
Ibu Mawangsa terlihat berkacak pinggang di depan seorang laki-laki tepat di depan tangga, wanita tua tersebut terus mengeluarkan kicauannya tanpa henti, dia memerintahkan laki-laki yang ada di hadapannya itu untuk segera membuang barang-barang milik Maya.
Setelah bercerai dengan putranya dia juga tidak suka ada barang-barang Maya di sana, baginya hal tersebut akan bisa membawa kesialan tersendiri dalam rumah mereka.
Menurut nya mengeluarkan semua hal yang ada sangkut pautnya soal Maya akan membuang sisi sial di keluarga mereka.
"Cepat bawa keluar dari kamar bareng-bareng tersebut, turunkan dan buang keluar ah tidak lebih baik dibakar saja hingga menjadi abu dan tidak tersisa"
Perintah wanita tua itu lagi sambil mantap jijik ke arah barang-barang yang mulai dikeluarkan satu persatu oleh laki-laki di hadapannya itu.
"Semua benar-benar akan menjadi sebuah kesialan jika barang-barang perempuan itu masih berada di rumah ini"
"Aku tidak siap yang dibawa oleh Maya, sejak menikah dengan mawangsa bagi ku Perempuan itu membawa aura gelap di rumah mewah ini"
Wanita tua itu terus berkicau dalam keadaan tidak jelas, membuat laki-laki yang sejak tadi turun naik dan mengeluarkan barang tersebut hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menghela nafasnya pelan.
Dia pikir syukurlah nona Maya telah keluar dari rumah yang mengerikan tersebut.
Setelah barang-barang tersebut telah dikeluarkan hampir semuanya dan ibu mawangsa terus berkicau tidak berkesudahan, tiba-tiba memangsa pulang ke rumah sembari mengurutkan keningnya.
Dia cukup terkejut melihat barang-barang yang dikeluarkan di depan rumah bertumpuk menjadi satu bahkan ada yang sudah di bakar didalam tungku besi pemanggangan m
"Ada apa ini, ibu?"
Tanya mewangsa kepada ibunya.
"Bukankah sebentar lagi kau akan menikah dengan Shinta jadi sebaiknya barang-barang milik Maya harus segera disingkirkan"
Jawab ibunya dengan cepat.
"Jangan membuat Sinta terluka karena melihat barang perempuan sialan tersebut, kau tahu tidak baik ketika seorang laki-laki akan menikah tapi masih menyimpan barang-barang bekas istri pertamanya, itu hanya akan menyisakan sebuah kesialan dalam pernikahan kalian"
Lanjut ibunya lagi sambil membuang pandangannya dari Mawangsa.
"apalagi anak itu tidak pernah membawa sisi positif dan rejeki baik di rumah kita, jadi cepat-cepat menyingkir kan semua milik nya jelas pilihan paling baik"
Mawangsa terlihat diam, tidak tahu kenapa mendengar ucapan ibunya membuat dia merasa tidak nyaman, laki-laki itu menarik dasi kerjanya dan mencoba mengendurkan kemeja miliknya.
"Ah… ibu lupa"
Tiba-tiba ibunya kembali bicara dan menoleh ke arah mewangsa.
"Jangan pernah memberikan perempuan itu sepeserpun uang keluarga Heri jaya"
__ADS_1
lanjut ibunya cepat.
Menurut wanita itu jelas saja Maya tidak pantas mendapat uang dari keluarga Heri jaya, mewangsa tidak boleh sedikitpun memberikan uang perceraian kepada Maya.
Mendengar ucapan ibunya seketika mewangsa menjawab.
"Dia tidak pernah meminta satu Sen pun dalam perceraian kami"
Ucap Mawangsa pelan.
Seketika wanita tua itu terkejut mendengar ucapan putra nya, dia langsung membulatkan bola matanya begitu mendengar jawaban dari mawangsa.
"Apa?"
Dia bertanya dengan nada tidak percaya.
"Bagaimana bisa?"
Ketika wanita itu bertanya dengan perasaan bingung, mawangsa mengabai kan ibunya, laki-laki itu langsung pergi ke arah tangga dan lain menuju ke lantai atas.
Begitu laki-laki itu masuk ke kamar miliknya bisa dia lihat Shinta mengembangkan senyumannya menatap kehadiran mewangsa, perempuan itu menunggu laki-laki yang ada di hadapannya itu mendekati dirinya.
Alih-alih mendekatinya memangsa langsung meletakkan tas kerjanya di atas meja kemudian laki-laki tersebut mulai membuka jas nya, melihat ekspresi mawangsa yang sedikit aneh membuat Shinta mengeluarkan pertanyaannya.
"Apa kamu menyesal bercerai dengan Maya?"
Mendengar pertanyaan Shinta seketika laki-laki tersebut diam, ingatan soal Maya bercanda dan tertawa bersama laki-laki tadi seketika menghantam ingatan nya.
lagi perasaan tidak nyaman menghinggapi hati nya.
"Kamu tidak menjawab?"
Tanya Shinta lagi kemudian.
"Tentu saja tidak menyesali nya"
Jawab Mawangsa.
Meskipun bibirnya berkata tidak menyesalinya realitanya ingatan soal laki-laki tersebut dan Maya terus menari-nari di atas kepalanya.
Shinta terlihat diam, bergerak dari tempat tidur menuju ke sisi kiri kasur.
"Aku harap kamu tidak membohongi aku"
__ADS_1
ucap perempuan itu lagi pelan.
Mendengar lirihan Shinta membuat mawangsa menoleh, dia yang baru saja menggulung dengan kemejanya langsung berjalan mendekati Shinta yang kini berdiri di depan meja hias.
Mawangsa memeluk Perempuan tersebut dari belakang Kemudian berkata.
"Aku benar-benar tidak menyesali nya, tidak ada yang perlu disesali dari seorang perempuan yang berselingkuh dan hampir membunuh temannya sendiri"
Lanjut Mawangsa lagi.
"Mari tidak membicarakan perempuan itu lagi"
Pinta laki-laki itu pelan.
Mendengar ucapan Mawangsa yang terasa begitu tulus membuat Shinta menaikkan ujung bibirnya, Seolah-oleh sinar kepuasan dan bola mata jahat terlihat di balik bola matanya.
"Aku akan pergi mandi"
Ucap Shinta kemudian.
Mawangsa mengangguk kan kepalanya.
Sejenak laki-laki tersebut diam, setelah memastikan Shinta cukup lama pergi ke kamar mandi laki-laki itu buru-buru mencoba menghubungi seseorang.
"Pastikan kamu mendapatkan kalung nya sebelum tanggal yang aku minta"
Ucap laki-laki itu dari balik handphonenya kepada seseorang di seberang sana.
"Aku hanya minta kalung yang seperti itu, limited edition, Tidak ada yang memilikinya dan pastikan hanya Shinta yang memiliki nya"
lanjut Mawangsa lagi.
Setelah berkata begitu dia langsung mematikan handphonenya tapi sepersekian detik kemudian tiba-tiba sebuah pesan masuk ke handphone yang tersebut.
Mawangsa langsung membuka pesan itu dan membaca apa yang tertulis di dalam sana.
Ketika dia membaca tulisan yang ada di dalam pesan tersebut jelas saja langsung mau mengubah ekspresi wajah mawangsa, laki-laki itu membulatkan bola matanya sembari mengharapkan rahangnya dengan tatapan sedikit marah.
Sebuah berita viral berada di trending topik paling utama hari ini.
Sebuah judul berita harus terpampang jelas di depan matanya.
Mawangsa Heri jaya terpaksa bercerai dengan istrinya Maya Aksara, dikarenakan sang istri terlibat cinta dengan model laki-laki yang sedang naik daun.
__ADS_1
Kau…!.
Memangsa mengeram penuh kemarahan.