Sejauh Angin Yang Berhembus

Sejauh Angin Yang Berhembus
Menolak nya karena muak


__ADS_3

The Malaka company,


ruangan kerja Maya.


Maya terlihat mengerutkan keningnya saat dia mendengar apa yang diucapkan oleh sang asistennya.


"Pengacara tuan Mawangsa datang berkunjung ingin menemui nona," ucap gadis cantik yang ada di hadapan Maya.


"Apa?, Maya bertanya dengan perasaan bingung kepada gadis yang ada di hadapannya tersebut.


"Beliau ingin menemui Anda saat ini juga, dia bilang ada hal yang begitu serius yang ingin dia sampaikan kepada anda, nona." lanjut gadis itu lagi kemudian.


Maya terus berusaha untuk memasang kecurigaan, mencoba terus membentang jarak diantara semua orang, kedatangan pengacara laki-laki itu jelas saja membuatnya curiga dengan keadaan, dia pikir apalagi diinginkan oleh Mawangsa saat ini.


"Dimana dia?," pada akhirnya gadis itu bertanya sembari menatap ke arah sekretarisnya.


"Ada di ruangan tunggu, nona." Jawab gadis yang ada di hadapannya itu dengan cepat.


Tanpa berpikir dua tiga kali gadis tersebut langsung berdiri dari posisinya kemudian dia bergerak keluar dari ruangan tersebut menuju ke arah ruangan tunggu di mana katanya ada pengacara Mawangsa yang datang ingin menemui dirinya.


Maya bergegas bergerak ke sana tanpa berpikir dua tiga kali. Begitu dia sudah berada di depan ruang tunggu gadis itu buru-buru langsung masuk melangkah ke dalam dan bisa dilihat seorang laki-laki hampir paruh baya berdiri dari posisinya kemudian menundukkan tubuhnya dan kepalanya secara perlahan.


"Aku cukup terkejut Anda datang kemari dan ingin menemuiku," Maya bertanya dengan perasaan bingung mencoba untuk menundukkan kepalanya secara perlahan kemudian memilih untuk duduk tepat dihadapan sang pengacara tersebut.


"Maafkan aku karena mungkin mengganggu waktu sibuk dan kerja anda, nona Maya." pusat pengacara laki-laki itu dengan cepat.


"jangan memanggilku terlalu formal, anda lebih tua dariku, paman." lanjut Maya lagi kemudian.


Laki-laki tersebut terlihat mengembangkan senyumannya kemudian secara perlahan dia mengeluarkan sebuah map mendominasi berwarna coklat dari dalam tasnya kemudian laki-laki tersebut menyerahkan yang tepat di hadapan Maya.


"Ini apa?," Maya jelas saja bertanya bingung sembari dia mencoba untuk menggerakkan jemari-jemarinya mengambil map berwarna coklat yang ada di hadapannya tersebut.

__ADS_1


.


"ini adalah permintaan sendiri dari Mawangsa," ujar laki-laki itu sembari memperhatikan gerakan jemari dan jemari Maya yang mulai membuka map yang ada di hadapan gadis tersebut.


Maya mencoba menebak-nebak apa isi map itu hingga pada akhirnya begitu dia membukanya dan melihat apa isinya membuat gadis tersebut terkejut setengah mati.


"Aku cukup tidak mengerti dengan apa maksudnya ini?," Maya kembali bicara sembari dia menatap dalam wajar laki-laki yang ada di hadapannya tersebut di mana Maya menaikkan ujung alisnya dan meminta penjelasan kepada laki-laki itu tentang apa yang dimaksud yang ada di tangannya saat ini.


"Aku sebenarnya tidak begitu paham juga tapi Mawangsa meminta untuk agar dia membagikan harta gono gini secara adil kepadamu setelah perceraian kalian," dan pada akhirnya laki-laki itu menjelaskan maksud kedatangannya saat ini.


Mawangsa meminta kepadanya secara khusus agar dia membuat ulang surat-menyurat tentang harta-harta yang dimiliki oleh laki-laki tersebut dan membaginya secara adil sebagai harta gono gini perceraian mereka berdua saat ini.


mendengar penjelasan dari sang pengacara jelas saja membuat Maya cukup terkejut dia tampak menganga sejenak kemudian tiba-tiba saja gadis itu mendengus tidak percaya.


"Aku tidak paham dengan jalan pikiran Mawangsa saat ini," dia jelas saja cukup bingung untuk mendeskripsikan tentang apa yang dipikirkan oleh Mawangsa saat ini, dia pikir laki-laki itu belakangan sedikit tidak masuk akal dan telah melampaui batasannya dan dia sangat tidak mengerti bagaimana cara serta jalan pikiran dari Mawangsa.


"Apa dia sedang bercanda dengan ku?," pada akhirnya gadis itu bertanya sembari menantap ke arah pengacara Mawangsa dengan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu.


Maya mendengarkan penjelasan laki-laki yang ada di hadapannya tersebut untuk beberapa waktu sembari dia mencoba untuk memahami apa yang diinginkan oleh Mawangsa saat ini. Gadis tersebut mencoba berpikir dengan keras untuk beberapa waktu hingga akhirnya Maya berkata.


"Aku sama sekali tidak tertarik dengan hal tersebut, bawa kembali dan katakan padanya aku menolaknya." ucap Maya kemudian gadis tersebut langsung mengembalikan map yang ada di hadapannya ke arah sang pengacara.


Maya buru-buru langsung berdiri dari posisinya kemudian menundukkan kepalanya dengan cepat.


"Katakan padanya berhentilah melakukan kebaikan-kebaikan yang cukup tidak berguna pada diriku dan berhenti juga untuk mencoba sebuah kesalahan yang sudah tidak ada gunanya lagi," lanjut gadis tersebut lagi kemudian.


Setelah berkata begitu Maya langsung membalikkan tubuhnya dan kemudian dia bergerak dengan cepat meninggalkan pengacara Mawangsa tanpa berpikir panjang. Hal itu jelas saja membuat laki-laki itu terkejut dan dia cukup kebingungan dengan penolakan yang dilakukan oleh Maya.


Pada dasarnya, biasanya para perempuan pasti akan berterima kasih dan sangat senang mendapatkan pembagian harta gono gini tapi dia pikir bagaimana bisa gadis yang ada di hadapannya tersebut yang kini berjalan menjauhi dirinya menolak atas keuntungan yang akan diberikan oleh kliennya.


*******

__ADS_1


Tempat tinggal Maya,


Jam pulang kantor.


Maya baru saja turun dari mobilnya dan dia berniat untuk masuk ke dalam rumahnya namun tiba-tiba saja dia menghentikan gerakan kakinya saat dia menyadari ada seseorang yang kini berdiri tepat di ujung sana di depan pintu rumah nya. Maya mendengus, kembali melanjutkan langkahnya menuju ke arah di mana sosok tersebut menunggu dirinya saat ini.


Itu adalah Mawangsa.


Maya bergerak menuju ke arah pintu rumahnya dan kemudian dia mencoba untuk mengabaikan laki-laki tersebut, cukup kesal karena melihat Mawangsa kekejamannya lagi.


"Katakan pada ku kenapa kau menolak penawaran dari ku?," Mawangsa langsung bicara pada dirinya ketika mereka berhadapan antara satu dengan yang lainnya di mana Maya mencoba untuk mengabaikan laki-laki tersebut saat ini.


mendengar apa yang diucapkan oleh bangsa membuat mayat pembuatan bola matanya untuk beberapa waktu kemudian dia mencoba untuk menarik kasar nafasnya.


"Aku memberikan hakmu Yang memang seharusnya menjadi milikmu dan aku melakukan itu karena aku pikir kau memang pantas mendapatkannya," kembali Mawangsa bicara kepada Maya mencoba untuk menahan langkah gadis itu untuk tidak masuk ke dalam rumah.


"Kenapa kamu malah menolak apa yang aku berikan dengan cara yang cukup membuatku kecewa?,"


Maya terlihat mendengus kemudian gadis tersebut tampak berkacak pinggang kemudian berkata.


"Aku mohon Mawangsa, berhentilah melakukan hal yang sia-sia karena itu sangat tidak berguna saat ini," Maya pada akhirnya angka suara dia menatap tajam ke arah laki-laki yang ada di hadapannya tersebut dengan perasaan kesal.


"aku menolaknya karena aku sudah tidak ingin lagi sedikitpun berhubungan denganmu atau bahkan menerima apapun yang diberikan olehmu karena aku benar-benar merasa hidupku tidak baik-baik saja selama berhubungan denganmu," kali ini gadis itu melampiaskan kemarahannya sedikit meninggikan suaranya dan bicara karena memangsa dengan perasaan yang begitu kesal.


"Tidakkah kau sadar? kau selalu menyulitkanku selama ini dan aku sudah muak juga bosan berhadapan denganmu keluarga atau bahkan berhadapan dengan Shinta." dan kata-kata bahagia dari gadis di hadapan mangsa membuat mangsa seketika membeku karena ini untuk pertama kalinya dia melihat Maya begitu marah dan menampilkan ekspresi begitu membenci dirinya.


Maya merapatkan kedua belah telapak tangannya kemudian dia kembali berkata kepada Mawangsa.


"Aku mohon, pergilah dari kehidupanku dan buatlah aku bebas dengan apa yang harus kulakukan aku sudah tidak ingin lagi kita saling berhubungan antara satu dengan yang lain ya karena aku sudah muak denganmu dan juga orang-orang di sekitar." Lanjut gadis tersebut lagi kemudian.


Mawangsa seketika terdiam mendengar apa yang diucapkan oleh Maya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2