
Setelah berkata apakah mata Mawangsa buta dalam mencari perempuan, pada akhirnya Tiara membuang pandangannya, dia dan Maya menatap perempuan dengan pakaian mewah dan berkelas tadi yang berdiri tidak jauh dari mereka.
Tiara jelas mengenal perempuan tersebut, dia adalah Ayunda cucu dari panglima tertinggi di kota tersebut dan mereka pernah beberapa kali bergabung bersama dalam beberapa pertemuan pesta juga jamuan makan malam para pejabat tinggi.
Pada akhirnya mereka saling menyapa antara satu dengan yang lainnya, dan setelah melewati percakapan bersama dia baru tahu rupanya Julian mengundang mereka dalam acara ulang tahunnya kamu juga tidak menduga jika ternyata ada Shinta diantara mereka di mana perempuan itu rupanya mengenal Ayunda.
Restoran tersebut memiliki ruang tertutup di lantai bagian atas nya, mereka mengambil room khusus VVIP sembari berencana menunggu Julian, meskipun sebenarnya Maya cukup enggan bergabung pada akhirnya gadis tersebut menurut karena dia telah berjanji pada Julian akan ikut merayakan ulang tahun laki-laki tersebut.
Begitu tiba di room VVIP Ayunda mengajak mereka untuk bermain kartu.
"Aku pikir pasti ada yang jago bermain kartu di antara semua orang"
Gaya bicara Ayunda cukup tinggi, dia menatap Maya dengan tatapan yang sedikit aneh, Maya jelas menatap balik Ayunda dengan tatapan yang cukup tidak bersahabat.
"Aku pikir itu ide yang bagus"
Ucap Shinta kemudian.
Mendengar ucapan Shinta, jelas saja membuat Tiara langsung mengiyakan ajakan mereka tapi dia pikir Maya tidaklah harus ikut.
"Tapi aku pikir Maya mungkin tidak bisa ikut"
Tiara mendengar gosip jika Maya tidak pandai bermain kartu, hal tersebut jelas membuat dia khawatir,dia takut Maya di singkirkan oleh Shinta perempuan tidak berkelas dihadapan nya itu.
Oh god, tidak berkelas.
Batin Tiara.
Yeah sangat tidak berkelas, meskipun dia tahu Shinta merupakan anak orang kaya dan terpandang, tapi melihat penampilan nya sangat tidak berkelas menurut nya, seperti orang kaya baru yang mendadak kaya raya.
Mengingat Julian masih lama datang,Maya pada akhirnya menyetujui ajakan Ayunda.
"Aku pikir bukan masalah"
jawab Maya pelan.
mendengarkan jawaban bahaya seketika Ayunda dan Shinta langsung mengembang kan sehingga mereka, demi apapun mereka sengaja membawa dan mengajak gadis itu untuk bermain kartu, mereka berkata perempuan itu kalah telak saat bermain bersama dengan CEO Vegalta tuan Baskoro sebanyak 10 juta lebih, jadi mereka memang berniat untuk menghajar Maya dalam permainan kartu kali ini.
Dan saat mendengar Jawaban Maya jelas saja membuat Tiara Cukup cemas.
__ADS_1
"Tapi...?"
Dia mengerutkan keningnya,. menatap dalam wajah Maya.
"Itu bukan masalah"
Maya bicara sembari mengembangkan senyuman nya.
"Baik mari kita mulai permainan nya, aku suka melakukan sebuah taruhan, bagaimana jika kamu kalah, kamu menghapus tato yang ada di pinggang mu nanti?"
Tiba-tiba saja Shinta membuka suaranya, dia bertanya sembari menaikkan ujung alisnya, menatap kearah Maya dengan tatapan penuh intimidasi.
Dia tahu gadis tersebut memiliki tatto Mawangsa di balik pinggang nya.
Mendengar ucapan Shinta seketika membuat Maya mencoba menahan tawanya, dia pikir bagaimana bisa perempuan tersebut bersikap sangat kekanak-kanakan.
"Baik aku akan melakukan nya, tapi andaikan kamu kalah bagaimana jika kamu meninggalkan tunangan mu kemudian pergi jauh-jauh dari kota ini?"
Begitu Maya mencoba mensejajarkan taruhan nya, seketika membuat Shinta menatap terkejut kearah Maya, dia pikir bagaimana bisa gadis sialan itu ingin mengintimidasi dirinya.
"Baik, aku dengan senang hati melakukan nya"
Dan meskipun begitu Tiara pikir Maya jelas tidak mungkin memenangkan permainan kartu nya, semua orang tahu Maya pasti akan kalah.
Begitu dia selesai menghisap rokok terakhir nya, Tiara Secara Perlahan keluar dari toilet tersebut, tapi seketika bola mata gadis tersebut membulat dengan sempurna saat dia melihat seorang laki-laki dihadapan nya.
"kau?"
Itu adalah Heru laki-laki yang merupakan teman Mawangsa juga laki-laki yang pernah diundang Maya dalam acara pesta malam kebebasan nya setelah bercerai dengan Mawangsa, dia bukan orang yang miskin tapi Tiara tahu nya dia adalah laki-laki miskin yang tidak memiliki apa-apa dan bekerja di sebuah bengkel yang letaknya tidak jauh dari kawasan komplek perumahan keluarga nya.
"Kau berkerja jadi pelayan disini?"
Tiara Bertanya sambil menaikkan ujung alisnya.
"Yeah"
Realitanya Heru berbohong, demi apapun dia bergabung dengan teman-teman nya Sembari memainkan game dan di ajak bertaruh game bersama, kesialan menghampiri nya, dia kalah bertaruh dan diharuskan menggunakan pakaian pelayanan disana.
Sangat tidak menguntungkan batin laki-laki tersebut karena disini dia harus bertemu Tiara.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong berikan nomor handphone mu"
Heru bicara dengan cepat.
Tiara terlihat menatap Heru untuk beberapa waktu, kemudian akhirnya gadis tersebut memberikan nomor handphone nya.
Heru cukup senang karena bisa mendapatkan nomor gadis tersebut.
Saat Tiara memberikan handphone nya agar Heru menyimpan sendiri kontak Whatsapp nya, gadis itu menatap handphone yang digunakan Heru.
Dia pikir kenapa orang miskin memiliki handphone yang mahal?!.
Gadis tersebut jelas bingung.
"Katakan pada ku sedang apa kamu disini?"
Laki-laki tersebut Bertanya sebari balik mengerutkan keningnya, dia mengembalikan handphonenya Tiara dan mengantongi handphone nya kembali.
Terkejut mendengar pertanyaan Heru, gadis tersebut dengan gugup menjawab.
"Oh itu aku tengah merayakan ulang tahun teman ku bersama teman baik ku, maksud ku aku pergi bersama CEO The Malaka company, putri dari umbrella company dan cucu panglima tinggi, kami menghabiskan waktu bermain kartu Sembari menunggu yang berulang tahun tiba"
Mendengar Tiara menyebutkan daftar perusahaan the Malaka company dan umbrella seketika Heru membulatkan bola matanya.
Apa?!.
Dia merasa cukup tidak percaya.
Setelah berkata begitu Tiara langsung melesat pergi meninggalkan Heru, Laki-laki tersebut seketika langsung memanggil salah satu pelayan disana dan bertanya.
"Dimana room gadis itu dan teman-teman nya?"
seorang laki-laki muda langsung menyebut kan tempat nya.
"Apa anda ingin ikut bergabung tuan?"
Laki-laki tersebut Bertanya cepat.
"Aku akan memikirkan nya"
__ADS_1
Jawab Heru sembari mengembangkan senyuman nya.
Dia mencoba untuk merencanakan sesuatu, laki-laki itu pikir bagaimana jika dia menghubungi Mawangsa dan meminta laki-laki tersebut datang ke sana? dia ingin tahu bagaimana respon laki-laki tersebut jika melihat mantan istrinya sedang main kartu dengan kekasih nya.