
Red Square Ice Rink
Moscow
Rusia
Maya dan Julian bener-bener melewati perjalanan panjang Indonesia Moskow hanya untuk menemui direktur perusahaan yang akan melakukan akuisisi bersama perusahaan Maya, baginya ini benar-benar perjalanan gila di mana sebenarnya dia belum siap untuk pergi ke mana-mana saat ini.
namun demi untuk bertemu dengan direktur perusahaan Accord pada akhirnya Julia dan dirinya berada di sini saat ini.
Arena seluncuran es ini berada di Moskow. Ice skating outdoor ini cukup indah dengan warna merah sebagai dominannya. Biasanya arena ini digunakan sebagai tempat perlombaan hoki, tapi banyak juga yang menggunakannya sebagai hiburan semata.
Red Squere ini memiliki luas 3.000 meter persegi dengan kapasitas 500 orang per sesi.
Lapangan es ini berada di alun-alun kota sehingga sangat mudah ditemukan jika ingin menjajalnya.
"kamu benar-benar yakin jika direktur Accord benar-benar berada di sini?"
Julian bertanya cepat ke arah Maya, dia sebenarnya cukup ragu dengan apa yang diucapkan oleh gadis tersebut, karena menurutnya perjalanan Indonesia Moskow bukanlah perjalanan yang singkat dan pendek, ini bukan soal uang atau biaya perjalanan namun melakukan hal yang sia-sia jelas akan menghabiskan waktu mereka.
"tentu saja dia berada di sini"
Maya menjawab penuh dengan keyakinan menatap ke arah Julian sembari mengembangkan senyumannya.
"apa dia yang menghubungimu secara langsung?"
laki-laki tersebut kembali bertanya ke arah Maya sembari dia mulai menggunakan sepatu ice skatingnya.
"tidak tapi seseorang yang mengatakan padaku jika dia berada di sini"
mendengar ucapan gadis tersebut seketika membuat Julian mengerutkan keningnya.
"seseorang? siapa itu?"
__ADS_1
dia menatap curiga ke arah Maya.
"hanya teman biasa tapi dia cukup memberikan informasi yang berguna untukku"
Maya jelas aja tidak mau berkata jika yang memberikannya informasi adalah teman one night stand nya, bayangkan betapa malunya dirinya jika dia bilang berat pada Julian dia melewati malam panas dengan laki-laki asing yang tidak dia kenal.
daripada kehilangan muka karena kebodohan dan kecerobohannya dan dia telah kehilangan harta berharganya, lebih baik dia memilih diam dan tidak banyak bicara.
"baiklah aku berharap ini tidak menjadi sia-sia"
Jawab Julian lantas dia berdiri dari posisinya dan bersiap untuk berseluncur di arena ice skating.
Maya sendiri sudah bersiap sejak tadi dan siap meluncur di sana, dia pikir selagi menunggu direktur Accord, tidak ada salahnya menghabiskan waktu sejenak untuk bermain ice skating di sana.
entahlah berapa lama mereka bermain dan bersenang-senang di sana, yang jelas bagi Julia dan Maya saat ini mereka berusaha melupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan bisnis dan menyenangkan diri mereka di arena ice skating dan membuat keadaan mereka lebih nyaman dan rileks mengingat mereka terlalu fokus pada pekerjaan dan perusahaan dalam beberapa bulan belakangan.
liburan menjadi solusi terbaik atas rasa lelah dan stress yang menghantam mereka.
hingga pada akhirnya mereka memilih untuk kembali ke resort mereka dan memilih untuk beristirahat.
"Selamat sore tuan"
Maya menyapa dengan cepat laki-laki yang ada di hadapannya tersebut begitu mereka bertemu dengan direktur Accord, bisa dilihat laki-laki berusia hampir setengah baya itu tanpa menundukkan kepalanya lantas menerima uluran tangan Maya yang menyapanya itu.
"aku senang kau langsung menyusul ku ke mari begitu tahu aku berada di Moskow"
laki-laki tersebut bicara cepat saat Maya telah duduk di kursinya.
"sangat sulit sekali untuk mencari informasi saat tuan dan menghubungi tuan, karena itu begitu menemukan di mana Tuhan berada aku langsung berinisiatif untuk pergi bersama rekan bisnisku kemari"
Maya menjawab dengan perasaan bahagia sembari menatap laki-laki yang ada di hadapan tersebut.
"itu terlihat kau benar-benar ingin bekerja sama dengan Accord, aku sangat senang dan menghargainya"
ucap laki-laki tersebut lagi.
__ADS_1
"kita bisa membicarakannya lain kali karena saat ini aku cukup lelah setelah mengadakan pertemuan dengan beberapa relasi bisnis, apakah Nona akan bersabar untuk menunggu kita bertemu lagi?"
begitu laki-laki tersebut bertanya seperti itu Maya jelaskan jawabnya dengan cepat.
"tentu saja aku akan menunggunya dengan sabar, tuan"
"aku akan langsung menghubungimu begitu aku memiliki jeda waktu luang, dan lagi aku pikir nona Maya dan relasi bisnis nona juga membutuhkan istirahat saat ini"
lagi-lagi paruh baya tersebut bicara sembari tersenyum saat melihat sepatu ice skating yang dijinjing oleh Julian.
hal tersebut seketika membuat pilihan sedikit malu sembari menundukkan kepalanya.
"Ini jadi membuatku tidak enak hati"
ucap Julian sedikit malu.
"bukan masalah kita terkadang perlu untuk mengambil sedikit kesenangan ketika berputar dengan bisnis yang tidak berkesudahan"
setelah berkata seperti itu laki-laki tersebut langsung berdiri dari posisi duduknya kemudian dia kembali berkata ke arah Maya.
"aku akan langsung menghubungimu setelah aku selesai beristirahat"
"baik tuan aku akan menunggu dengan senang hati"
*******
Masih di Red Square Ice Rink
Moscow
Rusia
anta berapa lama waktu berlalu hingga pada akhirnya Maya berinisiatif untuk kembali ke Red Square Ice Rink, dia pikir akan bertemu dengan direktur Accord hari ini.
gadis tersebut bergerak dengan cepat memasuki sebuah pintu elevator kaca yang ada di hadapannya tersebut, dia bergerak dengan terburu-buru dan sedikit berlarian untuk masuk ke dalam sana, begitu dia masuk ke dalam elevator tersebut Maya berniat untuk menekan tombol tutup pintu elevator tersebut.
__ADS_1
Namun tiba-tiba saja seseorang langsung menghentikan gerakan pintu elevator itu dengan tangannya, sepasang manusia masuk dengan cepat ke dalam elevator yang mana itu, awalnya Maya tidak terlalu memperhatikan namun di detik berikutnya seketika bola mata Maya membulat ketika dia melihat siapa yang ada di hadapannya tersebut saat ini.