Sejauh Angin Yang Berhembus

Sejauh Angin Yang Berhembus
Minta maaf


__ADS_3

Melihat maya terjatuh seketika membuat Julian sangat marah saat dia tahu siapa yang melakukan hal tersebut.


Shinta sengaja menabrak Maya dan ingin mencelakai Maya sejak awal mereka bertemu.


"Yakkk perempuan sialan"


laki-laki tersebut tidak pernah marah dengan siapapun sebelumnya tapi tidak tahu kenapa setiap kali melihat Shinta emosinya langsung tersulut drastis bagaikan kobaran api yang tidak ada pemadamnya.


mendengar teriakan dari julians seketika membuat Shinta terkejut.


"jika kau terasa ingin mencelakai Maya maka aku bisa menuntutmu, sopan santunmu dan tolong minta maaf sekarang juga dengan Maya"


laki-laki tersebut bicara dengan berapi-api dan begitu tegas, seolah-olah dia siap menerkam Shinta dan juga menghajar perempuan tersebut kapanpun yang dia inginkan.


begini terserah Shinta melampaui batasannya.


"aku bilang minta maaf sekarang"


dia tidak peduli suaranya menggelegar terdengar di seluruh penjuru tempat permainan skating tersebut, dia pikir kalau bisa dia ingin sekali mempermalukan perempuan itu.


"kamu bilang apa?"


Shinta seketika bicara dengan sedikit gugup.


"aku tidak suka memperlebar atau memperpanjang keadaan, jadi tolong katakan maaf kepada Maya saat ini juga atau tidak aku akan menuntutmu atas tuduhan sengaja ingin melukai nanya atau bahkan kau merencanakan pembunuhan berencana"


entahlah Julian sama sekali tidak bisa mengontrol emosi nya.


Shinta yang mendapat ancaman dari laki-laki tersebut seketika menelan salivanya, pada akhirnya dengan perasaan berat dan dongkol dia mencoba untuk minta maaf pada Maya.


jika bukan karena tekanan dari Julian dia pastikan dia tidak akan pernah mau minta maaf pada Gadis itu.


"aku pikir di sini ada kesalahpahaman, kenapa aku harus minta maaf padahal aku tidak menabrak?"


bisa-bisanya perempuan itu sama sekali tidak ingin meminta maaf dan merasa dirinya benar padahal jelas-jelas dia menabrak Maya.

__ADS_1


"Oh god, shi.t"


Julian mengumpat.


"tolong ajari tunangan sopan santun dan juga jangan mencoba-coba bekerja gara-gara dengan pacar ku, Mawangsa"


pada akhirnya Julian mulai meledak dia bicara dengan mawangsa dengan perasaan yang sangat kesal.


"mungkin dia berpikir aku ini buta pada dasarnya aku jelas melihatnya dia sengaja menabrak kekasihku"


laki-laki tersebut sengaja berkata tentang kekasihku, dia tahu hal tersebut akan membuat mawangsa memerah karena marah.


mawangsa yang mendengar ucapan Julian seketika menggenggam Erat telapak tangannya, dia melirik kearah Shinta kemudian berkata.


"katakan maaf kepada Maya sekarang juga"


"Apa?"


bayangkan bagaimana ekspresi Shinta saat ini ketika dia dipaksa untuk minta maaf pada Maya.


Dia merengek.


"minta maaf sekarang juga sebab aku juga melihat jika kau yang lebih dulu menabraknya"


lanjut mawangsa lagi hingga pada akhirnya kata-kata terakhir memangsa jelas membuat Shinta kehilangan kata-katanya.


dia dengan berat hati pada akhirnya meminta maaf pada Maya.


"Maafkan aku, kau tahu Maya aku tidak sengaja menabrakmu sungguh"


bisa-bisanya perempuan tersebut bicara seperti itu seperti tanpa dosa, kemudian perempuan itu melirik kearah mawangsa yang tadi mencoba untuk membantu Maya.


rasa cemburu dan marah saat ini bertalu-talu menjadi satu di dalam hatinya.


Maya pada akhirnya berkata tidak apa-apa, dia berusaha untuk membawa julian agar menjauh secepat nya.

__ADS_1


"ayo kita pergi dari sini sebab aku sudah mulai merasa lelah"


pada akhirnya Maya mencoba mengajak Julian agar segera pergi dari sana secepatnya, namun sayangnya laki-laki tersebut enggan untuk pergi dari sana.


"Aku masih ingin disini"


"Come Julian aku cukup enggan tetap berada disini, kali ini maafkan mereka, kamu tahu informasi soal direktur akuisisi aku dapat dari teman laki-laki Mawangsa, anggap saja kali ini kita melepaskan mereka karena rasa terima kasih saat teman bangsa memberikan aku informasi soal direktur akuisisinya"


pada akhirnya Maya mencoba untuk merayu Julian agar pergi dari sana dengan alasan yang memang realita terjadi pada dirinya.


laki-laki tersebut mahal kasar bapak saya dengan perasaan kesal hingga akhirnya dia mau juga pergi dari sana secepatnya.


******


Hotel xxxxxxx


setelah kembali ke hotel Maya buru-buru mencoba untuk menemui direktur Accord, namun rupanya apa yang diharapkan terkadang tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan.


Sangat sulit sekali untuk melakukan negosiasi bersama laki-laki tersebut dimana dia ingin melakukan akuisisi kada perusahaan laki-laki tersebut.


"aku tidak akan melakukan nya"


mendengar ucapan laki-laki tersebut seketika membuat Maya mengerutkan keningnya.


Kenapa jadi serumit ini?!.


Batin nya untuk beberapa waktu.


dia pikir sepertinya dia butuh bantuan seseorang, siapa?!.


Maya mencoba untuk berpikir.


Hingga akhirnya dia pikir orang yang tepat untuk dimintai bantuan saat ini adalah...


Laki-laki one night stand nya.

__ADS_1


__ADS_2