Sejauh Angin Yang Berhembus

Sejauh Angin Yang Berhembus
Benar-benar mendepaknya turun


__ADS_3

Rumah sakit xxxxxxx,


Pemeriksaan rutin atas kaki Maya.


"Aku cukup terkejut saat mengetahui kenyataan bahwa kamu benar-benar mendepak Ayunda dan keluarganya dari kehidupan nyaman mereka." Heru bicara cepat ke arah Maya di mana hari ini pada akhirnya berita tentang keluarga Ayunda benar-benar pecah.


Hal yang berada di luar ekspektasinya terjadi di kala keluarga Ayunda benar-benar mendapatkan batu genjeran atas tindakan Ayunda di mana ayahnya dipenjara dan seluruh anggota keluarganya diperiksa saat ini. Bahkan keluarga Ayunda dicurigai melakukan kegiatan atau aksi pencurian dan pencucian dana serta uang dari pekerjaan ayahnya tersebut, berita itu benar-benar sangat menarik perhatian publik sejak semalam hingga pada akhirnya pecah di pagi hari ini dan terus bergulir tanpa henti masuk ke berbagai berita Media elektronik bahkan sosial, di mana pihak kepolisian tengah menyelidiki tentang kejahatan keluarga Ayunda.


"Aku pikir apa yang kamu ucapkan kemarin hanya main-main tapi siapa sangka kamu benar-benar menghancurkan keluarganya hingga jatuh terpuruk seperti hari ini, Maya." lanjut laki-laki tersebut lagi sembari menatap tidak percaya ke arah gadis yang ada di sampingnya tersebut.


Mereka tengah duduk dengan tenang di atas sebuah kursi tunggu untuk menebus resep obat kaki Maya yang terkilir. Duduk bersebelahan dengan Maya. Memperhatikan gadis di samping nya tersebut yang benar-benar tidak dia sangka bisa memiliki koneksi hingga menjebloskan ayah Ayunda ke penjara dan membuat keluarga perempuan tersebut tidak berkutik sama sekali.


Maya hanya mengembangkan senyuman nya sembari dia terus fokus ke arah depan, tidak peduli apa yang diucapkan Heru tapi dia merasa sangat senang sekali atas runtuhnya kejayaan keluarga Ayunda dan dia pikir Tiara benar-benar mampu membuat keluarga tersebut beruntung dan hancur berantakan sesuai dengan apa yang diucapkan oleh Tiara, dia pikir keluarga gadis tersebut benar-benar luar biasa, entah siapa keluarga Tiara yang sebenarnya tapi dia tahu dan yakin keluarga Tiara jelas bukan orang biasa atau sembarangan. Keluarga Tiara jelas orang yang sangat berpengaruh dan pastinya sangat baik sekali kehidupan serta ekonominya.


"Semua berjalan sedikit di luar ekspektasiku, ini bukan hanya hasil kerja keras ku saja, tapi ada seseorang yang membantuku di belakang ini semua bahkan Julian juga Dave termasuk juga di dalamnya." ucap Maya kemudian kepada laki-laki yang ada di sampingnya itu.


Maya terlihat sangat senang dan puas atas apa yang dia capai saat ini di mana dia bisa meruntuhkan satu persatu orang-orang yang ingin membuat masalah dengan dirinya. rasanya dia tidak mau lagi menjadi orang yang lemah yang ditindas oleh orang-orang di sekitarnya seperti dulu lagi, karena dia tahu semakin lemah dirinya maka semakin senang orang-orang menindas dirinya dan berbuat seenak perutnya.


"aku yakin setelah ini kehidupan Ayunda pasti semakin tidak baik-baik saja setelah ayahnya ditangkap dan bisa jadi dia juga akan terlibat beberapa kasus yang akan dibuka oleh publik sedikit demi sedikit." Heru fikir biasanya satu kasus telah terbuka maka kasus-kasus yang lain pasti akan menghantam secara bersamaan dan membuat tersangka menjadi tidak tenang bersama keluarganya.


"aku berharap akan ada kasus-kasus lainnya yang terangkat ke atas apapun itu mungkin termasuk skandal yang ada."Maya menganggukan kepalanya dan dia menyahut ucapan laki-laki tersebut.


Heru ikut mengganggukan kepalanya dengan perasaan puas dan dia yakin kehidupan Ayunda setelah ini jelas tidak baik-baik saja.


"mungkin saat ingin makan pun rasanya apa yang dia telan persis seperti menelan duri, itu akibatnya jika dia menganggap rendah semua orang seolah-olah dia bisa melakukan apapun atas dasar kekuasaan orang tuanya." Lanjut Heru kemudian.

__ADS_1


"setelah kejadian ini aku yakin kehidupan Shinta pasti tidak akan baik-baik saja karena Ayunda pasti memendam dendam kepada gadis tersebut atas keadaan nya yang membantu Shinta tapi nyatanya Shinta sama sekali tidak balik membantu Ayunda di saat keadaannya terpuruk seperti saat ini." Heru yakin Ayunda pasti merasa cukup menyesal karena membantu Shinta.


"kedepannya pasti Ayunda akan mencari cara untuk membalas Shinta, dengan begitu bukankah kamu cukup menang banyak? tanpa harus banyak bergerak pada akhirnya orang-orang jahat akan saling menyerang antara satu dengan yang lainnya." Lanjut Heru lagi kemudian.


dan mendengar ucapan dari laki-laki tersebut Maya langsung menjawab.


"Mungkin Ayunda pasti merasa sangat kesal dan marah sekali dengan Shinta, mungkin dia juga memiliki keinginan untuk menghancurkan cinta berikutnya tapi aku pikir ini cukup sulit karena bagaimanapun juga Shinta akan dilindungi oleh Mawangsa, kamu tahu sendiri kan betapa dia mencintai perempuan itu selama ini." Maya dengan cepat sembari menatap ke arah Heru sejenak.


mendengar apa yang diucapkan oleh Maya seketika membuat Heru mendengus kemudian dia berkata.


"aku heran bagaimana laki-laki itu bisa mencintai dengan cara yang sangat buta, apa dia tidak bisa membedakan antara berlian dan barang imitasi?" ucap laki-laki itu dengan perasaan yang cukup gerah karena tidak menyangka memangsa yang pernah menjadi temannya bahkan masih menjadi temannya hingga kini bisa sebodoh itu hanya karena cinta butanya.


"itu urusannya jika dia dibutakan cinta, dan sekarang dia tidak lagi menjadi urusanku, aku saja yang dulu terlalu buta karena pernah mencintainya." Ucap Maya kemudian.


"Mari kita tidak membicarakan dirinya dan aku pikir itu giliran kita untuk mendapatkan obatnya." Maya buru-buru bicara dan berharap Heru tidak lagi membahas soal Mawangsa atau Shinta, berbicarakan kedua orang tersebut membuat moodnya turun drastis.


Heru langsung menoleh ke arah depan di mana bagian apoteker memanggil nama Maya, buru-buru dia berdiri dari posisinya dan bergerak dengan cepat ke arah depan untuk merebus obat bil gadis tersebut.


Setelah memastikan resep obat yang ditebus sudah cukup pada akhirnya mereka memutuskan untuk pergi dari sana, tapi sayangnya ketika berada pergi tiba-tiba saja hal tidak terduga terjadi ketika seorang wanita tahu-tahu berdiri tepat di hadapan mereka.


Hal tersebut jelas saja membuat Maya langsung mengernyitkan dahinya.


"Oh sangat kebetulan sekali." Ucap wanita yang berdiri di hadapan mereka tersebut, bicara dengan ada yang begitu dingin menatap ke aromanya dengan tatapan tidak bersahabat.


Itu adalah ibu Shinta.

__ADS_1


"Kau ada disini rupanya?." Wanita tersebut membuang pandangannya dari Maya dan dia lebih memilih untuk menatap ke arah Heru.


Heru yang suka terkejut dengan kehadiran ibu Shinta hanya bisa menyapanya dengan tenang.


"Bibi ada disini juga?"


Alih-alih menjawab ucapan Heru, wanita itu buru-buru berkata.


"aku pikir kau adalah teman baik Mawangsa, aku cukup terkejut saat melihat kamu ada bersama dengan mantan istrinya." wanita tersebut bicara ke arah Heru dengan nada yang cukup ditekan, dia mendengus melirik ke arah Maya kemudian kembali berkata.


"Aku hanya ingin memperingatkan kamu dan memberitahukan kamu Heru, berhati-hatilah dengan perempuan yang cukup membawa sial untuk laki-laki yang pernah menjadi suaminya, mereka bilang bintang pembawa sial akan terus membawa petaka untuk laki-laki manapun yang akan menikahi nya." Lanjut nya lagi kemudian.


mendengar apa yang diucapkan oleh wanita yang ada di hadapannya itu hanya membuat Maya menaikkan ujung bibirnya dan sedikit mengejek di dalam hatinya, dia pikir ibu dan anak sama saja.


"yang seharusnya menjauhi perempuan yang ada di sampingmu itu sebelum kau juga tertimpa kesialan yang sama dengan Mawangsa."


Dan Heru yang mendengar apa yang diucapkan oleh wanita di hadapannya tersebut pada akhirnya berkata.


"Aku tidak melihatnya sebagai sebuah kesialan aku malah cukup kasihan dengan Mawangsa karena selama ini matanya tertutup antara melihat permata dan emas imitasi." tiba-tiba saja laki-laki tersebut berkata seperti itu dan Hal itu membuat nyonya Hertanto langsung membulatkan bola matanya.


"dan aku percaya mata Mawangsa selamanya tidak mungkin tertutup karena lambat laut dia akan tahu bagaimana watak Shinta yang sesungguhnya." Lanjut Heru lagi kemudian.


"Apa?." bayangkan bagaimana perasaan ibu Shinta saat mendengar apa yang diucapkan oleh Heru.


"Kau bicara apa?." Lanjut nya lagi kemudian

__ADS_1


__ADS_2