
Maya cukup terkejut saat dia menyadari jika pasangan yang barusan masuk dan berada di hadapannya saat ini adalah teman kuliah nya.
"Oh my God"
Maya jelaskan apa dua orang tersebut dengan tatapan tidak percaya, kedua orang itu adalah sepasang suami istri yang merupakan teman di masa kuliah Maya.
mereka juga tidak menyangka bertemu Maya di sini.
"Ya ampun"
perempuan yang ada di hadapan Maya secepat kilat memeluk gadis tersebut, ada Rona kebahagiaan ketika dia bertemu dengan Maya.
"kapan terakhir kita bertemu?"
perempuan itu bertanya dengan antusias sedangkan sang laki-laki langsung menekan tombol turun menuju kearah Bawah.
"aku pikir mungkin sekitar 5 atau 6 tahun yang lalu"
Maya mencoba untuk mengingat-ingat, ya mereka sepertinya bertemu sebelum dia dan mawangsa menikah, jika dia mengingat masa lalu sungguh bodoh sekali dia menghabiskan waktu 6 tahun ya bersama laki-laki yang tidak mencintainya.
bahkan dia tidak pernah lagi berjumpa dengan para temannya atau bahkan melakukan reunian untuk melepaskan rindu atau bercanda bersama.
waktunya benar-benar dihabiskan bersama mawangsa, mengabdikan dirinya menjadi istri yang baik dan benar untuk laki-laki tersebut, namun nyatanya setelah 6 tahun berlalu apa yang dikorbankan yang sia-sia.
"iya benar aku pikir itu sebelum kamu menikah dengan CEO bodoh itu"
bisa-bisanya perempuan tersebut menjawab dengan cepat, seolah-olah sadar dengan apa yang diucapkan perempuan itu langsung menutup mulutnya dengan kedua belah tangannya.
Upssss.
dia sepertinya keceplosan mengatakan mawangsa adalah seorang CEO bodoh, meskipun realita yang seperti itu karena semua orang rata-rata tahu di masa kuliah dulu jika Shinta bukanlah gadis yang baik, gadis itu selalu membuat masalah dengan orang lain bahkan terkadang mencoba untuk membohongi seseorang demi untuk kepentingan nya sendiri.
karena itu mereka cukup menyesali perceraian yang terjadi di antara Maya mawangsa karena orang ketiganya adalah Shinta.
mendengar ucapan perempuan itu berbuat Maya diam dan berusaha untuk mengembangkan senyumannya.
"jadi kamu mengambil liburan di sini?"
tanya teman laki-laki Maya.
__ADS_1
"aku ada urusan penting soal perusahaan, sekaligus mengambil liburan dengan temanku"
Maya menjawab dengan cepat.
"itu bagus aku pikir kamu membutuhkan liburan untuk kesenangan hati setelah di sia-sia kan laki-laki bodoh tersebut"
lagi Perempuan itu berkata cepat.
seketika mereka diam untuk beberapa waktu.
******
Disisi lain.
Shinta terlihat menggenggam erat lengan Mawangsa, sebenarnya dia cukup kurang suka saat mereka tengah mengambil liburan ternyata mereka harus bertemu dengan Maya.
"Sayang tidak bisa kah sebenarnya kita mencari tempat liburan yang lain?"
perempuan tersebut bicara dengan ekspresi tidak suka saat melihat maya di depan mereka.
Alih-alih menjawab apa yang diucapkan oleh Shinta laki-laki tersebut lebih suka untuk mengabaikannya.
"kamu yakin akan melakukannya sendiri sayang?""
Julian bertanya cepat kearah Maya, sengaja berlaku romantis agar membuat mawangsa tidak menyukai kebersamaan mereka dan lari dari tempat tersebut.
"Seperti nya tidak,kau tahu Julian? aku sudah cukup lama tidak benar-benar Bermain skating sendirian"
Maya bicara cepat, kemarin dia tidak benar-benar bermain, menunggu direktur Accord untuk membicarakan soal akuisisi, terakhir dia bermain skating dimasa kuliah nya saat berlibur ke Paris, itu sudah sangat lama sekali, dia takut lupa cara menggerakkan kakinya.
saat Maya perlahan berdiri dari posisinya, Julian mencoba untuk menggenggam kedua belah tangannya karena takut jika hanya terjatuh disebabkan kurangnya keseimbangan mereka berdua tampak terlihat begitu romantis bagaikan sepasang kekasih.
seketika kedua orang tersebut secara perlahan mulai bermain di arena skating, saling bercanda ria terkadang tertawa bersama.
saling berseluncur dan menggenggam tangan antara satu dengan yang lainnya, namun siapa sangka di tengah kebahagiaan yang terjadi diantara mereka berdua selalu saja ada orang iri yang mencoba untuk menghancurkan kebahagiaan mereka.
Shinta bergerak dengan cepat mencoba sengaja menabrak tubuh Maya, tapi sayangnya meleset, dia malah menabrak Julian.
hal tersebut jelas membuat Julian Berang dan marah.
__ADS_1
sedangkan Maya yang tidak ingin peduli dengan Shinta dan mengabaikan pertengkaran antara Julian dan Shinta terus berseluncur menuju ke arah depan.
cukup lama dia bergerak hingga akhirnya tiba-tiba seseorang menabrak nya dangan keras.
Brakkkkk.
"Akhhhh"
Maya terjatuh dengan keras dan meringis.
Dia merasakan tubuhnya sakit bukan main saat seseorang menabraknya, gadis itu berusaha berdiri namun rupanya sebuah tangan mencoba membantu nya.
tanpa melihat siapa yang membantu nya Maya buru-buru berusaha untuk berdiri atas bantuan orang tersebut.
"Maaf, terima kasih"
Maya bicara sambil menatap kearah depan nya tapi seketika bola mata gadis tersebut membulat dengan sempurna saat dia melihat siapa sosok yang ada dihadapan nya.
Mawangsa?!.
Seketika Maya secepat kilat bergerak mencoba menjauhi Mawangsa, dia mencoba menjaga jarak pasti di antara mereka, mendapatkan perlakuan seperti itu seketika membuat Mawangsa jadi kecewa.
*****
Catatan \=
kakak Novel nya kok muter aja tanpa penyelesaian.
sebenarnya Mak author juga mikir gitu,tapi karena ini misi Mak author ga tau mau ngomong gimana Mak🤧🤧.
Ga ngerti kenapa tapi sudah sampai episode segini tuh menurut Mak author masih belum ketemu penyelesaian nya.
misal kenapa adik Shinta meninggal dan kapan flash back nya, siapa dan kapan laki-laki yang tidur sama Maya keluar, kapan terjadi konflik laki-laki tidur bareng Maya, kapan Mawangsa tahu kebusukan Shinta, kenapa Dave ga muncul-muncul? ga ad part yang bikin gregetan, bikin bucin dan bikin pembaca gimana gitu, kenapa bukan Maya yang menghancurkan perusahaan umbrella tapi sosok orang lain, kapan surat pena Maya di tangan Elsa bakal keluar?.
sumpah episode nya udah jauh banget loh Mak tapi tidak ada 1 konflik pun yang masalah nya di selesaikan,malahan dari satu konflik nambah ke konflik lain nya, seperti muter2 stuck di tempat.
Mak author jauh lebih takut orang bosan menanggapi ini novel untuk nerus baca dan Mikir kok author nya bikin cerita menye-menye dan membosankan banget sih? padahal ini bukan cerita dari kepala Mak author loh, cuma misi yang naskahnya bukan punya Mak author.
jadi maafkan kalau terasa sampai ke episode ini masih ga tau mau dibawa kemana kisah nya Mak🙏🏻.
__ADS_1