubuhnya kemudian beranjak untuk tidur.


Beberapa waktu kemudian setelah yakin Ailee terlelap, Aland langsung menutup semua pekerjaan nya, mematikan lampu kamar mereka hingga menyisakan lampu remang di atas kepala ranjang, kemudian aland ikut naik ke atas kasur, merapatkan tubuhnya ke Ailee.


sejenak laki-laki itu menatap wajah Ailee penuh seringai kejam, sesaat dia mencium bibir gadis itu dan menyesap nya begitu dalam.


"Berapa bulan lagi 17 tahun baby? Daddy masih menunggu waktunya"


bisiknya kemudian, lantas Aland segera memejamkan matanya, ikut terlelap di samping Ailee.


******


Saat terbangun dari tidurnya Ailee merasa ada yang aneh pada dada dan bibirnya, setelah selesai dengan sesi mandinya dia menatap dirinya dihadapan kaca besar yang ada dikamar mandi beberapa waktu sambil berusaha berfikir.


Kenapa tiba-tiba di atas dadanya terdapat tanda merah dan bibir nya terasa sedikit membengkak.


"Hmmm"


Ailee berusaha untuk mengingat-ingat apa yang terjadi, tapi karena dia type gadis yang kalau tidur nya tidur mati, jelas saja sulit sekali untuk nya mengingat apa yang terjadi.


"Daddy, ini aneh"


ucap Ailee cepat sesaat setelah keluar dari kamar mandi, dia masih menggunakan handuk nya, mendekati Aland sambil memperlihatkan tanda yang ada di atas dadanya.


"Kenapa tiba-tiba dada ku memerah?"


tanya nya pada sang Daddy dengan begitu polos, masih mengerutkan dahinya dengan ekspresi yang begitu bingung.


Aland langsung menoleh sesaat setelah mengancingkan seluruh kancing kemejanya.


"Ada apa?"


"Apa ada serangga di kamar Daddy?"


Ailee terus mengerutkan dahinya


"Yang ini?"


tiba-tiba Aland menyentuh lembut dada Ailee, entah kenapa Ailee merasakan hal yang aneh, seketika sebuah aliran listrik menyerang tubuhnya, tiba-tiba Ailee meremang dan merasa jantungnya berdetak kencang tiba-tiba.


Dulu saat Daddy nya menyentuh Dirinya Ailee merasa biasa-biasa saja, kenapa rasanya jadi aneh?


"Mungkin serangga yang nakal"


ucap Aland dengan pandangan mata yang sulit di artikan, bicara sambil mengelus pelan dadanya, kemudian langsung membalikkan kembali tubuhnya


"bik Sumi akan membersihkan kasurnya"


lanjut Daddy nya


Ailee hanya mengangguk pelan sambil menyentuh dada nya yang tiba-tiba terasa meremang.


******


Hari ini untuk pertama kalinya sang Daddy mengantar dan menjemput dirinya ke sekolah, ailee jelas merasa bahagia saat Aland dengan sigap mengantarkan dirinya tanpa bertanya lebih dulu.


Semua saat ini terasa begitu sempurna, kebahagiaan Ailee jelas bertalu-talu dan menggebu, dia jelas merasa bahagia sekali.


"Dia Daddy mu?"


saat vio menanyakan nya jelas saja Ailee mengangguk mantap sambil tersenyum sumringah.


"Ganteng banget Ailee, nggak salah dia Daddy kamu?"


Mina bertanya antusias, menggenggam erat tangan Ailee.


"Nggak"


"Aku jadi istri Daddy kamu mau kok, itu muka kok sesempurna itu"


Lea bicara sambil mengedip-ngedipkan matanya.


"Apaan sih Lea"


sungut Ailee kesal.


"Di atas kasur pasti keren banget"


Mina menimpali.


iwhhh menjijikkan, Mina dan lea benar-benar temannya yang mengerikan, di usia masih muda otaknya jelas sudah diracuni oleh fikiran me..sum yang men..jijikkan. Sejak Mina pacaran dengan Yuda dan Lea pacaran dengan Rangga, otak 2 sahabatnya itu jadi sengklek.


Rangga jelas terkenal dengan julukan Casanova, laki-laki itu bahkan katanya sering pacaran dengan janda, Ailee acapkali berfikir, mungkinkah Lea sudah tidak pera..wan lagi selama pacaran dengan Rangga?.


kalau Mina begitu suka baca novel dan nonton film yang rate 21, jelas membuat dirinya dan vio acapkali menggeleng-gelengkan kepala mereka, otak Mina jelas berisi hal-hal mengerikan soal se..x dan laki-laki CEO.


"menjijikkan ih, jangan mikir macam-macam soal Daddy ku"


sungut Ailee kesal.


dia fikir bagaiamana bisa teman-teman bicara hal jorok seperti itu pada dirinya


*********


Seketika kemarahan sang Daddy memuncak ketika melihat seorang laki-laki mencium puncak kepala nya disaat Daddy nya menjemput Ailee di depan gerbang depan pintu sekolah.


Aland jelas-jelas mengamuk, menarik tangan nya dengan paksa dan menghempaskan tubuhnya dengan kasar ke atas mobil.


Ailee jelas gemetaran, dulu Daddy nya tiap kali marah saat dia masih disekolah dasar jelas-jelas akan memukulnya dengan cara yang brutal, dia fikir apakah sejarah kemarin akan terulang kembali?


rasa nya jelas begitu perih ketika ikat pinggang Daddy nya menghantam seluruh tubuhnya dulu.


"Siapa anak itu? pacar kamu huh?"


Daddy bicara sambil membentak, Daddy nya bertanya dengan amarah yang jelas membuncah, pedal gas mobil yang Daddy nya injak pun menggila.


Ailee menggeleng cepat


"Bukan Daddy, dia teman satu kelas, aku juga tidak tahu kenapa dia tiba-tiba mencium ku"


Ailee bicara sambil menangis terisak, menatap daddynya penuh ketakutan.


"Berhenti membohongi Daddy, kau fikir Daddy anak kecil huh?"


"Ailee tidak berbohong Daddy"


Ailee terus menggeleng-geleng kan kepalanya penuh dengan keyakinan


Dan ketika tiba di rumah, Daddy nya dengan cara yang kasar menyeret tubuhnya agar segera naik ke kamar atas, bik Sumi yang melihat itu jelas saja terkejut bukan main.


"Tuan..tuan...apa yang terjadi?"


"Dia sudah berani menggoda laki-laki diluaran sana"


"Tidak Daddy, aku tidak menggodanya"


Ailee berteriak histeris


jelas saja dia tidak pernah melakukan nya, hiden tiba-tiba datang memeluknya dan mencium puncak kepalanya tanpa pemberitahuan lebih dulu, seluruh sekolah tahu laki-laki itu menyukai dirinya, tapi jelas-jelas Ailee tidak menyukai laki-laki itu sejak dulu.


"Daddy bisa tanyakan pada vio, aku tidak pernah menggoda siapapun Daddy"


Ailee jelas menangis histeris, apalagi saat sang Daddy menghempaskan tubuhnya ke atas kasur dengan kasar lantas mengurung nya didalam kamar dengan cara mengunci pintu dari dalam.


Ailee tahu sekuat tenaga dia berteriak, ruangan ini jelas tidak akan mampu mengeluarkan suara apapun, karena kamar Daddy nya sudah ter setting sedemikian rupa dengan kaca dan dinding kedap suara.


"Awasi dia bik, kalau dia mencoba untuk keluar kemana-mana dengan akal licik nya, akan aku pastikan dia dan bibi menerima hukuman luar biasa"


bik Sumi tampak diam, hanya bisa meneguk ludahnya, dia fikir penyakit gila tuan nya kembali mendominasi.


"Non non apa lagi yang sudah nona lakukan"

__ADS_1


desah bik Sumi pelan seketika saat Aland meninggalkan dirinya, menuju ke arah mobilnya lantas melesat pergi entah kemana.


********


Bang..sat...!!!


umpat Aland kesal saat dia masuk ke rumah Farhan


laki-laki itu tampak menaikkan alisnya.


"Very bad, sesuatu yang jelek terjadi?"


tanya Farhan sambil menuangkan segelas wine kemudian menyerahkan minuman itu ke pada Aland.


"Dia sudah berani menggoda laki-laki sekarang, persis seperti ibu nya, pe..lacur..!"


Farhan terkekeh kemudian meneguk cepat wine miliknya.


"itu kemarahan atau kecemburuan?"


"Shut up man, jangan membuat ku semakin marah"


Aland bicara sambil ikut meneguk wine miliknya


"Oh ayolah all, Jangan terlalu terbebani oleh gadis kecil itu"


"Aku benar-benar menghabisi nya ketika dia cukup berusia 17 tahun, itu masih beberapa bulan lagi"


Aland Manarik kesal nafasnya.


"Kalau begitu, sembari menunggu mari kita bersenang-senang dulu malam ini"


ucap Farhan cepat, kemudian dia membuka tirai kaca besar yang ada dihadapan mereka dengan sebuah remote control yang ada di tangan nya, secara berlahan tirai terbuka, sebuah pemandangan luar biasa terlihat disana, sebuah ruangan penuh dengan perempuan dengan suasana temaran dan lampu kelap-kelip diskotik mendominasi.


Yang jelas dari dalam sana tidak bisa melihat mereka, tapi Aland dan FarhanĀ  jelas bisa melihat semua orang disana.


"Kau suka yang mana?"


bisik Farhan sambil menaikkan sebelah alisnya


"Barang baru, yang bisa memuaskan ku"


Farhan tertawa terbahak-bahak


"like you want, just one night stand "


Farhan berdiri cepat, kemudian bola mata nya melirik ke arah seorang perempuan berusia 21 tahunan"


"21 tahun, lincah di atas kasur, sangat liar, pemain handal, kau akan me..nge..rang sempurna bersama dengan nya"


kekeh Farhan


seketika Alan menaikkan ujung bibirnya, menatap liar ke arah perempuan yang di maksud, perempuan itu sibuk bercanda bersama teman-teman nya sambil meminum winski miliknya.


"Aku menunggu nya di tempat biasa"


setelah berkata begitu, Aland beranjak dari duduknya, melangkah pergi menjauhi Farhan.


seperti biasa, just one night stand.


Ailee wait me baby, seperti sumpah dan janji ku pada mu dulu.


"Daddy akan mengambil hak ini disaat kau berusia 17 tahun nanti"


Aland bicara dimasa laku sambil menyentuh bagian bawah Ailee, gadis itu jelas masih berusia 7 tahun saat itu.


"Why Daddy?"


"Karena kau harus membalas seluruh jasa-jasa ku juga perbuatan mommy mu"


Bola mata indah itu menatap Aland dengan pandangan tidak mengerti.


******


Bik sumi menatap panik ke arah Aland ketik laki-laki itu datang langsung memarkirkan mobilnya, masuk ke rumah lantas melesat naik langsung ke atas, membuka pintu kamar dengan gerakan cepat dan panik.


"Tuan semalam kemana?"


bik Sumi menangis panik, mengikuti langkah Aland dengan perasaan bercampur aduk jadi satu. Ailee jelas sejak siang kemarin belum makan, kunci kamar Aland yang membawanya, ingin naik dari arah depan tidak tahu menggunakan apa. bik Sumi tahu pasti hal buruk terjadi pada putri laki-laki itu.


Tubuh Ailee jelas sudah tergeletak lemas di kasur, wajah nya memucat,lemas bahkan tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.


"Ailee, Ailee"


Aland berusaha menepuk-nepuk wajah Ailee, jelas kepanikan terpancar di raut wajahnya.


"Hubungi dokter Edo"


seketika bik Sumi langsung melesat turun ke bawah, mencoba menghubungi dokter pribadi tuannya.


********


"Dia mengalami dehidrasi"


dokter Edo berkata cepat setelah selesai memeriksa kondisi ailee, mm menatap Aland sambil menggeleng tidak percaya.


"Dia masih anak-anak, kau terlalu kejam pada putri mu sendiri"


"yeah"


Aland bicara sambil mengangkat bahunya.


"Dia harus tahan banting agar bisa tumbuh lebih cepat"


"Aland, usianya belum 17 tahun"


dokter Edo bicara sambil menghela kasar nafasnya.


"Karena itu dia harus mempersiapkan semuanya ketika dia berusia 17 tahun"


sungut Aland kesal


"Kau gila"


"Bisa jadi"


"Dia putri mu"


"Tapi tidak untuk ku"


Seketika dokter Edo memijat kepalanya yang tidak sakit.


"Kau benar-benar harus ke rumah sakit jiwa Aland, kau Benar-benar akan melakukan nya pada gadis sekecil itu?"


dokter Edo mendorong tubuh Aland ke luar, bicara berbisik Takut jika-jika Ailee mendengar nya.


"Dia sudah tahu sebelum nya"


"Kau bicara pada nya di masa anak-anak nya dulu Aland, memori anak-anak di usia segitu jelas menghilang seiring berjalannya waktu, bagi nya kau adalah ayahnya, bagaimana mungkin kamu berfikir hingga sejauh itu?"


Edo berusaha mengingat kan Alan atas kegilaannya


"Apa kau suka dengan dia huh?"


"Bukan masalah suka atau tidak, apa yang akan Ailee fikirkan? ayah nya sudah berani berbuat hal gila pada nya, lebih tepatnya ayah nya akan memperkosa nya"


seketika Aland tertawa terkekeh, tampak gurat kebahagiaan di wajahnya.


"Aku akan lihat betapa tersiksanya dia dan ibu nya, karena dulu telah mengkhianati aku begitu saja"


Edo jelas-jelas bertambah kesal.


"Tapi putri nya tidak melakukan kesalahan-kesalahan dimasa lalu, dia tidak berdosa Aland"


Seketika Aland menaikkan sudut bibirnya, menatap tajam bola mata dokter Edo.


"Lau siapa yang salah? aku begitu? lalu siapa yang berdosa? aku juga?"


"Bukan begitu maksud ku"


"Kau lupa bagaimana ibunya menjatuhkan diri ku? mengkhianati aku? kemudian menangis merengek dibawah kaki ku menjelang kematian nya? mempercayakan aku soal Ailee? lalu siapa yang pantas di sebut gila setelah semua keadaan?"


Aland jelas menjadi berang


"Bahkan induk perusahaan ku hancur karena perempuan sialan itu, apa aku bisa memaafkan Ailee atas segala hal yang telah terjadi?"


Seketika dokter Edo terdiam, dia menelan kasar salivanya.


Yah dia tahu sejarah masa lalu sahabat nya itu begitu kelam dan mengerikan, tapi bukan berarti harus memperlakukan putri nya seperti itu.


"Dia pasti akan kecewa pada mu Aland, dia akan bersedih dengan kehancuran nya"


Aland mendekat kan wajahnya ke arah dokter Edo, dia berbisik pelan.


"Aku memang sedang menunggu kehancuran nya, aku ingin melihat air mata itu tumpah, aku menunggu Kakak ibunya itu datang untuk memohon belas kasih ku agar melepaskan keponakan nya itu ketika saat nya tiba"


Dokter Edo hanya bisa menggeleng-geleng kan kepalanya, menatap nanar wajah sahabatnya itu.


"Kau benar-benat berubah Aland"


"Waktu dan keadaan selalu mengubah seseorang"


Jelas saja Sejumput kekhawatiran dan kecemasan menghantam perasaan dokter Edo, jelas-jelas masa Depan anak itu akan hilang begitu saja ditangan laki-laki pendendam dan dingin seperti Aland.


Ailee benar-benar hanya dijadikan umpat juga pe'muas naf'su sang Daddy nya semata pada akhirnya.

__ADS_1


__ADS_2