
Tiara baru saja kembali dari toilet dan kembali masuk ke room mereka, bisa dia lihat jika Shinta terlihat tersenyum sumringah dan Begitu bahagia.
tidak usah dijelaskan dia sepertinya sudah tahu jawabannya jika Maya pasti kalah telak, tapi meskipun begitu biar pikir Maya mengeluarkan sifat begitu tenang dan juga tidak grasak-grusuk.
Tiara buru-buru mendekati Maya kemudian dia mengintip kartu Maya, demi apapun kartu gadis itu sangat buruk sekali, karena itu dia langsung berbisik ke arah gadis tersebut.
"Aku pikir kamu akan kalah telak?"
Ucap nya cepat kearah Maya.
Mendengar ucapan Tiara, Maya tetap bersikap begitu tenang, dia terus memainkan kartu nya bahkan menaikkan taruhan uang nya.
"Ini baru 2 putaran, masih tersisa 3 putaran lagi"
Ucap Maya cepat.
Tapi aku tidak yakin kami akan menang?"
Tiara semakin khawatir.
"Dia masih ingin melanjutkan kartunya, padahal dia bisa mundur sebelum kalah telak"
Perempuan disamping Maya bicara, dia tidak peduli siapa nama nya tapi mulut perempuan itu cukup pedas untuk didengar.
"mungkin dia mengandalkan gengsinya karena menghadapi calon istri dari mantan suami"
Lanjut perempuan itu lagi.
"padahal dia bisa mengalah dan sedikit berlapang hati"
Ucap nya lagi.
Maya sama sekali tidak peduli pada ucapan perempuan tersebut dia terus memainkan taruhan uang nya dan melempar kartu berikutnya.
__ADS_1
Tiara jelas langsung melotot kesal, dia pikir apa dia bisa melempar mulut Perempuan tersebut dengan heels nya?!.
Dia tersulut emosi tapi Maya berusaha untuk menahan nya.
Ayunda sang cucu jenderal terlihat ikut melempar kartu, dia bermain sembari memakan cemilan di samping nya.
di tengah permainan mereka tiba-tiba perempuan judes tadi bertanya pada Ayunda.
"Aku dengar kamu akan bercerai?"
perempuan tersebut bertanya ke arah Ayunda, Ayunda yang jelas memiliki kekuasaan yang besar di mana keluarganya sangat terpandang karena dia merupakan cucu seorang jenderal, jadi sangat aneh ketika mereka mendengar perempuan tersebut akan bercerai dengan suaminya mengingat betapa terpandangnya keluarga tersebut, karena itu tidak heran Ayunda bisa membeli apapun bahkan bisa bersikap arogan dan juga yang sombong.
"itu tidak akan pernah terjadi, kau tahu? dulu dia memintaku menikah dengan nya dengan memohon dibawah kaki ku, kini beraninya dia ingin bercerai dengan ku, aku jelas akan mau melakukannya"
Tiba-tiba Ayunda bicara sambil melempar kartu nya dengan perasaan kesal.
"Keluarga kami memiliki banyak koneksi dan kekuasaan, aku akan menyewa pengacara terbaik dikota ini dan membuat laki-laki itu tidak mampu menceraikan Ku, aku akan memastikan dia menjadi kain pel lantai dirumah kami karena berani meremehkan aku, dia pikir para perempuan bisa di nikahi karena mereka membutuhkan kita kemudian membuang nya saat tidak lagi membutuhkan nya!"
mendengar ucapan Ayunda yang menggebu-gebu seketika membuat Maya Diam, dia pikir apa yang diucapkan oleh perempuan itu benar adanya.
Ah..!.
Maya pikir apa yang ada dikepalanya.
"Ngomong-ngomong aku dengar kamu dan Mawangsa akan bertunangan, tapi bukankah sebelumnya kalian telah bertunangan pada malam beberapa minggu yang lalu?"
saat perempuan tersebut bertanya ke arah Shinta seketika Sinta menoleh ke arah Maya kemudian perempuan itu berkata.
"pesta pertunangan kami gagal total karena kalung pertunangan nya diambil oleh seorang perempuan yang datang merebut nya"
dia menyinggung Maya namun Maya terlihat tenang dan sama sekali tidak tersinggung dengan ucapan Shinta.
"katanya kalian akan menikah pada saat perayaan Valentine?"
__ADS_1
"ya kami merencanakannya seperti itu, hanya saja kami harus melakukan fitting gaun pengantin yang mewah terlebih dahulu, konsepnya yang dilakukan dengan mewah dan juga glamor jadi butuh waktu yang sedikit lama mengingat aku koma selama 6 tahun kemarin"
Ucap Shinta cepat.
mendengar ucapan Shinta seketika perempuan yang ada di samping Maya berkata.
"Bukankah kamu adalah mantan istri pertama Mawangsa? aku dengar gosip yang merebak jika dimasa lalu ketika menikah dengan kamu kalian hanya menggunakan gaun dan jas yang begitu sederhana serta pestanya juga sangat sederhana"
demi apapun mulut teman Shinta benar-benar tidak bisa dikendalikan, seolah-olah dia sangat suka sekali menyudutkan Maya di antara semua orang, bahkan dia berharap orang-orang mencemooh perempuan tersebut.
Shinta jelas mengulum senyuman nya.
mendengar ucapan Perempuan tersebut seketika membuat Tiara naik darah.
"memangnya kenapa kalau pernikahannya dilakukan dengan sederhana dan lagi apa kamu datang pada pernikahan Maya dan mawangsa? seakan-akan kamu tahu betul jika kau pernikahan yang digunakan oleh Maya adalah gaun sederhana dan murahan?"
Tiara langsung mengejar perkataan perempuan yang ada di hadapannya tersebut rasanya dia ingin menghajarnya saat ini juga, bagaimana bisa ada manusia seperti itu pikir nya, Maya berusaha untuk menahan Tiara.
"dan lagi tidakkah kau sadar dengan kata-katamu saat kau bilang Maya adalah mantan istrinya mawangsa, tidakkah kau berfikir jika kau baru saja berkata jika Shinta sebenarnya akan menikah dengan bekas suami orang? dia benar-benar mengambil barang bekas milik orang lain dari ujung kaki hingga ke ujung kepalanya"
mendingan ucapan cinta seketika perempuan itu membulatkan bola matanya.
"Apa? bekas? bukan Begitu maksud ku"
perempuan itu jelas gelabakan dia pikir kata-kata yang diucapkannya malah terlempar balik kepada dirinya sendiri.
"Shinta aku sama sekali tidak berniat berkata seperti itu aku hanya berpikir dia menggunakan gaun sederhana"
dia mencoba meluruskan keadaan takut jika jika Shinta tersinggung dengan ucapannya, dia jelas tidak menyangka jika Tiara sangat pandai membalikkan kata-kata dan menyudutkan orang lain atas ucapan pedasnya.
seketika semua orang ternganga mendengar ucapan dari Tiara bahkan Maya pun tidak menyangka jika Tiara mampu berkata seperti itu untuk membelanya.
sedangkan Sinta wajahnya langsung terlihat merah Padam, mendengar ucapan jika dia mengambil bekas suami orang dari ujung kaki hingga ke ujung kepalanya.
__ADS_1
perasaannya kini bergemuruh dan emosinya meningkat pesan rasanya dia ingin membanting semua yang ada di hadapannya bahkan ingin memaki temannya tersebut tapi Shinta berusaha untuk menahan nya.
Maya pada akhirnya berusaha untuk membuka suara dia takut akan terjadi perpecahan di dalam ruangan tersebut, dia baru akan bicara dan melerai semua orang namun tiba-tiba saja seseorang masuk ke ruangan mereka dan mengejutkan semua orang.