Sejauh Angin Yang Berhembus

Sejauh Angin Yang Berhembus
Balutan cinta


__ADS_3

Makkk Wellcome di kisah baru yang tidak seperti ikan terbang. Baru menetas dan masih panas Mak. dijamin alur cepat, rencananya ga panjang-panjang yang ini mak pokok nya sesi paling pendek yang diri ku buat.


Silahkan intip di laman depan, cari sampul seperti di bawah yah Mak SUGAR BABY DADDY JUAN.



******


...PETIKAN 👇👇👇👇...


*****


Aku menatap gadis muda dihadapan ku untuk beberapa waktu, menelisik bibirnya yang bergetar saat bicara dengan ku, lekukan tubuh nya tercetak jelas karena guyuran hujan deras yang membasahi seluruh lapisan pakaian gadis tersebut.


"Bantu aku, Om. Aku mohon, aku benar-benar membutuhkan uang nya untuk menebus Tamara karena di jual oleh ayah tiri ku di club malam," gadis tersebut terus memohon, meminta agar aku, laki-laki dihadapan nya tersebut membantu nya.


"Aku tahu ini tidak sedikit, 200 juta. Aku masih perawan om tahu itu, bahkan Daniel tidak pernah menyentuh ku selama kami pacaran dulu, aku akan membayar nya dengan tubuh ku malam ini dan malam seterusnya saat om menginginkan ku,"


Bukankah tawaran nya sangat menggiurkan? seorang gadis perawan dengan harga yang jelas sebenarnya tidak setara. 200 juta untuk laki-laki sesukses diri ku yang kartu hitam nya tanpa limit tiap kali harus dibelanjakan.


Apa aku mengenal gadis tersebut? yeah aku mengenal nya dengan baik. Dia Lilo Aprodite, seperti nama nya dia secantik dewi cinta dari yunani, diperebutkan banyak laki-laki dan ditakutkan menjadi bencana di langit oleh dewa Zeus. Dia berteman baik dengan anak kembar ku, ah tidak tepat nya Lilo sahabat baik putri ku Kimmi dan mantan kekasih putra ku Daniel.


Dan apa yang terjadi malam ini benar-benar di luar akal warasku.


"Aku mohon," gadis dihadapan ku bersimpuh, menangis histeris bahkan dia menggenggam erat telapak tangan kokoh dan besar ku.


"Brengsek, sial," bolehkah aku mengumpat didalam hati?.


Seharusnya aku berikan saja 200 juta nya dengan cuma-cuma, satu hari saat sukses dia mungkin akan mengingat nya dan mengembalikan nya, jika tidak pun seharusnya dengan uang segitu yang aku berikan padanya tidak akan membuat ku menjadi miskin bukan? bahkan uang seperti itu jelas tidak setara dengan harga keperawanan nya. Belanja Kimmi dan Daniel bahkan jauh berkali-kali lipat dari itu tiap kali aku mengirim nya.


Tapi aku terlalu brengsek menginginkan tubuh gadis cantik tersebut, aku ingin dia menghangatkan ku, menemani ku malam ini dibalik pemikiran rumit dan kehidupan rumah tangga ku yang berada di ujung tanduk perceraian.


Yah sudah puluhan tahun aku bertahan, dan malam ini menjadi puncak tertinggi kemarahan ku untuk tidak lagi mampu bertahan dan aku butuh sosok lain yang bisa mengatasi mati nya hati ku untuk pernikahan yang aku jalani lebih dari 16 tahun ini. Aku tidak mencintai istri ku selama pernikahan kami.


"Om?," Lilo kembali memohon, menatap dalam wajah ku dalam pengharapan.

__ADS_1


"Aku akan meminta anak buah ku menyelesaikan semuanya, menarik adik mu keluar dari sana dan membebaskan nya dari Moma," pada akhirnya aku menyahut ucapan gadis tersebut dengan cepat.


"Benarkah?," Lilo bertanya sambil mencoba menghentikan Isak tangis nya, dia menatap terkejut dan tidak percaya.


Sudah tahu bagaimana kekuasaan ku, aku bahkan bisa menghancurkan klub malam itu jika mau.


"Kau hanya perlu tetap disini, tunaikan kewajiban mu dan buat aku puas dengan semua tawaran mu tadi, Lilo," dan terkutuk memang, aku menatap lembut bola mata gadis yang masih mengenakan seragam SMA tersebut, menyentuh lembut wajah nya dalam gelombang hasrat yang berbeda.


Terlalu lama aku tidak bermain-main bersama seseorang yang mampu membangkitkan sesuatu yang terlelap sejak lama dan Lilo mampu melakukannya. Tanpa banyak bicara aku menyambar bibir lembut berwarna merah muda alami tersebut, menenggelamkan nya kedalam gelombang hasrat yang sebenarnya sejak tadi telah terjaga dan enggan tertidur kembali.


Juan, kau brengsek memang. Dia mungkin belum benar-benar putus dengan putra mu, bisa jadi dia masih menjadi kekasih Daniel bahkan dia adalah sahabat baik putri mu dan begitu di sukai oleh istri brengsek mu.


"Om?," Lilo menggenggam erat lengan nya, terlihat gugup saat Juan meletakkan dirinya ke atas kasur mendominasi berwarna putih tersebut.


"Daddy, aku suka kamu memanggil ku daddy, baby."


******


Mansion utama Juan.


Seorang pelayan tua menundukkan kepalanya, menyambut kedatangan Juan kemudian menunggu laki-laki tersebut memberikan jas luar nya kepada dirinya.


"Tuan tidak pulang semalaman?," wanita itu bertanya dengan perasaan khawatir karena ini pertama kalinya ya setelah beberapa tahun sentuhannya tidak pulang semalaman.


Juan bukan tipe laki-laki yang suka keluar dan pergi tanpa kabar bahkan laki-laki itu bukan tipe seorang laki-laki yang bisa mengabaikan keluarga terutama anak-anak nya, tapi kali ini di beberapa minggu ini Juan terlihat cukup berubah drastis, laki-laki tersebut seringkali memilih lembur dan pulang lewat jam 2 malam dan malam ini paling parah, Juan tidak kembali semalaman, menghilang sejak kemarin, tidak ditemukan di pagi hari dan malam ini baru terlihat kembali ke rumah.


"Hmmm," alih-alih menjawab Juan hanya berhmmm ria, melengos pergi setelah melepaskan dan memberikan jas kerjanya pada bibi pelayan.


"Tidak usah menyiapkan makan malam, aku akan pergi kembali setelah membersihkan diri," Juan bicara kemudian bergerak menjauh dari sang pelayan, menuju ke arah kamar nya dan memilih tidak lagi bicara.


Begitu dia melangkah menaiki tangga bisa dia lihat seorang perempuan seusia dirinya bergerak turun kearah dirinya.


"Ada yang bertanya siapa perempuan dengan dandanan menor, mengerikan dan terbuka tersebut?," Juan enggan melihat ke arah sosok perempuan itu. Yeah itu adalah istri nya, Kinan Sandrina Johar.


Kinan terus melangkah menggunakan Hells tinggi dengan pakaian mini nya. Warna Hells merah menyala terdengar beradu dengan keramik mendominasi berwarna cream muda di atas tangga, pakaian dress mini sejari dan sepanjang lutut mendominasi berwarna senada dengan tas yang digunakan nya terlihat cukup menyilaukan mata. Harga dari dua barang tersebut jelas tidak main-main, bisa merogoh kocek ratusan juta dalam sekali gesek. Belum lagi tas limited edition yang digunakan nya dengan warna serupa juga jelas memiliki nilai fantastis yang tidak main-main.

__ADS_1


3 barang tersebut harga nya sudah mencapai nilai 1 M, sungguh luar biasa.


Uang siapa yang digunakan? Juan Alexander G, memang nya uang siapa lagi. Apa Juan keberatan? dia tidak peduli, ini bukan cerita tentang uang, dia bahkan tidak masalah membagi seluruh uang dan harta miliknya untuk Kinan asalkan perceraian mereka bisa dilakukan secepatnya. Tapi hingga kini Kinan belum juga mau menandatangani surat perceraian mereka.


"Kau baru pulang?," perempuan itu menghentikan langkah kakinya saat menyadari kehadiran Juan.


Alih-alih menjawab, Juan terus bergerak melangkah ke atas, melewati perempuan tersebut seperti orang asing.


Yah mereka seperti orang asing yang tinggal dalam satu atap tapi dalam ikatan pernikahan yang terasa palsu. Usia mereka sebenarnya tidak terpaut jauh tapi Juan tidak pernah mencintai istrinya. Ada kebencian bertahun-tahun yang terus menyerbu hatinya dan membuat dia merasa hidup di neraka bersama orang yang salah. Semua berawal dari kisah masa lalu saat dia kembali dari Inggris setelah pendidikan panjang nya dan pengenalan kerjanya.


Setelah kematian salah satu anggota keluarga Alvero Alexander G, 17 tahun bukan waktu sebentar untuk nya menyimpan sebuah rahasia besar dan tidak pernah mengeluarkan nya sedikit pun dari mulut nya.


Mendengar ucapan Kinan, Juan terlihat menghentikan langkah kakinya, sosok tampan dalam balutan kameja putih dengan raut wajah tidak ramah tersebut kini menatap kearah Kinan, tatapan nya begitu dingin dan rumit, juga penuh dengan rahasia juga kebencian, membuat siapapun melihat nya jadi meremang.


"Aku tidak tahu semalam kamu kemana, tapi besok malam akan ada pertemuan dengan kelurga besar Alvero Alexander G, daddy -," perempuan tersebut bicara, berusaha untuk menekan tingkat kesabaran nya menghadapi Juan yang begitu datar dan dingin pada dirinya selama belasan tahun ini.


"Apa ini ancaman?," Juan menaikkan ujung alisnya.


"Apa kau pikir aku sedang berusaha berbohong?," Kinan terlihat menggenggam erat telapak tangan nya mendapatkan respon buruk dari suami nya tersebut.


"Daddy kemari semalam mencari mu, tapi kamu tidak kembali hingga pukul 2 dini hari,"


Alih-alih menjawab ucapan Kinan atau terkejut, pada akhirnya Juan membalikkan kembali tubuhnya, dia mengabaikan Kinan, kembali melangkah naik ke atas melewati perempuan tersebut.


"Daddy akan mencoret mu dari daftar warisan keluarga jika kamu tidak datang, Juan,"


Itu seperti nada ancaman diimbangi dengan peringatan, Juan muak setiap kali harus mendengar nama nya akan di coret dari daftar warisan keluarga Alexander G.


Kinan terlihat melangkahkan kembali kaki nya turun ke lantai bawah, dia menatap sang pelayan yang melihat interaksi diri nya dan Juan.


Alih-alih peduli dengan ekspresi dan tatapan sang pelayan, Kinan membuang pandangannya, dia merogoh handphone nya di dalam tas miliknya sembari terus melangkah turun kelantai bawah menuju ke arah parkiran.


Perempuan tersebut meraih handphone nya kemudian mencoba untuk menghubungi seseorang. Begitu tiba di mobil pribadi nya, perempuan tersebut naik dan menutup pintu mobil dengan cepat diiringan panggilan nya terhubung dengan seseorang di ujung sana.


"Kau di sana sayang?," ucap Kinan sambil menaikkan ujung bibirnya.

__ADS_1


__ADS_2