Sejauh Angin Yang Berhembus

Sejauh Angin Yang Berhembus
Mendapatkan keinginannya


__ADS_3

"aku cukup terkejut cara negosiasimu persis seperti Mawangsa, apa dia yang mengajarkannya untuk melakukan hal ini? mengingat dia beberapa kali ingin melakukan negosiasi untuk mengakuisisi perusahaan dengan kami, jadi aku merasa seolah-olah kamu bekerja sama dengan mantan suamimu untuk bisa masuk ke perusahaanku"


tiba-tiba saja direktur Accord bicara sembari menatap curiga ke arah Maya, dia pikir bisa jadi mawangsa dan Maya saling bekerja sama untuk dapat melakukan akuisisi dengan perusahaan mereka.


laki-laki tersebut juga sedang melakukan negosiasi dengannya untuk melakukan akuisisi melalui perusahaan umbrella.


mendengar ucapan dari laki-laki yang ada di hadapannya tersebut seketika membuat Maya mengerutkan keningnya, dia baru akan bicara namun tiba-tiba saja Julian berkata.


"tentu saja tidak mungkin Maya bekerja sama dengan mawangsa tuan, apa anda tidak tahu mereka bercerai tidak dalam keadaan baik-baik saja?"


ucap dan tanya laki-laki tersebut ke arah direktur Accord.


mendengar penjelasan Julian direktur Accord mengangguk-anggukkan kepalanya, dia jelas telah mendengar gosip tersebut sejak lama, jika pernikahan kedua orang itu tidak harmonis bahkan perceraiannya pun tidak tergolong baik.


"Maya tidak berniat untuk bekerja sama dengannya, apa anda tidak tahu Maya seharusnya pantas marah karena laki-laki tersebut bercerai dengan Maya dan tidak memberikan sepeser pun uang pada Maya, padahal Maya jelas-jelas mendampinginya selama 6 tahun pernikahan dan telah banyak berkorban, laki-laki sialan itu malah berselingkuh dengan temannya dan sekarang sibuk akan menikah"


lanjut Julian lagi sembari laki-laki tersebut menaikkan belas wine yang ada di tangannya dan mengajak direktur Accord untuk bersulang.


mendengar ucapan dari Julian seketika membuat laki-laki itu membulatkan bola matanya dan terkejut.


"tidak mendapatkan sepeserpun dari laki-laki itu?"


dia bertanya dengan nada serius.


"tentu saja tidak tidak, ibu mawangsa jelas tidak akan memberikannya apalagi mamangsa"


Julia bicara sembari mendengus, dia langsung beneran main miliknya diikuti oleh direktur Accord yang menerima ajakan sulangannya dan menghabiskan wine miliknya juga.


"aku belum bisa memutuskan ya saat ini karena aku akan bertemu dengan mawangsa terlebih dahulu"


tiba-tiba saja direktur Accord bicara kepada mereka berdua jika mawangsa akan datang juga untuk membahas soal akuisisi nya.

__ADS_1


"biarkan aku bertemu dengan memangsa terlebih dahulu kemudian aku baru akan memutuskannya"


lanjut laki-laki itu lagi.


dan bayangkan bagaimana perasaan Julian saat ini tapi Maya berusaha untuk menetralisir detak jantungnya, dia percaya direktur Accord akan memilih mereka dan tidak akan memilih Mawangsa.


"Maafkan kami sedikit terlambat"


tiba-tiba saja sebuah suara mengecilkan mereka, Maya dan Julian langsung menoleh ke arah sisi kanan mereka dan mereka jelas terkejut karena melihat mawangsa dan juga Shinta yang tiba di hadapan mereka dan seperti yang diucapkan oleh direktur Accord tadi, orang tersebut benar-benar menemui laki-laki yang ada di dalam ruangan itu.


"Kau...kenapa kau disini?"


Julian membulatkan bola matanya saat menyadari kehadiran shinta, laki-laki tersebut masih begitu marah terhadap Sinta karena tragedi tabrakan yang dilakukan perempuan tersebut di area skating kemarin, namun sebelum kemarahan Julian membuncah Maya buru-buru langsung menekan paha Julian, hal tersebut seketika membuat Julian langsung terdiam.


pada akhirnya Maya dan Julian diam, tidak mempedulikan kedua orang tersebut, dia membiarkan kedua orang itu masuk dan bertemu dengan direktur Accord sama seperti mereka.


Mawangsa terlihat sama sekali tidak menampilkan ekspresinya,dia dan Shinta masuk ke dalam ruangan di mana direktur Accord berada, duduk di kursi yang berbeda dan mengabaikan kehadiran Julian dan juga Maya.


Shinta bicara sambil menuangkan minuman di gelas direktur Accord dan gelas mawangsa secara bergantian, perempuan tersebut sengaja bicara bermulut manis karena dia berharap laki-laki di hadapan mereka menandatangani kontrak kerjasama hanya kepada mawangsa dan bukan kepada Maya.


perempuan itu melirik ke arah Maya dan Julian, menatap tidak suka kepada kedua orang tersebut.


dia pikirkan kenapa di seluruh banyak kesempatan mereka harus selalu bertemu dengan kedua orang itu, dia benar-benar merasa sial setiap kali bertemu dengan Maya atau Julian.


"aku masih menanyakan soal akuisisi perusahaannya, apakah Anda masih bersedia untuk bekerja sama?"


pada akhirnya Mawangsa mulai buka suara, sebenarnya laki-laki tersebut sengaja membahas soal akuisisi terakhir yang dia tawarkan pada direktur Accord, hal tersebut dilakukannya agar mayat tidak curiga jika dirinya adalah teman chatting gadis tersebut.


Maya yang mendengarkan ucapan Mawangsa langsung diam, dia pikir dia sempat mencurigai jika mawangsa adalah si bebek , tapi mendengar apa yang diucapkan oleh memangsa saat ini dia pikir itu jelas bukan mawangsa.


bebek tidak mungkin menerkamnya dan juga tidak mungkin datang di sini saat ini.

__ADS_1


"tuan direktur tidak harus menolaknya, aku yakin direktur akan mendapatkan keuntungan banyak jika menerima tawaran dari mawangsa ketimbang tawaran dari Nona Maya"


bisa bisanya Shinta ikut campur dan menyala pembicaraan Mawangsa, perempuan tersebut bicara dengan sangat penuh percaya diri karena dia yakin direktur Accord akan memilih calon tunangannya daripada gadis sialan yang ada di samping mereka.


namun siapa sangka apa yang diucapkannya barusan seketika membuat direktur Accord tersinggung.


"Anda cukup berpendidikan tapi menyela pembicaraan laki-laki, ditambah lagi bagaimana orang berpendidikan seperti anda bisa menjelek-jelekkan lawan bisnis Anda tepat di hadapan lawan anda sendiri? itu terdengar sangat tidak sopan dan kurang ajar"


seketika direktur Accord tanpa begitu marah dan tersinggung dengan ucapan Shinta barusan.


hal itu sontak membuat Shinta sedikit terkejut mendengar kemarahan dari laki-laki yang ada di sisi kanannya itu.


"Tuhan aku tidak bermaksud seperti itu"


dia mencoba meralat ucapannya, wajah perempuan tersebut seketika memerah karena malu.


namun sayangnya direktur account Cukup tersinggung dengan tata cara dan juga ucapan dari Shinta, hingga pada akhirnya laki-laki tersebut berkata.


"aku akan menandatangani kontrak kerjasamanya dengan Nona Maya"


ucap laki-laki itu dengan cepat.


"Apa?"


seketika Shinta langsung tercekat.


Maya jelaslah saya mengembangkan senyumannya mendengar ucapan dan laki-laki yang ada di hadapannya itu, sedangkan mawangsa sama sekali tidak mengeluarkan suaranya.


dan percayalah kebahagiaan maya tidak terukur hari ini, dia rasanya ingin tertawa terbahak-bahak di atas kebodohan Shinta.


seulas senyuman mengembang di balik bibirnya sembari gadis tersebut mengirimi pesan kepada bebek dan mengucapkan kata terima kasih yang begitu besar kepada laki-laki tersebut.

__ADS_1


__ADS_2