Sejauh Angin Yang Berhembus

Sejauh Angin Yang Berhembus
Pasangan yang serasi


__ADS_3

Kembali ke pertandingan.


Ditengah keadaan yang kacau balau seketika bola mata Elsa menangkap sosok Mawangsa di ujung sana, di mana bisa dilihat kakak laki-lakinya tersebut berjalan menuju ke arah salah satu kursi penonton ya sejak awal salah satu tiketnya telah dipesan oleh Elsa untuk laki-laki itu yang duduk bersebelahan dengan Maya.


Seulas senyuman mengembang di balik bibirnya tersebut, dia cukup lega diantara kedua orang tersebut minimal ada yang datang. tapi tetap saja dia merasa sedih karena dia belum juga melihat Maya di antara semua para penonton yang ada.


"Ayolah berikan tampilan terbaik kalian kepada para penonton, jangan membuat malu tim kita dan pastikan kita akan menang dari mereka semua." pelatih terlihat berteriak ke arah semua orang, meminta semua orang bersemangat termasuk Elsa meskipun sebenarnya wajahnya menampilkan satu gurun kekecewaan karena poin yang mereka miliki tertinggal jauh dari poin musuh.


Elsa masih tetap mengintip ke arah bagian barisan penonton, berharap jika Maya akan datang diantara semua orang hingga pada akhirnya hal tak terduga terjadi, bisa dia lihat Maya muncul di antara semua orang dari sudut ujung sana bergerak mendekat ke arah kursi di mana Mawangsa berada. Dia langsung mengembangkan senyuman lebarnya sembari dia melambaikan tangannya ke arah kursi penonton dan berharap Maya melihat dirinya.


"Kakkkkkk, kakkkkkk Maya....," dia berteriak penuh semangat.


Di kursi penonton Mawangsa yang melihat adik perempuannya berteriak dengan penuh semangat seketika mengerutkan keningnya dan dia berpikir siapa yang dipanggil oleh Elsa, laki-laki tersebut berusaha untuk menuju ke arah pandangan Elsa saat ini di mana dia langsung menoleh ke sisi kanannya. Mawangsa cukup terkejut saat dia melihat emaknya berjalan secara perlahan sembari memperhatikan langkah dan juga barisan penonton yang sangat ramai bergerak menuju ke arah kursinya.


Bohong jika dia tidak menampilkan satu raut wajah penuh kebahagiaan ketika dia melihat gadis tersebut bergerak mendekati dirinya di mana Maya belum menyadari soal kehadiran nya.


Maya terlihat berusaha berjalan dengan cara yang cukup berhati-hati karena dia takut orang-orang menabraknya sebab para penonton jelas berteriak histeris dan antusias juga cukup bergerak lincah kesana kemari karena menonton pertandingan.


Gadis tersebut mencari kursi di mana dia berada hingga pada akhirnya gadis itu menemukan nomor kursi miliknya dan berusaha untuk menundukkan kepalanya ke arah penonton yang ada di sampingmu, namun siapa sangka dia mencoba untuk mendongakkan kepalanya dan menyapa, seketika Maya membulatkan bola matanya begitu dia menyadari jika Mawangsa lah yang berdiri di hadapannya saat ini dan Hal tersebut membuatnya terkejut setengah mati.


"Kau?," Maya tercekat.


Elsa terlihat sangat bahagia dia langsung membuang pandangannya dari Mawangsa dan Maya, gadis itu buru-buru bersiap dengan penuh semangat dan kebahagiaan, dia tahu jika dia belum mengeluarkan seluruh kemampuannya saat ini. Tadi hanya sekedar pemanasan dan dia sama sekali tidak takut meskipun tertinggal jauh dari poin lawan karena dia yakin dia bisa mengejarnya.

__ADS_1


Dia belum mengeluarkan kemampuannya tadi karena dia belum melihat memangsa dan Maya tapi saat ini ia akan mengeluarkan kemampuannya karena kedua orang itu berada di barisan kursi penonton dan akan menonton dirinya, Elsa memastikan jika kedua orang tersebut tidak akan kecewa terhadap nya pada pertandingan ini. Karena hanya Mawangsa dan Maya yang mendukung dirinya untuk bermain basket dan dia tidak peduli sama sekali jika ibunya tidak mendukung dirinya.


Elsa bertekad akan memenangkan pertandingan ini bagaimanapun caranya, dia tidak akan mengecewakan semua orang termasuk kakak laki-lakinya dan juga Maya.


"Bersiap, semangat....," salah satu timnya berteriak dan memberikan semangat pada semua orang.


"Semangat....," dan mereka menjawab serentak sehingga menambah keriuhan dan juga semangat didalam diri mereka.


pada akhirnya pertandingan terus berlanjut dan bisa dilihat bagaimana semangat Elsa saat ini, gadis tersebut benar-benar bermain dengan profesional dan mengeluarkan seluruh kemampuannya dan hal tersebut membuat pelatih cukup berdebar-debar dan sangat senang, sebab bisa dilihat tim mereka mulai mengejar poin yang tertinggal.


Dibagian kursi penonton Maya dan Mawangsa terlihat ikut berdebar-debar melihat permainan Elsa bersama timnya, sembari Maya memegang tongkat lampu dan balon di tangan kiri dan kanannya dia berteriak memberikan semangat kepada Elsa dan juga timnya tersebut, Mawangsa tampak sesekali melirik ke arah Maya sembari tersenyum bahagia, cukup tidak menyangka jika Maya bersedia datang untuk memberikan dukungan dan support kepada Elsa. Sangat berbeda dengan Shinta, yang selalu saja memiliki alasan setiap kali dibawa kemanapun jika berurusan dengan adik perempuannya tersebut.


"Elsa menunggu mu sejak tadi." Pada akhirnya memangsa membisikan sesuatu dibalik telinga Maya.


"Aku juga terlambat karena kemacetan di jalan." Maya menjawab sembari meninggikan suaranya karena suara berisik akan mempersulit memangsa mendengar apa yang dikatakannya tapi dia bicara sedikit mendekatkan mulutnya ke telinga laki-laki tersebut.


"Dia tidak bersemangat karena kamu belum datang sehingga dia ketinggalan poin yang cukup jauh." laki-laki itu bercerita dengan cepat.


Maya terlihat tertawa kecil kemudian dia kembali berbisik.


"Dia sejak dulu memang seperti itu, begitu kekanak-kanakan dan manja, setiap kali tidak mendapatkan apa yang dia inginkan dia tidak akan bersemangat dalam mengerjakan sesuatu tapi setelah dia mendapatkannya dia akan bersemangat dan mampu melakukan apapun yang dia inginkan." Maya bicara sambil terus mengembangkan senyumannya sedikit mengejek ke arah Elsa dan menceritakan kebiasaan buruk dari adik Mawangsa.


Mendengar hal tersebut, Mawangsa diam, dia baru tahu betapa perhatiannya Maya terhadap Elsa bahkan gadis itu tahu bagaimana kebiasaan adiknya sedangkan dia sama sekali tidak memahaminya.

__ADS_1


Di beberapa sudut, para Instagram'able yang terkenal merekam pertandingan basket tersebut seketika langsung mengarahkan kamera dan handphone mereka ke arah Maya dan Mawangsa, mereka suka melihat wajah cantik dan juga tampan kedua orang tersebut, memasukkan ke acara Instagram live mereka saat ini, berpikir jika kedua orang itu adalah pasangan yang sangat serasi.


Di sisi lainnya lagi, Elsa terus bergerak dengan lincah bersama timnya untuk mengejar poin hingga pada akhirnya mereka mampu mensejajarkan poin dengan lawan.


Hiruk pikuk dan keriuhan pertandingan menambah suasana menjadi penuh semangat, teriakan demi teriakan dari para pendukung membaca suasana dan menambah keceriaan dan kegembiraan.


Disamping Maya, seorang wanita yang begitu antusias melihat pertandingan tersebut melompat bahagia dan bergerak ke sana kemari hingga tanpa sadar menabrak Maya, membuat gadis tersebut terkejut dan nyaris terjatuh. Mawangsa jelas aja langsung menangkap tubuh Maya gimana gadis itu hampir jatuh ke arah dirinya dan dia memeluknya dengan erat.


"Kamu tidak apa-apa?," Mawangsa bertanya dengan cepat, dia memeluk erat Maya dan tidak melepaskan nya.


"Tidak apa-apa." Maya terlihat sedikit gemetaran karena dia pikir dia nyari saja terjatuh tadi dan tidak bisa dibayangkan jika dia terjatuh dan terguling ke bawah.


"Mari menukar posisi." Mawangsa pada akhirnya menawarkan untuk bertukar posisi kursi kepada Maya.


Maya pikir itu sedikit rumit.


"aku tidak bisa bergerak ke sebelah sana," Ucap nya dengan cepat.


"Berikan tangan mu, aku akan mengangkat mu naik."


"Ya,"


Alih-alih menjawab kebingungan Maya, Mawangsa langsung mengangkat tubuh Maya, dia memindahkan gadis tersebut ke kursinya dengan cepat, membuat Maya terkejut saat laki-laki tersebut meraih pinggang nya dengan mudah dan memindahkan nya ke kursi Mawangsa, membuat Maya menggenggam bahu Mawangsa dengan gugup.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari kamera live masih terus mengarahkan antara mereka berdua di mana sang Instagram'able berkata dua sejoli tampan dan cantik sangat serasi dan romantis.


__ADS_2