
Elsa terkejut saat menyadari jika mawangsa sudah ada di depan rumah Maya, begitu panggilan di tutup gadis tersebut langsung berpamitan tanpa berpikir dua tiga kali, bayangkan bagaimana ekspresi gadis itu saat ini, dia tahu Mawangsa pasti akan marah besar saat tahu dia datang kediaman Maya karena laki-laki itu pernah berkata agar dia berhenti mengganggunya, padahal realitanya dia sama sekali tidak pernah berpikir untuk mengganggu Maya tapi dia hanya membutuhkan bantuan gadis tersebut.
"kakak aku telah memberikan hadiah kepada kakak jadi jangan lupa untuk datang di hari sabtu nanti ke sekolahku"
mendengar ucapan Elsa seketika membuat maya mendengus Sembari menatap paper bag yang diberikan oleh gadis itu tadi.
Haisssss dia bener-bener pandai menyogok, memberikanku hadiah karena ada maunya.
batin Maya.
Elsa sendiri dengan keadaan terburu-buru langsung meleset keluar dari rumah Maya dan berlarian menuju ke arah depan, bisa dilihat memangsa terlihat bersandar di sisi pintu kemudi mobil, laki-laki itu menawarkan kedua tangannya sembari bola matanya menatap tajam ke arah Elsa yang kini berjalan mendekati mawangsa.
Elsa jelas langsung menelan salivanya saat dia melihat ekspresi kakak laki-lakinya tersebut.
"naik"
perintah tolak yang diberikan oleh laki-laki itu membuat Elsa menundukkan kepalanya, dia cukup takut mendengar dan melihat ekspresi yang dikeluarkan oleh laki-laki tersebut.
tanpa banyak bicara Elsa langsung naik ke atas mobil itu tepat di samping kursi kemudi.
"kali ini kekacauan apa lagi yang akan kau lakukan di rumah Maya"
begitu mobil melaju, laki-laki tersebut bertanya dengan nada yang sedikit ditekan, membuat Elsa cukup takon untuk menjawabnya.
gadis tersebut tidak sadar dia pikir kakak laki-lakinya itu selalu bisa melacak keberadaannya, padahal dia telah berusaha untuk diam-diam pergi tanpa diketahui semua orang namun tetap saja kakak laki-lakinya itu tahu ke mana dirinya bergerak, terkadang Elsa pikir jangan-jangan kakak laki-lakinya memasang alat penyadap salah satu tempat atau salah satu barang yang tidak dia ketahui.
"berhentilah merepotkan Maya"
ucap laki-laki tersebut kemudian, bola matanya terlihat fokus menatap ke arah jalanan di mana satu tangannya fokus dengan setir mobil miliknya.
"aku sama sekali tidak merepotkannya kak, meskipun kalian telah bercerai bukankah tidak masalah aku mendatangi Maya dan membuat sebuah kunjungan"
Elsa bicara pelan.
"kau pikir aku tidak tahu bagaimana sikapmu terhadap Maya? jika kamu hanya ingin mengatakan hidupnya lebih baik berhenti melakukan hal tersebut"
Ucap mawangsa kemudian.
"jangan lagi merepotkan orang lain apalagi hubungan kamu dan Maya bukan lagi hubungan adik dan kakak ipar, kita telah putus hubungan setelah perceraian kami, berhentilah mengganggu kehidupannya dan itu mungkin membuat dia tidak nyaman"
lanjut laki-laki tersebut lagi.
"aku hanya merindukan kak Maya dan juga sangat merindukan makanan buatannya, aku datang untuk menikmati menu makanan buatannya, meskipun aku tahu kalian berpisah, tapi setidaknya jangan memutus tali silaturahim"
pada akhirnya Elsa mengeluarkan unek-unek di hatinya.
mendengar ucapan adiknya seketika membuat Mawangsa tertawa ngeri.
__ADS_1
"aku sungguh-sungguh kak, aku sangat merindukan masakan kak Maya, ditambah lagi dia memang pandai memasak dan tidak ada yang bisa menyamakan masakannya di rumah, bahkan Shinta saja tidak bisa melakukan apapun dirumah, mereka jelas sangat jauh berbeda"
tidak tahu kenapa tapi Elsa ingin sekali membela Maya, dia kini berpikir kakaknya tidak sepadan berdampingan dengan Shinta.
"dan lagi aku datang juga atas kemauan kak Maya dan diri ku sendiri"
mendengar ucapan gadis yang ada di sampingnya tersebut membuat mawangsa tampak mendengus.
"kamu sangat pandai dalam menyusun kata-kata, berhentilah membohongiku seolah-olah aku ini anak kecil yang begitu polos"
lanjut Mawangsa lagi.
"aku sama sekali tidak berniat untuk membohongi kakak"
"berhentilah berkata tidak berniat dan lain sebagainya, kakak bilang berhentilah mengganggunya, jika tidak kau sama saja akan semakin menyulitkan dirinya"
"kak"
"ini peringatan dariku berhentilah mengganggu kehidupan Maya atau aku akan mengirimkanmu untuk pindah ke luar kota"
ucap laki-laki tersebut kemudian, hingga akhirnya Elsa sama sekali tidak menjawab dan mereka tanpa memilih untuk diam dan tak membalas soal apapun.
*****
Malaka company
Sabtu pagi
jujur saja rasanya begitu berat dan juga melelahkan, namun karena ini adalah tugas dan kewajibannya maka Maya harus menyelesaikan semuanya dan mengejar target nya agar Sesuai dengan rencana.
di tengah keadaan yang tidak baik-baik saja tiba-tiba terdengar suara handphone nya yang berdering memekakkan telinga, sontak suara panggilan tersebut mengejutkan Maya.
Gadis itu buru-buru mengangkat ini.
namun betapa terkejutnya dia ternyata itu adalah Elsa.
Oh god.
"kak sebentar lagi adalah waktunya, kakak pasti datang ke sekolahanku bukan?"
gadis di seberang sana Tampak merengek, dia sepertinya memang benar-benar berharap jika Maya akan datang ke sekolahannya.
"aku tidak bisa janji datang karena banyaknya pekerjaanku saat ini Elsa"
gadis itu menjawab dengan cepat.
"aku mohon sekali ini saja aku benar-benar membutuhkan kakak, aku mohon karena jika aku meminta kak mawangsa yang datang dia tidak mungkin dan mau datang, kakak kan sendiri bagaimana ibu dia tidak akan pernah mau datang ke sekolahan, dan aku jelas tidak bisa mengandalkan Shinta"
__ADS_1
suara Elsa di seberang sana semakin memelas, dia tampak memohon dengan sejuta permohonan.
"jika kakak tidak datang ke sekolahanku maka aku benar-benar akan mati saat ini juga"
anak Maya pikir bisa-bisanya nya anak itu mencoba menakut-nakuti dirinya.
"aku benar-benar sibuk saat ini Elsa"
"sekali ini saja kak aku mohon hanya sekali ini saja"
lagi Elsa terus memohon kepada dirinya, hal tersebut membuat Maya merasa kepalanya semakin berdiri di angin kencang.
dia mencoba untuk mengabaikan Elsa namun realitanya gadis tersebut terus menghubunginya dan memohon dengan sungguh-sungguh, bayangkan bagaimana cara dia untuk menjelaskan kepada Elsa agar gadis tersebut tidak mengganggu Maya.
entah berapa lama waktu berlalu setelah Maya mematikan panggilan dari semua orang, pada akhirnya gadis tersebut mencoba untuk menghela nafasnya.
"apa kau benar-benar akan pergi?"
tiba-tiba suara Tiara mengejutkan Maya.
gadis tersebut menoleh ke arah Tiara untuk beberapa waktu, hingga akhirnya dia menghela kasar nafasnya.
"aku pikir ya"
mendengar jawaban dari Maya seketika membuat Tiara menawarkan sesuatu kepada gadis tersebut.
"aku pikir kau cukup lelah sebaiknya biar seorang sopir yang membawamu ke sana"
ya sebenarnya aku butuh seseorang yang bisa membawa mobil nya.
batin Maya.
pada akhirnya gadis itu menganggukkan kepalanya.
"apa kau memiliki rekomendasi sopir?"
tanya Maya kemudian.
seketika Tiara mengembangkan senyumannya dan berkata.
"tentu saja aku punya, dia adalah temanku dan dia sangat miskin juga sangat membutuhkan sebuah pekerjaan"
mendengar apa yang diucapkan oleh Tiara pada akhirnya membuat Maya memutus kan untuk mengambil sopir tersebut.
dan tebaklah pada akhirnya gadis itu melesat turun ke bawah dan dia berpikir untuk pergi bersama sopir menuju ke sekolahan Elsa.
namun siapa sangka ketika dia baru masuk ke dalam mobil tersebut dan memilih untuk duduk satu sosok seseorang mengejutkan dirinya.
__ADS_1
"kau?"
Maya jelas terbelalak kaget.