
Jelas saja Shinta gelagapan mendengar kata buah mangga, bayangkan bagaimana mungkin dia memakan buah yang dia anggap mematikan untuk disentuh apalagi di makan oleh dirinya? dia tidak bisa menyentuh buah tersebut, mana bisa mengkonsumsi nya. Shinta bisa mati jika melakukan itu.
Dia alergi buah mangga sejak dulu hingga kini, sedangkan sahabat pena Mawangsa sangat menyukai buah mangga, Shinta benar-benar tercekat.
Satu-satunya orang yang bisa mengkonsumsi nya jelas hanya Maya, perempuan itu pecinta Mangga, bisa memakan nya sesuka hati nya.
Maya mana mungkin alergi, tidak akan mati memakan nya, tidak akan tercekik seperti dia jika banyak mengkonsumsi nya. Dan Shinta tidak akan sanggup melakukan hal tersebut untuk Mawangsa, tidak akan bisa mengkonsumsi mangga untuk menipu Mawangsa.
"Itu bagus, buatkan saja." Mawangsa bicara dengan cepat, menatap kearah adik nya sambil mengembangkan senyumannya kemudian melirik kearah Shinta.
"Shinta begitu menyukai nya." ucap Mawangsa kemudian.
Shinta hanya bisa menggenggam erat telapak tangan nya, dia panik dan tubuh nya berkeringat dingin, perempuan itu pikir jika dia mengkonsumsi nya, maka habislah diri nya hari ini.
Dia buru-buru langsung menoleh kearah Elsa, dia pikir bagaimana bisa calon adik iparnya dengan bodoh membeli buah tersebut tanpa memberikan konfirmasi pada dirinya?.
"Apa kau bodoh?," maki nya di dalam hatinya.
Elsa terlihat mengabaikan Shinta, gadis itu sama sekali tidak ingin menoleh ke arah calon kakak iparnya, dia sibuk meraih mangga dan bergerak menuju kearah meja kitchen set, berinisiatif untuk membuat jus buah mangga dimana Julian dan Maya sibuk mengeluarkan makanan yang di pesan ke atas meja makan. Mawangsa terlihat cukup cemburu melihat kebersamaan Julian dan Maya, hati nya memanas tanpa disangka, kalau tidak menyukai apa yang dilihatnya saat ini.
Sedangkan Shinta menatap cukup cemas ke arah punggung Elsa, dia takut sesuatu yang buruk terjadi jika gadis tersebut benar-benar memberikan jus mangga kepada dirinya. Shinta harus memutar kepalanya untuk menolak mengkonsumsi mangga. Jika tidak Dia pikir mungkin dia akan mati di sini tidak lama lagi. Tanpa obat, tanpa dokter, tanpa teman, tanpa ayah dan ibu nya.
Wajah Shinta terlihat mulai memucat.
"Sayang biar aku yang mengeluarkan semuanya, kamu bisa memilih duduk dan menikmati semua nya, aku yang akan bergerak sendiri untuk mengerjakan nya." suara Julian memecah keadaan, dia bicara sembari menatap ke arah Maya.
Maya terlihat patuh atas apa yang diucapkan oleh Julian, dia memilih tidak bergerak melakukan tugas dan menyerahkannya kepada Julian di mana pada akhirnya perempuan itu memilih untuk duduk kembali di atas kursi makannya.
Perutnya masih terasa kurang enak, Maya lebih memilih untuk meminum minuman dingin dan juga mencari sesuatu yang sudah, mangga jelas merupakan makanan yang paling tepat menurut dirinya, dia langsung bicara kepada Elsa.
"Boleh kah aku minta satu mangga nya?," perempuan itu bertanya kepada Elsa melirik ke arah mantan adik ipar nya tersebut yang berdiri memunggungi dirinya.
mendengar ucapan malam jelas saja Elsa langsung menggangguk kan kepalanya dengan cepat.
"Tentu saja."jawab gadis itu kemudian langsung memberikan satu buah mangga dan pisau kecil untuk mantan kakak iparnya tersebut.
Dengan perasaan yang begitu bahagia jelas saja perempuan itu menerima mangga yang diberikan Elsa dan dia mulai mengupasnya di atas piring kecil yang ada di hadapannya.
Shinta yang melihat tersebut merasa wajahnya semakin memucat dan panas, dia takut seandai nya saja Mawangsa menawar kan mangga tersebut kepada dirinya.
Mawangsa jelas saja mengurutkan keningnya saya dia melihat semuanya dengan sangat tenang mengupas mangga di hadapan nya, dia tidak tahu jika emaknya menyukai mangga maka dari itu dia cukup terkejut. 6 tahun pernikahan mereka dia sama sekali tidak tahu soal itu, dia merasa betapa bodohnya dirinya dan menatap sedikit aneh ke arah Maya.
ingatannya tetap sahabat penanya menghantam dirinya kemudian dia menoleh ke arah Shinta untuk beberapa waktu.
"Mau aku kupas?," laki-laki tersebut menawar kepada perempuan di sampingnya itu.
Mendengar penawaran yang diberikan oleh Mawangsa, jelas saja membuat Shinta cukup menegang.
"Nanti saja, aku belum menginginkan nya." perempuan itu berusaha berkilah, mencoba untuk menghindar tawaran dari Mawangsa.
Shinta merasa kepalanya berdenyut-denyut saat ini padahal apa yang direncanakan sudah berjalan dengan mata tapi karena urusan mangga, seolah-olah semua rencananya jadi kacau balau dan buyar serta hancur berantakan.
"kamu bilang kamu begitu menyukai mangga dan setiap kali melihatnya tidak akan pernah menolak nya?," Mawangsa jelas saja bertanya kepada Shinta.
laki-laki itu ingat betul bagaimana mereka berkirim surat di masa lalu, sahabat pena nya berkata dia adalah pecinta mangga, dalam keadaan apapun dan di manapun dia begitu menyukainya.
itu merupakan buah yang paling disukai oleh sang sahabat penanya, dan dia pikir bagaimana Shinta bisa menolak buah favoritnya.
"Kamu sudah beberapa kali menolak untuk mengkonsumsi mangga? padahal dulu saat kita sering bikin surat kamu selalu berkata kamu menyukainya?." Mawangsa jelas saja masih bertanya kepada perempuan yang ada di sampingnya tersebut.
Maya yang mulai perlahan mencoba untuk memakan mangga tersebut seketika terkejut saat mendengar apa yang diucapkan oleh Mawangsa, saking terkejutnya dia langsung tersedak, terbatuk-batuk begitu saja.
"Uhuuukkkk."
"Uhukkkkk."
Julian yang melihat apa yang terjadi pada Maya jelek saja terkejut dia langsung buru-buru mencari air minum dan membantu perempuan itu agar menghilangkan rasa terkejutnya dengan cepat dan mencoba mengurangi batuknya dengan air minum sembari tangan kanan laki-laki tersebut menepuk-nepuk punggung Maya.
Mawangsa yang melihat Maya terbatuk-batuk cukup terkejut, dia ingin membantu tapi apalah daya ada Julian disana, sedang kan Shinta masih menegang dengan keadaan.
*******
Khusus \=
Jangan lupa mampir ke mari Mak yaaa, ini yang paling booming Mak dari semua yang aku punya.
Jangan bosan baca y Mak untuk kisah lama diri ku, sebab sementara Mawangsa dan Maya menjadi novel akhir yang Mak tulis saat ini hingga diri ku kembali siap ada disini lagiššš.
"Daddy...."
Seketika bola mata indah itu terbuka saat sebuah teriakan panjang di pagi hari cukup membuat terkejut Aland, setelah hampir 4 tahun tidak kembali ke Indonesia, meninggalkan sang putri sendirian bersama pelayan wanita kepercayaan, akhirnya Aland kembali juga malam tadi.
Dia bahkan belum juga melihat wajah putri nya selama 4 tahun ini, bahkan enggan melihat foto apalagi melakukan Vidio panggilan bersama, mereka hanya melakukan panggilan melalui telpon biasa, memberikan semua kebutuhan sang putri tanpa kekurangan sedikit pun selama ini.
Sebab dendam dimasa lalu nya jelas masih membenam di hati nya, dia hanya enggan menambah dendam jika melihat wajah yang sama itu lagi nanti.
17 tahun bukan waktu sebentar untuk memendam dendam yang terus membara, bahkan harus merawat putri nya dengan rasa yang bercampur aduk menjadi satu. dia mengurus bocah itu sejak usia 5 tahun hingga 12 tahun dengan perasaan yang sulit dijelaskan, wajah sang ibu jelas mendominasi perasaan nya hingga acapkali dia berlaku kasar pada gadis itu dulu.
Karena itu ketakutan yang luar biasa dalam penyiksaan yang tidak masuk akal hingga membuat gadis itu acapkali menangis karena. mendapatkan pukulan dari nya, pindah dari Indonesia selama 4 tahun, menetap di Manhattan dan mengurus perusahaan disana adalah pilihan paling bijaksana menurut Aland.
Aland laki-laki dewasa berusia 37 tahun itu pada akhirnya lebih memilih tidak menikah dari pada kembali terluka seperti dimasa lalunya. Memilih hubungan percin..taan dengan perempuan bayaran ketimbang mengikat tali per..cintaan yang mengerikan.
Hati nya telah mati dan dipenuhi kebencian pada masa lalu nya, dan kegilaan yang terjadi kini, Aland berencana membalaskan dendam sangĀ ibu kepada putri kesayangannya setelah dia dewasa.
"Kau gila"
kalimat itu yang selalu di ucapkan Farhan pada nya.
"Yeah anggap saja aku sudah gila"
"Daddy .."
Tanpa mengetuk pintu, tiba-tiba seorang gadis berpakaian seragam SMA menyeruak masuk ke dalam kamar dan secepat kilat menyambar tubuh Aland.
"Daddy"
Tawa bahagia jelas terpancar diwajah gadis itu, Aland Seketika membeku, 4 tahun meninggal kan gadis itu, kini gadis itu benar-benar Tumbuh kembang secara luar biasa.
Wajah dewasa, indah, cantik, dengan tubuh penuh berisi dari atas hingga ke bawah.
Oh damn it, Seketika dibawah sana bergejolakĀ tidak karuan, meronta-ronta dalam keadaan tidak menentu, apalagi ketika gadis itu memeluknya dengan erat, mencium seluruh bagian wajahnya berkali-kali.
"Ailee"
teriak Aland kesal
"Daddy"
kali ini Ailee yang berteriak kesal.
"4 tahun begitu lama, membuat aku begitu merindukan Daddy"
seketika bola matanya berair dan sepersekian detik kemudian air mata itu tumpah tidak karuanan.
"Aku sangat merindukan mu Daddy, apa Daddy tidak merindukan ku sama sekali?"
tangis nya terus pecah, dia terisak di balik dada bidang Aland.
"Kenapa Daddy begitu jahat pada ku?"
oh tuhan.
Pada akhirnya gadis itu sama sekali tidak mau beranjak dari kamarnya, memilih tidak sekolah bahkan terus menempel di samping nya.
"Kau Kan kembali meninggalkan ku bukan?"
jelas saja Ailee menatap curiga ke arah Alan, dulu sejak kecil mulai usia 7 tahun hingga SMP kelas 1 Aland acapkali membohongi diri nya, berkata pergi sebentar rupa-rupa nya menghilang selama 6 bulan hingga 1 tahun, menitipkan dirinya pada bibi pelayan rumah dan mang Rahman,kembali ke rumah hanya beberapa Minggu saja.
Dan puncaknya jelas saja saat dia kelas 2 SMP Aland lagi-lagi membohongi dirinya, berkata pergi sebentar tahu-tahu menghilang selama 4 tahun, tidak ada kontak-kontak Vidio call, tidak pernah pulang, hanya telpon bik Sumi menanyakan keadaan nya,tiap dia ingin bicara Aland selalu langsung mematikan panggilan nya.
Kali ini dia tidak akan tertipu, dia harus memiliki sejuta trik untuk bisa membuat Daddy nya agar tetap tinggal di rumah.
Menyembunyikan Pasport nya dan...
"Mulai hari ini, aku akan tinggal di kamar Daddy"
seketika bola mata Aland membulat, dia jelas saja melotot kaget.
"Apa?"
Secepat kilat seluruh barang-barang milik Ailee benar-benar telah berpindah kekamar nya.
"Ailee.."
"Aku tidak akan tertipu lagi kali ini"
Ailee bicara sambil mengedipkan sebelah matanya.
Oh damn it
*******
Ailee terus bernyanyi bahagia sejak pagi, memutar tubuhnya berkali-kali saking senangnya. Sang Daddy benar-benar kembali. Rasa rindu yang membuncah jelas terlihat menggebu-gebu bahkan Ailee terus memeluk dan mencium Daddy nya dengan penuh kebahagiaan.
Ailee tampak berfikir apa yang harus dia masak untuk maka malam, sang bibi pelayan rumah sudah kembali ke rumah belakang yang terletak di mansion belakang, Ailee jelas-jelas sengaja ingin agar dirinya yang membuat semua menu makan malam sang Daddy.
"Ahhh"
seketika Ailee mendapatkan ide, sup daging merupakan makanan favorit sang Daddy.
Secepat kilat Ailee meng'eksekusi seluruh bahan dan perlengkapan untuk membuat sup daging kesukaan sang daddy
dan hasil akhir pasti tidak mengecewakan
Taraaaa....
Ailee Terus memperhatikan Daddy nya yang tengah makan di depannya, Sesekali jantung nya berdetak begitu kencang, takut-takut kalau masakannya tidak enak dan membuat kecewa sang Daddy.
"Bagaimana?"
ailee bertanya setelah Aland menghabiskan makan malam nya.
Sejenak Aland menarik pelan nafasnya, dengan perasaan enggan menjawab.
"Lumanyan"
seketika wajah aile tertekuk sempurna
lumanyan...!!!
hmmm
dia menghela pelan nafasnya, membereskan semua sisa makanan dan mulai mencuci semua piring serta mangkok berkas mereka makan.
Tanpa bicara apa-apa sang Daddy langsung melesat naik ke atas, menuju ke kamarnya. Ailee melirik sejenak langkah kaki daddynya kemudian kembali menarik nafasnya.
Sejak kecil Daddy nya selalu bersikap dingin padanya, padahal Daddy sahabat-sahabatnya begitu hangat dan baik kepada mereka,acapkali Ailee iri kepada mereka, karena dikaruniai seorang Daddy yang luar biasa hangat, jauh berbeda dengan Daddy ailee.
Padahal jelas-jelas Ailee buruh perhatian dan cinta dari Daddy nya, karena sejak kecil dia sama sekali tidak tahu siapa mommy nya.
Bibi Sumi bilang jika mommy nya orang Indonesia asli, sedang kan Daddy nya laki-laki keturunan Eropa+timur tengah, tidak heran Ailee memiliki kulit dan wajah ke bule-bule'an.
Tapi... yang membuat Ailee acapkali bingung, kenapa perlakuan Daddy nya disaat dia kecil selalu saja kasar dan acapkali sering memukul nya tanpa alasan yang jelas.
Kadang dia bertanya-tanya didalam hati apakah Daddy nya membenci kelahiran nya? hingga membuat sang mommy meninggal setelah melahirkan diri nya!. karena itu Daddy begitu Jijik pada nya sejak dulu.
Mungkin saat dia masih kecil dia hanya akan diam dan memaklumi, menangis terisak sambil mengurungi diri dikamar, tapi kali ini Ailee bersumpah akan membuat Daddy bangga dan sayang pada nya dengan cara apapun itu hingga bisa membuang seluruh kebencian Daddy nya terhadap diri nya.
Setelah membereskan semua sisa makanan, mencuci piring dan Merapikan meja makan, secepat kilat Ailee langsung ikut naik ke atas menuju ke kamar Daddy nya.
Aland jelas masih sibuk dengan pekerjaan nya, mengecek beberapa laporan pekerjaan di laktopnya tanpa berniat menoleh ke arah Ailee.
Ailee tampak merengut,langsung mengganti pakaian tidurnya tepat disamping daddynya.
"Apa yang kamu lakukan?"
Aland jelas terkejut, melihat Ailee membuka pakaian nya dihadapan nya, hanya menyisakan tank top dan celana ketat sepaha nya.
"Tentu saja ganti pakaian"
sungut Ailee kesal, langsung memakai kamisol miliknya.
Aland langsung memijat kepalanya yang tiba-tiba berdenyut kencang.
Ailee masih dengan perasaan dongkol langsung menjauh kemudian langsung naik ke atas kasur membaringkan tubuhnya kemudian beranjak untuk tidur.
Beberapa waktu kemudian setelah yakin Ailee terlelap, Aland langsung menutup semua pekerjaan nya, mematikan lampu kamar mereka hingga menyisakan lampu remang di atas kepala ranjang, kemudian aland ikut naik ke atas kasur, merapatkan tubuhnya ke Ailee.
sejenak laki-laki itu menatap wajah Ailee penuh seringai kejam, sesaat dia mencium bibir gadis itu dan menyesap nya begitu dalam.
"Berapa bulan lagi 17 tahun baby? Daddy masih menunggu waktunya"
bisiknya kemudian, lantas Aland segera memejamkan matanya, ikut terlelap di samping Ailee.
******
__ADS_1
Saat terbangun dari tidurnya Ailee merasa ada yang aneh pada dada dan bibirnya, setelah selesai dengan sesi mandinya dia menatap dirinya dihadapan kaca besar yang ada dikamar mandi beberapa waktu sambil berusaha berfikir.
Kenapa tiba-tiba di atas da..danya terdapat tanda merah dan bibir nya terasa sedikit membengkak.
"Hmmm"
Ailee berusaha untuk mengingat-ingat apa yang terjadi, tapi karena dia type gadis yang kalau tidur nya tidur mati, jelas saja sulit sekali untuk nya mengingat apa yang terjadi.
"Daddy, ini aneh"
ucap Ailee cepat sesaat setelah keluar dari kamar mandi, dia masih menggunakan handuk nya, mendekati Aland sambil memperlihatkan tanda yang ada di atas dadanya.
"Kenapa tiba-tiba dada ku memerah?"
tanya nya pada sang Daddy dengan begitu polos, masih mengerutkan dahinya dengan ekspresi yang begitu bingung.
Aland langsung menoleh sesaat setelah mengancingkan seluruh kancing kemejanya.
"Ada apa?"
"Apa ada serangga di kamar Daddy?"
Ailee terus mengerutkan dahinya
"Yang ini?"
tiba-tiba Aland menyentuh lembut dada Ailee, entah kenapa Ailee merasakan hal yang aneh, seketika sebuah aliran listrik menyerang tubuhnya, tiba-tiba Ailee meremang dan merasa jantungnya berdetak kencang tiba-tiba.
Dulu saat Daddy nya menyentuh Dirinya Ailee merasa biasa-biasa saja, kenapa rasanya jadi aneh?
"Mungkin serangga yang nakal"
ucap Aland dengan pandangan mata yang sulit di artikan, bicara sambil mengelus pelan dadanya, kemudian langsung membalikkan kembali tubuhnya
"bik Sumi akan membersihkan kasurnya"
lanjut Daddy nya
Ailee hanya mengangguk pelan sambil menyentuh dada nya yang tiba-tiba terasa meremang.
******
Hari ini untuk pertama kalinya sang Daddy mengantar dan menjemput dirinya ke sekolah, ailee jelas merasa bahagia saat Aland dengan sigap mengantarkan dirinya tanpa bertanya lebih dulu.
setidaknya dia bisa berbangga hati saat tahu sang Daddy bersedia mengantarnya, sebab saat dia kecil duluĀ Daddy nya begitu tidak menyukai dirinya, mengabaikan nya bahkan sama sekali tidak pernah mau mengantarkan dirinya ke sekolah
Semua saat ini terasa begitu sempurna, kebahagiaan Ailee jelas bertalu-talu dan menggebu, dia jelas merasa bahagia sekali.
"Dia Daddy mu?"
saat vio menanyakan nya jelas saja Ailee mengangguk mantap sambil tersenyum sumringah.
"Ganteng banget Ailee, nggak salah dia Daddy kamu?"
Mina bertanya antusias, menggenggam erat tangan Ailee.
"Nggak"
"Aku jadi istri Daddy kamu mau kok, itu muka kok sesempurna itu"
Lea bicara sambil mengedip-ngedipkan matanya.
"Apaan sih Lea"
sungut Ailee kesal.
"Di atas kasur pasti keren banget"
Mina menimpali.
iwhhh menjijikkan, Mina dan lea benar-benar temannya yang mengerikan, di usia masih muda otaknya jelas sudah diracuni oleh fikiran me..sum yang men..jijikkan. Sejak Mina pacaran dengan Yuda dan Lea pacaran dengan Rangga, otak 2 sahabatnya itu jadi sengklek.
Rangga jelas terkenal dengan julukan Casanova, laki-laki itu bahkan katanya sering pacaran dengan janda, Ailee acapkali berfikir, mungkinkah Lea sudah tidak pera..wan lagi selama pacaran dengan Rangga?.
kalau Mina begitu suka baca novel dan nonton film yang rate 21, jelas membuat dirinya dan vio acapkali menggeleng-gelengkan kepala mereka, otak Mina jelas berisi hal-hal mengerikan soal se..x dan laki-laki CEO.
"menjijikkan ih, jangan mikir macam-macam soal Daddy ku"
sungut Ailee kesal.
dia fikir bagaiamana bisa teman-teman bicara hal tidak-tidak seperti itu pada dirinya
*********
Seketika kemarahan sang Daddy memuncak ketika melihat seorang laki-laki mencium puncak kepala nya disaat Daddy nya menjemput Ailee di depan gerbang depan pintu sekolah.
Aland jelas-jelas mengamuk, menarik tangan nya dengan paksa dan menghempaskan tubuhnya dengan kasar ke atas mobil.
Ailee jelas gemetaran, dulu Daddy nya tiap kali marah saat dia masih disekolah dasar jelas-jelas akan memukulnya dengan cara yang brutal, dia fikir apakah sejarah kemarin akan terulang kembali?
rasa nya jelas begitu perih ketika ikat pinggang Daddy nya menghantam seluruh tubuhnya dulu.
"Siapa anak itu? pacar kamu huh?"
Daddy bicara sambil membentak, Daddy nya bertanya dengan amarah yang jelas membuncah, pedal gas mobil yang Daddy nya injak pun menggila.
Ailee menggeleng cepat
"Bukan Daddy, dia teman satu kelas, aku juga tidak tahu kenapa dia tiba-tiba mencium ku"
Ailee bicara sambil menangis terisak, menatap daddynya penuh ketakutan.
"Berhenti membohongi Daddy, kau fikir Daddy anak kecil huh?"
"Ailee tidak berbohong Daddy"
Ailee terus menggeleng-geleng kan kepalanya penuh dengan keyakinan
Dan ketika tiba di rumah, Daddy nya dengan cara yang kasar menyeret tubuhnya agar segera naik ke kamar atas, bik Sumi yang melihat itu jelas saja terkejut bukan main.
"Tuan..tuan...apa yang terjadi?"
"Dia sudah berani menggoda laki-laki diluaran sana"
"Tidak Daddy, aku tidak menggodanya"
Ailee berteriak histeris
jelas saja dia tidak pernah melakukan nya, hiden tiba-tiba datang memeluknya dan mencium puncak kepalanya tanpa pemberitahuan lebih dulu, seluruh sekolah tahu laki-laki itu menyukai dirinya, tapi jelas-jelas Ailee tidak menyukai laki-laki itu sejak dulu.
Ailee jelas menangis histeris, apalagi saat sang Daddy menghempaskan tubuhnya ke atas kasur dengan kasar lantas mengurung nya didalam kamar dengan cara mengunci pintu dari dalam.
Ailee tahu sekuat tenaga dia berteriak, ruangan ini jelas tidak akan mampu mengeluarkan suara apapun, karena kamar Daddy nya sudah ter setting sedemikian rupa dengan kaca dan dinding kedap suara.
"Awasi dia bik, kalau dia mencoba untuk keluar kemana-mana dengan akal licik nya, akan aku pastikan dia dan bibi menerima hukuman luar biasa"
bik Sumi tampak diam, hanya bisa meneguk ludahnya, dia fikir penyakit gila tuan nya kembali mendominasi.
"Non non apa lagi yang sudah nona lakukan"
desah bik Sumi pelan seketika saat Aland meninggalkan dirinya, menuju ke arah mobilnya lantas melesat pergi entah kemana.
********
Bang..sat...!!!
umpat Aland kesal saat dia masuk ke rumah Farhan
laki-laki itu tampak menaikkan alisnya.
"Very bad, sesuatu yang jelek terjadi?"
tanya Farhan sambil menuangkan segelas wine kemudian menyerahkan minuman itu ke pada Aland.
"Dia sudah berani menggoda laki-laki sekarang, persis seperti ibu nya, pe..lacur..!"
Farhan terkekeh kemudian meneguk cepat wine miliknya.
"itu kemarahan atau kecemburuan?"
"Shut up man, jangan membuat ku semakin marah"
Aland bicara sambil ikut meneguk wine miliknya
"Oh ayolah all, Jangan terlalu terbebani oleh gadis kecil itu"
"Aku benar-benar menghabisi nya ketika dia cukup berusia 17 tahun, itu masih beberapa bulan lagi"
Aland Manarik kesal nafasnya.
"Kalau begitu, sembari menunggu mari kita bersenang-senang dulu malam ini"
ucap Farhan cepat, kemudian dia membuka tirai kaca besar yang ada dihadapan mereka dengan sebuah remote control yang ada di tangan nya, secara berlahan tirai terbuka, sebuah pemandangan luar biasa terlihat disana, sebuah ruangan penuh dengan perempuan dengan suasana temaran dan lampu kelap-kelip diskotik mendominasi.
Yang jelas dari dalam sana tidak bisa melihat mereka, tapi Aland dan FarhanĀ jelas bisa melihat semua orang disana.
"Kau suka yang mana?"
bisik Farhan sambil menaikkan sebelah alisnya
"Barang baru, yang bisa memuaskan ku"
Farhan tertawa terbahak-bahak
"like you want, just one night stand "
Farhan berdiri cepat, kemudian bola mata nya melirik ke arah seorang perempuan berusia 21 tahunan"
"21 tahun, lincah di atas kasur, sangat liar, pemain handal, kau akan me..nge..rang sempurna bersama dengan nya"
kekeh Farhan
seketika Alan menaikkan ujung bibirnya, menatap liar ke arah perempuan yang di maksud, perempuan itu sibuk bercanda bersama teman-teman nya sambil meminum winski miliknya.
"Aku menunggu nya di tempat biasa"
setelah berkata begitu, Aland beranjak dari duduknya, melangkah pergi menjauhi Farhan.
seperti biasa, just one night stand.
Ailee wait me baby, seperti sumpah dan janji ku pada mu dulu.
"Daddy akan mengambil hak ini disaat kau berusia 17 tahun nanti"
Aland bicara dimasa laku sambil menyentuh bagian bawah Ailee, gadis itu jelas masih berusia 7 tahun saat itu.
"Why Daddy?"
"Karena kau harus membalas seluruh jasa-jasa ku juga perbuatan mommy mu"
Bola mata indah itu menatap Aland dengan pandangan tidak mengerti.
******
Bik sumi menatap panik ke arah Aland ketik laki-laki itu datang langsung memarkirkan mobilnya, masuk ke rumah lantas melesat naik langsung ke atas, membuka pintu kamar dengan gerakan cepat dan panik.
"Tuan semalam kemana?"
bik Sumi menangis panik, mengikuti langkah Aland dengan perasaan bercampur aduk jadi satu. Ailee jelas sejak siang kemarin belum makan, kunci kamar Aland yang membawanya, ingin naik dari arah depan tidak tahu menggunakan apa. bik Sumi tahu pasti hal buruk terjadi pada putri laki-laki itu.
Tubuh Ailee jelas sudah tergeletak lemas di kasur, wajah nya memucat,lemas bahkan tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.
"Ailee, Ailee"
Aland berusaha menepuk-nepuk wajah Ailee, jelas kepanikan terpancar di raut wajahnya.
"Hubungi dokter Edo"
seketika bik Sumi langsung melesat turun ke bawah, mencoba menghubungi dokter pribadi tuannya.
********
"Dia mengalami dehidrasi"
dokter Edo berkata cepat setelah selesai memeriksa kondisi ailee, mm menatap Aland sambil menggeleng tidak percaya.
"Dia masih anak-anak, kau terlalu kejam pada putri mu sendiri"
"yeah"
Aland bicara sambil mengangkat bahunya.
"Dia harus tahan banting agar bisa tumbuh lebih cepat"
"Aland, usianya belum 17 tahun"
dokter Edo bicara sambil menghela kasar nafasnya.
__ADS_1
"Karena itu dia harus mempersiapkan semuanya ketika dia berusia 17 tahun"
sungut Aland kesal
"Kau gila"
"Bisa jadi"
"Dia putri mu"
"Tapi tidak untuk ku"
Seketika dokter Edo memijat kepalanya yang tidak sakit.
"Kau benar-benar harus ke rumah sakit jiwa Aland, kau Benar-benar akan melakukan nya pada gadis sekecil itu?"
dokter Edo mendorong tubuh Aland ke luar, bicara berbisik Takut jika-jika Ailee mendengar nya.
"Dia sudah tahu sebelum nya"
"Kau bicara pada nya di masa anak-anak nya dulu Aland, memori anak-anak di usia segitu jelas menghilang seiring berjalannya waktu, bagi nya kau adalah ayahnya, bagaimana mungkin kamu berfikir hingga sejauh itu?"
Edo berusaha mengingat kan Alan atas kegilaannya
"Apa kau suka dengan dia huh?"
"Bukan masalah suka atau tidak, apa yang akan Ailee fikirkan? ayah nya sudah berani berbuat hal gila pada nya, lebih tepatnya ayah nya akan memperkosa nya"
seketika Aland tertawa terkekeh, tampak gurat kebahagiaan di wajahnya.
"Aku akan lihat betapa tersiksanya dia dan ibu nya, karena dulu telah mengkhianati aku begitu saja"
Edo jelas-jelas bertambah kesal.
"Tapi putri nya tidak melakukan kesalahan-kesalahan dimasa lalu, dia tidak berdosa Aland"
Seketika Aland menaikkan sudut bibirnya, menatap tajam bola mata dokter Edo.
"Lau siapa yang salah? aku begitu? lalu siapa yang berdosa? aku juga?"
"Bukan begitu maksud ku"
"Kau lupa bagaimana ibunya menjatuhkan diri ku? mengkhianati aku? kemudian menangis merengek dibawah kaki ku menjelang kematian nya? mempercayakan aku soal Ailee? lalu siapa yang pantas di sebut gila setelah semua keadaan?"
Aland jelas menjadi berang
"Bahkan induk perusahaan ku hancur karena perempuan sialan itu, apa aku bisa memaafkan Ailee atas segala hal yang telah terjadi?"
Seketika dokter Edo terdiam, dia menelan kasar salivanya.
Yah dia tahu sejarah masa lalu sahabat nya itu begitu kelam dan mengerikan, tapi bukan berarti harus memperlakukan putri nya seperti itu.
"Dia pasti akan kecewa pada mu Aland, dia akan bersedih dengan kehancuran nya"
Aland mendekat kan wajahnya ke arah dokter Edo, dia berbisik pelan.
"Aku memang sedang menunggu kehancuran nya, aku ingin melihat air mata itu tumpah, aku menunggu Kakak ibunya itu datang untuk memohon belas kasih ku agar melepaskan keponakan nya itu ketika saat nya tiba"
Dokter Edo hanya bisa menggeleng-geleng kan kepalanya, menatap nanar wajah sahabatnya itu.
"Kau benar-benat berubah Aland"
"Waktu dan keadaan selalu mengubah seseorang"
Jelas saja Sejumput kekhawatiran dan kecemasan menghantam perasaan dokter Edo, jelas-jelas masa Depan anak itu akan hilang begitu saja ditangan laki-laki pendendam dan dingin seperti Aland.
Ailee benar-benar hanya dijadikan umpat juga pe'muas naf'su sang Daddy nya semata pada akhirnya.
*******
"Lihat Louis"
bisik Mina pada Ailee.
"Ya?"
Ailee yang sibuk dengan tugas menyalin nya langsung bertanya kaget pada Mina.
"Louis di sana"
sejenak ailee menoleh, Louis tampak melambaikan tangan nya pada Ailee, jelas saja gadis itu mengerutkan dahinya, langsung Menoleh ke arah Mina.
"Kamu Bicara apa dengan Louis?"
jelas saja Ailee menatap curiga ke arah Mina, dia tahu betul gadis satu ini acapkali begitu usil dengan orang lain.
"aku bilang kamu suka pada nya"
"Mina..."
Ailee sontak menaikkan oktaf suara nya.
jelas saja itu hal paling memalukan didalam seumur hidupnya.
oh tidak.
semua orang menoleh ke arahnya, termasuk Louis, seketika Ailee menundukkan kepalanya, meminta maaf dengan halus ke seisi kelas.
"Kau gila"
bisik Ailee cepat.
"Kau bilang Louis tampan sayang"
"Tapi bukan berarti harus bilang aku suka dia kan? itu benar-benar memalukan"
pekik Ailee tertahan, dan betapa terkejutnya dia saat Louis tiba-tiba ada di antara mereka.
"Hay"
cowok tampan itu bicara sambil menarik kursi ke hadapan mereka.
ommo ommo tampan benaran kok.
seketika wajah Ailee memerah.
makhluk ciptaan tuhan paling seksi dan sempurna.
"Sudah makan siang?"
tanya Louis cepat
what? aku harus bilang apa? belum? ya tidak mungkin kan? jelas-jelas tadi sudah makan.
rengek Ailee dalam hati.
Pada akhirnya dengan berat hati Ailee mengangguk pelan.
jantung...jantung... mana jantung..???
please Tolong kondisikan dulu..
pekik Ailee dalam hati.
"sayang sekali, aku fikir ingin mengajak mu makan bersama"
ya... coba tawar menawar nya sejak tadi
Ailee tampak kecewa, jelas saja dia tidak bisa makan dalam porsi double kan?
"Kau bisa mengajaknya besok, Louis"
sahut Mina cepat
"Atau makan malam"
"Mina"
Ailee berusaha menahan detak jantung nya yang terus memompa tidak beraturan sejak tad.
Yah yah makan malam juga boleh.
Oh tuhan.
"Bagaimana jika makan malam aku menjemputmu? kita bisa makan di tempat terdekat disekitar rumah mu"
alamakkkk.. benaran?
terus Ailee harus bagaimana?
"Ok dia akan bersiap-siap malam ini"
Lea menyambar cepat
"Lea"
Ailee mencubit pelan pinggang nya
Lea terkekeh.
"Dia memang pemalu, lama-lama tanpa malu-malu"
dasar embeerrr pekik Ailee kesal
Louis tertawa geli mendengar ucapan Lea.
seketika Ailee terpesona dengan senyuman indah cowok tampan itu, begitu tampan dan imut.
Ggrrrhhhh ailee benar-benar bisa gila karena nya.
Mina benar-benar sahabat yang dapat diandalkan hihihi
*******
"Daddy"
"Hmm"
Aland yang sejak tadi sibuk dengan laktopnya tampak tidak terlalu peduli dengan kata-kata Ailee.
"Aku boleh keluar sebentar?"
yang penting jangan sampai Daddy tahu dia pergi dengan laki-laki kan?
"hmm"
Ailee mengembangkan senyumannya.
Yes...!!!
dia mengulum senyum.
"Aku akan pulang sebelum pukul 9.30 malam"
ucap Ailee cepat, mencium hangat pipi daddynya yang sebelah kiri.
"Hati-hati"
"He em"
dalam sekali gerakan Ailee Benar-benar menghilang dari pandangan Aland,dia jelas tidak mengizinkan Louis menjemput nya didepan mansion mereka, Ailee meminta Louis menjemput jauh di ujung sana, dia tidak ingin kejadian saat disekolah kemarin terulang.
Seketika wajah Ailee memerah saat melihat menampilan Louis, begitu tampan dan penuh kharisma.
cowok itu menggunakan kaos dengan dilapisi jaket kulit yang menambah macho penampilan nya, celana jeans sobek lutut dan motor besar yang jika lawannya duduk bisa-bisa dada mereka menempel dipunggung nya.
ishhh dia benar-benar pandai memilih kendaraan.
batin Ailee
"Selamat malam"
"Malam"
Ailee melambaikan pelan tangan nya.
Louis mengulurkan tangannya, menunggu ailee untuk naik dibelakang nya. dan benar saja secara berlahan Ailee naik ke atas motor besar nya itu, duduk dibelakang Louis secara berlahan.
Tiba-tiba Louis dengan lembut menarik kedua tangan nya, bicara dengan suara yang begitu lembut.
"Peluk pinggang ku erat-erat, aku takut kamu jatuh"
Oh my God
seketika jantung Ailee bertalu-talu tanpa kejelasan, tangannya menjadi dingin dan tubuhnya gemetaran.
Ini perasaan apa coba?
__ADS_1