Sejauh Angin Yang Berhembus

Sejauh Angin Yang Berhembus
Seseorang membantunya


__ADS_3

Kembali ke SMA xxxxxxx


Bayangkan bagaimana kebahagiaan menghantam diri Elsa, dia cukup tidak menyangka Maya datang menepati janjinya.


Ah tidak lebih tepatnya Maya datang memenuhi permintaan nya, padahal dia selalu bersikap buruk pada gadis itu dulu.


dia cukup khawatir kemarin jika Maya tidak datang ke sekolahnya, karena itu mengambil inisiatif untuk meminta Shinta datang ke sekolahnya dan membantu dirinya.


alih-alih mau datang perempuan itu malah menolaknya dengan cepat meskipun kata-kata yang Shinta berikan sedikit halus, tapi dia cukup tau diri jika perempuan itu sama sekali tidak berniat untuk datang membantu dirinya.


Shinta memiliki banyak alasan untuk mengabaikan dirinya.


Tapi siapa sangka orang yang dulu tidak pernah dia prediksi akan menjadi satu-satunya harapan dia kini berdiri disini mewakili semua orang untuk membantu nya.


Bola mata Elsa terlihat berkaca-kaca ketika dia menyaksikan Maya menandatangani surat kontraknya, tidak ada hal yang paling membahagiakan untuk dirinya di dunia ini kecuali dia mendapat kan kontrak tersebut.


dia benar-benar mampu membuktikan kepada semua orang jika dia bisa mendapatkan semua itu, mengingat bagaimana anak-anak lain mengejek dirinya dan memandangnya sebelah mata, seolah-olah dia tidak memiliki daya kemampuan sedikitpun dalam basket, dimana orang-orang selalu berkata dia mana mungkin memiliki kemampuan lebih kecuali merepotkan orang lain dan membuat kekacauan.


"Mobil jemputan kalian sudah di depan"


tiba-tiba saja sang pelatih basket bicara mendekati mereka, memberitahukan mereka jika Heru telah menunggu didepan.


Setelah mendengarkan ucapan sang pelatih, mereka bergerak pamit dengan cepat, lantas buru-buru pergi ke depan dimana Heru telah menunggu mereka di mobil sejak tadi.


"Cukup lama menunggu?"


Maya bertanya kepada laki-laki tersebut ketika mereka telah masuk ke dalam mobil.


"Untuk menunggu para gadis, tidak ada kata cukup lama, ini terlihat jelas biasa-biasa saja untuk type laki-laki seperti ku"


Heru menjawab sembari mengembangkan senyuman nya, dia mulai melajukan mobilnya secara perlahan.


Maya terlihat mencibir, dia pikir laki-laki tersebut selalu pandai menggunakan kata-kata manis nya untuk menyenangkan hati seseorang, pantas saja Tiara langsung menyukai Heru.


"Kakak terimakasih banyak karena sudah Sudi datang untuk menjadi wali ku"


Elsa bicara cepat di dalam perjalanan mereka, dia melirik ke arah Maya kemudian mengulum senyumannya, jangan ditanya bagaimana bahagianya dia saat ini apalagi dia telah menggenggam kertas surat perjanjian di mana dia berhasil masuk ke tim nasional basket meskipun belum benar-benar menjadi anggota yang bisa di andalkan dan belum benar-benar resmi jadi anggota abadi.

__ADS_1


mendengar ucapan Elsa seketika membuat Maya mengulum senyumannya.


"itu aku lakukan karena aku masih memiliki tingkat kepedulian untukmu, Anggap saja aku melakukannya karena kamu pernah menjadi bagian dari anggota keluarga ku kemarin


Maya menjawab ucapan Elsa sembari dia membenahi posisi duduknya.


mendengar ucapan Maya membuat Elsa mengangguk-anggukkan kepalanya.


"kakak bisa menganggap ku tetap sebagai anggota keluarga, aku akan menjadi adik yang baik untuk kakak mulai saat ini"


Buru-buru gadis tersebut bicara.


Heru yang mendengar ucapan Elsa seketika melirik kearah gadis tersebut.


"kau sangat pandai merayu saat ini, jangan bilang kau melakukannya karena kau membutuhkan bantuan Maya"


dia bicara sedikit mengejek tapi bukan bermaksud untuk membuat gadis tersebut tersinggung.


mendengar ucapan laki-laki itu seketika membuat Elsa memunculkan bibirnya.


jawabnya dengan cepat.


"kali ini aku melakukannya dengan sangat tulus dan tanpa memikirkan apapun di dalam ucapanku"


lanjut gadis itu lagi.


'baiklah baiklah aku menganggap kau benar-benar tulus melakukannya"


Heru bicara kemudian kembali fokus pada pekerjaannya.


Maya sendiri saat ini menggerakan tangannya untuk mengintip handphonenya yang berdering sejak tadi, sejenak gadis tersebut mengerutkan keningnya saat dia membaca sebuah pesan dari seseorang.


itu adalah nomor laki-laki yang melewati one night stand dengan dirinya tempo hari.


Aku mengirimkan alamat direktur xxxxxxx dimana kamu akan melakukan akuisisi perusahaan.


seketika Maya semakin mengerutkan keningnya karena dia pikir kenapa laki-laki tersebut tahu jika dia akan melakukan akuisisi perusahaan.

__ADS_1


dia sebenarnya sama sekali tidak mengenal siapa laki-laki yang melewati one night stand bersama dirinya tempo hari, hanya mendapatkan nomor handphonenya kemudian dia kabur dengan cepat dari kamar hotel tersebut.


dia sama sekali tidak mendapatkan identitas laki-laki itu, karena itu Maya cukup terkejut ketika laki-laki itu tahu soal akuisisi perusahaan yang akan dia lakukan.


Maya dengan cepat membalas pesan laki-laki itu.


Kau sebenarnya siapa?!.


Seketika kewaspadaan menghantam Maya, di menjadi sedikit menegang.


******


Heri jaya company


ruang kerja Mawangsa.


Kau sebenarnya siapa?!.


Hah...?!.


mawangsa langsung mendengus kasar, dia mencoba menarik dasi nya secara perlahan.


"Bagaimana bisa dia tidak mengenali ku malam itu?"


Dia bicara dengan nada tidak percaya.


laki-laki itu ingin mengetik dan berkata bahwa dia Mawangsa, namun seketika dia langsung menghentikan gerakan jari-jarinya.


dia pikir saat dia mengatakan kepada Maya jika dia adalah mawangsa, mungkin gadis itu akan malu besar dan merasa sangat kacau bertemu dengan dirinya karena itu pada akhirnya memangsa memilih untuk mengurungkan niatnya mengetik dan memberitahukan jika itu dirinya.


Pada akhirnya dia menjawab dengan cepat.


Aku sahabat baik Heru, mencoba membantu mu karena kebetulan bertemu malam itu dan aku pikir kamu membutuhkan nya saat ini.


Cukup lama dia menunggu jawaban dari Maya, hingga akhirnya dia menerima sebuah pesan dari handphone nya.


Terimakasih banyak, aku sangat menghargai informasi yang kamu berikan, senang berkenalan dengan mu.

__ADS_1


__ADS_2