Sejauh Angin Yang Berhembus

Sejauh Angin Yang Berhembus
Panik menerjang


__ADS_3

Mendengar teriakan dan ucapan wanita tua di hadapan mereka, bayangan kan bagaimana perasaan Julian, dia bergegas lari meninggalkan Shinta dan Mawangsa yang mencoba mengejar langkah nya.


Hati laki-laki tersebut khawatir bukan main, kata ada orang yang meninggal membuat jantung nya terpompa dengan sempurna, dia tidak memiliki firasat apapun jadi dia yakin Maya pasti baik-baik saja.


Julian secepat kilat masuk ke dalam ruangan pemandian air panas tersebut dimana di ruang CCTV dia melihat Maya untuk terakhir kali nya.


Begitu masuk kedalam kolam pemandian air panas, mereka melesat masuk kedalam kamar mandi dimana wanita tua yang berteriak tadi berkata ada mayat.


Wanita yang berteriak histeris tadi terlihat menduduki dirinya di lantai, ekspresi wajah nya sangat ketakutan, darah mengalir lembut di tempat pemandian itu.


Julian tanpa berpikir dua tiga kali mendobrak pintu dengan keras, dan benar adanya dia benar-benar melihat satu sosok tubuh yang tergeletak di atas lantai dalam keadaan tidak berdaya, dan sosok terbaik tidak lain adalah Maya.


Gadis tersebut terlihat tergeletak dengan bersimbah darah tepat di kepalanya, melihat hal tersebut Julian jelas semakin panik, laki-laki tersebut langsung menyambar tubuh Maya, menyentuh kepala gadis tersebut dan mencoba untuk menggoyangkan Sedikit tubuh Maya dalam keadaan panik.


"No...Maya....bangun"


Julian benar-benar histeris,ini pertama kalinya dia seperti orang gila melihat gadis tergeletak tidak berdaya bersimbah darah, dan dalam rasa paniknya dia mencoba meletakkan tangan nya ke hidung Maya.


Oh god.

__ADS_1


Julian seketika mengeluarkan ekspresi berbeda.


"Dia masih bernafas"


Julian tiba-tiba bicara pada Mawangsa.


Mawangsa yang ikut melesat masuk setelah dirinya masuk tadi jelas saja langsung duduk dan mencoba memberikan pertolongan pertama, laki-laki tersebut tidak kalah terkejut, jelas langsung membulatkan bola matanya menatap kacau kondisi Maya.


Dia pikir apa yang terjadi pada gadis tersebut?!.


Maya tidak memiliki musuh, selama pernikahan mereka, dia tahu Maya tidak pernah berlaku buruk pada orang lain, jadi tidak mungkin ada yang mencelakai dirinya tiba-tiba seperti ini.


Dia langsung mencoba duduk dan memeriksa namun Entah Kenapa tiba-tiba laki-laki tersebut melihat kearah beberapa barang disana, Sembari mengerutkan keningnya kemudian berusaha untuk menepisnya, lantas dalam beberapa detik berikut laki-laki tersebut secepat kilat langsung mencoba untuk mendengarkan detak jantung gadis tersebut dengan gerakan refleks.


Secercah kelegaan menghantam dirinya.


"Telpon dokter atau ambulans sekarang juga"


Mawangsa memberikan perintah pada Julian, dia mengangkat tubuh Maya dengan cepat, mencoba untuk menahan kepala Maya yang mengeluarkan darah dengan lengannya.

__ADS_1


Julian yang panik hanya bisa patuh, mencoba bergerak dan mencari bala bantuan.


Shinta jelas saja mengeram melihat Mawangsa yang memeluk Maya, dia menggenggam erat telapak tangan sambil berusaha menetralisir kemarahan nya.


tapi apalah daya dia mana mungkin bersikap egois melihat keadaan, berusaha pura-pura panik di antara semua keadaan, dan lagi dia marah, kenapa gadis tersebut tidak mati sekalian!?.


Membuat mu mati benar-benar sulit, kau punya berapa banyak nyawa untuk bertahan?!.


Batin Perempuan itu kesal.


Mawangsa sejenak menatap kearah Sebuah sabun tanpa sengaja, dia mengerutkan keningnya lantas berpikir apa mungkin Maya menginjak sabun? hingga berakhir jatuh dan seperti ini?.


Lantai bahkan terasa cukup licin saat pertama dia masuk tadi.


*****


Catatan \=


Mak author lambat update karena nunggu naskah dari editor🙏🏻.

__ADS_1


Pingin nya langsung drop banyak episode biar kejar kata, tapi kayaknya ga bisa jadi slow update aja🙏🏻.


__ADS_2