Sejauh Angin Yang Berhembus

Sejauh Angin Yang Berhembus
Membuat nya curigai


__ADS_3

Setelah berteriak penuh kemarahan, tuan Padri berusaha mengontrol emosi nya,dia mencoba menarik nafasnya dengan kasar.


Namun ditengah perasaan laki-laki tersebut yang bercampur aduk menjadi satu, tuan Padri terlihat mencoba untuk memegang dada nya, dia pikir rasa nyeri dan sakit tiba-tiba menghantam dadanya saat ini.


laki-laki tersebut mencoba mencari sesuatu di laci meja kerjanya namun beberapa detik kemudian tanpa bisa dikendalikan tahu-tahu tubuhnya ambruk begitu saja ke lantai.


Bruukkkkkk.


*******


SMA xxxxxxx


pusat kota


Masih didalam mobil.


Maya seketika membulatkan bola matanya saat dia melihat satu berita di Head Unit Single Din mobil yang ada dihadapan nya.


Layar kecil seperti televisi tersebut menampilkan berita yang cukup mengejutkan dimana Tuan Padri dinyatakan tumbang di perusahaan nya dan dia kehilangan banyak saham di perusahaan nya.


"Kau melihat nya?"


Heru bertanya kearah Maya, melirik ke arah gadis tersebut untuk beberapa waktu.


"Aku cukup terkejut, ini berita yang luar biasa"


Jawab Maya cepat, gadis tersebut terlihat menaikkan ujung bibirnya.


"Apa dia bangkrut?"


Heru kembali bertanya, cukup penasaran dengan apa yang di katakan oleh media.


Kehilangan banyak saham? itu artinya kebangkrutan menghantam pikir nya.


"Aku cukup bahagia mendengar nya"


Maya mengembangkan senyuman nya, terlihat wajah nya mengeluarkan ekspresi yang begitu puas, jika kebangkrutan itu ada hubungannya dengan ayah nya, maka dia jelas bahagia dan berbangga hati dengan hal tersebut. Tapi sejenak gadis tersebut mengerut kan kembali kening nya, dia pikir siapa yang melakukan nya?.

__ADS_1


Maya terlihat menghela kasar nafas nya, pada akhirnya gadis tersebut langsung turun ke dalam mobil itu, dia bergerak menuju ke arah dalam sekolah dan mencoba untuk menemui Elsa.


namun meskipun begitu pemikiran Maya terus berkelana entah ke mana, seolah-olah ada beban besar yang menghantam dirinya saat ini soal perusahaan umbrella dan juga tuan Padri.


di tengah pemikirannya yang berkacamuk menjadi satu tiba-tiba handphone Maya mengeluarkan suara deringan nya.


Maya buru-buru langsung membuka handphonenya dan melihat siapa yang mengirimkannya pesan, seketika bola mata gadis tersebut membulat saat dia sadar jika ada transferan uang masuk ke dalam rekeningnya sebesar 100juta Yuan.


Dan pengirim nya adalah....


Dave?!.


Seketika kecurigaan menghantam Maya, gadis tersebut buru-buru menghubungi Dave.


"Katakan pada ku Dave, apa kamu yang membuat Umbrella company bangkrut dan membuat tuan Padri jatuh tumbang?"


seketika begitu panggilan Maya terhubung, gadis itu bertanya kepada Dave dengan perasaan tidak sabaran.


dia yakin Dave pasti telah melakukan segala sesuatu di belakangnya tanpa diketahui oleh nya, apalagi Dave tiba-tiba menghilang dalam beberapa waktu ini tanpa memberikannya kabar berita sembari beralasan jika laki-laki tersebut tengah pergi ke luar negeri hingga membuat Maya semakin curiga dengan Dave.


"Aku mana punya kekuasaan sebesar itu"


"lalu siapa yang melakukannya? bagaimana mungkin dalam waktu singkat Umbrella company bisa hancur? dan ayah Shinta bisa jatuh tumbang lantas masuk rumah sakit?"


Maya jelas bertanya dengan nada penuh penasaran, dia mencoba mendesak laki-laki tersebut untuk bicara jujur tentang semua nya.


"kamu menghilang dalam beberapa waktu, berkata jika ada pekerjaan yang harus kamu lakukan, sedangkan kamu tidak punya syuting ataupun kegiatan pemotretan, jadi itu jelas saja membuatku berpikir jika kamu lah pelakunya yang membuat Umbrella company hancur seperti hari ini"


dia terus berusaha untuk mendesak laki-laki yang ada di ujung telepon tersebut, namun alih-alih bisa mendapatkan jawaban yang memuaskan, Dave tetap bersih keras berkata jika dia tidak melakukannya.


Maya masih ingin bertanya dan menekan laki-laki tersebut namun sayangnya Dave buru-buru berkata.


"Pemotretan ku akan di lakukan, aku akan menghubungi mu lagi nanti"


laki-laki tersebut berkilah, hal tersebut jelas aja membuat Maya sedikit keberatan.


"Tapi Dave..."

__ADS_1


Tut....


Tut...


Tut....


seketika laki-laki tersebut mematikan panggilannya.


Maya sontak menghela kasar nafasnya.


*****


disisi lain


Elsa menatap sedih ke arah bagian kursi penonton yang ada di sekeliling gedung tersebut, dia pikir Maya benar-benar tidak hadir memenuhi permintaannya.


gadis itu menundukkan kepalanya dengan ekspresi begitu sedih dan kecewa, membuat beberapa orang di hadapannya terlihat mengejeknya dan mulai mengolok-olok dirinya.


"kau sangat kasihan sekali, coba lihat siapa yang peduli padamu? bahkan seekor nyamuk pun enggan untuk berurusan dengan dirimu"


salah satu gadis teman sekelas nya mencoba untuk mengejek dirinya, dia mencibir Elsa yang berkata akan membawa salah satu keluarga nya.


di antara semua orang hanya gadis tersebut yang tidak membawa keluarganya.


"tentu saja tidak ada peduli padanya, apa kau tidak tahu? dia memiliki temperamental buruk, mana ada keluarga yang mengakuinya"


mendengar ejekan seperti itu jelas saja membuat Elsa tersinggung.


"Tutup mulut kalian, kenapa kalian terlihat benar-benar igin mencari masalah dengan ku hah"


"coba lihat, aku sudah bilang dia tempramental"


"kau..yakkk"


Elsa terlihat geram, dia ingin menghajar gadis dihadapannya namun gadis dihadapannya jelas siap memasang kuda-kuda untuk menghajar dirinya juga, kekacauan terjadi dan perkelahian nyaris tidak bisa dihindari namun siapa sangka tiba-tiba saja suara seseorang mengejutkan semua orang.


"Berani-beraninya kalian ingin membuat Masalah dengan adik ku"

__ADS_1


Suara teriakan tersebut terdengar menggelegar ditengah-tengah gedung tersebut.


__ADS_2