
Mendengar ucapan nenek dan perlakuan buruk nenek pada nya jelas membuat Shinta menangis terisak di hadapan Mawangsa.l saat ini.
Dia pikir kenapa nenek sangat tidak menyukai nya, padahal dia telah bersusah payah dan membeli banyak hadiah.
Shinta pada akhirnya berkata,
"Kenapa nenek Memperlakukan diriku dengan begitu buruk?"
Tanya Shinta dengan jutaan air mata.
Mawangsa yang melihat tangisan Shinta yang pecah seketika terlihat iba dan merasa bersalah, dia jelas kecewa dengan cara nenek memperlakukan Shinta.
"Nenek hanya belum terbiasa, kamu tahu...."
Mawangsa berusaha untuk membujuk perempuan tersebut namun Shinta buru-buru memotong ucapan Mawangsa.
"aku ingin pulang saja"
Setelah berkata begitu, Shinta memilih untuk pergi keluar dari rumah nenek, bergerak cepat menjauhi Mawangsa dengan jutaan kekecewaan menuju kearah mobil mereka didepan sana.
Melihat ekspresi dan kekecewaan Shinta Mawangsa jelas membeku untuk beberapa waktu dan tidak berdaya.
Dia menghela kasar Nafas nya.
Pada akhirnya laki-laki tersebut berbalik, memilih kembali kedalam dan mendekati nenek.
Laki-laki tersebut duduk tepat disamping nenek untuk beberapa waktu, menggenggam erat telapak tangan nenek dan berkata.
"Tidak peduli apa yang membuat nenek begitu menyukai Maya, tapi aku ingin nenek tahu Shinta adalah gadis yang aku cintai nek"
Ucap Mawangsa sedikit menekan Kalimat nya.
"Seandainya nenek ingin marah atas perceraian kami, maka marahlah pada ku tapi jangan kepada Shinta, dia tidak tahu apa-apa"
Lanjut Mawangsa lagi.
Laki-laki itu menatap nenek kecewa dan penuh kemarahan.
Mendengar ucapan cucunya, nenek sama sekali tidak menjawab, pada akhirnya wanita tua itu lebih memilih untuk membuang pandangannya kearah samping.
"kau akan menyesali karena Membuang barang asli demi barang imitasi"
Lirih wanita tua itu kemudian.
Mendengar ucapan nenek, seketika membuat Mawangsa mengejutkan Kening nya, dia pikir nenek lah yang tidak bisa menilai mana barang asli dan mana barang imitasi.
Seandainya nenek tahu keburukan Maya pada Shinta, dia yakin nenek akan menyesal karena berlaku buruk pada Shinta.
Tapi pada akhirnya Mawangsa tidak menjawab, meskipun sebenarnya tidak paham betul dengan ucapan nenek dia memilih untuk tidak berdebat.
Bagi Mawangsa nenek hanya berlebihan saat menilai seseorang, karena perasaan cintanya pada Maya membuat nenek terlalu memandang Shinta sebelah mata.
__ADS_1
Pada akhirnya laki-laki tersebut pergi meninggalkan nenek tanpa bicara.
Nenek terlihat diam, menatap punggung Mawangsa dangan jutaan kekecewaan.
Dari arah belakang seorang wanita berjalan mendekati nenek, dia tersenyum kemudian mulai mendorong kursi roda yang di naiki nenek, wanita itu kemudian berkata.
"Seharusnya nenek tidak berlebihan memarahi Mawangsa, dia begitu menyayangi nenek dan menghormati nenek"
ucap wanita yang adalah pengasuh nenek tersebut.
Alih-alih menjawab nenek tetap memilih diam, dia hanya tersenyum kemudian membiarkan wanita itu membawa nya pergi dari posisi nya.
*****
Disisi lain
Setelah berjuang bersama Dave dan Julian, dibantu oleh mereka diam-diam dan atas bantuan kakek, pada akhirnya Maya berhasil masuk ke perusahaan Kembali, tidak ada yang tahu jika dia adalah sang pemegang saham terbesar disana saat ini.
Mereka memang memilih diam dan bungkam, bergerak didalam diam.
Kecuali dewan direksi dan beberapa tokoh senior, tidak ada yang tahu jika Maya berhasil menjadi pemegang saham di perusahaan besar tersebut.
Bagi semua orang belum waktunya orang-orang tahu dan Maya harus bergerak perlahan untuk mencari tahu soal kasus ayah nya 6 tahun yang lalu.
Jika Bergerak gegabah dia jelas tahu itu akan berisiko besar dan menciptakan kemungkinan besar kegagalan atas rencana mereka.
Karena itu tidak ada yang di izinkan buka suara soal masuk nya dia ke perusahaan.
Satu orang yang berperan penting membantu Maya terlihat menunggu Maya menandatangani proyek yang telah menunggu sejak tadi.
Laki-laki itu menunggu Maya menandatangani nya secepat.
Di dalam satu ruangan mendominasi berwarna putih, Maya terlihat menatap serius kearah berkas-berkas dihadapan nya.
Disamping sisi kiri dan kanan Maya terlihat Julian dan Dave yang terus mendukung dan men support Maya.
"Semua berjalan sesuai rencana"
Ucap Julian cepat Sembari menatap dalam wajah Maya, gadis itu telah menandatangani proyek besar nya.
Tapi meskipun menjadi pemegang saham terbesar berjalan mulus, satu berita besar pecah hari ini.
Cerita penabrakan yang dilakukan Maya 6 tahun yang lalu terhadap Shinta benar-benar pecah hari ini.
"Semua berita pecah, sang pemilik mobil biru menabrak putri kesayangan putri perusahaan Umbrella company, cihhhh"
Dave terlihat mendengus tidak percaya saat melihat berita tersebut.
Saat Dave berkata begitu, tiba-tiba sang dewan direksi menghubungi mereka dari balik layar laptop yang ada dihadapan mereka.
Dave langsung membuka layar obrolan Vidio tersebut.
__ADS_1
"katakan"
Ucap Dave kemudian.
"Sudah dengar berita nya?"
Laki-laki tua di seberang sana bertanya cepat, laki-laki itu duduk dengan tenang di atas sebuah kursi sofa.
Maya terlihat mengangguk kan kepala nya.
"Nona harus segera menandatangani perjanjian kontrak nya, jika tidak aku takut berita tersebut akan mempengaruhi laba perusahaan"
Ucap laki-laki tersebut kemudian.
"Jangan khawatir soal apapun, Maya telah menandatangani nya, dan beberapa orang akan bergerak menyelesaikan berita nya dalam 1x24 jam"
Dave berkata sambil menaikkan ujung bibirnya.
Dia tahu orang-orang mungkin akan khawatir dengan keadaan, tapi mereka jelas punya kartu as kumbang untuk menghancurkan berita yang tidak beriman dan juga penuh dengan kebohongan tersebut.
Mendengar jawaban dari Dave seketika membuat sang dewa direksi mengembangkan senyuman, laki-laki tersebut langsung mematikan video panggilan.
Dave kini menatap kearah Maya, dia berkata.
"Mereka mengedit nya dengan sangat buruk"
Ucap Dave lantas membuang pandangannya.
Julian terlihat terkekeh, dia kini mencoba mengolok-olok Maya.
"Aku bingung bagaimana bisa dimasa lalu kamu jatuh cinta pada laki-laki seperti Mawangsa?"
Mulut pedas Julian terdengar memenuhi ruangan dimana mereka berada saat ini.
"6 tahun bertahan bersama laki-laki menjijikkan seperti dia? Kau pasti sudah gila sayang. Bahkan kini dia mengedit video dan membuat berita palsu, itu jelas sangat mengerikan"
Ejek Julian lagi.
Dia pikir bagaimana mungkin demi menaikkan rating perusahaan nya, mendapatkan sponsor penikahan baru nya laki-laki itu bisa-bisa nya menyebarkan berita besar penuh kebohongan.
Mereka jelas memiliki Vidio aslinya, dan akan mempermalukan siapapun yang terlibat didalam nya.
Maya sama sekali tidak menjawab ucapan dan tuduhan Julian atas sikap Mawangsa.
"Aku akan pergi ke perjamuan makan malam untuk merayakan pemulihan Shita besok"
Ucap Maya tiba-tiba.
"Aku juga sedang berencana untuk memberikan nya hadiah besar"
Ucap Maya dengan tatapan dingin nya.
__ADS_1