Sejauh Angin Yang Berhembus

Sejauh Angin Yang Berhembus
membuang ikan kecil mendapatkan ikan besar


__ADS_3

Shinta terlihat menggenggam erat telapak tangan, dia meremas handphone milik nya untuk beberapa waktu sambil perempuan tersebut membuang pandangannya dari Mawangsa.


Teman nya baru saja mengirimi dia sebuah pesan dan beberapa foto, bahkan teman nya juga mengirimkan dirinya sebuah Vidio yang membuat hati Shinta seketika hancur dan marah.


Mawangsa menemui Maya dibelakang nya.


Sebelum menjemput nya, laki-laki tersebut diam-diam bertemu mantan istri nya dibelakang Shinta.


Kau... bagaimana bisa...!.


Aku bertemu dengan calon suami mu, jarak kami cukup jauh dan aku pikir akan menyapa nya, namun yang terjadi cukup mengejutkan, dia bertemu dengan mantan istrinya diam-diam.


Pesan yang dikirim teman nya cukup membuat Shinta kehilangan kata-kata nya, bahkan saat dia membuka sebuah Vidio dari WhatsApp nya, bola mata Shinta jelas membulat dengan sempurna.


dia sengaja mematikan suaranya, nonton video yang ada di hadapannya tersebut sambil mengeratkan rahangnya.


bisa dia lihat mawangsa menemui Maya, entah apa yang mereka bahas dia tidak tahu kemudian tidak lama tiba-tiba Mawangsa menggendong Maya dengan cara yang begitu menjijikan di tengah hujan deras yang mengguyur bahkan bisa dia lihat gimana memangsa mengantar Maya menggunakan mobilnya.


tidak tahu laki-laki itu mengantar Maya kemana tapi hal tersebut jelas membuat dia begitu marah dan cemburu.


Shinta seketika ingat bagaimana cara memangsa mencoba untuk melindungi Maya di pesta malam tempo hari, meskipun dia bahkan orang-orang ingin mempermalukan Maya dia ingat bagaimana Mawangsa begitu ingin melindungi Maya malam itu, bahkan Mawangsa jelas mencoba membela Maya.


belum lagi soal insiden kalung yang seharusnya dia sadari tersebut, bukankah memangsa dengan sendirinya memberikan kalung yang dia gunakan untuk Maya saat gadis itu meminta kalung limited edition tersebut di dalam pesta ulang tahunnya sebagai permintaan maaf nya.


bahkan mawangsa sama sekali tidak ingin mempermalukan mayat di depan khalayak umum, itu menandakan betapa laki-laki tersebut masih menjaga mantan istrinya.


seharusnya dia sadar laki-laki itu mungkin masih menyimpan cinta terhadap mantan istrinya.


dia pikir bagaimana bisa Dengan bodohnya dia kecolongan soal hal tersebut.


Shinta jelas menggerakkan rahangnya, dia pikir dia harus mencari cara untuk membuat memangsa menjauhi Maya dan dia harus menyingkirkan maya secepatnya.


******


Hotel xxxxxxx


pusat kota


Maya menggeliat didalam tidurnya untuk beberapa waktu, rasa pening masih menghantam kepalanya.


sejenak dia mencoba bangun dari tidurnya lantas dulu di tepian ranjang sembari memegang kepalanya yang masih terasa pening.

__ADS_1


gadis tersebut mencoba mengingat-ingat apa yang telah terjadi sembari bola matanya menatap ke area sekitarnya, dia langsung mengerutkan keningnya dan berpikir,


di mana ini sekarang?!.


Batin nya agak bingung.


Maya mencoba untuk mendapatkan kembali ingatannya semalam, dia ingin semalam dia kehujanan dan merasa tubuhnya demam kemudian tidak tahu apa yang terjadi tahu-tahu rasanya seseorang mencoba untuk menyuapinya dan...


Ingatan nya terasa samar-samar.


Dia menggelengkan kepalanya dengan cepat, Maya pikir mungkin ingatannya salah, buru-buru dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya kemudian gadis tersebut dengan cepat melesat dari sana untuk pergi ke perusahaannya.


begitu tiba di perusahaan seketika Maya menaikkan ujung alisnya saat dia sadar seseorang datang ke dalam ruangan kerjanya.


"Senang bisa langsung melihat mu, nona Maya"


Sosok tersebut berbalik dari posisi duduknya, dia langsung berdiri dan melangkah berjalan mendekati Maya, gadis tersebut kini bisa melihat sosok laki-laki yang tengah berdiri di hadapannya tersebut, laki-laki itu mengulurkan tangannya secara perlahan.


sosok laki-laki yang tampan dan memiliki tubuh yang tegap dan juga gagal yang membuat perempuan manapun pasti akan terpesona melihatnya.


masih di dalam keadaan bingung Maya tanpa bertanya sembari mencoba menyambut uluran tangan dan laki-laki yang ada di hadapannya tersebut.


laki-laki tersebut langsung memperkenalkan namanya dengan lengkap, Maya seketika langsung mengurutkan keningnya saat dia mengenal nama belakang laki-laki itu.


"Smith? walikota xxxxxxx?"


jelas bertanya sembari masih terus mengerutkan keningnya.


Adams seketika mengembangkan senyumanmu.


"Anda cukup cepat dan catatan dalam menebak sesuatu, nona"


ucap laki-laki tersebut dengan senyuman yang terus merekah dibalik bibirnya.


Maya cukup terkejut saat mengetahui status laki-laki yang ada di hadapannya itu, siapa yang tidak mengenal keluarga Smith, dan dia pikiran dilihat dari umur Adam sepertinya laki-laki itu pasti merupakan anak bungsu dari sang tuan walikota.


"satu kehormatan Anda datang ke perusahaan saya tuan Adams, bisakah anda menjelaskan sesuatu seperti apa yang bisa saya bantu untuk anda saat ini?"


gadis tersebut langsung bertanya sembari menduduki pantatnya ke kursi mendominasi berwarna coklat yang ada di hadapannya diikuti oleh Adams yang duduk tepat di hadapannya.


"tidak perlu bicara dengan bahasa yang terlalu formal"

__ADS_1


Adams bicara cepat sembari menatap wajah Maya.


"aku sengaja datang untuk mengajak perusahaan kalian bekerja sama dengan program yang tengah kami buat, lebih tepatnya perusahaanku yang tengah membuat sebuah program baru yang bisa memberikan keuntungan yang begitu besar untuk perusahaan kalian"


laki-laki tersebut langsung bicara pada poin Dan intinya, Adams jelas bukan merupakan tipe laki-laki yang suka berbelit-belit atau bicara yang membuat lawannya kesulitan untuk menangkap maksudnya, dia langsung menyampaikan apa keinginannya dan niat nya .


Adams langsung bicara pada pokoknya terhadap Maya, dia ingin mengajak urusan Maya untuk bekerja sama dengan perusahaannya dalam sebuah program terbarunya, dia meminta Maya untuk menghentikan kerjasama yang tengah Maya coba untuk melakukan bersama perusahaan Vegalta company yang lain adalah milik Baskoro yang merupakan laki-laki mesum yang hampir melecehkan Maya.


jelas ingin bertanya apa alasan Adams ingin bekerja sama dengannya dan membuat dia untuk menghentikan kerjasama dengan Vegalta company.


"Sangat simple, aku punya kekasih yang dibawa lari oleh putra dari tuan Baskoro ke luar negeri, anggap lah sebagai pembalasan rasa dendamku dan juga keinginanku untuk menghancurkan perusahaan Baskoro"


mendengar jawaban yang diberikan oleh ada Adams seketika Maya menaikkan ujung bibirnya, dia pikir bukankah hidup itu sangat adil dan begitu indah?!.


saat kau kehilangan ikan kecil kau malah bisa mendapatkan ikan yang lebih besar.


"Baik, Mari setelah ini kita bertemu untuk membahas kembali kerjasama nya dan aku ingin bertemu langsung dengan penanggung jawab programnya"


Ucap Maya cepat.


mendengar jawaban Maya seketika membuat Adams langsung puas, laki-laki tersebut langsung menyunggikan senyuman terbaiknya.


"Baiklah, itu membuatku sangat bahagia dan kamu benar-benar mengambil keputusan yang paling terbaik"


ucap laki-laki tersebut dengan senang hati.


"kalau begitu untung kesepakatan kerjasamanya Mari kita menikmati makan siang bersama"


tawar Adams lagi kemudian.


Maya jelas langsung iya kan tawaran Adam.


mereka pada akhirnya pergi keluar untuk menikmati makan siang, namun terkadang apa yang direncanakan tidak sesuai dengan keinginan.


saat Maya baru saja akan pergi untuk menikmati makan siang tiba-tiba saja Maya melihat ibu mawangsa yang tiba-tiba menghampiri dirinya.


Gadis tersebut jelas langsung karena tiba-tiba wanita tua itu berjalan mendekati dirinya dengan langkah yang begitu cepat dan tahu-tahu ibu memangsa mengangkat telapak tangan kanannya dengan gerakan yang sangat refleks dan bersiap untuk menampar wajahnya.


Apa-apaan ini?!.


Maya jelas langsung membulatkan bola matanya.

__ADS_1


__ADS_2