Sejauh Angin Yang Berhembus

Sejauh Angin Yang Berhembus
Dalam balutan cinta


__ADS_3

Mak diri ku ada urusan penting jadi ga bisa naik cerita Mawangsa dan Maya malam ini Mak, maafkan lahπŸ™πŸ™πŸ™.


Yang mau cari cerita sudah end diriku kasih kisah yang ga muter kek Maya dan Mawangsa dan sudah happy end Mak.


Ceki-ceki kemari Yok Mak. Dijamin ga bikin emosi tingkat tinggi dan ga muter kiri kanan.


...THE TWIN'S MASK....


...πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡...


Petikan kisah di bawah, kelanjutan silahkan cari berdasarkan ju'dul yang ada di bagian pro'fil Mak author ya makkkπŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹.



******


Bagian Gedung tersembunyi


pinggiran kota Paris.


Derap langkah sepatu terdengar memecah keheningan malam, suara layar monitor pengatur detak jantung menggema memecah suasana dan terus memekakkan telinga semua orang, beberapa orang berpakaian serba putih bergerak dengan cepat menampilkan ekspresi wajah panik mereka mendekati satu sosok tubuh seorang gadis yang tidak berdaya.


Gadis tersebut seolah-olah tenggelam dalam ke indahkan dalam alam bawah sadar nya, memilih enggan bangun karena merasa apa yang ada di hadapannya tidak penting lagi, terlalu lama berlalu bukan satu dua hari bukan pula satu dua bulan tapi sudah melewati tahun dan membuat khawatir orang-orang.


Selang-selang yang menancap di tubuh nya terus berusaha untuk menyelamatkan nya, bahkan nafas nya dibantu dengan alat-alat mengerikan, bahkan saat masa kritis tiba tidak jarang AED (automated external defibrillator) alat kejut jantung terus di lesatkan pada bagian dada gadis tersebut untuk menarik terus kesadaran nya.


"Semakin melemah"


Satu dokter bicara gelisah, detak jantung gadis dihadapannya semakin memperlihatkan, semakin lama bergerak semakin melambat, dia memperhatikan garis pada layar monitor dengan keringat bercucuran di kedua pelipis nya.


Jika sesuatu yang buruk terjadi pada gadis tersebut maka bisa dipastikan mungkin kehidupan semua orang yang ada didalam ruangan tersebut terancam punah.


"Lakukan yang paling terbaik, Sekarang"


Dokter lain nya berteriak dengan cepat, mencoba menarik kesadaran gadis yang seolah-olah enggan mendapatkan kehidupan nya kembali tersebut.


"Inj semakin buruk"


Satu dokter lainnya berbisik.


Mendengar hal tersebut, dokter kepala dengan cepat mencengkeram kerah pakaian rekan nya, dia terlihat begitu marah.


"Kita tidak bisa membiarkan nona muda mati saat ini, kau tahu? Alister group akan hancur jika itu terjadi"


Laki-laki tersebut mengeram, menatap laki-laki yang usia nya lebih muda dari dirinya.


"Kita sudah berusaha hampir 2 tahun ini dengan maksimal, nyonya tua Alister tahu itu"


"Bergerak, lakukan lagi, dapatkan kesadaran nya sekali lagi"


Dia masih terus memerintahkan tim nya untuk bergerak tanpa lelah dan kata menyerah, melepaskan cengkraman nya pada kerah pakaian rekan nya.


"Lakukan lagi"


Lagi laki-laki tersebut bicara, menggenggam erat AED (automated external defibrillator) alat kejut jantung yang kini ada di tangan nya.


*****


Disisi lain.


Kediaman Utama Alister Family tua.


Seorang wanita hampir paruh baya terlihat menundukkan kepalanya sejenak tepat ke hadapan seorang wanita tua yang menggunakan kursi roda, dia kemudian bergerak mendekati wanita tua itu lantas memilih berdiri di sisi kanan nya.


Wanita tersebut membiarkan bola mata nya menatap satu sosok laki-laki yang tergeletak di atas kasur mendominasi berwarna putih dalam keadaan tidak berdaya.


Suara monitor detak jantung terdengar mengalun memenuhi kamar tersebut, diiringi suara penghangat ruangan yang menstabilkan suhu didalam ruang tersebut.


"Sudah terlalu lama kamu tidur son"


Wanita tua di atas kursi roda itu bicara, bola matanya terus menatap ke arah laki-laki yang berbaring tak berdaya dengan banyak selang-selang infus ditubuhnya tersebut.


Terlalu lama laki-laki itu tidak bergerak dari posisi tidurnya,dia koma dalam waktu cukup lama.


Wanita tua itu adalah nyonya tua Alister, wanita rentan tidak berdaya yang hampir kehilangan putra nya dan cucu kesayangan nya karena menantu sambung nya.


Jika dia tidak bergerak dengan cepat saat ini, bisa dipastikan kematian dia juga akan mendekat dan menantu ular nya akan menguasai group Alister dengan cara yang kejam.


"Sejak awal aku tahu wanita itu berhati iblis, dia hanya mencintai pundi pundi harta mu,bukan dirimu"


Wanita tua itu terus bicara menatap sedih kearah putranya.


"Seharusnya ayahmu tidak membuang Helena dan memaksa mu mengambil Lunara saat itu,jika saja aku lebih keras kepala dan menentang semua keputusan ayah mu saat itu,maka kejadian ini tidak akan pernah terjadi"


Kali ini wanita tua itu menghapus pelan air matanya dengan tisu yang ada ditangan nya,kemudian wanita tua itu memalingkan wajahnya.


Wanita hampir paruh baya disamping nya menundukkan kembali kepalanya.


Nenek tua Alister sudah tidak sekuat dulu lagi untuk melindungi seluruh aset-aset berharganya, dia tidak lagi memiliki kekuatan yang sama untuk bisa melindungi orang-orang yang dicintainya.

__ADS_1


Menantu iblis nya semakin lama semakin merajalela, dia harus bergerak cepat untuk menyingkir kan Lunara jika tidak maka semua kepemilikan Alister group pasti akan jatuh ke tangan nya.


Dalam 2 bulan terakhir dia memiliki kekhawatiran yang sangat tinggi, takut cucu penerus Alister tidak mampu melewati ke kritis'an nya bahkan dia khawatir istri ke dua putra nya bersama anak haramnya bisa menguasai semua saham perusahaan dengan leluasa setelah putra nya koma hampir +- 1/2 tahun ini, harapannya terhadap cucu kandungnya telah sirna sejak 5tahun silam karena rencana busuk menantu nya itu, kecelakaan Cleopatra mengejutkan dirinya.


Dia yakin wanita iblis itu adalah penyebab utamanya, sengaja melakukan hal tersebut untuk melenyapkan pewaris sah Alister.


Ditengah pemikiran nya tiba-tiba suara handphone nya memekakkan telinga, wanita paruh baya yang ada di samping nya buru-buru mengambil handphone nyonya tua Alister yang terletak di atas meja nakas kecil di sisi kanan ruangan tersebut.


"Nyonya"


Wanita itu bicara sambil menyerahkan handphone nya ke arah wanita tua tersebut, menunggu wanita tua itu mengangkat panggilan yang dilakukan diseberang sana.


"Halo?"


Nyonya tua Alister bicara, menunggu jawaban diseberang sana.


Dia mendengar sahutan di ujung sana.


"Ada dua kabar yang akan aku sampaikan nyonya"


Suara di seberang sana terdengar tidak baik-baik saja.


Nyonya tua Alister terlihat bergetar meskipun sebenarnya dia tahu akan datang pada masa ini cepat atau lambat.


"berikan aku berita buruknya lebih dulu"


wanita tua itu bicara dengan cepat mencoba untuk menajamkan pendengarannya.


"Nona muda menghembuskan nafas terakhirnya pukul 22.45"


bagaikan suara petir di malam hari tanpa hujan tanpa angin, wanita tua tersebut seketika hampir jatuh dari posisi duduknya, tubuhnya bergetar hebat sangat mendengar apa yang diucapkan oleh laki-laki di seberang sana.


seolah harapannya pupus saat ini ketika dia mendengar berita yang barusan saja datang hantam dirinya.


tubuhnya terasa lemas dan dipikir apakah ini berarti semuanya akan berakhir? tidak, dia tidak bisa menyerahkan Alister pada menantu mengerikannya.


"katakan padaku apa berita baiknya?"


dan dia berharap ada satu berita yang bisa menutupi kehancuran hatinya saat ini, tangisannya yang mungkin akan meledak, sudah terlalu tua untuk nya bersikap cengeng saat ini.


"Aku menemukan pewaris tahta berikut nya"


dasar dia mendengar suara laki-laki tersebut dengan berita baik nya, seketika membuat wanita tua itu langsung membulatkan bola matanya.


"Apa?"


dan kali ini dia mencoba untuk mencari pegangan atas dirinya agar dia tidak pingsan dari tempat duduknya, wanita yang ada di sampingnya dengan cepat menggenggam erat telapak tangannya, Seolah-olah tahu dengan kegalauan dan kekhawatiran nyonya tua nya.


Wanita tua itu mencoba untuk bertanya dan memastikan.


"Anda bisa langsung bertemu dengan nya dalam waktu cepat, kita tidak mungkin lagi menunda waktu nya, nyonya"


Laki-laki diseberang sana kembali Bicara.


****


Mansion utama Sky Andaram.


Terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi mendominasi berwarna hitam tersebut,dimana aliran lembutnya terdengar menembus dinding mansion mewah tersebut sejak tadi, sesekali pula terdengar gerakan berbeda yang menimbulkan suara-suara yang berbeda pula,selang beberapa waktu suara itu terdengar terhenti berganti dengan suara gesekan pintu yang terbuka secara berlahan.


Seorang laki-laki yang memiliki tinggi tubuh hampir 1,90 dan wajah tampan yang terkesan sangat tidak bersahabat keluar dari arah dalam kamar mandi.


Bola mata yang tercipta begitu tajam di antara pahatan wajah rupawan bak patung dewa Yunani tersebut di penuhi oleh bulu-bulu halus yang dapat membuat perempuan manapun yang menyentuh nya atau bahkan merasakan nya akan menjadi tergila-gila.


Sensasi geli pasti mereka rasakan ketika melewati percintaan panjang dengan laki-laki tersebut karena menyentuh bagian-bagian bulu-bulu halus disepanjang wajah nya tersebut.


Percayalah nilai tertinggi dari laki-laki tersebut selain dari wajah nya jelas adalah bagian dari dada depan laki-laki tersebut dimana dada tersebut bisa menimbulkan getaran dahsyat yang membuat perempuan manapun akan menggila dan bermimpi untuk menyentuh nya.


Mereka rela mene..lanjangi diri mereka sendiri hanya untuk melewati malam panas bersama laki-laki tersebut.


Dan Ketika laki-laki itu melangkah keluar dari kamar mandi, bisa di lihat rambutnya masih terlihat begitu basah dan menggoda membuat siapapun akan merasakan sensasi basah yang menggoda jiwa, tetesan air yang belum terlalu kering terus meluncur dari rambut indahnya menuju ke lapisan kulit wajah dan dada nya akan semakin membuat kaum perempuan rela meluncur turun dari pusaran air bah yang bisa menenggelamkan Mereka kedalam lautan samudera.


Beberapa waktu bola mata indahnya tampak menatap Beberapa sudut ruangan tersebut seakan-akan mencari seseorang disana.


Begitu mendapat kan sosok yang dia lihat laki-laki tersebut langsung berkata.


"Ada apa?"


Suara bariton nan seksi itu bertanya sambil meraih handuk kecil yang ada disamping kasur nya, mencoba mengeringkan rambutnya secara berlahan.


Alih-alih menjawab laki-laki yang ditanya tersebut memberikan sebuah berkas map mendominasi berwarna coklat kehadapan laki-laki yang bertelanjang dada tersebut.


"Maaf tuan"


tiba-tiba laki-laki dihadapan nya itu berkata.


Yang dipanggil tuan seketika langsung menatap tajam kearah laki-laki dihadapan nya itu.


"Katakan saja"

__ADS_1


Ucap nya kemudian..


"Apakah tuan sudah mendengar nya? tuan besar sedang merencanakan pertemuan perjodohan untuk Anda dengan keluarga Alister"


mendengar ucapan laki-laki yang di panggil nya Adam tersebut, laki-laki itu langsung menaikkan ujung alisnya.


"Apa?"


Tanya nya dengan suara yang begitu dingin dan berat.


Dia jelas langsung mengerat kan rahangnya ketika mendengar kata pertemuan perjodohan.


Ada apa dengan perempuan dari keluarga Alister?!.


Batin nya sembari terus mengerat kan rahangnya.


Bagi nya para perempuan itu tidak lebih dari pada parasit yang menggangu hidup nya, mereka type manusia yang hanya bisa menyusahkan, berfoya-foya dengan menjajal tubuh mereka kepada sembarang laki-laki demi untuk bisa tampil cantik dengan barang-barang yang membalut tubuh mereka agar terlihat indah dan mewah.


bahkan perempuan bisa meninggalkan laki-laki mereka yang jatuh miskin demi untuk bisa mendapatkan laki-laki kaya lainnya.


Yah rata-rata perempuan jelas seperti itu.


Dia benci Type wanita seperti itu dan dia tidak suka terikat, dia bukan type orang yang suka bermain-main dengan perasaan nya dan tidak tertarik untuk jatuh cinta pada siapapun di dunia ini. baginya segala sesuatu itu ada di bawah genggamannya, jadi tidak ada seorang pun yang dapat mengendalikan nya, hanya dia yang dapat mengendalikan dunia.


Dia juga merupakan pria paling dingin di muka bumi ini, berbisnis dengan caranya sendiri, mengatur orang-orang sesuka hatinya,dia bahkan hanya dengan menggerakkan 1 jarinya bisa mengubah apapun yang dia inginkan, bahkan hanya dengan menatap seseorang dalam sekali tatapan tajam dia mampu membunuhnya sesuai dengan perintah nya. Dan siapa yang tidak mengenal sepak terjang kesuksesan nya dalam berbisnis, semua orang tahu dia mampu mencetak pundi-pundi dolar dengan sistem nya sendiri yang luar biasa, semua investor berusaha untuk merapatkan diri dan mendapatkan kerja sama dengan nya dengan cara apapun itu asalkan Tristan berkata oke maka semuanya akan menjadi angin segar bagi mereka semua.


Dan jangan sesekali membuat pria ini marah, Karena jika tidak kematian akan mendekati mu dengan caranya sendiri.


Sky Andaram, Begitu nama lengkap nya, orang-orang memanggil nya Sky karena dia persis seperti langit yang begitu sulit untuk di raih dan didapat kan.


Jika dia tidak salah menebak, ayah nya terus mendesak nya agar menikah dengan gadis muda pilihan ayah nya dari keluarga Alister, meskipun tidak dipungkiri pernikahan tersebut akan mendapatkan sebuah keuntungan besar bagi perusahaan, tapi dia pikir ini jelas tidak menguntungkan untuk dirinya secara pribadi.


Sejenak sky mencoba untuk berpikir bagaimana jika pernikahan itu terjadi?!.


Ayahnya jelas bukan laki-laki yang bisa diajak bernegosiasi, satu-satunya orang yang tidak bisa sky bantah ucapannya hanyalah ayahnya, sejak dulu hingga sekarang satu-satunya laki-laki yang bisa menundukkan kepalanya hanya ayahnya.


Menolak berarti kehilangan semua hak nya di Andaram group.


Seandainya rencana pernikahan ini terus berlanjut maka dia harus menekan perempuan itu untuk menandatangani surat perjanjian, enyah dari hidupnya dalam 1/2 tahun hingga semua nya di Andaram company di beberapa negara beserta seluruh aset-aset serta sahamnya telah berpindah tangan πŸ’―% ke tangannya. Dia hanya ingin memanfaat kan perempuan itu untuk mendapat apapun yang dia inginkan termasuk seluruh aset keluar Andaram.


"pergilah, aku akan menyelesaikan semua nya"


Ucap Sky kemudian.


mendengar ucapan tuannya seketika laki-laki itu menjawab,


"Baik tuan"


kata nya sembari menundukkan kepalanya.


setelah laki-laki tersebut pergi dari hadapannya Sky andaram langsung meraih handphonenya, dia mencoba untuk menghubungi seseorang.


"Kau dimana?"


Dia bertanya dengan cepat.


"Mari bertemu dan bicara soal proyek yang telah disetujui oleh kedua belah pihak"


ucap laki-laki tersebut dengan cepat.


"Dan Mari bicara soal putri dari Alister group"


lanjutnya lagi kemudian.


bisa dia dengar sahutan dari seberang sana tapi sky Andaram lebih memilih untuk mengabaikan nya.


"Mari bicara nanti saat kita tiba di lokasi"


setelah berkata seperti itu laki-laki tersebut langsung mematikan panggilannya, dia bergerak menuju ke arah jendela kaca yang masih terbuka lebar tanpa gorden penutupnya, memilih menatap langit yang dipenuhi oleh jutaan bintang di atas sana.


Alister group.


Dia bergumam sambil memejamkan bola matanya.


laki-laki tersebut pernah bertemu dengan putri Alister beberapa kali, kesan pertama sangat tidak berarti, dia gadis lemah yang bahkan tidak bisa tidak di ikuti oleh ibu tiri nya, begitu lemah dan tidak berdaya, bisa di manfaatkan bahkan bisa di kendalikan seperti boneka.


Pertemuan ke dua sangat menjijikkan, bahkan gadis tersebut tidak memiliki banyak kemampuan untuk melindungi diri sendiri, Begitu lemah saat di permainkan oleh saudara tirinya didalam sebuah pesta.


Belum lagi karakter kolokan dengan suara manja menjijikkan nya membuat Sky semakin tidak suka melihat nya.


Dia benci type manusia lemah tanpa kemampuan apapun.


Kasihan?!.


Tidak.


Dia bukan type laki-laki yang gampang mengasihani orang lain.


"Mari kita memulai permainan nya"

__ADS_1


Sky membuka bola matanya sembari laki-laki tersebut membatin sambil menaikkan ujung bibirnya, wajah tampan tersebut terlihat mengeluarkan ekspresi licik dan piciknya.


__ADS_2