Sejauh Angin Yang Berhembus

Sejauh Angin Yang Berhembus
Sengaja membohongi semua orang.


__ADS_3

Shinta benar-benar tidak menyangka dia akan kalah pada malam ini laki-laki model Julian, padahal awalnya dia benar-benar memiliki kepercayaan diri yang begitu tinggi, berpikir dia akan memenangkan taruhannya dan tidak akan mungkin kalah dari laki-laki yang ada di hadapannya tersebut.


namun realitanya siapa tahu dan siapa menyangka dia akhirnya kalah dalam permainan tersebut, hanya dua kali ronde permainan dia menang sisanya dia benar-benar kalah telak seolah-olah sejak awal Julian memang telah merencanakannya.


perempuan tersebut pada akhirnya menepati janjinya secara perlahan dia membuka pakaiannya, jangan ditanya bagaimana rasa malu mantan dirinya saat ini rasanya selain karena malu Shinta ingin sekali marah dan berteriak saat ini juga.


melihat keadaan Shinta yang terlihat menyedihkan pada akhirnya mawangsa langsung melepaskan jas miliknya dan memasangkannya kepada perempuan tersebut, dia tidak ingin Maya meneruskan untuk melepaskan pakaiannya.


"maafkan aku tapi aku tidak suka calon tunanganku diperlakukan seperti ini sebagai gantinya aku akan mengirimkan uang taruhannya sebanyak tiga kali lipat dari total taruhan kalian"


laki-laki tersebut membuka suaranya bicara pada Julian dengan cepat, sembari dia membiarkan Shinta untuk tidak lagi melepaskan pakaiannya seperti taruhan mereka.


"Cih... bukankah sejak awal kamu telah mendengarkan taruhan kami Mawangsa? jadi bagaimana bisa kamu menyogokku dengan mentransfer tiga kali uang taruhan kami? itu terdengar sangat tidak adil sekali dan aku merasa tidak mendapatkan keuntungan sama sekali di sini"


Julian berdecih, dia bicara dengan ada yang cukup dingin sembari dia menatap mengejek ke arah mawangsa, baginya uang 3 kali lipat jelas sangat tidak setara dengan taruhan mereka.


laki-laki tersebut jelas lebih suka jika Shinta membuka pakaiannya satu persatu dan berjalan keluar mempermalukan dirinya sendiri karenakanlah dalam taruhan mereka.


mendengarkan ucapan Julian seketika mawangsa mencoba menahan perasaannya, laki-laki tersebut pada akhirnya berkata.


"Baik, uang 3 kali lipat memang benar tidak ada artinya, seperti katamu sangat tidak menguntungkan untuk pihak kamu"


laki-laki tersebut bicara dengan cepat.


"bagaimana dengan jika aku melakukan akuisisi dalam perusahaan, aku akan membantumu untuk mendapatkan perusahaan xxxxxxx, aku dengar kau menginginkannya sejak dulu"


dia kemudian menawarkan sesuatu yang cukup menggiurkan untuk Julian, dia ya tidak lagi mendapatkan cara untuk merayu laki-laki tersebut sehingga akhirnya mau tidak mau dia memberikan tawaran dan juga solusi soal akuisisi.


Dimana akuisisi merupakan sebagai pengambilalihan kepemilikan suatu perusahaan oleh perusahaan lain yang dilakukan dengan cara membeli sebagian atau seluruh saham perusahaan, di mana perusahaan yang diambil alih tetap memiliki hukum sendiri dengan maksud untuk pertumbuhan usaha.


laki-laki tersebut tahu perusahaan Julia telah lama mengincar perusahaan xxxxxxxx dan itu sempat terdengar di Balik telinga nya untuk beberapa waktu.


mendengar ucapan laki-laki yang ada di hadapannya tersebut seketika membuat Julian cukup terkejut, dia terlihat menaikkan ujung bibirnya.


dia sejenak melirik ke arah Shinta, bisa dilihat bagaimana ekspresi perempuan tersebut saat ini, perempuan itu jelas tidak menyukai tawaran yang diberikan oleh mawangsa kepada Julian.


ekspresi wajah perempuan itu jelas langsung berubah drastis, dia ingin protes tapi memangsa terlihat menatap wajah Shinta sembari menggelengkan kepalanya.


interaksi yang dilakukan oleh kedua orang tersebut benar-benar membuat Julian menjadi jijik.


"aku cukup terkejut kau menawarkanku soal perusahaan tersebut, baiklah aku menerima tawaran nya dengan senang hati"


ucap Julian kemudian tiba-tiba.


pada akhirnya mereka menyepakati untuk Mawangsa memberikan akuisisi pada perusahaan nya dari perusahaan xxxxxxxx tersebut.

__ADS_1


akhirnya pada malam itu juga mereka membuat sebuah surat kesepakatan dan Julian tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut karena itu dia harus mendapatkan hitam di atas putih karena dia takut memangsa membohongi dirinya.


setelah menandatangani hitam di atas putih perjanjian untuk akuisisi perusahaan, julian pada akhirnya berniat untuk pergi dari hadapan Mawangsa namun tiba-tiba Julian Ingat akan sesuatu soal Maya kemudian dia berkata.


"apa kau tahu Maya gadis yang sangat pintar bermain kartu sejak dulu semasa dia sekolah hingga sekarang, beberapa relasi bisnis ayahnya sangat tahu dengan kemampuan Maya"


Julian tiba-tiba berkata begitu, bicara sembari menatap Mawangsa.


mendengar ucapan Julia seketika mawangsa mengerutkan keningnya.


"saat di perusahaan Vegalta dia sengaja mengalah dalam permainan mahyong karena dia berharap bisa melakukan kerjasama dengan tuan Baskoro, untuk menghargai laki-laki brengsek itu dia sengaja mengalah, tapi malam ini saat dia mengalah pada Shinta itu cukup membuatku terkejut"


lanjut Julian lagi panjang lebar sembari bertanya-tanya di dalam hatinya apa maksud dari tindakan Mayang mengalah dalam permainan kartu dengan Shinta.


"Apa?"


seketika mawangsa langsung bertanya sedikit terkejut mendengar ucapan dari Julian.


"aku pikir mungkin dia punya alasan khusus kenapa dia mengalah dalam permainan kartu bersama calon istrimu"


lanjut Julian lagi.


setelah berkata seperti itu dia langsung meninggalkan nuansa di mana laki-laki tersebut tampak bingung dengan apa yang diucapkan oleh Julian barusan.


Apa maksudnya?!.


*****


pesta perayaan ulang tahun berjalan dengan meriah dan syukurnya memangsa juga Shinta tidak ada lagi di sana, dan semua orang seketika langsung menikmati pesta ulang tahunnya dengan penuh suka ria.


Entahlah sudah jam berapa Maya tidak tahu,


gadis tersebut menikmati minumannya di sudut ruangan sejak tadi, dia akan bergabung dengan Julian dan kawan-kawannya di mana mereka semua terlihat terlalu asik saling mengeluarkan suara emas mereka, kemudian semua orang terlihat tengah memainkan sebuah permainan true and dare.


Maya jelas paling menghindari permainan seperti itu, karena itu dia lebih memilih untuk pergi dengan cepat dari ruangan tersebut dan mencoba untuk mencari angin malam untuk menyegarkan pikirannya.


pada akhirnya gadis tersebut berjalan keluar dari ruangan tersebut dengan sedikit sempoyongan karena dia pikiran dia cukup banyak minum sejak tadi, ketika dia melewati sebuah lorong tiba-tiba saja pantatnya dicubit oleh seseorang hingga membuat Maya seketika terkejut dan menoleh.


"Baby ayo kita pergi mengambil kamar, aku akan memberikan kamu uang yang banyak"


seorang laki-laki tua tiba-tiba bicara sambil mencekal tangannya, laki-laki itu terlihat mabuk parah.


Maya jelas terkejut, dia cukup aneh dan langsung memberontak untuk pergi dari sana menghindari laki-laki tersebut, gadis itu secepat kilat berjalan dengan tergesa-gesa menuju ke arah depannya tanpa berpikir dua tiga kali.


ketika dia berlarian menuju ke arah depannya bisa dirasakan seseorang mengejar langkahnya dan Maya yakin laki-laki tua itulah ya pasti mengejar dirinya saat ini, gadis tersebut terus berlari dalam keadaan sempoyongan dan mabuk, Maya pikir kepalanya benar-benar terasa sangat pusing tapi dia harus segera pergi keluar dari sana secepatnya dan mencoba untuk meminta bantuan.

__ADS_1


laki-laki di belakangnya hampir saja menangkap dirinya untuk beberapa kali hingga akhirnya pada satu masa laki-laki tersebut berhasil menangkap bahunya dan mencoba mendorongnya ke arah dinding, Maya jelas panik saat laki-laki tersebut mencoba untuk menahan tubuhnya dan berlaku tidak senonoh pada nya.


dikala kepanikan luar biasa menerjang, di mana garis tersebut mencoba untuk memberontak saat laki-laki tersebut berusaha untuk melesatkan ciumannya, tiba-tiba saja muncul seseorang yang menarik bahwa laki-laki itu dan,


Bugggg.


bisa jadi dengar dan dia lihat satu pukulan mendarat di wajah laki-laki tua itu.


Maya seketika terbelalak kaget, begitu juga dengan laki-laki tua tersebut.


Mawangsa rupanya telah berdiri diantara mereka dan mencoba untuk menyelamatkan Maya.


laki-laki tua tersebut jelas ketakutan dia langsung pergi dengan cepat saat mengetahui siapa laki-laki yang ada di hadapannya.


"Kamu tidak apa-apa?"


saat Mawangsa menanyakan hal tersebut seketika Maya mendengus dengan kesal, kenapa di setiap kesempatan dan di setiap tempat dia selalu bertemu dengan laki-laki sialan tersebut.


Alih-alih menjawab pertanyaan Mawangsa, gadis itu berusaha untuk menghindar, berjalan sempoyongan kearah sisi kanan nya.


namun belum juga Maya bisa bergerak untuk pergi dari sana tiba-tiba mawangsa mencegah lengannya.


"Kenapa kau Melakukan itu?"


tiba-tiba laki-laki tersebut bertanya ke arah Maya hingga membuat gadis itu terlihat sedikit bingung.


"what?"


tanya Maya heran, gadis tersebut mencoba untuk menahan kesadarannya karena dia pikir dia cukup mabuk sejak tadi.


"kenapa kamu pura-pura tidak bisa bermain kartu dan mencoba untuk mengalah kepada Shinta?"


tanya laki-laki itu tiba-tiba hingga membuat Maya cukup terkejut dengan penuturannya.


"Ya?"


tanya Maya terkejut, dia pikir siapa yang memberitahukan semuanya hal tersebut saat ini.


"kenapa kamu membohongi semua orang termasuk diriku dan berkata jika kamu tidak bisa bermain kartu?"


tanya laki-laki itu lagi dengan sedikit kemarahan yang membuncah di hatinya.


Hah.


Alih-alih menjawab gadis tersebut malah mendengus kesal lantas mencoba berbalik dan kembali berjalan ke arah depan.

__ADS_1


dia pikir dia tidak usah menjelaskan perihal tidak penting seperti itu saat ini.


__ADS_2