Sejauh Angin Yang Berhembus

Sejauh Angin Yang Berhembus
Seseorang yang membantu nya


__ADS_3

Kediaman Maya.


Sejenak bola mata Maya menetapkan arah bagian depan pintu rumahnya di mana lagi-lagi dia melihat seseorang yang tengah duduk dengan keadaan yang tidak baik di sana. Hal tersebut membuat Maya mengehela kasar nafasnya untuk beberapa waktu, dia memilih diam di dalam mobilnya dan sama sekali belum ingin turun dari dalam mobil tersebut.


Elsa kembali datang mengacaukan kehidupannya dan mengganggu ketenangannya, membuat Maya cukup terganggu dengan keadaan ini, di mana dia berharap keluarga mawangsa bisa membebaskan dirinya setelah perceraian mereka namun nyatanya apa yang diharapkan tidak sesuai dengan ekspektasi dan itu membuatnya benar-benar nyaris kehilangan kata-kata.


Maya pikir apakah dia harus bertahan di dalam mobil atau bergerak turun dan menemui gadis tersebut, membiarkan tatapan matanya terus menatap lurus ke arah depan di mana dia sama sekali tidak mengeluarkan suaranya sejak tadi.


Elsa terlihat meringkuk, tanpa begitu sedih dengan keadaan tidak tahu apa yang dipikirkan oleh gadis tersebut tapi Maya demi apapun tidak ingin lagi memperdulikannya, baginya semakin keluarga Mawangsa mengacaukan kehidupannya, maka akan semakin sulit untuknya meraih kebahagiaan. hal tersebut sangat mengganggu dirinya karena dia berharap dia dapat meraih kebahagiaan seperti apa yang dia harapkan Dan dia bisa berkencan dengan laki-laki yang dia cintai juga laki-laki yang sangat mencintainya.


lepas dari persoalan pelik yang menyangkut nama siapapun dari keluarga Mawangsa atau bahkan orang-orang yang pernah terhubung dengan Mawangsa. dia merasa saat ini seolah-olah orang-orang di sekitarnya merupakan bagian dari anggota keluarga mawangsa yang ingin menekannya secara terus-menerus.


"Kamu harus bersikap tegas, Maya." pada akhirnya gadis tersebut bergumam seperti itu, dia mengalah kasar nafasnya kemudian mencoba untuk membuka pintu mobil secara perlahan.


Maya begitu membuka pintu mobilnya langsung turun dari sana lantas bergegas bergerak menuju ke arah rumahnya di mana bisa dia lihat Elsa mendugakan kepalanya dan melirik ke arah di mana dia berjalan. seolah-olah gadis tersebut tahu dengan kehadiran nya, Elsa langsung berdiri dari posisinya dan dengan cepat gadis tersebut langsung menyambut kedatangannya dengan perasaan senang, ekspresi wajah yang tadinya sedih dan juga tidak berdaya kini berganti dengan kebahagiaan dan juga rasa senang yang tidak bisa diucapkan dengan kata-kata.


Namun tetap saja pada akhirnya Maya enggan mengeluarkan senyumannya kepada gadis tersebut di mana Elsa mencoba untuk memeluk dirinya tapi Maya langsung memundurkan langkah kakinya.


"Kenapa kamu kembali datang kemari?," jelas saja dia bertanya seperti itu, ingin tahu apa maksud gadis tersebut datang ke tempatnya.


Melihat ekspresi Maya, Elsa langsung terlihat mengeluarkan ekspresi bersedih dan juga kecewanya, tidak menyangka jika mengeluarkan ekspresi yang sangat rumit menurut dirinya.

__ADS_1


"Kak,"


"Aku mohon jangan menyusahkan aku, karena ini benar-benar sangat tidak menyenangkan Elsa, terlalu banyak masalah yang menimpa aku dari keluarga kalian baik dari keluargamu ataupun keluarga Shinta, pulanglah ke rumah dan jangan menyulitkan hidupku lagi." Maya bicara dengan cepat tanpa ingin mendengarkan basa-basi dari gadis yang ada di hadapannya tersebut.


"Maafkan aku, aku sama sekali tidak ingin menyusahkan kakak dan aku menyesal atas apa yang terjadi di pertandingan basket hingga membuat kakak harus menjadi viral di Instagram bahkan kini di beberapa berita yang mencatat nama kakak baik di media televisi, elektronik atau majalah," Elsa bicara pada garis kehidupan tersebut dengan penuh penyesalan.


Sebenarnya dia merasa suka malu dengan keadaan tapi harus bagaimana lagi dia sama sekali tidak merencanakan keadaan yang bisa menyulitkan Maya seperti di pertandingan basket yang dia ikuti kompetisi.


"Seharusnya aku tidak memberikan kakak undangan nonton bola basket jika aku tahu semua akan jadi sekacau ini," bisa dilihat betapa menyesalnya Elsa dengan keadaan dan dia tahu ini sangat menyulitkan mantan kakak iparnya tersebut.


"Aku benar-benar minta maaf, tapi aku yakin beritanya tidak benar dan tak hanya difitnah dan aku yakin juga jika pelakunya pasti Shinta." Elsa menunjukkan kepalanya berkali-kali dan dia meminta maaf kepada gadis di hadapannya itu sembari dia meyakinkan diri jika pelakunya pasti adalah Shinta.


melihat Elsa berkali-kali minta maaf pada ya bahkan merasa tidak enak dengan keadaan di mana ditambah lagi gadis tersebut menundukkan kepalanya pula berkali-kali membuat Maya sedikit mendengus kemudian berkata.


Baginya meminta maaf di saat sekarang ini jangan sangat tidak berfungsi dan juga tidak ada manfaat serta guna nya untuk dirinya karena seharusnya maaf itu pernah terucap selama 6 tahun pernikahannya dengan Mawangsa, tapi siapa yang tidak tahu bagaimana pernikahan mereka selama 6 tahun bagaimana cara Indonesia memperlakukan dirinya bersama ibunya dan bagaimana cara memangsa juga memperlakukan dirinya dan menyakiti perasaannya, bagi Maya maaf itu sudah tidak berguna lagi pada saat ini.


Elsa terlihat menggigit bibir bawahnya mendengar apa yang diucapkan oleh mantan kakak ipar nya tersebut, dia juga sangat sedih mendengarnya tapi tidak bisa menyalakan Maya karena apa yang diucapkan oleh gadis tersebut jelas bener adanya. Bahkan setelah banyak kesulitan yang didapatkan oleh gadis tersebut selama bertahun-tahun ini kembali hal yang tidak diinginkan terjadi di mana orang-orang bergosip dan juga berita masuk memecah keadaan soal Maya, Sangat wajar jika gadis itu begitu marah dan merasa sangat kecewa dengan keadaan.


"Aku bener-bener minta maaf untuk semua ini, kak." hanya kata-kata itu yang bisa diucapkan Elsa kepada Maya.


Alih-alih peduli ucapan Elsa, Maya berkata.

__ADS_1


"Pergilah aku mohon, berhenti mengganggu hidup ku, dan izinkan aku menikmati kebahagiaan ku tanpa gangguan satupun dari kalian." Maya benar-benar meminta dan memohon, dia mencoba mendorong Elsa agar segera pergi dari sana secepatnya. Dia benar-benar lelah dengan seluruh keadaan saat ini.


"Kak,"


Elsa jelas cukup kehilangan kata-katanya, hanya bisa berkata seperti itu sembari merekamu gadis yang ada di hadapannya itu beberapa waktu kemudian saya perlahan maka pergi dari sana tanpa mengeluarkan lagi suaranya.


Maya langsung masuk ke dalam rumahnya yang menutup pintu dengan caranya cukup kasar, sejenak dia diam dan memilih untuk menyandarkan tubuh yang untuk beberapa waktu, menetralisir berbagai macam perasaan yang ada di dalam hati dan meyakinkan diri jika Elsa telah beranjak pergi dari kediaman nya. Hingga pada akhirnya dia menerima berjalan masuk ke dalam rumah.


Ditengah keadaan, handphone nya berbunyi, dia menerima sebuah pesan dari seseorang yang memintanya untuk membuka email nya.


Aku mengirimmu bukti kejahatan Windi dan orang-orang yang terlibat disekitar nya, aku masih mencoba untuk kembali menyelidiki siapa saja yang terlibat didalam semua nya.


Aku akan terus melindungi kamu didalam kegelapan.


Maya agak merinding dibuatnya, dia mengernyitkan dahi nya, berpikir bukankah Mawangsa yang menangkap Windi? lalu siapa yang mengirimnya pesan dengan nomor baru tersebut. Maya bergerak mendekati kamarnya dan mencoba mengecek email yang dimaksud oleh orang tersebut.


Saat Maya melihat kearah kotak email bisa dia lihat beberapa bukti yang menyatakan Windi lah yang melakukan hal menyebar kan fitnah padanya di masa kemarin dan daftar beberapa orang yang terlibat didalam nya. Maya jelas terkejut, menutup mulutnya dengan cepat dalam keadaan tidak percaya. Beberapa waktu dia masih seolah-olah tidak sadar dengan keadaan, mencoba menetralisir detak jantung nya yang tidak baik-baik saja.


Maya mencoba untuk mengambil waktu guna memenangkan dirinya, hingga pada akhirnya dia mencoba untuk menghubungi nomor yang mengirimnya pesan tersebut, mencoba mendengar suaranya dan bicara padanya.


"Halo?," Maya menunggu, hingga pada akhirnya dia bisa mendengar suara diseberang sana yang menyahut ucapannya.

__ADS_1


"Kau sebenarnya siapa? kenapa kamu membantuku hingga sejauh ini?," dia bertanya dengan perasaan gugup.


"Apakah kamu adalah laki-laki bertopeng rubah?,"


__ADS_2