
Julian langsung bergerak cepat tanpa berpikir dua tiga kali untuk masuk ke pemandian dan mencari ruang CCTV, melihat laki-laki tersebut bergegas pergi dari hadapannya Mawangsa seketika langsung berinisiatif bergerak mengejar langkah, sejujurnya dia cukup khawatir dengan keadaan, takut jika hal-hal yang buruk terjadi pada Maya.
Melihat mawangsa tiba-tiba bergerak meninggalkan dirinya mengejar langkah Julian Shinta jelas saya langsung membulatkan bola matanya dan , menatap terkejut ke arah laki-laki tersebut
"Apa-apaan ini"
Shinta mengumpat kesal, dia langsung ikut bolehkah sakit berlarian mengejar Mawangsa.
hingga pada akhirnya di sinilah mereka, berada di dalam ruangan CCTV untuk melihat apa yang terjadi.
ekspresi wajah Shinta yang tadinya memucat Dan panik seketika berubah sembari mengulum senyumannya, dia baru ingat jika dia telah menyelesaikan suatu tugas dengan memerintah salah satu orang suruhannya untuk menyelesaikan semua hal yang mungkin akan melibatkan dirinya.
kini ketiga orang tersebut menatap ke arah layar CCTV yang ada di hadapan mereka, di mana bisa mereka lihat awalnya Shinta berbelok masuk ke dalam ruang pemandian, di mana memang tempat gadis tersebut berada saat Shinta menyusulnya.
"dia berada di ruang pemandian air panas khusus perempuan"
Mawangsa berkata cepat, di mana bola mata laki-laki tersebut masih terus menetap ke arah layar CCTV yang ada di hadapan mereka.
"sayangnya aku tidak melihat dirinya tadi, mungkin dia sudah pulang tanpa menghubungimu lebih dulu"
Shinta berkata cepat ke arah Julian, menampilkan wajah culas tanpa persahabatan, terlalu picik dan licik di mana Julian berpikir kenapa mawangsa benar-benar buta melihat pasangannya.
__ADS_1
seharusnya memangsa memeriksa kondisi kesehatan matanya, agar laki-laki tersebut tidak selalu ditipu oleh ular betina tersebut.
"sepertinya tidak ada lagi yang bisa kita lihat"
lagi perempuan tersebut bicara.
cukup lama mereka menunggu pergerakan dari rekaman CCTV di hadapan mereka, namun reaksi tanya tidak ada pergerakan sama sekali yang terjadi meskipun cukup lama waktu berlalu sembari mereka menonton dan menghitung durasi.
dan pada akhirnya setelah meyakinkan diri dimana titik lokasi Maya seketika membuat Julian langsung bergerak mencari tempat pemandian yang didatangi oleh gadis tersebut, Mawangsa pada akhirnya tetap mengejar langkah diikuti oleh Sinta yang terlihat enggan sekali untuk menyusul kedua orang tersebut.
pada akhirnya perempuan itu suka tidak suka dan mau tidak mau mencoba mengejar langkah memangsa yang telah pergi cukup jauh dari hadapannya.
sejujurnya dia ingin sekali marah.
perempuan tersebut mengumpat dengan kesal.
ketika mereka berlarian menuju ke arah ruang pemandian air panas di mana Maya berada, tiba-tiba saja di ujung sana suatu teriakan histeris melengking memenuhi keadaan, membuat semua orang seketika terkejut dan ketar-ketir.
"Akhhhhhhh"
Teriakan melengking memecah seluruh ruangan.
__ADS_1
"Ada apa?"
pada akhirnya Julian yang berjalan tergesa-gesa sembari berlari menuju ke arah depan langsung bertanya kepada wanita yang ada di hadapannya
"Ada mayat seorang gadis muda di dalam"
jawab wanita hampir paruh baya di hadapan mereka yang menggunakan pakaian kebersihan.
seketika ucapan wanita tersebut membuat terkejut semua orang.
"Apa?"
dan Julian jelas saja langsung membulatkan bola matanya.
"Ada gadis muda terkapar di dalam kamar mandi"
wanita tersebut kembali mengulangi ucapannya.
"aku pikir dia sudah meninggal"
dan bayangkan bagaimana ekspresi Julian saat ini ketika mendengar ucapan wanita yang ada di hadapannya bicara, dia seketika menoleh ke arah mawangsa di mana laki-laki tersebut jelas ikut terkejut mendengar apa yang diucapkan oleh wanita tersebut.
__ADS_1
Sedangkan Shinta jelas mengembangkan senyuman nya.