Sejauh Angin Yang Berhembus

Sejauh Angin Yang Berhembus
Sang penculik dan ancaman nya


__ADS_3

Mawangsa jelas saja mengerut kan keningnya nya saat nyonya Hertanto melarang nya untuk menghubungi polisi. Setelah membaringkan nyonya Hertanto kembali dan menenangkan wanita paruh baya lebih tersebut, Mawangsa jelas saja keberatan dengan penolakan dari calon ibu mertua nya, dia berkata pada tuan Hertanto jika keputusan itu jelas salah.


"kita tidak mungkin tidak menghubungi polisi, aku takut sesuatu yang buruk terjadi pada Shinta, jika kita berdiam diri seperti ini, takutnya penculik akan bertindak semena-mena dan mencelakai Shinta"


dia bicara sembari menatap ke arah tuan Hartanto dengan perasaan gelisah.


'ini sudah terlalu lama Shinta menghilang, aku benar-benar mengkhawatirkan Shinta ayah, jadi sebaiknya kita langsung hubungi polisi agar mereka bisa mencari keberadaan Shinta saat ini"


Lanjut Mawangsa lagi, dia berpikir ingin menghubungi polisi sekali lagi, tapi belum sempat tangannya melakukan hal tersebut untuk meraih handphonenya tuan Hertanto langsung mencegahnya dan menahan gerakan tangannya.


"Tidak, jangan lakukan itu"


laki-laki paruh baya itu langsung menggelengkan kepalanya sembari menahan gerakan tangan Mawangsa, dia tidak ingin calon menantu nya bergerak gegabah dan tergesa-gesa.


"kami punya alasan kenapa kami tidak ingin kita menghubungi polisi saat ini"


Tuan Hertanto bicara dengan cepat, membuat Mawangsa mengerut kan Kening nya.


"tidak ingin kejadian pada masa lalu kembali terulang, pada masa itu istriku sudah sangat trauma sekali menghadapinya"


Ucap tuan Hertanto cepat, dia masih menggeleng kan kepala secara perlahan, menatap dalam wajah Mawangsa untuk beberapa waktu.


"Dan kami tidak ingin tragedi masa lalu yang sama menimpa Shinta kali ini"


Dan percaya lah Mawangsa jelas saja terkejut mendengar apa yang di ucapkan oleh tuan Hertanto, dia pikir apakah ada satu cerita masa lalu yang tidak dia ketahui, ini soal apa?!.


"Aku tidak mengerti ayah, apa maksud dari pembicaraan ayah?"


Mawangsa jelas saja bertanya dengan sedikit tidak sabaran.


"Dulu sebelum memiliki Shinta, kami punya putri pertama, kejadian yang sama seperti hari ini terjadi, putri kami di culik dan kami di larang untuk melapor kan hal tersebut ke polisi"


Dan saat tuan Hertanto berkata begitu jelas saja membuat Mawangsa terkejut setengah mati.


"Apa?"


"Saat itu kami melakukan segala sesuatu dengan prosa-gesa dan tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh penculik, kami menghubungi pihak kepolisian hingga pada akhirnya hal yang buruk terjadi, kami kehilangan putri kami tersebut hingga hari ini"


laki-laki baru bayi tersebut bercerita Rona wajahnya langsung berubah ditambah kilatan dalam bola matanya bercampur adik menjadi satu, antara marah, kecewa, sedih dan juga penuh dengan dendam yang membara.

__ADS_1


"kami benar-benar ditipu pada saat itu, karena itu kami tidak lagi mau berhadapan dengan pihak kepolisian apa berhadapan dengan musuh dengan cara yang gegabah"


lanjut laki-laki itu lagi.


Mawangsa terlihat diam, dia tidak tahu harus berkata apa.


Ditengah keadaan dan pembicaraan mereka, tiba-tiba saja handphone tuan Hertanto berbunyi, laki-laki tersebut langsung mengerutkan keningnya nya dan mengangkat panggilan tersebut, nyata nya suara seseorang terdengar dari arah seberang sana.


"Kau sebenarnya mau apa?"


Itu adalah penculik Shinta, tuan Hertanto jelas langsung bertanya dan menanggapi apa yang diucapkan oleh laki-laki diseberang sana, dia sengaja menyalakan load speaker agar mereka bisa mendengar apa yang di ucapkan oleh sosok di seberang sana.


membuat Wanita tersebut jelas saja panik.


"Aku tidak terlalu menginginkan apapun, hanya ingin memberikan sedikit peringatan dan ini menjadi satu peringatan ke dua untuk nyonya Hertanto"


Dan saat mendengar apa yang diucapkan laki-laki tersebut seketika membuat tuan Hertanto dan Mawangsa mengernyitkan dahi nya.


Nyonya Hertanto langsung menyambar handphone suaminya, ingin bicara dan ingin tahu apa maksud ucapan dari laki-laki tersebut.


"Aku tidak mengerti, apa kami punya salah pada mu? katakan pada ku, apa kami pernah menyakiti kamu? apa kami mengenal mu?"


"aku memberikanmu peringatan kedua untuk tidak lagi melakukan hal yang melampaui batasan bersama putrimu, aku menculik Shinta untuk memperingatimu jika aku sedang tidak dalam keadaan main-main"


seolah-olah sadar apa yang terjadi nyonya Hartanto seketika diam untuk beberapa waktu, di mana dia sepertinya menyadari jika laki-laki itu memperingatinya soal Maya.


"aku mohon lepaskan putriku dan aku akan melakukan apapun untukmu juga aku akan memberikan apapun Yang kau minta"


wanita itu memohon dengan sangat berharap jika laki-laki di sebelah sana akan melepaskan Shinta, dia tidak peduli apapun permintaan laki-laki itu maka dia akan mengabulkannya.


"kau pikir ini hanya soal uang?"


Dan ketika laki-laki di seberang sana bicara dengan nada yang begitu dingin membuat tuan Hartanto dengan cepat langsung bicara.


"kau sebenarnya siapa dan apa maumu sebenarnya apa?"


tuan Hertanto jelas saja langsung bertanya dengan cepat, sedangkan memangsa berusaha untuk mendengarkan dengan baik apa yang dibicarakan oleh semua orang.


"sebenarnya apa tujuanmu menculik Shinta?"

__ADS_1


Dan Mawangsa melesetkan barisan tanya tersebut dengan cara yang sangat sederhana, dia ingin tahu apa alasan laki-laki itu menculik Shinta jika laki-laki itu sama sekali tidak mengharapkan tebusan dari keluarga Hartanto.


"seharusnya kau tanyakan pada Shinta dan juga ibunya, katakan padanya berhenti bermain-main dengan Maya dan melukai perasaannya, dia pernah mencoba mencelakai Maya dan ingin membunuhnya, kali ini lagi-lagi berusaha untuk melukainya dengan cara yang berbeda"


dan ketika laki-laki di seberang sana bicara seperti itu seketika membuat mawangsa terkejut, kini dia tahu apa yang telah terjadi dan siapa yang menculik Shinta.


laki-laki itu terlihat menggeratkan rahangnya dan sangat kecewa juga marah karena Shinta berhubungan dengan banyak laki-laki di belakangnya, hingga pada akhirnya laki-laki yang tidak dia ketahui identitasnya tersebut berani berbuat nekat untuk melindunginya.


"aku peringatkan lagi hati-hati dengan tindakan kalian, dan jika kalian kembali menyakiti Maya, aku pastikan akan membuat Shinta mengalami tragedi yang paling mengerikan di dalam hidupnya dan membuat keluarga Hartanto dan juga perusahaan umbrella merasa malu karena perbuatan mereka"


dia laki-laki di seberang sana mengancam dengan intonasi nada yang begitu dingin dan juga datar.


"Oh ya Tuhan, katakan padaku apa kesalahan keluarga kami hingga Maya dan ayahnya tidak pernah puas untuk menyakiti keluarga kami? dulu keluarga mereka menculik Putri tertua kami dan mencelakainya hingga kematian tidak dapat dihindari, lalu sekarang mereka juga mengejarnya Sinta dengan melakukan hal yang mengerikan terhadap Putri kedua kami"


Nyonya Hertanto seketika bicara dengan histeris dia benar-benar langsung menangis sesegukan memikirkan kedua putri nya yang bernasib malang.


dan percayalah seketika memangsa terkejut mendengar ucapan dari calon ibu mertuanya tersebut, baru tahu jika keluarga Maya telah berbuat hal yang mengerikan pada keluarga Shinta.


"kau jangan membual, kau adalah seorang penipu ulung yang mampu membolak-balikkan banyak hal"


Tiba-tiba lagi lagi di seberang sana bicara dan menyela, dia tidak suka mendengar ucapan nyonya Hartanto.


"nyalakan komputer kalian dan Mari lihat video di sana di mana aku dan Shinta akan bicara dengan kalian"


dan ketika mendengar laki-laki di seberang sana berkata seperti itu seketika tuan Hartanto langsung mencari laptopnya dan membiarkan mereka terhubung antara satu dengan yang lainnya.


di dalam sana terdapat sebuah video antara Shinta dan seorang laki-laki bertopeng di dalamnya.


"ayah, ibu tolong selamatkan aku, aku tahu ini semua kesalahanku dan aku telah berlaku curang juga mencoba untuk mencelakai Maya"


bisa dilihat di dalam sana Sinta bicara sambil menangis sesegukan di mana perempuan tersebut duduk di sebuah kursi dan tubuhnya diikat dengan sebuah tali.


melihat hal tersebut membuat nyonya Hertanto histeris, dia mencoba untuk meraih putrinya di dalam layar video tersebut.


"aku mohon lepaskan aku, tuan bertopeng aku tahu aku salah, aku telah mencoba untuk mencelakai Maya, aku mohon lepaskan aku, aku akan memberikan kompensasi yang besar untuk ganti rugi atas apa yang aku lakukan pada Maya"


Dan Shinta terus Bicara didalam sana, mengakui perbuatannya dengan bercucuran air mata.


nyonya Hertanto terus histeris, meminta suami nya dan Mawangsa untuk segera menyelamatkan Shinta.

__ADS_1


__ADS_2