Sejauh Angin Yang Berhembus

Sejauh Angin Yang Berhembus
Sedikit bertaruh


__ADS_3

Pada akhirnya Mawangsa berkata.


"Aku akan mencoba untuk menyelidiki dan mencari tahu tentang semua kenyataannya, kita akan lihat apakah benar Shinta terlibat dengan semuanya dan dia yang menyusun skenario semua ini," Ucap Mawangsa pada akhirnya pada Maya.


"Jika Shinta tidak melakukan hal tersebut sama sekali maka berjanjilah padaku kamu akan meminta maaf padanya." Lanjut Mawangsa kemudian,. menatap Maya dengan tatapan yang begitu dalam.


Mendengar ucapan Mawangsa, Maya terlihat mendengus.


"Baik, lakukan dan selidiki lah." Jawab Maya cepat.


"Tapi seandainya dia benar-benar melakukan nya, terlibat dalam memanipulasi keadaan juga gosip yang beredar bahkan Shinta terlibat pada beberapa hal lainnya, maka apa kau siap untuk melepaskan dan meninggalkan dia?," Kali ini gadis tersebut menantang Mawangsa, ingin melihat apakah laki-laki tersebut sanggup melepaskan Shinta saat tahu keburukan dari laki-laki tersebut.


"Selama nya kau tidak boleh berhubungan dan bersama Shinta." lanjut gadis tersebut lagi kemudian.


"Baik, aku menerima tantangan nya." jawab Mawangsa dengan cepat.


Setelah mendengar apa yang diucapkan oleh Mawangsa, Maya langsung membalikkan tubuhnya, meninggalkan laki-laki tersebut dengan cepat, dia cukup muak melihat kebodohan laki-laki tersebut. Maya pikir kapan laki-laki bodoh tersebut pikiran nya terbuka, sampai kapan Mawangsa dibodohkan oleh cinta. Sungguh melelahkan berhadapan dengan laki-laki bodoh yang tidak paham bagaimana melihat sisi baik dan buruk perempuan.


Nyatanya jabatan, kekayaan dan pangkat seseorang tidak menjamin seseorang itu bisa menjadi pintar jika sudah berhadapan dengan perempuan. Cinta buta memang bisa membuat orang-orang tidak mempermasalahkan meraba ditempat yang gelap.

__ADS_1


Maya benar-benar kecewa.


Gadis tersebut melangkahkan kakinya kedepan, dia berencana untuk pergi dan pulang dari sana, namun nyatanya baru saja pergi ke arah depan para wartawan tahu-tahu sudah mengerumuni dirinya.


"Nona Maya apakah benar...,"


"Maya apakah anda....,"


"Katakan pada kami hubungan anda dan....,"


"Sangat memuakkan." Batin Maya.


"Aku tidak ingin memberikan klarifikasi, pergi menjauh atau aku akan menghubungi polisi." Gadis mengerumuni dirinya.


********


Disisi lain.


Shinta yang baru saja sampai di gedung pertandingan basket Elsa seketika terkejut karena para wartawan mengerumuni diri nya, pertanyaan demi pertanyaan menghantam Shinta. Hal tersebut membuat Sinta buru-buru langsung menghubungi malangsa dan dia mengeluarkan ekspresi pura-pura takut, meminta agar laki-laki tersebut keluar ke depan untuk melindungi dirinya.

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama karena pada akhirnya laki-laki itu langsung keluar dari arah dalam dan mencoba untuk melindunginya dari kerumunan wartawan, Shinta jelas saja begitu senang dia langsung memeluk mawangsa dan mengadu kepada laki-laki tersebut.


Wartawan berhamburan bertanya secara bergantian tentang apa yang terjadi pada mawangsa dan Maya juga kepada Shinta.


"apakah benar nona Maya merusak hubungan kalian dan mencoba untuk kembali masuk di antara rencana pernikahan kalian?,"


"Tuan Mawangsa, apakah...,"


pertanyaan demi pertanyaan menghantam mereka dimana mawangsa ingin mencoba untuk membawa Sinta agar segera pergi dari kerumunan wartawan. Laki-laki tersebut mau tidak mau menjawab pertanyaan dari para wartawan.


"ini hanya sedikit kesalahpahaman, tidak ada yang ingin merusak hubungan kami dan semua baik-baik saja." Mawangsa mencoba untuk bicara kepada para wartawan jika Maya sama sekali tidak berniat untuk merusak hubungan mereka saat ini.


"yang terjadi pada kami tadi pun itu hal yang biasa karena aku mencoba untuk melindungi Maya dari situasi rumit." lanjut Mawangsa lagi kemudian.


"Benarkah? nona Shinta apakah benar yang dikatakan tuan Mawangsa?," merasa tidak cukup mendengar jawaban dari mawangsa membuat para wartawan bertanya kembali kepada Shinta.


Mendengar apa yang diucapkan oleh Mawangsa, sebenarnya cukup membuat Shinta jengah, pada akhirnya perempuan itu menjawab.


"Jika calon suamiku berkata tidak, maka itu tidak, bukankah sangat aneh jika aku berkata berkata iya?," Shinta mengeluarkan ekspresi tidak enak dan palsunya.

__ADS_1


"Calon suamiku tidak mungkin membohongi ku, dia bukan type pengkhianat dan dia sangat baik juga peduli dengan orang lain, hanya saja mungkin kepeduliannya tersebut dimanfaatkan oleh orang lain dan merasa jika sang suamiku tertarik kepada siapapun yang dibantu olehnya." ucapan dari perempuan itu sedikit menyinggung, dia memastikan jika hubungan mereka baik-baik saja dan Maya bukankah perempuan yang harus dia khawatir kan.


Di ujung sana, Elsa yang mendengar ucapan Shinta, merasa cukup jijik dengan perempuan tersebut, menatap tidak suka pada kebersamaan mereka.


__ADS_2