Sejauh Angin Yang Berhembus

Sejauh Angin Yang Berhembus
Menyelidiki


__ADS_3

rumah sakit xxxxxxx


pusat kota


nyonya Dina pagi-pagi telah datang ke rumah sakit untuk menjenguk Shinta, tidak lupa wanita tua itu membawa sup kesehatan untuk perempuan tersebut.


dengan wajah yang ceria dan penuh kebahagiaan nyonya Dina mencoba menyuapi Shinta dengan yang dibuat oleh dirinya.


obrolan terjadi di antara mereka di mana mawangsa tampak tidak begitu ingin mempedulikan obrolan kedua orang tersebut, dia lebih memilih duduk di atas sebuah kursi sofa di mana tangannya sibuk bergerak di atas laptopnya, dia harus menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tertunda di perusahaan.


di tengah obrolan yang terjadi tiba-tiba bisa mawangsa dengar ibunya mulai mengumpat soal Maya.


"apa kau sudah melihat beritanya? soal audio yang menjijikan di mana gadis itu terdengar dia sedang bercinta dengan seorang laki-laki?"


wanita itu bicara dengan cepat sembari membiarkan Shinta menyelesaikan untuk makan supnya.


"tentu saja Bu aku telah mendengar dan menonton beritanya"


Shinta menjawab dengan cepat ucapan calon mertuanya tersebut dengan penuh semangat.


"coba saja lihat, sejak awal sudah kukatakan jika gadis itu adalah gadis tidak tahu malu dan suka berselingkuh dengan orang lain, aku sudah bilang dia memang tidak cocok untuk menjadi istri memangsa"


nyonya Dina mulai mengoceh dan menjelekkan Maya.


"bahkan sejak awal menikah tidak ada kelebihan yang bisa aku banggakan dari dirinya, aku benar-benar mendapatkan seorang menantu yang menjadikan diriku mertua yang malang"


"ibu jangan bicara seperti itu, jangan terlalu memikirkan Maya bukan tak ada aku di sini sekarang?"


"aku tahu soal itu kau memang yang terbaik untuk menjadi menantu di keluarga Heri jaya, tapi tetap saja jika bertemu dengan Maya aku akan memastikan untuk memaki dan mengumpatnya karena dia membuat malu keluarga kami atas kadal kasus yang menimpa dirinya, seolah dia lupa jika dia pernah menjadi menantu hari jaya"


oceh nyonya Dina lagi.


Mawangsa terlihat menghela nafasnya mendengar obrolan kedua orang tersebut dan ocehan ibunya.

__ADS_1


dia pikir kenapa ibunya selalu saja bersikap buruk dan bermulut pedas terhadap Maya.


6 tahun pernikahan mereka tidak bisa dibayangkan bagaimana perasaan Maya menghadapi ibunya, tiba-tiba mawangsa merasa begitu bersalah saat ini, dia pikir Maya pada masa lalu pasti sangat kesulitan menghadapi mulut dan kelakuan ibunya tersebut.


tiba-tiba sejuta sesal menghantam palung hatinya.


******


disisi lain


Maya terlihat menggerakkan rahangnya untuk beberapa waktu dia menggenggam erat telapak tangannya sembari mencoba untuk menghela nafasnya sejenak.


gadis tersebut buru-buru mencoba untuk menghubungi Heru, dia pikir dia harus menyelidiki soal sesuatu, cukup lama dia menunggu panggilannya diterima di ujung sana hingga akhirnya terdengar suara jawaban dari seberang.


"halo?"


itu adalah suara Heru.


"ini aku"


mendengar suara Maya Heru langsung menyahut.


"Aku mendengar nya, Katakan pada ku apa yang bisa aku lakukan untuk mu?"


laki-laki tersebut seolah-olah tahu apa yang diinginkan gadis tersebut saat ini, tempo hari dia pernah berkata dan membuat perjanjian berdua dengan Maya, andaikan gadis itu membutuhkan bantuannya maka Maya boleh menghubunginya dan dia akan bergerak dengan cepat membantu garis tersebut tanpa berpikir dua tiga kali.


"Bisakah kamu membantu ku?"


Maya Bertanya dengan cepat.


"Tentu saja"


jawab laki-laki itu cepat.

__ADS_1


"kau tahu aku cukup kuat soal minum, tapi anehnya semalam aku malah tiba-tiba teler dengan keadaan, hal tersebut juga membuatku curiga akan sesuatu, bisakah kau menyelidiki sesuatu untukku?"


Maya bertanya cepat kepada Heru.


"semua berawal dari ketika pelayan memberikanku minuman, kau bisa memulainya dari laki-laki tersebut"


lanjut nya lagi.


mendapatkan permintaan dan perintah dari Maya jelas saja membuat Heru senang, laki-laki itu pikiran bekerja sama dengan Maya adalah satu keberuntungan.


"seperti yang kau inginkan, tentu saja aku bisa melakukannya"


laki-laki itu menjawab dengan mantap.


"aku akan mengabarkanmu secepatnya"


setelah Heru berkata seperti itu Maya langsung menutup panggilannya.


gadis tersebut terlihat menggenggam erat telapak tangan nya, dia menatap kearah depan sembari Mencoba untuk memejamkan sejenak bola mata nya.


****


setelah kembali dari perusahaan dengan perasaan lelah dan juga pemikiran yang menghantam yang menjadi satu, Maya secepat kilat melajukan mobilnya untuk kembali ke rumahnya.


selama di perjalanan sesekali gadis tersebut menguap, rasa mengantuk dan juga lelah bercampur aduk menjadi satu pada dirinya saat ini, belum lagi pemikirannya tentang skandal audio dan juga kenapa dia bisa menjadi sangat mabuk semalam.


pada akhirnya gadis tersebut tiba di kediamannya, dia langsung memutar mobilnya masuk ke dalam halaman rumah milik nya, memilih untuk langsung bergerak menuju ke arah garasi namun begitu dia membelokkan mobilnya gara-gara si seketika bola mata gadis itu terkejut melihat seseorang yang tidak asing dengan berdiri di depan rumahnya.


Dia?!.


Maya jelas saja terkejut melihat sosok tersebut saat ini.


Mau apa dia kemari?!.

__ADS_1


batin nya dalam hati.


__ADS_2